Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Membuatku Nyaman


__ADS_3

Setiap malam Aira selalu bermimpi buruk tentang ketakutannya. Ia seperti dihantui oleh perasaan ketidak pantasan bersama Ryo.


Ryo selalu berusaha membuat Aira yakin akan keseriusan dan perasaannya. Setiap ada waktu break ia selalu berusaha menghabiskan waktu bersama Aira.


Sabtu malam, Ryo menghilang secara misterius, Boman mencari kemana mana tapi tidak bisa ia temukan. Sebenarnya malam itu Ryo ada jadwal off air, tapi ia pergi begitu saja. Meski acara itu hanya 30 menit, ia memilih mengabaikannya. Hal itu harus digantikan oleh Arya.


Aira membuka pintu setelah mendengar suara ketukan. Ia melihat Ryo yang membawa bucket bunga yang sangat cantik. Ia tersenyum melihatnya.


“makasih..” Aira menerima bunga itu dengan penuh kebahagiaan karena ia tidak pernah menerima itu seumur hidupnya.


“kamu lagi ngapain?” Ryo melihat Aira yang masih menggunakan celemek.


“aku mau bikin nasi goreng” jawabnya santai


“wahh.. pas banget!” Ryo mendekat ke dapur mungil milik Aira


“disini kotor!” Aira melarangnya


Tapi Ryo menolak pergi dari sana


“aku bantu!” ia ingin mengambil pisau


“bantu apa? Cuma tinggal masukin ke sini aja” tunjuk Aira


“sayurnya mana?” Ryo bertanya semangat


“gak ada sayuran” jawab Aira


Ryo berdiri disamping kulkas mini milik Aira, hampir kosong, hanya ada telur dan air dingin.


“kamu laper banget ya?” tanyanya pada Aira


“gak juga .. kenapa?” Jawabnya


“Gimana kalau kita belanja dulu!” ajak Ryo


“Deket sini kan ada pasar, kita beli bahan dulu” ajaknya


“kamu mau viral lagi?” tanyanya lagi


Ryo tersenyum mendengar kata kata Aira


“kamu tau .. hari itu aku nekat pergi ke swalayan sendiri, karena ku pikir, kita akan masak, makan, mungkin nyuci piring bersama..” Ryo mengatakan keluhannya yang ia pendam


“aku tau kamu lakuin itu buat aku” ucapnya melihat Ryo yang di sampingnya


“tapi tetap aja kamu sulit nerima aku!” Ryo menatapnya kecewa


“aku ambil bumbu instannya” Aira mengalihkan obrolan mereka


Ryo menarik tangannya. Aira menatap tangan Ryo yang memegang lengannya


“Cobalah menyukaiku!.. hem?” Ryo menatapnya hangat


Aira melepaskan tangan Ryo dan tersenyum. Ia melanjutkan memasak. Ryo membantu, meski tidak membantu. Aira tertawa lepas saat melihat Ryo akan memecahkan telur. Ia seperti ketakutan.


Baru kali ini ia melihat Aira tertawa lepas. Ia menyukai saat bersamanya. Malam itu mereka habiskan hanya mengobrol. Ryo menceritakan masa kecilnya. Aira hanya mendengarkan dan kadang tertawa saat Ryo menceritakan hal – hal lucu. Ryo yang dulu selalu ‘bermain’ tidak menyangka, pacaran seperti itu menyenangkan.

__ADS_1


Disaat dulu baginya saat bersama wanita, mereka hanya pemuas nafsunya. Tapi saat bersama Aira. ia justru merasa nyaman meski hanya duduk bersama sambil menikmati secangkir teh hangat dan menikmati nasi goreng instan yang mungkin tidak pernah ia rasakan.


Ryo tidak pernah menanyakan seperti apa masa kecil Aira. Ia takut hal itu akan mengubah suasana hati Aira. Baginya Aira adalah masa kini, bukan masalalu. Ryo tidak ingin mengetahui sedikitpun tentang apa dibalik masa lalu Aira.


“udah jam sebelas!” Aira melihat ke jam yang terletak disamping foto keluarganya


“a... aku diusir nih” Ryo becanda


Aira tertawa kecil.


“udah malam.. aku juga udah ngantuk” jelasnya mengusir Ryo


“aku gak boleh nginep?” Ryo bertanya lagi


“jangan ngaco kamu..” Aira memukul manja bahunya


Ryo tertawa melihat kelakuan Aira.


“bentar lagi ya..?” Ryo menoleh dengan wajah memelas


Aira tersenyum, ia berdiri ingin menarik Ryo untuk bangkit. Tapi Ryo justru menarik Aira hingga ia duduk di atas pangkuannya.


“Ryo?” Aira gugup karena tangan Ryo melingkar di perutnya kini.


