
Tolong tinggalkan likenya ... 🙏
Ryo berhasil membujuk Aira untuk menemui orang tuanya lagi malam itu. Ryo diminta sang ibu untuk membawa Aira lebih sore. Ia ingin mengajak Aira lebih akrab dengan keluarga mereka. Meski ia tidak lagi berkecimpung dengan bermacam pasien, tapi dunia psikiatri yang ia geluti memahami ada sesuatu tentang calon menantunya.
Malam itu mereka melakukan makan malam di halaman belakang, berbeque yang sudah disiapkan Camila.
Candaan Rya dan Ryo menjadi kekehan semua orang disana. Aira yang tadinya canggung pun perlahan santai. Apalagi sikap hangat kedua orang rua Ryo membuatnya merasa nyaman.
“kak.. besok temenin aku jalan jalan ya?” Rya mendekati Aira yang memanggang daging bersama ibunya.
“ehhh.. enak aja!” Jawab Ryo menoleh
“ye.. aku ngomong sama kakak iparku .. bukan sama kakak” ucapnya
“besok gak bisa!” jawab Ryo berdiri mendekati mereka.
“ye.. yang jawab bukan kak Aira kok” balas Rya
Aira tersenyum mendengar perdebatan kedua kakak beradik.
“temenin aku ya kak?” Ucap Rya pada Aira
“iya...!” jawab Aira
“yah beib!” protes Ryo
“aku gak boleh jalan jalan?” tanya Aira melirik Ryo tajam.
“tapi kan aku udah kosongin jadwal besok buat kita!” protesnya lagi
“salah kamu gak ngomong sama aku” ucapnya lagi meneruskan panggangannya
“heh.. kapok!” ucap Rya
“tapi beib!” ingin mendekati Aira, tapi Aira mengangkat capitan yang ia pegang pertanda Ryo dilarang mendekatinya.
“huh.. pokoknya gak boleh besok” kini Ryo mengancam sang Adik.
Rya dan kedua orang tuanya memalingkan wajah menahan tawa mereka melihat kekesalan Ryo.
Beneran gak berkutik nih anak sama gadis ini! benak ibunya.
Dasar bucin! Benak Rya
“kapan kalian merit?” tanya Harlan
Uhuuk uhuk uhuk!
Aira yang sedang makan langsung tersedak mendengar pertanyaan sang mertua.
“paah.. Aira jadi kesedak tuh!” ucap sang ibu tersenyum.
Uhuk uhuk uhuk. Aira masih batuk sampai membuat matanya berair.
“minum dulu beib!” ucap Ryo memberikan minum untuk Aira.
Aira meminum minumannya.
***
Rya dan Aira pergi jalan jalan siang itu tentu saja diantar oleh supir mereka dan dikawal dua orang. Saat mereka memasuki mall.
“Re! Kenapa dua orang itu ngikutin kita?” tanya Aira tak mengerti
“itu bodyguard kak” ucap Rya yang memang mengetahui siapa mereka
__ADS_1
“hah?” Aira kaget
“kakak ipar juga punya kok! Masa gak tau?” tanya Rya
Aira menatap kaget dan berhenti berjalan.
“apa kamu bilang?” tanya Aira mencoba meyakinkan apa yang ia dengar.
“sejak Kak Ryo keluar dari rumah sakit dulu.. ibu sudah mengirim pengawal buat kakak!” ucap Aira
Mulutnya menganga mendengar kata kata Rya.
Bagaimana mungkin? benak Aira
“Ryo tahu?” tanya Aira
“hemm!” menangguk tersenyum tipis
Aira memejamkan matanya. Sesaat kemudian tubuhnya mendesir panas.
Jangan kumat disini Aira! benak Aira menyadari tubuhnya yang merespon kepanikannya
“ayo kak! Jangan pedulikan mereka” ucap Rya menggandeng lengan Aira berjalan semangat memasuki tempat itu.
Rya memasuki sebuah counter pakaian ternama.
“selamat datang nona!” sambutan dari pegawai disana.
“nona Rya selamat datang selamat datang!” sambut seorang lelaki dengan tangan gemulai mendekatinya yang tak lain dan tak bukan merupakan desainer sekaligus pemilik cabang butik yang mereka masuki.
“nona ingin belanja hari ini?” tanyanya lagi
“iya.. bukan aku tapi kakak ip” ucapan Rya tertahan menoleh Aira dan diikuti pandangan sang desainer.
“kakak ipeh!” ucap Rya lagi.
“sebentar!” ucapnya pada sang desainer
“dia tau aku adik kak Ryo, kalau aku sebut kakak dengan sebutan kakak ipar, maka dengan jelas ia akan tahu bahwa kakak tunangan kak Ryo” ucap Rya berbisik pada Aira
Aira hanya tersenyum mengangguk angguk kecil.
