Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
GHOSTING


__ADS_3

“aku malas banget berangkat” keluh Ryo ketika harus melakukan salah satu ‘off air’ diluar kota.


Ia menatap Aira malas. Ia ingin membatalkan tapi tidak berani.


Aira hanya menanggapinya dengan tertawa kecil.


“kamu gak kangen kalo gak ketemu aku sampai seminggu gitu?” tanya Ryo lagi


Ini kesekian kalinya ia menanyakan perasaan rindu Aira setiap ia pergi keluar kota.


“kangen..” ucap Aira seolah mengiyakan dengan mengolok


“tu kan pasti gitu” jawab Ryo duduk di sampingnya yang memasukan beberapa pakaian ke dalam koper.


Ryo meraih tangan Aira.


“coba kamu ikut!” keluhnya lagi


“kamu sekarang manja” ucap Aira lagi


Ryo kaget mendengar kata kata Aira yang serius menatapnya


“aku bukan aku lagi Ai” jawab Ryo menatapnya lembut


“sejak aku bersama kamu... aku bahkan tidak mengenal diriku yang dulu lagi” lanjut Ryo menatap Aira dalam dan penuh kasih sayang


“aku gak ingin kamu berubah” jawab Aira bijak


“aku gak berubah, aku hanya menjadi seseorang yang lebih baik, kamu bahkan membuatku memiliki keluarga lagi” jawabnya dengan senyuman kecil


Aira memaksa Ryo meluangkan waktunya untuk pulang sejenak ke rumah orang tuanya. Hal itu membuat kedua orang tua Ryo merasa sangat senang.


Ryo memindahkan koper yang dari tadi berada disamping Aira. ia pun berbaring di pangkuan Aira.


“aku ingin selamanya seperti ini” ucapnya memejamkan mata dan menggenggam erat tangan Aira yang dari tadi ia genggam.


*


Saat di perjalanan Ryo memikirkan ucapannya yang tidak ingin berpisah dari Aira sedetik pun. Ia berpikir mungkin Aira adalah akhir perjalanan petualangan cintanya. Ia berpikir akan melakukan sesuatu yang romantis saat pulang nanti. Ia berniat melamar Aira.


“Aira kamu dipanggil Boman ke ruangannya!” Soraya memberitahu Aira yang membereskan ruangan setelah orang orang selesai latihan.


Aira memasuki ruangan Boman dengan menerima tatapan tajam dari Boman. Ia bahkan tidak berkedip hingga Aira berdiri di depan mejanya.


“kamu seneng kerja disini?” tanya Boman tiba tiba


Seketika raut wajah Aira berubah. Apa yang telah ia perbuat. Jangan jangan hari ini Boman akan


memecatnya. Terus ia harus gimana?


Sontak pikiran Aira menjadi panik. Ia langsung terlihat pucat karena ketakutan akan praduganya sendiri.


“kamu seneng?” tanya Boman lagi


Aira hanya mengangguk pelan.


“kamu masih ingin kerja disini kan?” tanya Boman lagi


“maaf .. apa ada kerjaan saya yang salah?” Aira menanyakan lagi


“menurutmu?” Boman mejawab dingin

__ADS_1


“saya tidak tahu, mungkin bapak bisa menyampaikan kesalahan saya” Aira semakin gugup


Ia mengepal tangannya berusaha menahan kegugupannya.


“kamu tau... aku bekerja di ME dari ME berdiri” ucap Boman sambil memainkan squishy miliknya


“ME didirikan oleh orang orang yang ingin mendedikasikan diri mereka untuk musik dan dunia entertainment” Boman melihat mainan yang ia mainkan.


“ME memiliki ratusan karyawan langsung, dan ratusan karyawan kontraktor” Boman terus bicara


Aira semakin tidak mengerti dengan omongan Boman.


“Mungkin kamu tau kalau 75% saham ME dimiliki oleh satu orang” tatap Boman pada Aira yang mendengarkan dengan seksama omongannya


“dan ME juga mempunyai satu orang sebagai icon” Boman berbicara serius


Raut wajah Aira berubah memahami pembicaraan Boman, setelah ia menyebut kata icon.


Aira menunduk, ia mengerti sekarang, Boman mungkin mengetahui hubungan ia dan Ryo.


“bisa kamu bayangkan bagaimana media akan memberitakan jika seorang icon memiliki hubungan dengan seseorang yang dulu hanya berstatus OG?” Boman mengatakan kata kata yang selama ini Aira takutkan.


Ia merasa bersalah saat ini. Ia bingung akan menjawab apa.


“aku penasaran! Gimana cara kamu memikat Ryo. Padahal ia seorang yang perfectionist, sedang kamu hanya ..” Boman terus saja menghina Aira


Badan Aira seperti panas. Benar inilah dulu yang sering ia hadapi. Hinaan! Inilah yang selalu ia takutkan dan ini kembali terjadi.


