Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Aku Benci!


__ADS_3

Aina menginjakkan kaki kembali ke negara asal. Senyum cerah setelah menikmati liburan membuat tubuhnya terasa fresh,


Aina adalah gadis yang lebih gampang melupakan masa trauma yang ia alami saat kecil. Berbeda dengan Aira yang begitu sulit melaluinya.


Aina dijemput langsung oleh Ken sesuai perintah sang tuan muda. Tentu saja sang tuan juga atas perintah istri tercintanya.


“silahkan nona!” Ken membuka pintu untuknya


“ah.. pasti ni yang menyuruhmu” jawab Aira masih berdiri menatap Ken.


“bukan nona besar, tapi tuan muda yang menyuruh saya” jawabnya


“dasar kakak posesif!” gerutunya memasuki mobil.


Aina melihat kembali pesan pesan pada ponselnya. ia mengirim pesan pada temannya di cafe Bams bahwa ia membawa oleh oleh untuk mereka. grup itu pun menjadi ramai


Sebuah chat pribadi masuk pada ponsel Aina.


“kamu cepat balik, bos kita kayanya sedang gila” tulis pesan tersebut


Aina mengerutkan kening, “ada apa dengan Bams?” benaknya


“ken! Bolehkan aku ke cafe dulu sebentar, aku ingin memberikan oleh oleh pada temanku?” tanya Aira pada ken yang mengemudi langsung


“tentu nona” jawab Ken


“Ken, bisa kah kita tidak bicara formal dan jangan memanggil ku nona, aku bukan nona yang kalian layani” protes Aina


“maaf nona, tapi kalau tuan muda tahu, saya takut di pecat” jawabnya


“kan kakak gak akan tau, ayolah.. Syen aja bisa, kenapa kamu gak bisa?” protes Aina lagi


“jadi Syen berani bicara santai?” Ken menoleh pada Syen yang duduk di depan bersama Ken


“aku yang menyuruhnya” jawab Aina


“tapi tetap saja seharusnya tidak boleh” ucap Ken


“bagaimana kalau ni yang menyuruh? Apa kamu berani menolak?” tanya Aina lagi


Ken terdiam. Posisinya tak bisa menjawab saat ini


“Ken?” tanya Aina lagi


“baiklah nona, nanti akan saya usahakan untuk bicara santai dengan nona” jawabnya


“usahakan? Kaya berat banget! Aku benci kamu Ken!” Aina mendengus kesal.


Syen hanya tersenyum,. Ia tahu nona yang satu ini sangat tidak menyukai hal formal atau pun berbau borjuis.


Aina dengan semangat mengeluarkan semua paper bag oleh oleh yang ia bawa untuk teman temannya.


“kok sepi?” ucapnya mengingat cafe tersebut tak pernah sepi.


Aina memasuki cafe dan terdengar suara ramai di lantai dua. Ia bergegas masuk melihat apa yang terjadi. Ternyata, Bams seakan mengamuk dalam keadaan mabuk.


“ada apa?” tanya Aira


“Cafe kita kacau, Bams sudah seminggu ini sering mabuk mabukan dan kadang mengamuk gak jelas disini” jelas temannya.


“kamu mengkhianatiku!!!” teriak Bams


“mereka putus?” tanya Aina pada temannya


Mereka hanya menjawab dengan mengangkat bahu.


Aina memberanikan diri untuk mendekat. Sebuah tangan mencekal Aina untuk melangkah.


“nona sebaiknya jangan!” tahan Ken

__ADS_1


“minggir! Aku bukan nonamu, aku karyawan disini” lepas Aina pada tangan Ken.


Suara teriakan Bams kembali terdengar diiringi dengan suara benda dibanting dengan keras.


Aina membuka pintu kantor Bams dengan pelan. Ia melihat lelaki itu tergeletak di lantai dengan nafas memburu.


“aku benci kamu Ky! Aku benci!!!!!” keluhnya


Aina mendekati Bams perlahan, takut membuatnya terkejut.


“Bams!” panggilnya pelan


Bams menoleh pada suara Aina.


“kamu kenapa?” Aina mendekatinya


“hai Ai!” senyumnya


“ahhh.. adik sahabat ku disini” ucapnya tersenyum dengan mata sayu khas lelaki mabuk


“kamu mabuk! Ayo bangun, biar ku antar pulang” ulur tangan Aina


“ai.. apa kamu juga akan mengkhianati ku?” tatapnya


“Bams! apa ada yang mengkhianati mu?”


“apa kamu akan keluar dari cafe ini?” pertanyaan Aina dibalas kembali dengan pertanyaan


Aina tersenyum


“kamu tenang aja, aku gak akan resign dari sini” ucapnya sambil membantu Bams bangkit.


“kamu bisa berjanji?” tanyanya masih


“iya iya.. ayo aku antar pulang” jawab Aina mencoba memapah Bams keluar dari kantornya


Ken langsung membantu Aina memapah Bams menuju mobil mereka.


Bams sudah tak sadarkan diri dan terlelap di pangkuan Aina. Namun bibirnya terus bergumam


“Ky... Ky..” suara gumaman itu masih terdengar jelas


“kenapa kita gini?” gumamnya


“kenapa kamu menebalkan dinding antara kita” gumaman Bams semakin menghilang.