“benntaaaarrr.. aja” Pinta Ryo manja


“udah malam!” Aira terus membujuknya pulang dan ingin turun dari pangkuan Ryo. Tapi Ryo kembali menahan tubuhnya. Ia meletakkan dagunya di bahu Aira.


“aku ingin seperti ini dulu” ucapnya memejamkan mata seakan menikmati momemnya saat itu.


“udah ... ayo?” Aira turun dari pangkuan Ryo.


“aku malas banget pulang” keluhnya lagi


“belum pulang aja aku udah kangen banget sama kamu” rayunya pada Aira


Wajah Aira memerah mendengarnya. Ia tidak pernah dirayu seperti itu.


“gimana kalo besok kita seharian di tempatku aja?” Ryo memintanya


“besok aku sibuk” jawabnya tersenyum


“hmmm..” Ryo berpikir lagi


“boleh tau ngapain?” Ryo penasaran apa yang akan Aira lakukan.


“udah deh..” Aira membujuknya untuk berdiri


Ryo terus memelas untuk membiarkannya disana.


“kita gak ketemu tiga hari, masa sekarang aku pulang?” ia terus berusaha agar Aira tidak mengusirnya


Aira hanya memandangnya dengan alis terangkat. Itu berarti iya


Ryo menghela nafas berat. ia tidak ingin berpisah dengan Aira malam itu. Ryo menggenggam erat tangan Aira yang memegangnya.


“Ok aku pulang!” jawabnya

__ADS_1


Aira menariknya untuk bangkit dan berdiri. Berat sekali langkah Ryo untuk keluar dari pintu itu. Tempat Aira sangat sempit dan terasa penuh. Tapi Ryo justru suka akan hal itu, karena ia bisa memandang Aira kemana pun ia melakukan aktifitasnya.


“aku benar benar gak rela pulang” ucapnya lagi di depan pintu.


“pulang lah!” Aira membujuknya lembut


Sesaat ia mengecup tangan Aira. ia menghela nafas dan melepas tangan Aira.


“masuk lah!” ucapnya


“kamu pergi dulu.. baru aku masuk” bujuk Aira


“gak.. masuk dulu.. baru aku pulang.. “ bujuknya


Aira menutup pelan pintunya. Sesaat ia melambaikan tangan dan tersenyum manis pada Ryo yang perlahan mengilang dengan tertutupnya pintu.


Ryo pergi dengan berat, tapi dengan hati penuh dengan kebahagiaan. Ia tak henti hentinya tersenyum. Ia pulang dengan senandung lagu cinta.


Aira mengambil ponsel. Ada pesan dari Bams yang memintanya untuk datang besok malam. Ia membalas pesannya. Pesan Ryo masuk dan bilang dia sudah sampai dengan selamat. Dan...


📲‘jangan lupa mampir di mimpiku😘’ tulisnya


Aira tersenyum membaca pesan itu. Ryo benar benar orang yang sangat menyenangkan.


📲‘kalau aku gak nyasar!’ jawabnya


Ryo tertawa membaca pesan Aira. ia tidak bisa tidur malam itu karena terlalu happy.


----


Malam itu Ryo ingin menemuinya tapi Aira tidak ada dirumah, saat ia menghubungi, ponsel Aira tidak aktif.


Ryo memilih menunggu malam itu. ia berkali – kali mengirim pesan.


📲‘kamu dimana?’


📲‘kok belum pulang?’


Dan masih banyak lagi pesan yang ia kirim.


Jam menunjukan jam sepuluh malam, Aira belum juga datang. Ryo mulai berpikir yang bukan bukan.


Baru saja ia ingin menyalakan mobil. Tiba tiba datang sebuah taksi. Aira yang berusaha menemukan dompet tidak memperhatikam mobil Ryo yang berwarna hitam terparkir dipojok dekat pohon sirsak yang gelap.


Aira berjalan dengan lelah. Ia membawa beberapa kantong belanja memasuki halamannya. Terlihat beberapa sayur di dalam kantong belanja keluar menjulur. Ryo mengikutinya pelan pelan.


‘Ceklik’ suara jepretan kamera & blitz


Wajah Aira memucat seketika, blitz kamera barusan membuatnya gugup, ia takut ada wartawan yang mengetahui apa hubunganya dengan Ryo. Aliran darahnya sontak memanas dan seketika lututnya pun lemas.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Maaf ya author updatenya cuma dikit


Soalnya jantung Aurthor lagi kumat, jadi gak bisa banyak mikir dulu..


Makasih buat yang setia kasih komentar dan memberikan koin buat author.. semoga selalu suka baca novel author..

__ADS_1


kalau berkenan baca juga novel Author yang satunya



__ADS_2