Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Sulit Menghapus Dirimu


__ADS_3

Latihan hari itu terasa berat bagi Ryo. Malam itu ia pulang dengan malas. Selama sehari tadi ia mengingat Aira yang tersenyum pada Bams tapi menatap dingin padanya.


Aira melamun sendiri ditengah ramainya orang orang yang menunggu angkutan. Saat semua orang sudah pergi. Aira baru sadar ia masih menunggu bis untuk malam itu.


Hingga jam 8:00 malam, angkutan yang mengarah ke tempatnya belum juga muncul. Karena dia telah melewatkan bis terakhir tanpa ia sadari. Shinta mulai khawatir melihat jam pada ponselnya.


Mungkin sebaiknya aku jalan kaki saja, hanya itu yang terlintas di pikirannya saat itu.


Saat melewati halte bus. Ryo melihat Aira yang sendiri disana. Dia hanya melihat saja, tanpa peduli pada Aira. Ketika lampu merah menyala. Ryo masih teringat Aira yang menunduk melamun sendiri disana. Ia berusaha melawan dirinya untuk tidak peduli tapi hatinya selalu meminta dia untuk kembali. Akhirnya ia pun memutar balik setir mobilnya.


Lamunan Aira buyar oleh suara klakson mobil Ryo yang sudah berada di depannya. Ryo membuka kaca pintu dan meminta Aira naik


“aku naik bis aja!” tolaknya lagi


Ryo menghela nafas kesal. Ini kesekian kalinya Ryo harus menyeret Aira. Ia turun dan menarik tangan Aira untuk memaksa.


“aku bilang aku naik bis aja” Aira berontak ingin melepaskan tangan Ryo, tapi Ryo tidak melepaskan.


Ia membuka pintu mobil dan memaksa Aira masuk ke dalam. Aira pasrah karena kalau dia melawan mungkin Ryo akan menyakitinya. Karena di mata Ryo sangat terlihat jelas adanya kemarahan.


Ryo menyetir dengan santai. Ia tidak bicara. Ia juga tidak tahu harus berbuat apa pada Aira saat ini. Saat di persimpangan lampu merah. Mobil Bams melintas di di depan mereka. tampak jelas ada seorang gadis yang sedang melihat ponsel sambil tertawa bersamanya di dalam mobil itu. Ryo dan Aira melihat jelas akan hal itu. Ryo menoleh ke arah Aira.


“Cemburu ya?” ucapnya yang melihat reaksi Aira seperti menyadari diri.


Aira hanya diam. Ia memalingkan wajah ke kiri agar tidak di lihat Ryo.


“Itu perasaan ku saat liat kamu dengan Bams hari ini” ucapnya pelan


Apa maksud kamu? Raut wajah Aira langsung berubah mendengar Ryo mengatakan itu. Namun dia tetap memandang ke arah luar jendela mobil itu.


Mobil itu memasuki jalan sempit menuju gedung tempat tinggal Aira. Ryo semakin perlahan untuk berhati hati.


“makasih!” ucap Aira ingin turun ketika mobil telah tiba di halaman gedung.


“sebentar!” Ryo kembali menahannya.


“berikan nomor telpon kamu” dia memberikan ponsel ke Aira.


Aira melihat ponsel Ryo. Ponsel keluaran terbaru yang mungkin hanya beberapa orang yang baru menggunakannya.


“Pliss..!” Tatap Ryo memohon


“Pliss .. berhenti bersikap seperti ini ke aku!” jawab Aira


“aku gak ngerti mau kamu apa.. tapi jujur.. aku ngerasa terganggu” jelasnya dengan tatapan sedih

__ADS_1


“lihat.. kamu nolak lagi ai..” jawab Ryo meletakkan kembali ponselnya


“aku bener bener gak ngerti, mau kamu apa?” Aira ingin Ryo menjelaskan


“menurutmu?” tatap Ryo dengan tatapan yang sulit diartikan. Ada pancaran lain dari tatapan itu


Aira menutup mata dan menarik nafas


“sudah ku bilang, aku gak senang bermain” Aira menjawabnya


“kamu ingin aku bilang .. aku suka kamu?” Ryo justru menjawab dengan tanda tanya


“haah..” keluh Aira lelah


“tolong kembali seperti dulu.. !“ lanjut Aira


“apa aku bisa?” tanya Ryo lagi


Terserahlah! Benak Aira memalingkan wajah membuka pintu mobil.


Aira turun dari Mobil. Ryo menyusulnya. Seperti biasa ia mengantar Aira hingga ke depan pintu.


