Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Mencoba menguak kebenaran


__ADS_3

Sudah tiga hari Ryo tak beranjak kemana mana. Ia masih enggan meninggalkan Aira sendiri. Ia hanya betah berada di apartemen mereka. Ryo sering berada di ruang baca dan menyendiri.


Aira memasuki ruang itu dengan ragu. Ia melihat Ryo fokus menatap layar laptop di depannya. Merasa sosok sang istri membuka pintu, Ryo mengalihkan padangannya. Ia mengibaskan tangan meminta Aira mendekat.


“sini sayang!” panggilnya lembut.


Aina memasuki ruangan itu.


Ryo meminta Aira duduk dipangkuannya. Sesaat setelah Aira duduk ia melirik layar laptop Ryo, ternyata Ryo tengah melakukan meeting zoom bersama Haris.


“Nona” sapa Haris menunduk


Ryo mematikan mike dan videonya. Tinggallah Haris yang menunggu Ryo.


“ada apa beib” tanya Ryo membelai puncak kepala Aira dalam pangkuannya. Ia menyelipkan rambut Aira kebelakang telinga.


“kenapa gak ngantor?” tanya Aira


“aku ngantor dari sini” jawabnya


“kenapa?” tanya Aira yang tak puas dengan jawaban Ryo


“karena aku gak mau ninggalin kamu sendirian” jawabnya


“mas.. aku sudah gak papa” ucap Aira membelai wajah Ryo.


“aku tahu, tapi ... aku masih belum tenang ninggalin kamu” ucapnya mencium pipi Aira


“kamu berangkatlah kerja, aku akan minta Syen menemaniku” jawab Aira


“kamu tidak memecatnya kan?” tatap Aira memundurkan kepalanya dan menatap Ryo curiga


Ryo terkekeh melihat kelakuan istrinya. ia menarik tekuk lehernya mengecup bibir sang istri


“tidak sayang!” jawabnya lembut


“ya sudah! Kalau gitu aku mau panggil dia” jawab Aira


“mau ngapain?” tanya Ryo


“aku mau minta temanin dia aja!” jelasnya


“ada aku sayang!” jawab Ryo menyentil hidung Aira dengan telunjuknya


“kamu kerja! aku sama Syen aja” jawabnya berdiri dari pangkuan Ryo


Belum lagi Ryo mau bicara, Aira meletakkan ujung telunjuknya di bibir Ryo


“Om Haris masih menunggu” ucapnya tersenyum


Ryo tiba tiba menggigit jari Aira dengan manja


“Aaawwww!” keluh Aira menarik cepat telunjuknya


“dasar singa!” ucapnya cemberut melihat jarinya sedang Ryo tertawa terbahak melihat istrinya yang keluar dengan wajah cemberut manja.


Ia pun melanjutkan meetingnya.


Terlalu asyik mempelajari tentang bisnis yang diberikan Haris. Ryo menyadari jika camilan dan minumnya telah habis.


“sayang!” panggilnya berdiri membawa sendiri piring kotor dan gelasnya menuju dapur.


Ia mencoba menemukan Aira. tapi sang istri tak berada di dalam apartemen mereka. perlahan Ryo menuju pintu rahasianya dan terdengar samar Aira dan Aina yang mengobrol. Ia tersenyum dan kembali ke apartemennya karena tak ingin mengganggu obrolan kakak beradik itu.


“Ni! Aku minta maaf kalo aku menanyakan hal yang berat” ucap Aina sebelumnya


“menanyakan apa?” Aira membaca keseriusan Aina

__ADS_1


“aku.. aku gak sengaja denger obrolan ni dan kak Ryo” ucapnya meragu


Deg!


Jantung Aina terasa membeku. Ia merasa takut jika Aina mengetahui fakta yang terlalu menyakitkan.


“apa itu benar ni?” tanya Aina menatap curiga


“apa.. apanya?” Aira tergagap


“aku denger tentang kematian mamah” ucapnya menatap Aira lekat.


Aina takut Aira akan kembali dengan ketakutannya jika ia membahas itu, tapi ia bertekat akan menemani sang kakak yang ingin membuka tentang tabir kematian sang bunda.


Aira menunduk. Ia menahan nafasnya karena merasa takut Aina salah paham kembali pada keluarga Ryo.


“ni...” Aina meraih tangan Aira


“ni.. tolong mulai sekarang berbagilah denganku.. aku bukan adik kecilmu lagi, aku sudah dewasa ni.. aku juga bisa melindungi kamu” jelasnya


Mata Aina berkaca kaca mendengar ucapan sang adik.


“dulu aku masih kecil dan ni melindungiku, sekarang aku sudah besar ni, aku wanita sekarang, bukan gadis kecil lagi, jadi biarkan kita berbagi bersama beban apa pun yang ni tanggung” jelasnya lagi


“ni ingin aku bahagia, gimana aku bisa bahagia jika aku harus menatap Ni yang menanggung beban sendiri?” ucapnya


Aira menangis. Ia terharu melihat kasih sayang sang adik padanya.


