
Seminggu sudah hubungan mereka merenggang, baru kali ini Ryo mendiamkan Aira. Ia berharap Aira bisa memahami semua yang ia lakukan semata mata untuk kekasihnya tersebut. Sedangkan Aira juga mendiamkan Ryo karena ia ingin Ryo menjadi seseorang yang menganggapnya ada, bukan semua terserah pada keputusan Ryo semata.
Kesalah pahaman itu terus terjadi hingga membuat Aira merasa dirinya tak lagi Ryo anggap. Sore itu Aira tidak kembali ke Apartemen. Ia kembali ke rusun tua tempat ia tinggali.
Ryo menunggu Aira hingga jam sepuluh malam. Tapi Aira tidak juga kembali.
Kamu keras kepala sayang! Gumam Ryo menatap foto mereka.
Ryo kembali ke kamarnya sendiri dan ia pun terlelap.
Menjelang acara ulang tahun Ryo yang di adakan di kediaman utama untuk pertama kali, semua orang menjadi super sibuk. Acara itu diadakan dengan tema pesta topeng, karena Ryo masih memahami ketakutan Aira untuk muncul di publik sebagai tunangannya.
Seminggu lagi acara itu berlangsung, undangan pun telah tersebar hanya untuk kalangan tertentu saja.
Hari itu Ryo tak bisa lagi menahan diamnya Aira. ia pergi menemui Aira di rusun tempatnya.
Tok tok tok.
“bentar!” jawab Aira dari dalam yang mengira pengantaran paket kiriman dari Aina.
Ceklek
Ketika pintu terbuka. Aira hanya menatap datar pada Ryo begitu pula dengan Ryo.
“kamu gak memintaku masuk?” tanya Ryo datar
“masuk lah!” jawab Aira membuka lebar pintunya.
Ryo masuk dan diiringi Aira.
“jadi kamu lebih senang disini?” tanya Ryo lagi menahan kesal.
Jelas aku kembali ke tempatku! Benak Aira
“ada apa?” tanya Aira tak ingin memperpanjang pertanyaan Ryo.
“ada apa? Kamu gak salah nanya?” Ryo mempertanyakan pertanyaan Aira
“terus aku harus nanya apa?” tanya Aira juga ikut kesal.
“sampai kapan kita kaya gini?” tanya Ryo duduk di sofa dan menopang kepalanya lelah.
“kenapa menanyakan itu padaku?” tanya Aira lagi
“jadi aku yang salah disini?” tanya Ryo kesal melirik Aira yang berdiri.
Aira membuang wajahnya kesamping. Ia menelan ludahnya karena menahan dirinya.
“apa kamu bosan?” tanya Aira membelakangi Ryo
__ADS_1
“jadi pikiran mu seperti itu” jawab Ryo pelan.
“aku pikir aku mendiamkan semua ini .. kamu akan menyadarinya” ucap Ryo
“menyadari apa? Menyadari kalau aku bukan apa apa?” Aira menoleh
“kamu selalu berpikir seperti itu, kamu gak pernah memahami ku Ai, selalu aku yang mengalah” jelas Ryo dengan nada meninggi.
“kamu? kamu yang mengalah?” Aira kesal
“iya!” jawab Ryo tegas
“hah!!! Kamu selalu mengatur semuanya semau kamu, tanpa pernah menganggap ku, memutuskan apapun sesuka hati kamu, dan aku terus menurutinya, sekarang kamu bilang kamu selalu mengalah?” tanya Aira kesal
“aku yang selalu menuruti maunya kamu, hubungan kita yang rahasia, kita hanya pacaran di rumah, berusaha menghindar di ME, kamu yang tak mau ku sentuh.. semua.. apa ada yang aku langgar?” tanya Ryo
“ujung ujungnya kamu bahas ranjang? Apa hanya karena itu hubungan kita bertahan selama ini?” Jawab Aira kesal
“jadi kamu pikir aku bertahan dengan kamu selama ini hanya karena menginginkan tubuh kamu? apa hanya itu yang ada di pikiran kamu?” tanya Ryo
“aku bahkan sudah melamar kamu ai.. kita akan menikah! Tapi keraguan kamu padaku masih selalu ada” ucap Ryo menunduk dan memejamkan mata mencoba menahan kekesalannya.
"Aku cemburu saat kamu bersama orang lain, kamu juga bilang aku salah? Aku memberi kamu segalanya agar kamu nyaman.. apa ku juga salah?"
"kamu kekasihku, kamu tunanganku sekarang, kamu calon istriku! tapi semua yang ku lakukan kamu bilang aku salah?"
