Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Candaan Aina, Keraguan Aira & Kecemasan Ryo


__ADS_3

“untuk sesi terakhir.. ada yang ingin kamu sampaikan untuk dia?” tanya sang presenter


“beib... aku sangat ingin duduk disini bersama kamu dan menceritakan cerita cinta kita bersama mereka, tapi .. aku akan tunggu kamu sampai kamu siap.. aku sangat mencintai kamu dan selamanya hanya akan mencintai kamu.. kamu segalanya.. i love you”


“Dan.. untuk rekan rekan pers.. aku sangat minta maaf karena harus menutupi semua ini, aku tau diriku bukan hanya milik ku sendiri, tapi juga milik fans dan kalian semua, tapi tolong.. tolong banget.. untuk kali ini hargai privacy ku, karena ini menyangkut seseorang yang sangat ku cintai.. seseorang yang telah menjadi nafasku dan aku ingin dia merasa nyaman bersamaku...” lanjutnya


“wiihhhh... so sweet” ucap sang presenter dan hanya ditanggapi senyuman bahagia Ryo


"untuk semua orang yang selama ini bertanya.. akhirnya kita bisa tahu seperti apa gadis yang sangat beruntung itu, dan semoga kalian merasa puas dengan jawaban yang Ryo berikan"


Acara itu pun harus berakhir hanya masih dengan sebuah tanda tanya dan masih membuat orang penasaran.


***


ME meliburkan semua dancer Boys karena tak ada kegiatan. Meski Aira mendapat gaji tetap sekarang, namun tetap saja ia merasa tidak nyaman hanya dengan menghabiskan waktu di dalam apartemennya.


“beib!” Ryo mendekati Aira yang asyik memainkan ponsel barunya. Ini kedua kali ponselnya harus berganti karena Ryo terus membelikan ponsel keluaran terbaru untuk Aira.


“hem!” Aira meletakkan ponselnya.


Ryo duduk di sampingnya dan Aira bersandar manja di dadanya.



(visualnya kurang lebih kaya gitu ya)


“hemmm...” Ryo ragu untuk bicara


“ada apa?” tanya Aira


“aku ingin ngomong serius soal kita” ucap Ryo


Aira menautkan kedua keningnya


“aku ingin ngomong ke mamah soal pernikahan kita” ucap Ryo membelai puncak kepala Aira


“kamu dah ngomong ke mamah?” tanya Aira


“belum! Aku mau rundingin ini sama kamu” Jawab Ryo serius


Aira duduk tegak dan menghadap Ryo. Ryo meraih tangan Aira dan menggenggamnya


“apa harus?” tanya Aira ragu


“aku dah ngomong ke mamah kalau kamu udah nerima lamaran aku, dan kemarin papah tanya nunggu apalagi” jelas Ryo


“hemm...” Aira berpikir


Aku belum kasih tau Aina! Benak Aira


“beib?” Ryo melihat Aira yang berpikir


“aku belum kasih tau Aina!” jawab Aira


“hubungi dia sekarang! Katakan tentang kita” pinta Ryo


“aku gak sanggup nunggu sampai dia wisuda” lanjut Ryo menatap Aira dan membelai wajahnya sejenak.


“tapi Yo!” Aira mengambil tangan Ryo dan menggenggam dengan kedua tangannya.


“aku beberapa kali menyinggung hubungan kita dengan Aina..” tatap Aira sedih


“dan ... dia seperti belum siap menerimanya” jelas Aira


“terus?” tanya Ryo

__ADS_1


“hemm...!” Aira ragu mengatakan pendapatnya karena tatapan Ryo yang melekat seakan mengatakan ketegasannya.


“beib?” pinta Ryo


“Baiklah, aku akan telpon Aina” ucapnya


Aira menghubungi Aina


Tuuuttt... tuuuuttt.. tuuuuttt.. Suara panggilan masuk terdengar karena Aira mengeset speaker pada panggilan itu.


“halo ni” jawab Aina


“kamu sibuk di?” tanya Aira


“lumayan, kenapa ni?” tanyanya ceria


“gak papa.. pengen ngobrol aja” ucap Aira menatap Ryo yang berada di depannya mendengarkan obrolan mereka dengan serius.


“boleh.. tapi aku sambil kerja ya ni?” jelas Aina lagi


“iya..” jawab Aira meragu


“ni.. kamu baik baik aja kan?” tanya Aina mendengar suara sang kakak yang terdengar berbeda


“baik dong”


“ni lagi dimana? Gak kerja?” tanya Aina


“lagi libur..”


“aku belum libur ni.. masih banyak TA ku” jelasnya


“semangat dong! Ni nunggu kamu lulus lho” jelas Aira


“iya.. tenang aja bentar lagi kamu bisa berhenti kerja.. setelah ini giliran aku yang bahagiain kamu Ni..” jawab Aina


“ah gak percaya.. ni kerja keras buat aku ..” jawabnya


“tapi kan aku bisa dekat sama artis artis disini.. makanya aku senang” jawab Aira lagi


“oya ni.. ni pernah ketemu sama Ryo gak? Kalau ketemu mintain tanda tangan Ryo donk?”


