Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Drama Bams


__ADS_3

Bams memasuki resto Jepang dengan berlari.Seseorang menyambutnya dengan gembira, tentu saja, Bams masih seorang idola yang memiliki banyak fand dimana mana dan tak terkecuali disana.


“bisa bantu aku, Kiky makan malam dengan keluarga disini, aku ingin sedikit menguping pembicaraan mereka, bisa kamu bantu aku?” bisik Bams pada perempuan yang hampir saja pingsan saat melihat Bams


“tentu! tentu Bams” ucapnya senang karena Bams memegang tangannya.


“tempatkan aku di bilik samping mereka, OK?” ucap Bams memberikan uang tip untuknya


“boleh aku tolak?” ucap gadis itu


“kenapa?”


“boleh aku minta foto dengan mu saja?” pintanya


“tentu? Tapi tidak boleh menguploadnya malam ini, aku takut Kiky tau” ucapnya lagi


Gadis tersebut mengatup kedua bibirnya erat menahan ingin teriak karena ia terlalu gembira.


“bunda senang Kiky menerima pernikahan ini sayang” ucap Perempuan yang tak dikenal Bams saat ia memasuki ruang yang telah disediakan sang pelayan.


“Kiky senang memiliki bunda” balas Kiky


Konsep restoran Jepang yang mengusung langsung interior negeri sakura tersebut membuat Bams mampu mendengar jelas pembicaraan orang orang di sebelahnya.


“kalau mas Damar gak usah ditanya lagi bunda, dia sudah jelas menerima pernikahan ini” lanjut Kiky terkekeh


“bunda tahu saat ini kamu sedang sedih, bunda berharap, pernikahan ini sedikit mengalihkan perhatian kamu dari rasa sakit kamu, bunda janji akan menemani kamu setiap hari” lanjutnya


Bams terbakar, ia telah hangus menjadi hitam, bukan! Menjadi abu, obrolan itu mencabik seluruh hatinya.


Kiky menerima pernikahannya! Kesimpulan itu membuatnya mati.


Kiky yang kini selingkuh justru langsung menikah? Pikiran itu membuat geraham Bams mengeras, bukan amarah tapi kekesalan atas semuanya.


Ia marah pada Kiky, ia mengabaikannya, ia ingin pergi dari Kiky. Tapi saat mendengar Kiky akan menjadi milik orang lain, kenapa ia tak rela, hatinya benar benar tidak rela.


“Bantu Kiky melupakannya bunda, mas..” tatap Kiky pada Nimas dan Damar bergantian


“tentu sayang!” jawab Damar menatap sang adik penuh kasih sayang dan perlindungan.


Bams semakin tak mampu lagi menahan diri. Ia kini hampir tak bernafas, dadanya sesak, perutnya seakan mengecil, darahnya seakan memutih.


TIDAK KY .. TIDAAAAKKK... AKU TIDAK RELA KAMU PERGI!!! teriakan itu hanya berani ia ucapkan dalam benaknya.


Bams berdiri melangkah, ia melupakan sopan santun, situasi dan semuanya. Dengan lancang ia membuka pintu geser tempat keluarga Handoko berada.


“Ky...” ucapnya dengan mata mengembun, wajahnya kusut, sorot matanya terlihat sangat sedih.


Damar tersenyum melihat Bams yang muncul di depan mereka. namun seketika senyumnya menghilang ketika sorot mata Bams bertemu dengannya.


“Bams!!” Kiky sangat terkejut melihat Bams yang muncul. Ia langsung berdiri.


“Om! Maaf saya mengganggu” ucap Bams mendekat dan duduk bersimpuh di depan Handoko


Nimas terlihat bingung, Damar memegang tangan Nimas memintanya hanya diam.


“Om, tolong jangan pisahkan Kiky dari saya! Saya minta maaf jika saya salah selama ini, tapi tolong Om jangan pisahkan Kiky dengan saya” ucapan itu keluar dengan permohonan begitu dalam dari mulut Bams.


“Bams” Kiky luluh saat mendengar permohonan Bams. air matanya lolos begitu saja karena rasa haru dan sedih tak tega melihat Bams yang ia cintai seperti itu.


Melihat Kiky yang luluh membuat Damar berdiri menariknya secara perlahan. Bams melirik ke arah mereka berdua. Tapi Handoko dengan cepat berdehem.


“mas..” Kiky ingin protes, tapi tatapan tegas Damar dan cengkeraman tangan di lengan bahu Kiky membuat Kiky mengurungkan niatnya.


