Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Tidur bersama


__ADS_3

“aku kangen banget ma kamu!” Ryo mengambil tangan Aira


Aira hanya tersenyum. Ia mengingat kembali kerinduannya.


“a’ aku lupa!” Ryo berdiri dan pergi begitu saja.


Lha.. dia pergi? benak hati Aira


Aira heran melihat itu. Tadi saat dia mengusir Ryo, dia tidak ingin pergi, tapi saat ini dia malah pergi begitu aja setelah mengatakan ia merindukan dirinya.


Aira mengambil cangkir teh Ryo yang masih setengah dan meletakkan di meja makan. Baru saja Aira ingin ke depan untuk mengunci pintu, Ryo datang lagi dengan buket bunga mawar besar.


Aira tersenyum melihat itu. Ryo terus berada disana hingga melewati tengah malam. Dan ia bersikeras tidak ingin pulang.


“aku ngantuk!” keluh Aira


“tidur aja!” jawab  Ryo santai


“ntar aku nyusul” lanjut Ryo tanpa dosa menggoda Aira


Aira memukul bahunya keras


“auwww..!” Ryo kesakitan


“biarin!” jawab Aira melihat Ryo yang kesakitan


“sakit beneran!” keluhnya dan menunjukan bahunya yang memar. Aira merasa menyesal memukul Ryo sekeras itu. memar itu bukan karena pukulan Aira, tapi karena tendangan lelaki yang tadi menyergap Aira.


“maafin aku!” ucap Aira mengelusnya


“kamu tidur sana, aku tidur disini” jawab Ryo yang melihat mata Aira memerah karena mengantuk


“pulang!” usir Aira


“huh..” keluh Ryo


“aku pulang, tapi kamu nginep di tempat bapak yang di ujung!” pintanya pada Aira


“mereka pulang kampung” jawab Aira menunduk


“tuh.. liat.. kamu sendirian disini .. aku gak akan pulang!” tegasnya


“Tapi yo..” Aira terus mengeluh


“lihat, kamu kotor gini, lagian kamu masih capek pulang dari show kemarin, aku udah gakpapa.. kamu pulang aja ya?” bujuk Aira


Ryo menatapnya marah. Tapi Aira terus saja menguap. Ia benar benar mengantuk.


“aku gak akan pulang, aku akan tinggal disini, kamu gak aman sendirian disini” Tegas Ryo lagi


Aira tidak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia menganga melihat kelakuan Ryo. Ryo berusaha menggenggam tangan, tapi tangannya kini mulai membengkak. Aira melihat itu.


“tangan kamu makin bengkak, kamu seorang dokter dan tau kalau itu harus diobati” bujuk Aira dengan nada lembut.


“aku gak peduli tanganku gini, yang penting kamu gak papa, aku ingin kamu aman ai” bujuk Ryo


Aira diam mendengar kata kata Ryo.

__ADS_1


“ayo!” Ryo menarik tangan Aira dan mengambil ponsel dan dompet Aira yang terletak disamping ponsel miliknya. ia mengajak Aira keluar dari tempatnya


“kita mau kemana malam malam gini?” Aira bingung dengan sikap Ryo


Ryo membuka pintu


“kunci dulu pintunya!” masih memegang tangan Aira


“lepas dulu, kita mau kemana?” tanyanya saat mengunci pintu rumahnya


Ryo memaksa Aira masuk ke mobil. Ia tidak bicara apa apa. Mobil pun meluncur keluar dari area sepi gedung itu.


Tangan Ryo membengkak saat itu, Ia bahkan kesulitan memegang setir kemudi. Berkali kali ia menggerakkan jemarinya tapi tetap saja terasa sakit. Mobil pun terus melaju di jalanan sepi malam itu dengan kebingungan Aira.


“kamu ngantuk, dan aku harus pulang, hanya ini solusinya” ucapnya lagi


Aira masih bingung dengan kata kata Ryo. Mobil terus melaju. Akhirnya Aira mengerti kemana Ryo membawanya ketika mobil sport itu memasuki halaman gedung apartemen Ryo.


“kamu pernah tinggal di apartemenku” ucapnya saat mobil berhenti di parkiran


Aira tidak habis pikir Ryo melakukan itu. ia tidak bisa berkutik sekarang, karena ia sudah tak bisa kemana mana.


“kamu menang lagi” ucap Aira menatap Ryo. Ryo tersenyum mendengar itu.


Mereka memasuki tempat Ryo. Ryo meletakan kunci mobil di nakas dekat sofa.


“kamu tidur di kamar ku aja” pintanya pada Aira


Aira menatap Ryo kaget dengan ucapannya. Matanya membulat sempurna mendengar itu.


“pikiran kamu pasti kotor!” ucap Ryo melihat reaksi Aira


Aira merasa malu sendiri mendengar kata kata Ryo. Aira pun mengalihkan pandangannya mencoba menutupi wajahnya yang kini merona dan terasa panas.