“bantu aku menemukan jawabannya ai..!” ucapnya lembut menahan Aira yang ingin membuka pintu


“aku gak bisa!” ucap Aira pelan melepaskan tangan Ryo yang menahannya.


Apa gue memang suka ma dia? Kenapa gue gini? Benaknya


“huh..” hela nafas Ryo membuyarkan lamunannya sendiri.


Setelah hari itu, Seperti permintaan Aira, Ryo berusaha menjauhinya, tapi Ryo semakin merasa sesak sendiri, ketidak nyamanan dalam dirinya yang tidak pernah ia pahami dan tidak pernah ia alami seakan membuatnya tersiksa.


Sedang ditempat lain, Bams memang di service full oleh Kiky malam itu. Ia begitu menikmati permainan Kiky yang


melakukannya hingga berkali kali dengannya. Kiky bersandar terlelap di sampingnya. Ia mengecup puncak kepala Kiky saat meninggalkannya keluar dari kamar itu. Bams menuju dapur. Ia membuat jus untuk menghilangkan rasa haus dari lelahnya. Mengambil sebuah apel dan beberapa bongkahan es. Saat ia membuatnya, entah mengapa hatinya mengingat Aira yang sering memberikan jus sirsak padanya.




Siang itu Aira membersihkan studio sendiri. Ia tidak menyadari ada seseorang di balik kursi besar itu. Aira mulai


mengambil satu persatu sampah yang berserakan di sana. Ryo melihat Aira yang membersihkan dari kaca disana.


“aku mencoba memenuhi permintaan kamu” ucap Ryo tiba tiba. Sontak membuat Aira sangat terkejut.

__ADS_1


Astaga naga!!! Batin Aira menjatuhkan tempat sampahnya. Tapi Ryo tidak menatap Aira. ia hanya membelakangi Aira.


“ternyata sangat sulit!” keluh Ryo lagi


Apalagi sekarang nih? benak Aira


“aku lakukan segala hal agar tidak berpikir tentang kamu. bermain,  ngumpul ngumpul, mabuk, ngegame, tapi tetap aja wajah kamu selalu muncul” ucapnya lagi dengan nada terkesan sedih


“aku bukan orang yang mudah mengingat seseorang yang meninggalkan kesan padaku, tapi menghapus dirimu begitu sulit bagiku” gumamnya


“aku terus bertanya pada diriku sendiri, berusaha menemukan jawabannya” lanjut Ryo setelah diam


“mungkin aku terlalu merindukan kamu!” ucapnya pelan seperti berbisik


Tapi Aira mendengar itu sangat jelas. Ia tidak bisa mengatakan apapun. Ryo pun pergi dari sana. Ia bahkan tidak melirik Aira sekalipun.


Ryo mengerti sekarang. Ia melihat ketulusan pada diri Aira. ia tidak menginginkan apapun dalam hidupnya selain


bertahan.


Ryo teringat kekesalan Aira saat ia memberi, bukan kesal karena ia tidak diberi. Berbeda dengan gadis gadis yang selama ini bersamanya. Mereka hanya meminta. Sedang Aira selalu menolak bukan menerima.


Ryo melihat dirinya di depan cermin kamar mandi. Mungkinkah? Ia mengerutkan kening. Dan ia pun memilih pergi untuk melepas lelah malam ini.


Suara bel terus berbunyi. Bams melihat jam yang masih menunjukan pukul dua pagi. Ia melihat ke depan pintu. Ternyata ada Ryo yang mabuk di depan pintunya.


“kenapa selalu lo?” ucap Ryo saat Bams membuka pintu


“lo mabuk?” ucap Bams memapahnya masuk


“kenapa bams? Kenapa?” Ryo bicara tidak karuan


“dulu .. Kiky.. seka rang..” ia tidak melanjutkan kata katanya


Bams mengerutkan kening.


Ada apa dengan Ryo?


“gue suka Kiky, tapi Kiky Cuma suka sama lo .. dan sekarang ... seka rang..” ucapnya pelan setengah tidur


Bams tidak percaya apa yang Ryo katakan barusan. Mungkin ini jawaban kenapa Ryo selalu terlihat uring uringan saat sehabis ia bersama Kiky.


Ia menatap sohibnya itu tanpa bicara. Ia merasa bersalah. Ia tidak pernah tahu kalau Ryo menyukai Kiky selama ini. Ia hanya mengetahui Kiky adalah teman Ryo selama ini.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


Jangan lupa kasih like dan komennya ya..


makasih semua.. love you all


__ADS_2