“sebaiknya kamu pikir lagi, kecuali kamu ingin ME dan Ryo hancur” jelas Boman


Aira berusaha menahan tangisnya. Tapi matanya sangat terlihat berkaca kaca


Sungguh dua sikap yang sangat berbeda. Ramah dan sadis. Itulah sikap yang dimiliki Boman selama ini.


Aira keluar dari ruangan Boman seakan berjalan dalam gelap. Ia seolah tak melihat apapun. Kini hinaan itu kembali. Ia panik dan ia merasa seperti mati. Tiba tiba ia dikagetkan dengan suara dering telponnya.


Ia melihat Ryo yang meminta panggilan video. Aira hanya menatap telponnya dan tidak menerima panggilan Ryo.


Ryo mencoba menghubungi Aira lagi, tapi kembali tidak dijawab.


“pasti HP nya ditaruh di dalam loker lagi” ucap Ryo menggerutu


“Aira?” bisik Bams bertanya


Ryo mengangguk.


“gue sampai sekarang gak ngerti, kok cewek bisa nahan kangen?” ucapnya lagi


“gue bisa” jawab Bams santai


“iya, karena perasaan loe ke Kiki beda sama perasaan gue ke Aira” jawabnya mengejek Bams dan berdiri mengambil minum


Bams terdiam dengan kata kata Ryo. benar sekali, ia tidak bisa menahan kerinduannya pada Aira, bukan pada Kiky.


***


"loe liat Aira di kantor tadi?"


“Gak” Jawab Boman seolah gak peduli


Ryo terus mengetik pesan untuk Aira, tapi tetap saja tidak terkirim. Karena Aira menonaktifkan ponselnya.

__ADS_1


“Loe punya hubungan ma Aira kan?” Boman bertanya ragu


Ryo berhenti mengetik. Ia menoleh ragu ke Boman. Ia merasa ada yang janggal


“Dari mana loe tau?” Ryo curiga


“gue liat loe beda aja sama dia” jawab Boman santai


“loe ngomong ma Aira ya?” tanyanya dengan tatapan tajam ke Boman yang menyetir


Boman ragu menjawab. Ia tahu nada bicara Ryo seperti itu.


“Gue cuma ngobrol” jawab Boman santai


“loe ngomong apa ke dia?” Ryo menatap curiga pada Boman


“Yo, loe tau hubungan loe akan jadi masalah. ME akan kena dampaknya”


Jelas Boman


“Loe ngomong apa ke dia?” Ryo teriak marah


Kini ia mengerti kenapa Aira begitu sulit ia hubungi saat diluar kota. Dan sekarang ia seperti sedang main petak umpet dengannya.


“gu gu gue.. Cuma bilang loe icon ME” jawab Boman gugup dengan kemarahan Ryo


“loe memang manager boys, loe salah satu orang yang gue percaya di ME, tapi bukan berarti loe berhak ikut campur hubungan pribadi gue” jelas Ryo marah


“tapi loe tau sendiri, kalau apapun tentang loe semua menyangkut ME” jelas Boman


“tapi hidup gue bukan ME, loe harus tau itu!!!” jawab Ryo tegas


“loe ngomong apa lagi ma dia?” tanya Ryo lagi


“Yo, dia Cuman OG yang beruntung jadi dancer, coba deh lo pikir!” kata kata Boman justru menyulut kemarahan Ryo


Mendengar itu Ryo bener benar marah


“jadi itu yang loe omongin ma dia?” tanyanya lagi


“sekarang loe berenti disini, gue bilang berenti!” Ryo meminta Boman untuk menghentikan mobil.


Boman menepikan mobilnya.


“loe turun!” pinta Ryo


“Ow! come on yo!” Boman protes


“loe turun! Gue gak akan bisa satu mobil sama loe sekarang, dari pada kita ngalamin kecelakaan, lebih baik loe turun sekarang!!” jelas Ryo pelan tapi penuh dengan kemarahan.


Boman kesal dengan sikap Ryo, Ia turun dari mobil dan membantung pintu mobil dengan keras.


“dan satu lagi, kalau sampai hubungan gue sama Aira bermasalah gara gara loe, gue akan keluarin pesangon loe lebih cepet!!!” ucapnya lagi dengan pandangan penuh kemarahan.


Ryo berlalu dari sana, dan hanya Boman yang berdiri sendiri dengan penuh kekesalan. Ia merasa Ryo berubah sekarang. Ia lebih tertutup. Lebih banyak menghabiskan waktu sendiri. mereka hampir tidak pernah hang out bareng lagi.


Ryo mengendarai mobil dengan kecepatan penuh. Ia seperti ingin terbang ke tempat Aira dan bertanya padanya.


Hari itu ia mencari Aira kemana mana. Malam itu pun Ryo mendatangi tempat Aira. Tapi Aira tidak membuka pintu untuknya. Ia seolah olah tidak berada dirumah.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~

__ADS_1


__ADS_2