“tunggu kalau kamu benar benar ingin memiliki lelaki itu” bisik Damar pelan di telinga Kiky.


Kiky mengerutkan keningnya melirik Damar dan disambut anggukan.

__ADS_1


“Om saya mohon dengarkan saya dulu, saya tahu saya bukan orang yang sepadan dengan Kiky, tapi saya masih terus berusaha untuk menyamakan posisi kami” lanjut Bams


“saya tahu saya bukan apa apa dibanding lelaki itu, tapi saya tulus mencintai Kiky Om” ucapnya lagi


“Saat ini saya sudah melebarkan perkembangan bisnis kuliner saya, saya sudah sangat berusaha om” lanjut Bams


Handoko hanya berusaha menunjukkan sikap wibawanya. Sepertinya Bams mendapat informasi yang salah tentang makan malam mereka.


“Ky... aku minta maaf jika aku terlalu sibuk, tapi bukan berarti aku tidak peduli dengan hubungan kita, aku hanya berusaha memperbesar semua bisnis yang ku jalani agar aku tidak membuat kamu malu” ucapnya menatap Kiky yang berdiri, sedang kedua lengan bahu Kiky di pegang erat oleh Damar.


Perbuatan Damar membuat Bams mengeratkan gerahamnya, lelaki itu seakan enggan melepas Kiky untuknya.


“Om, saya bukan tak berniat menikahi Kiky, hanya saja saya ingin mensejajarkan diri saya dulu dengannya, saya takut Kiky akan mendapat omongan jika hanya bersanding dengan seorang artis dari desa yang hanya mengandalkan popularitas, saya merintis bisnis itu, paling tidak saya juga punya sesuatu yang bisa membuat Kiky tak merasa direndahkan orang jika hanya bersama seorang yang tak sepadan dengannya” jelas Bams panjang lebar.


“Ky.. aku ngelakuin semua itu buat kamu.. kamu seorang wanita karir sukses, aku takut orang akan mecemooh kamu dan menghina kamu jika hanya memiliki suami sepertiku”


“Om, saya sangat mencintai Kiky... saya mohon..” Bams menunduk dengan kedua tangan menopang pahanya yang bersimpuh.


Serrrrr.. seolah angin segar melanda jantung Kiky. Dingin, sejuk, nyaman, ringan dan seringan bulu. Perasaan lega mendengar pernyataan Bams yang mengatakan cinta yang begitu dalam padanya.


“Bams..” Ucap Kiky lirih dengan mata basahnya.


“kau selesai?” tanya Damar dingin


Bams mengangkat wajahnya. Ia menatap Kiky kecewa yang hanya diam dengan kedua bahu di pegang Damar.


“kau jangan ikut campur!” ucap Bams mencoba menahan emosinya.


“aku-”


“Damar!” ucapan Bunda membuatnya tak melanjutkan kata katanya.


“seharusnya dulu kamu tidak perlu berjuang untuk menjadikan diri kamu sepadan dengan Kiky, karena itu akan percuma” ucap Handoko


Bams menunduk, ia seperti seorang yang akan melakukan seppuku, memasrahkan dirinya untuk mati.


“pah pliss!” Kiky mencoba menahannya. Ia takut sang ayah akan menolak Bams karena ia sudah banyak menangis karena lelaki itu.


“biarkan papah bicara Ky!” tegur Damar


“tapi mas!” protes Kiky terhenti ketika tangan Damar mempererat cengkeraman meminta Kiky diam.


Tapi kenapa selama ini om membiarkan hubungan kami dan seakan merestuinya? Benak Bams bicara


“yang perlu kamu pahami, keluarga Handoko tidak pernah melihat orang dari materinya” ucapan Handoko membuat Bams mengangkat kepala. Ia menatap lelaki yang berwajah penuh wibawa namun memiliki hati yang sangat lembut itu.


“Bams! om tau kalian saling mencintai” ucap Handoko memecah kesunyian


“tapi cinta saja tidak cukup! Cinta itu harus diikuti rasa peduli, saling memahami, saling terbuka” jelasnya lagi


Bams kembali menunduk. Jelas sudah Handoko menjurus pada penolakan pada dirinya karena salahnya selama ini yang tak mempedulikan dan marah pada Kiky.


“sekarang Om tanya! Apa kamu benar benar mencintai Kiky?” tanya Handoko


“sangat Om, saya sangat mencintai Kiky” ucapnya tegas dan jelas


Kiky tersenyum mendengarnya dan menoleh pada Damar dan disambut oleh senyum Damar yang menggambarkan kebahagiaan untuk sang adik.