“ngapain kamu minta tanda tangan tunangan ku? hehehee” tanya Aira seakan bercanda seperti biasa dengan adiknya


“aaaaa... mentang mentang Ryo baru ngumumin tunangannya.. hahahaha” Aina tertawa renyah


“hehehehe.. di aminin dong!” jawab Aira


“ogah!!.. gak mau aku.. aku bunuh diri kalau ni tunangannya Ryo.. hahahaha” jawab Aina tertawa


Mata Aira menatap lekat mata Ryo dan Ryo mendengar sendiri obrolan itu.


“segitunya kamu?” jawab Aira terkekeh


“ya iyalah.. Ryo idolaku... idolanya ni kan Bams..” jelasnya


“terus kalau beneran aku tunangan Ryo gimana?” tanya Aira lagi dengan santai


“aku loncat dari gedung kampusku.. hahahaha” tawa Aina.


Ryo menatap mata Aira yang langsung berkabut sedih. Ia menggenggam tangan Aira erat.


“kamu tu.. kalau sudah ngefans sama orang kaya orang gila” jawab Aira tapi dengan mata berkaca kaca.


“hahahaha...” Aina tertawa lepas

__ADS_1


“eh ni.. tutup dulu ya.. dosenku pembimbingku telpon” ucapnya mengakhiri panggilan.


Aira meletakkan ponselnya. Ia menunduk. Ryo langsung menarik tubuhnya ke dalam pelukannya.


“aku harus gimana?” tanya Aira sedih


Di satu sisi ia harus menerima permintaan Ryo tentang pernikahan mereka tapi disisi lain mengatakan hubungannya dengan Aina seakan tidak mungkin.


“berikan nomor telpon Aina, aku yang bicara sendiri” jawab Ryo


“jangan! Kamu gak mengenal dia, kamu gak tau gimana Aina melalui hidupnya. membuatnya sekarang bisa tertawa renyah gitu bukanlah sesuatu yang gampang. dia harus melalui ribuan duri cobaan hidup bersamaku” jelas Aira yang kini duduk tegak.


“terus aku harus gimana?” tanya Ryo.


“aku benar benar gak bisa lagi nunggu beib!.. aku gak sanggup liat kamu kerja dan lelah.. aku ingin kamu jadi istri yang bebas aku temuin dan bersama kamu setiap saat” jelas Ryo


“aku tau.. aku tau.. itu yang harus kita pikirkan sekarang” jawabnya mengelus lembut pipi Ryo dengan buku buku tangannya.


“aku akan memberitahu Aina, tapi bukan via telpon, aku harus bicara dengannya secara langsung” jelas Aira


“gimana kalau kita omongin masalah ini sama mamah papah?” tanya Ryo


“kamu sudah cerita siapa aku pada mereka?” tanya Aira


“belum!” jawab Ryo menggeleng


Aira menatap Ryo meragu.


Bagaimana kalau mereka tahu masa lalu aku? Apa mungkin mereka masih menerima ku? Benak Aira.


“beib..! jangan berpikir seperti itu” seakan Ryo mampu membaca pikiran Aira


“aku selalu takut kalau mamah tahu aku dulu cuma asisten rumah tangga” ucap Aira


“memangnya kenapa?” tanya Ryo


“aku pasti ditolak sama dia” Aira menunduk lagi. Menyembunyikan kekhawatirannya.


“gak akan kok! Mamah lho suka sama kamu” jelas Ryo


Aira takut ketika ia diperkenalkan sebagai menantu dari keluarga itu, ada beberapa orang yang akan mengenalinya. Karena dulu klien yang ia layani merupakan orang orang berpunya.


“sebaiknya kamu katakan dulu siapa dulunya aku, baru kita bicara serius soal ini” Aira meragu kembali


“terus? Kalau mamah gak terima, kamu ninggalin aku?” tanya Ryo menatap tajam pada Aira


Ia kesal dengan sikap Aira yang selalu tak percaya diri dengan keadaannya. Ryo sangat ingin Aira percaya akan kekuatan cinta mereka.


“bukan gitu..” Suara lirih dan mencoba menurunkan emosi Ryo.


“aku hanya gak ingin kelak mamah kaget” jelasnya


“kamu punya masa lalu, aku juga punya masa lalu! Apa semua itu bisa kita ubah? Gak beib!” jelas Ryo


“yang penting sekarang adalah masa depan kita, seperti apapun masa lalu, itu hanyalah sebuah buku yang akan kita tutup. Sekarang yang harus kita lakukan adalah membuka lembaran lembaran baru dan mengisinya dengan cerita cinta kita”


Aira terdiam. Benar apa yang dikatakan Ryo, dia harus menutup masa lalu dan menatap ke depan.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Tinggalin komennya ya, like atau vote nya juga


Untuk yang udah ngasih secangkir kopi dan bunga .. terima kasih banyak


Aku juga akan sangat beruntung jika ada yang mau ngasih sebuah hati .. hehehe

__ADS_1


love you all my readers


__ADS_2