“tapi kamu selalu melupakanku dalam setiap yang kau putuskan, kamu tak pernah menganggapku karena aku bukan siapa siapa dan hanya seorang yang tak punya apa apa” Aira menangis
“aku melakukannya karena kamu pasti akan menolak, dari dulu kamu hanya selalu menolak semua yang ku lakukan untukmu! Apa kamu lupa?” tanya Ryo kesal
Aira terdiam. Memang benar selama ini yang Ryo berikan untuknya selalu ia tolak.
“mungkin sebaiknya kita berpikir lagi untuk hubungan ini” ucap Aira
Ryo menatap Aira tajam. Ia semakin marah mendengar kata kata Aira yang seakan ingin putus.
“inilah.. ini lah kamu! selalu saja menyerah dan memilih mencampakkan ku” ucap Ryo
“sepertinya kita gak pernah cocok. Aku memang wanita yang gak pantas untuk semua yang ada pada diri kamu” ucap Aira lirih
“apa pernah kamu benar benar mencintaiku? adakah keinginan mu menghabiskan hidup denganku?” tanya Ryo
“apa hanya aku yang ingin menua denganmu ai?” tanyanya lagi
“apa aku tak pernah punya arti sedikitpun bagimu?”
Aku mencintai kamu Ryo.. tapi..! benak Aira terus menangis
“aku memberikanmu segalanya karena aku mencintai kamu, atau mungkin kamu lupa, aku bahkan memberikan nyawaku untuk meminta sebuah maaf darimu.. tapi hanya itu yang bisa kamu berikan padaku? Menanyakan kembali semuanya dan ingin meninggalkanku?” ucap Ryo sedih
__ADS_1
“ini ulang tahunku yang pertama dirayakan di rumah. datanglah jika kamu memang mencintaiku, dan jangan datang jika kamu ragu untuk bersamaku!” ucap Ryo meninggalkan ruangan itu.
Hati Ryo berkecamuk. Ia melangkahkan kaki dengan ribuan jarum yang menusuk dadanya
karena kecewa pada seseorang telah menguasai seluruh hati dan hidupnya.
Ryo begitu marah pada Aira, tapi cintanya padanya tetap saja terlalu besar. Kekecewaan yang ia rasakan terlalu pahit, namun ia tak bisa mengatakan ingin pergi dari Aira.
Aira menelungkupkan dirinya di sofa. Ia menangis sejadi jadinya. Ia juga tak mampu melawan dirinya yang kini telah begitu mencintai Ryo. tapi apa yang akan terjadi jika semua orang mengetahui siapa dia? Itulah yang ia sangat takutkan.
Ryo memilih wawancara di luar ME untuk menghindari Aira. Rasa kecewanya pada Aira mengalahkan rasa rindu yang bergemuruh dalam dadanya.
“kamu lagi ribut ya sama Ryo?” tanya Bams saat mereka makan siang bersama.
“gak kok!” Aira tersenyum dipaksa
Bams melihat Aira yang tak menikmati makanannya sangat mengerti jika ia sedang memikirkan sesuatu
“jangan bohong kamu ai!” sergap Bams
“Bi, tolong!” ucap Aira menghindar
“kalau kamu gak ingin aku nanya.. makan makanan kamu” ucap Bams
“aku akan makan!” ucap Aira menyendok besar nasi dan memasukkan kemulutnya. Mulutnya sangat penuh dan terus mengunyah dengan sulit. Ia menelan paksa nasi itu, tapi dengan cucuran air mata yang sudah tak bisa ia tahan.
“Aira .. apa yang kamu lakukan!” ucap Bams meminta ia mengeluarkan kembali nasi yang ada dimulutnya
“aku akan makan .. aku akan makan!” ucapnya sambil menangis
Bams yang tak tega melihatnya menarik Aira dalam pelukannya. Tangisnya pecah.
“aku mencintai dia bi.. aku sangat mencintai dia” tangisnya
“aku tahu.. aku tahu... sssstttt” Bams berusaha menenangkan Aira.
“tapi aku takut.. aku sangat takut..” ucap Aira lagi
“aku tahu .. aku tahu..” hanya itu yang bisa Bams ucapkan.
Hati Bams terasa dicabik cabik, seseorang yang sangat ia sayangi kini manangis tersedu menangisi seseorang yang dicintainya. Bams memejamkan mata saat memeluk Aira yang terus menangis di pelukannya, mengikuti raungan kepedihan yang meronta dalam dadanya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Tinggalin jejaknya ya,..
Komen apa aja juga boleh. biar Author tau siapa aja yang dukung novel ini
makasih Readers, love you all
__ADS_1