“aku tidur di kamar sebelah” ucap Ryo lagi dan tersenyum sendiri


Iihhh malunya aku! Benak Aira


Aira merasa malu dengan pikirannya sendiri.


Ryo membersihkan diri. Ia memeriksa tangannya yang semakin bengkak, mengompresnya dengan es agar mengurangi rasa nyeri.


Selesai membersihkan diri, ia mengambil kotak P3K dan membawa ke kamar dimana Aira sudah terlelap. Ia melihat kekasihnya telah tertidur dengan nyenyak. Ryo melihat luka yang belum diobati di tangan Aira. ia mengambil tangan Aira perlahan dan mengobati lukanya. Memberi obat dengan perlahan agar tidak membuat Aira terbangun. Ryo menutup luka Aira dengan selotip perban. Ia membenahi selimut Aira sebelum ia pergi, mengeset suhu ruang itu dengan nyaman. Mengecup sebentar kening Aira.


Ryo pun mengayuhkan langkahnya meinggalkan cintanya. Mematikan lampu kamar dan hanya menyisakan lampu tidur sehingga membuat remang kamar itu. Baru saja Ryo membuka pintu kamar akan keluar. Ia mendengar suara Aira yang mengigau.


“a.. aaaaa..a.. tolong, tolong a... aaa!” Aira mengigau


Bergegas Ryo berbalik mendekat. Ia melihat Aira berkeringat hebat


“Ai..!” Ryo membangunkan Aira


Aira terbangun dengan kaget. Ia seperti habis berlari berpuluh puluh kilometer. Nafasnya ngosngosan. Ia mimpi buruk lagi. Ia baru sadar ada Ryo yang duduk di sampingnya. Ia berusaha mengatur nafas.


“kamu mimpi buruk!” ucap Ryo meraih tangannya


Aira terus berusaha mengatur nafas. Ia beberapa kali menelah ludah. Tenggorokannya terasa kering.

__ADS_1


“bentar aku ambilim minum” Ryo mengambil minum untuk Aira


Setelah minum, Aira seperti tenang. Ia melihat jam baru menunjukan jam setengah dua dini hari.


“kamu belum tidur?” tanya Aira melihat Ryo


“hmm..” Ryo menggelang


“kamu coba untuk tidur lagi, aku akan tetap disini” Ryo meminta Aira berbaring dan tidur.


Ia menggenggam tangan Aira. Aira mencoba memejamkan matanya, tapi rasa kantuk itu telah hilang. Hingga ia kembali membuka matanya.


“kamu tidurlah!” ucap Aira


“aku akan keluar kalau kamu udah tidur tenang disini” jawabnya karena khawatir


“hhemmm...” Aira berpikir lagi


“udah ... gak usah banyak mikir! Heran deh, semua hal dipikir berat sama kamu” protes Ryo mengusap puncak kepala Aira


“kamu tidur aja disini!” ucap Aira tiba tiba


Ryo seakan tidak percaya dengan apa yang Aira katakan. Tubuhnya menegang seketika. Ia menelan ludahnya.


Ai? Apa ini permintaan kamu? kita tidur bersama malam ini? Benarkah? benak Ryo


Aira menatap Ryo yang langsung bersikap aneh.


Aduh... kayanya salah paham deh! Benak Aira


“maksud ku kamu tidur disini, aku disini!.. hanya Tidur” jelas Aira lagi menunjuk tempat tidur besar itu.


Ryo tersenyum menanggapi kata kata Aira, ia seperti di balas oleh kelakuannya tadi. Wajahnya terasa panas karena berpikiran kotor seperti yang ia ejekkan pada Aira.


“kamu jangan punya pikiran kotor ya?” ejek Aira membalas Ryo. Ryo hanya tersenyum di tahan.


Akhirnya Mereka berbaring bersama disana. Aira memiringkan tubuhnya menghadap Ryo begitu pula Ryo sebaliknya. Ryo terus memandang wajah Aira. Aira pun begitu. Mereka hanya diam, tak mengatakan apapun. Hanya meresapi perasaan masing masing. Senyum tipis terus tersungging di bibir Ryo.


Kamu bisa bisanya tenang gini ai?Benak Ryo yang jantung seakan meronta.


Moga kamu gak mikir macam macam!Benak Aira yang memang gugup melihat manik mata Ryo yang tertuju padanya.


Hanya pikiran mereka yang bicara saat itu. Lama kelamaan Aira mulai terlelap, sedang Ryo hanya terus menatapnya saja. Hingga akhirnya Ryo pun terlelap.


Saat mereka bangun, Aira berada dalam pelukan hangat Ryo. Perlahan ia ingin beranjak dari sana, Ryo memeluknya erat.


“bentar lagi!” ucap Ryo menahan Aira yang ingin bangun dengan memeluk erat tubuhnya.


Aira pun diam di pelukan Ryo dan kembali memejamkan matanya. Mereka hanya tidur berpelukan sepanjang malam.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih buat yang kasih dukungan buat novel Author dan udah bikin Author semangat nulisnya..


Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya.. 


Love you all

__ADS_1


__ADS_2