“ceritakan padaku ni, apa yang sebenarnya terjadi di masa lalu kita?”


“aku hanya tahu dulu kita akan dibawa ke panti asuhan.. apa maksud ni yang bilang mereka ingin menyingkirkan ni yang mirip dengan mamah?” tanya Aina


Aira menceritakan perlahan semuanya pada Aina. Aina menangis mendengar cerita Aira. Ia juga menjelaskan jika kematian sang ibu karena perempuan yang bernama Lisa.


“ni.. aku ingin ketemu dengan perempuan itu” ucapnya


“tidak ni.. aku harus menemuinya” ucap Aina dengan wajah dendam


“itu sebabnya aku tak ingin menceritakan padamu, karena takut akan menyiksa kamu dengan dendam kamu” jelas Aina


“ni.. kita harus membuka semuanya, mamah harus mendapat keadilan ni” desak Aina


Aira mengangguk.


“bersabarlah.. Mas Riry masih mengumpulkan bukti buktinya” ucapnya menggenggam erat tangan sang adik


“selama ini kamu menanggungnya sendiri ni” ucapnya memeluk sang kakak


Aira hanya mengelus pundak sang adik dengan lembut. Berusaha memberi kekuatan padanya.


“karena kamu menyayangiku, itu sebabnya kamu tanggung semuanya..” keluhnya dalam pelukan Aira.


“kamu adik ku di.. kamu harus bahagia ya” Aira mengeratkan pelukan pada sang adik


“pasti ni.. aku pasti bahagia” ucap Aina


Aira melepas pelukan Aina dan menyeka sisa air mata Aina.


“ngomong ngomong.. kok gak pernah cerita cowok lagi kamu? udah gak laku ya” goda Aira mengalihkan pikiran sang Adik


“ahh ni.. jangan gitu.. aku tambah sedih” ucapnya memanja menyandarkan diri di pelukan sang kakak


“aduhhh.. adik ku yang manja” Aira membelai kepala Aina


*


*

__ADS_1


“tuan muda!” sapa Haris memasuki apartemen Ryo saat Ryo membuka pintu untuknya


“mari Om, kita bicara di ruang baca aja” ajak Ryo


Aina melihat ke arah Haris yang membawa sebuah amplop tebal.


“nona” sapa Haris menunduk padanya


“sayang, aku kerja dulu ya” ucapnya tersenyum menatap Ryo


“aku akan bikinin minum” jawabnya


“Om Haris mau minum apa?” tanya Aira


“tidak usah repot repot nona” jawab Haris sungkan


“ah tidak om.. saya bikinin kopi ya?”


“terserah nona.. terima kasih nona” ucap Haris kemudian dia memasuki ruang kerja Ryo.


Ryo menatap sang istri sejenak dan mengekspresikan wajah imutnya kemudian tersenyum pada Aira. Aira tersenyum lebar menatap sang suami yang terlihat lucu.


“gimana om?” tanya Ryo


“saya tidak bisa menemukan lelaki itu tuan muda” jelas Haris merasa bersalah.


“dan saya juga minta maaf karena penyelidikan tentang kematian ibu nona tidak bisa kami teruskan” jelas Haris


“kenapa om?” tanya Ryo


“karena bukti terhenti hanya di nona lisa, kejadian itu sangat lama, dan bukti bukti yang lain telah lenyap, seperti ponsel nona lisa yang dulu menerima pesan tak bisa kita cek, karena jaman dulu nomor telepon tidak terdaftar seperti sekarang”


Ryo menundukkan wajahnya kecewa.


“bagaimana jika memancing mereka?” saran Haris


“maksud Om?” tanyanya


“bukankah nona sangat takut dikenali sebagai putri ibunya seperti yang tuan muda ceritakan”


“Rara bilang, orang orang yang mengejarnya dulu mengaitkan ia dan ibunya, lelaki itu juga mengenali Aira karena ia memiliki wajah seperti ibunya”


“kemungkinan mereka masih mencari nona atau mungkin ..” Haris tidak meneruskannya


“mungkin apa om?” tanya Ryo


“mungkin mereka masih ingin menyingkirkan nona”


“apa?”


“saya menelaah semua cerita nona dan fakta yang saya dapat, sepertinya ibu dari nona bukan orang biasa” ucap Haris


“maksud om?” tanya Ryo tak mengerti


“mereka menyingkirkan semua bukti, surat surat dan apapun yang menyangkut ibu nona, dan mereka juga berusaha menculik nona waktu kecil karena mengetahui bahwa nona adalah putrinya”


“jadi menurut saya, kalau kita ingin mengungkap semuanya kita harus memancing mereka dengan menunjukkan nona” jelas Haris


“tidak! Itu akan membahayakan Raraku” jawab Ryo tegas


“aku mau om!” jawab Aira yang sudah berdiri di depan pintu


“beib!”


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


jangan lupa likenya ya..

__ADS_1


__ADS_2