
Hari hari menjalani masa training untuk menjadi seorang manager junior di perusahaan besar membuat semangat Aina terus tumbuh, langkah kakinya semakin semangat. Ia melupakan mata yang menatapnya di masa lalu. Melupakan kembali lelaki rotinya.
Ia memilih fokus dan fokus pada pekerjaan dan perawatan sang kakak. Ia terus berusaha membujuk Aira keluar dari zona nyamannnya, karena seperti yang dijelaskan oleh para dokter yang selama ini merawat Aira, hanya Aira sendiri yang bisa membuat dirinya sembuh atau orang lain yang mampu membangkitkan semangatnya untuk keluar.
Saat ini Aina berkutat dengan pelaporan pelaporan yang ada di meja. Tumpukan kertas kertas itu seolah justru mendongkrak kembali rasa semangatnya, lelah seperti terkalahkan oleh laju keinginan yang selama ini ia bayangkan.
Hari ke hari seolah semakin indah, apalagi akhir akhir ini Aira seperti kembali memunculkan senyum senyum kecil yang menggambarkan ketenangannya. Hal itu membuat Aina merasa cukup dengan hidupnya saat ini.
Ting!
Suara pemberitahuan dana masuk pada salah satu aplikasi bangking yang ia gunakan. Kembali! uang sejumlah sepuluh juta masuk ke dalam rekening lama yang telah ia lupakan beberapa minggu ini.
Bambang Sutya? Benak Aira melihat dari mana dana itu berasal.
Pikirannya yang fokus pada pekerjaan ini buyar sudah. Tergantikan sebuah nama yang selalu mengundang ribuan tanda tanya.
Kenapa kamu mengirim uang ini?
Apa kamu ini untuk anak kamu dan ni?
Benak itu kembali bicara
“Aina!” tegur seseorang membuat semua pikiran Aira kabur satu persatu
“eh, ah! maaf pak!” ucapnya merasa bersalah kembali meletakkan ponsel
“apa kamu dapat berita dari keluarga?” tanya sang lelaki
“maaf pak! Cuma pemberitahun biasa”
“kalau penting bisa kamu urus dulu” ucapnya mengerti
“tidak pak, mungkin nanti jam istirahat saja saya izin keluar sebentar” ucapnya lagi
“baiklah.. lanjutkan kerjaan kamu!” perintahnya lagi dengan penuh kelembutan.
Aina menundukkan kepalanya dan kembali mengecek laporan yang menumpuk. Tapi kini fokusnya sudah terganggu oleh pesan barusan.
Aira mengambil ponselnya dan mengembalikan sejumlah uang dengan batas transfer harian dari kartu yang ia gunakan.
Saat ini, Bams sedang di make up untuk pemotretan cover album mereka yang baru. Sebuah pesan membuat ia yang duduk santai bersadar tiba tiba menegak membuat samua MUA kaget bukan kepalang menarik kuas make upnya.
Bams melihat pesan sebuah dana masuk dari rekening atas nama seseorang yang selama ini ia kirimi uang. Tapi dana itu masuk bukan sebesar dana yang barusan ia kirim.
Kenapa kamu kembalikan Aina? Apa Aira yang meminta? Benaknya bicara
Dimana kakak kamu? bagaimana aku bisa mencari kalian?
Bams kembali menyandarkan tubuhnya sambil mengisi kembali aplikasi dan mengembalikan dana yang barusan Aina kembalikan padanya.
Aina tercengang dengan apa yang ia terima lagi. Lelaki itu seakan tak terima dengan yang ia lakukan. Pikirannya kembali kacau dengan kejadian detik detik yang membuat pertanyaannya semakin banyak.
Sebuah pesan tertulisan pada dana yang telah masuk pada rekeningnya.
'Kalian dimana?'
Pertanyaan itu seakan membuat Aina percaya jika lelaki itu berusaha mencari sang kakak, tapi kenapa sang kakak saat ini seperti menolak siapapun?
__ADS_1
“Aina!” tegur kembali lelaki yang mengawasi kinerjanya
“ah.. maaf pak! Apa boleh saya pulang lebih awal hari ini, saya mendapat kabar buruk dari rumah” ucapnya berdiri karena ia pasti tak mampu lagi melanjutkan kerjanya.
“ternyata praduga saya benar” ucap sang lelaki
“maaf pak, apa boleh?” tanya Aina lagi
“baiklah, akan saya antar kamu pulang!” ucapnya merasa khawatir.