Aina menunduk sedih menatap Bams yang terpejam di pangkuannya


“apa nona Kiky membuatmu seperti ini?” ucapnya membelai pipi Bams dan membuat Ken melirik dari kaca spion depan.


Ken dengan susah payah memapah tubuh Bams mengantar ke apartemennya.


“Bams bangun! Kunci kamu dimana?” Aina berusaha membangunkan Bams agar ia bisa mengantar hingga ke dalam unitnya.


Pintu apartemen terbuka, dibuka seorang wanita cantik yang kini berdiri menatap tajam pada Aina yang berdiri tepat di hadapannya.


“nona Kiky!” senyum Aina senang


“Tuan Bams mabuk nona” ucap Ken masih berdiri menopang tubuh Bams


“kenapa bisa kamu yang mengantar?” tanya Kiky dingin


“Ai.. suara kamu kok berubah?” gumam Bams tanpa menatap, ia mabuk berat.


Kiky geram mendengar Bams yang seakan tak mengingat suaranya


“nona bisakah kita membawanya masuk dulu?” ucap Ken yang sudah dengan keringat mengucur menahan tubuh Bams yang berat.


Kiky melebarkan daun pintu mempersilahkan mereka membawa Bams masuk.

__ADS_1


“dimana kamarnya?” tanya Ken


“baringkah di sofa saja” pinta Kiky


Bams pun terlelap disana.


“kami permisi nona” ucap Aina ingin pergi


“tunggu dulu! Kamu belum menjawab pertanyaanku!”


Ken dan Aina saling tatap


“kenapa Bams bisa mabuk bersamamu?” tanya Kiky menatap dingin pada Aina


Aina tersenyum memahami kecemburuan Kiky


“tadi saya baru tiba, saya langsung ke cafe karena ingin menyapa teman teman dan memberi mereka oleh oleh, ah! Oleh oleh, astaga Ken, aku lupa memberikan pada teman teman” Aina menoleh pada Ken


“Syen masih disana nona” Jawab Ken


“astaga!” Aina baru mengingat teman barunya tersebut


“kamu belum menyelesaikan jawaban kamu nona” tanya Kiky kesal


“saat saya sampai di cafe, Bams sangat mabuk dan membuat kantor berantakan. Saya berusaha mengajaknya bicara dan memintanya untuk pulang saja” jelas Aina


“hanya itu?” tanya Kiky


“Hanya itu nona, saat di jalan, Bams terus menyebut nama nona” jelas Aina lagi


Kiky tersenyum mendengar kata terakhir dari Aina.


“ya sudah.. terima kasih karena sudah merepotkan kalian mengantarnya” ucapnya seakan menjadi nyonya dari tempat itu.


“tak apa nona, ini kewajiban saya sebagai bawahan Bams” jawabnya


Mereka pun meninggalkan Bams bersama kekasihnya.


Aina tersenyum dikulum saat menunggu lift, ia membayangkan apa yang akan Kiky lakukan pada Bams. pantulan wajahnya mampu dilihat oleh Ken


“nona, anda baik baik saja?” tanya Ken


“sudah ku bilang jangan panggil aku nona!” jawabnya dingin tanpa menoleh dan membuat wajahnya ditekuk.


Ken hanya menunduk menyembunyikan senyumnya.


Kiky duduk di tepi sofa dimana Bams terbaring tenang. aroma alkohol mendominasi ruangan tersebut.


Kiky memainkan wajah Bams dan tersenyum.


“kamu tahu sayang... aku hampir membuat unit ku berantakan hanya untuk mencari kunci apartemen yang dulu kamu berikan, dan kamu tahu... itu untuk memberimu kejutan hari ini...” ucap Kiky sendiri menatap Bams penuh cinta


“kamu mengubah password kunci kamu, tapi sayang.. kamu lupa ya aku punya kunci manualnya” ia tersenyum memainkan kembali alis dan bibir Bams.


Cup! Kecupan singkat di bibir Bams yang tertutup rapat ia berikan.


“lihat! Aku memakai lingerie warna kesukaan mu” Kiky menunduk melihat dirinya sendiri, karena dibalik kimono tidur yang gunakan, ia mengenakan pakaian transparan tersebut.


“Bams!” panggil Kiky lembut berusaha membangunkan cintanya


“Bams.. bangun! Aku disini” bisiknya dan mengigit cuping telinga bams manja


Kiky membulatkan hati dan memilih kembali pada Bams. ia ingin menjelaskan semuanya malam ini, namun dalam rangkulan sang kekasih bukan dalam adu emosi dan argumen.


“Bams!” Kiky terus membangunkan. Alhasil geliat kecil terlihat pada tubuh Bams saat ia mengangkat tangan dan meletakkan di atas kepalanya.


“Ai.. aku benci dia!” ucap Bams membuat Kiky seperti di sambar petir saat itu juga


Hatinya yang tadi tersenyum menatap Bams, kini berubah menjadi kabut gelap seakan menenggelamkan dirinya dalam hitamnya awan yang mengamuk Badai.

__ADS_1


__ADS_2