“kamu bisa memahaminya?” tanya Handoko lagi


“bisa Om, saya pasti bisa!” ucapnya lagi


“bisa kamu tidak membuatnya menangis lagi?” tanya Handoko penuh penekanan


“bisa Om, saya berjanji tidak akan membuat Kiky menangis lagi”


Handoko berusaha keras menahan senyumnya melihat calon menantunya yang pasrah meski ia akan di lempat ke kolam Hiu demi putrinya.

__ADS_1


“ya sudah!” ucapnya santai begitu saja dan kembali duduk menghadap meja makan.


Bams merasa bingung dengan ucapan singkat Handoko


“maksud om?” tanya Bams mempertanyakan.


“Bams!” Kiky melepaskan diri dari Damar dan mendekati Bams


“kalau kamu bisa menepati janji kamu dan kamu berniat ingin menikahinya, maka lamar dia, Om tidak keberatan” ucap Handoko tersenyum


Bams masih bingung dan kembali menatap Damar.


“berarti Om membatalkan pernihakan ini?” tanya Bams lagi


Kiky terkekeh. Ia benar benar senang melihat Bams yang salah paham dan mengungkap semua perasaannya malam ini.


“ya tidak mungkin Om membatalkan pernikahan yang kami bicarakan malam ini” jelas Handoko tersenyum menatap Nimas yang dari tadi sangat senang melihat Handoko yang bersikap begitu bijak.


“tapi Om! Saya mencintai Kiky”


“Bams hentikan!” ucap Kiky tersenyum


“Ky.. aku mencintai kamu, aku gak ingin pisah dari kamu” ucapnya lagi


“iya iya.. aku juga” jawabnya


“udah deh!” ucap Damar merasa risih memandang dua sejoli itu.


“kamu tau aku disini dari siapa?” tanya Kiky


“dari Ryo” ucapnya


“terus dia bilang apa?” tanya Handoko lagi


“Dia bilang kalian akan membicarakan pernikahan Kiky” ucapnya


“yakin dia ngomong gitu?” tanya Kiky mengerutkan keningnya


“coba kamu ingat lagi?” tanya Damar


Bams kembali merasa bingung dengan mereka.


“kami memang berkumpul membicarakan pernikahan” ucap Nimas lembut


“tapi pernikahan papah sama bunda, DODOL! Hahahhhahahahaa” Damar tertawa lepas. Ia sedari tadi ingin sekali menertawakan calon adik iparnya tersebut tapi ia harus menahannya agar ia bisa melihat keseriusan Bams.


Nimas dan Handoko ikut tertawa, sedang kiky menggigit bibirnya menahan tawanya karena Bams saat ini masih menatap ke empat orang tersebut bergantian dan masih tak mengerti.


“Bams! yang kami bicarakan malam ini adalah pernikahan Om dan bunda Nimas, kamu juga belum kenalan ‘kan? Dia calon bunda Kiky, dan ini Damar! Dia putra Om dan bunda Nimas, kakak kandung satu ayah dengan Kiky” jelas Handoko


Ddduuuaarrr!!!!


Wajah Bams langsung memerah semerah tomat. Rasa malu langsung mengguyur tubuhnya. Drama yang ia ciptakan disana begitu memalukan. Seandainya saat ini ada lubang semut pun, Bams ingin sembunyi disana.


Bams menyumpah dalam hati pada Ryo yang telah memberinya informasi yang salah. tapi tunggu dulu! Ryo kan cuma mengatakan pembicaraan pernikahan? Bams semakin malu.


Semua orang masih tertawa dan Bams hanya terkekeh menyembunyikan wajahnya ketika Kiky memeluknya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Nah.. perlahan tapi pasti. Akhir hubungan Kiky dan Bams jelas sudah. Tak ada lagi salah paham di antara mereka. Mereka berdua juga kini mengerti jika Bams bukan tak peduli pada Kiky. 


Tinggal dikit ya Kak.. kalau masih mau lanjut baca novel saya.. 


Mampir dong ke Novel baru saya dengan Judul IMITASI DUA HATI 


Memang tak seseru cerita Aira & Ryo yang awalnya penuh konflik dan kejar kejaran, di novel itu seakan terbalik, konfliknya belakangan. hehehehe (moga bikin kakak kakak semua penasaran dan pengen baca, terus suka dan ngasih dukungan... hehehe ngarep banget ya..)

__ADS_1


Salam untuk kakak semua, semoga selalu diberi kesehatan & kebahagiaan. Amin


__ADS_2