“siapa dia Re?” tanya sang desainer lagi
“dia kakak sepupu jauh ku” ucapnya
Sang desainer memindai tubuh Aira.
Gadis cantik tapi sangat sayang terlalu polos.. kalau di poles dia pasti sangat cantik! benak sang desainer
Merasa tubuhnya dipindai, membuat Aira merasa risih. Desiran kegugupan mulai keluar. Tubuhnya merespon orang yang seakan ingin mengenali siapa dia. Aira mencoba mengatur nafas agar ia tak terlihat panik.
“baiklah.. silahkan!” ucap sang desainer ingin menemani mereka.
“bisa tinggalkan kita? Kita hanya ingin belanja dengan santai” ucap Rya meminta dia pergi
“baik lah... chau” ucapnya menggerakkan jentik jemarinya dengan manja.
Rya menoleh pada Aira yang berwajah pias.
“kakak gak papa?” tanya Rya
“gak papa” ucapnya tersenyum dengan menghela nafas.
“ayo kak!” ajaknya
__ADS_1
Rya terus memilih banyak pakaian disana dan Aira hanya mengikutinya. Sesekali Rya bertanya bagus atau tidaknya dan ia hanya mengatakan pendapatnya sekenanya
Wahhh.. orang kaya kalau belanja gak tanggung tanggung! Benak Aira yang melihat Rya terus memilih berbagai pakaian.
Saat selesai, mereka menuju kasir. Rya tersenyum senang.
“tolong pisahin yang itu ya” tunjuknya pada sebuah dress pendek.
“baik nona!”
Sang kasir mengatakan total belanjaan mereka dan Rya menoleh pada Aira yang berdiri di sampingnya.
“kak!” panggilnya
“ya?” jawab Aira
“bayarin!” ucap Rya seperti tak berdosa
“hah?” Aira membulatkan matanya mendengar kata kata Rya
Bagaimana tidak, angka yang ia dengar bukan angka sedikit.
“kakak bawa dompet kan?” tanya Rya lagi
“ba bawa!” jawab Aira
Rya tersenyum melihat sang kakak ipar yang gugup. Sebenarnya sebelumnya, Ryo menjelaskan seperti apa Aira. Dia menceritakan jika Aira yang memegang black card yang ia berikan hampir tidak pernah menggunakannya. Jadi Ryo memerintahkan adiknya untuk belanja keperluan Aira tapi dengan dalih untuk dirinya.
Aira mengeluarkan dompet dari tas. Dengan cepat Rya mengambil dompet kecil yang kusam dan hampir tak ada isinya
Nah sepertinya nona ini mengerjai nona yang ini deh! Pasti dia tak bisa bayar karena dompetnya saja jelek begitu! Benak sang kasir yang masih memandang interaksi di depannya.
Rya mengeluarkan kartu berwarna hitam yang seketika membulatkan mata sang kasir yang tak percaya kartu itu justru keluar dari dompet kecil yang sudah lusuh.
“ini” Rya memberikan pada kasir.
Aira menelan ludah dengan berat melihat kelakuan Rya.
Ahh.. itukan milik kakaknya.. pantas saja Rya minta dibayarin! Aira tersenyum menyadari bahwa kartu itu berada di dalam dompetnya.
Acara belanja disana pun berjalan lancar. Aira dan Rya kembali berjalan dan meneruskan acara shopping mereka.
📲Kartu kamu sering digesek hari ini, maaf ya! Tulis Aira pada pesan untuk Ryo.
Ryo hanya tersenyum. Sedang ia dari tadi melihat transaksi kartu itu terus masuk di pemberitahuan pada ponsel miliknya.
“gak salah gue nyuruh adik manja gue” ucapnya sendiri
“aku lapar kak!” ucap Rya lagi dan menarik Aira kembali ke restoran
Rya kembali memilih menu yang harganya memang tak murah di resto itu.
Kalau kartu itu uang habis gimana ya? Aira mengingat sudah begitu banyak uang yang keluar dari kartu yang ia gunakan.
“kak jangan ngelamun!” ucap Rya saat menunggu pesanan mereka.
“eh enggak!” ucap Aira
“oya sorry ya kak tadi aku gak nyebut nama kakak. Malah bilang kakak ipeh. Soalnya kak Ryo bilang, jangan sampai ada yang tau siapa kakak, kalau sampai ada orang lain tau, kakak sendiri yang akan penggal aku” ucapnya
“kakak kamu kalau becanda memang keterlaluan” ucap Aira tersenyum sambil melihat pesan pada ponselnya
“dia gak becanda! Kakak kalau marah bisa nyakitin orang lain tanpa ampun, bahkan dia bisa menyakiti diri dia sendiri” Ucap Rya menjelaskan yang sangat mengenal sang saudara.
“nona Rya!” tiba tiba seseorang memanggil namanya lagi dan mendekat
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~