Lelaki tersebut memang sedikit memperhatikan Aina selama ia disana, namun karena fokus Aina hanya pada pekerjaan dan sang kakak membuatnya tak menyadari semua perhatiannya.
“saya pulang sendiri saja pak, maaf saya buru buru!” Aina menunduk dan mengambil tasnya dengan cepat meninggalkan ruangan itu tanpa berbasa basi lagi.
Aina pergi dari gedungnya dengan tergesa. Ia pergi ke apartemen dengan cepat. Mengambil buku tabungan dan semuanya. Ia berpikir untuk mengembalikan uang tersebut pada sang berpunya. Dan jika ia ingin bersikeras uang itu tak dikembalikan, maka ia akan meminta pihak bank untuk mengembalikan semua uang tersebut dan membuka rekening baru.
Tanpa pikir panjang ia menaiki tangga dengan cepat.
“Di! Udah pulang?” tanya Aina yang merasakan kehadiran sang adik
“iya ni, ada berkas ketinggalan yang harus ku ambil!” ucapnya terdengar tergesa gesa di rungu Aira.
“ooo.. bisa bantu aku dulu bentar?” ucapnya
Aina yang tadinya tergesa menoleh pada sang kakak. Ia lupa, saudaranya tersebut lebih penting dari apapun.
“kenapa ni?” ucapnya mendekat.
“aku dapet! Tapi gak nemu dimana pembalutku” ucapnya lagi
Setelah selesai membantu sang kakak. Ia pun pamit kembali meninggalkannya, ia bertekat akan mengembalikan semau uang pada sang empunya, tapi ...
“maaf nona! Tapi limit transfer anda tidak bisa mentransfer dana sebesar itu” pemberitahuan costumer service membuat lemas tubuh Aina.
“apa saya bisa dapat kontak person orang bernama bambang sutya itu nona?” tanya Aira berharap padahal ia sangat tahu jika hal itu adalah hal yang mustahil, karena pihak bank tidak akan mungkin membocorkan data nasabah mereka pada nasabah lain.
“mohon maaf nona, kami tidak bisa membantu” ucapnya lagi
“gini aja, saya transfer separuhnya hari ini, besok pagi akan saya transfer lagi” pinta Aina.
Alhasil dana itu kembali ke rekening Bams. Bams tersenyum. Sepertinya Aina baru menyadari uang yang ia kirim selama ini hingga ia berniat mengembalikannya. Dan ia senang seakan mendapat respon dari Aina.
Ia berharap dengan menemukan Aina, ia akan menemukan Aira.
Meski Aina mengembalikan lagi uang yang ia kirim, tapi ia tak menyerah, ia kembali mengirim uang tersebut setelah selesai pemotretan. Ia terkekeh sendiri saat mengetik pengembalian uang dan mengirim pesan kembali.
'Katakan dulu kalian dimana'
Pesan itu tertulis. Aina sangat kesal dibuatnya hingga ia teriak sendiri.
“ada apa di?” tanya Aira mendengar teriakan Aina.
“gak papa ni.. aku Cuma kesal di kantor hari ini” ucapnya lagi
“dasar kamu!”
Sedang di dalam van..
__ADS_1
“loe kenapa senyum senyum sendiri gitu?” tanya Arya
“ah gak.. gue lagi seneng aja” ucapnya
“seneng deh.. yang digilai CEO termuda tersukses yang baru dapat penghargaan” ucap Jordi
“ya dong!” jawab Bams
“terus kenapa loe disini, bukannya loe orang pertama yang nyambut kepulangan dia membawa penghargaan setinggi itu?” tanya Jordi lagi
“maksud loe?” tanya Bams
“jangan bilang loe gak tahu kalau Kiky kepilih jadi CEO termuda tersukses tahun ini seasia tenggara?” ucap Arya
Bams merasa seperti kebingungan sendiri. ia benar benar tak mengetahui berita seberarti itu untuk seorang Kiky.
“wahhhh.. loe semakin sadis!” Ucap Ryo yang bersandar memejamkan mata tanpa membuka matanya.
“sumpah gue ketinggalan nih!” ucapnya merasa bersalah.
“Bo .. balik balik!” perintahnya pada Boman yang menyetir
“turunin dia aja!” ucap Arya bercanda
“turunin dia disini.. biar dia naik taksi sendiri” ucap Ryo dingin.
Ya.. Ryo menjadi sosok yang begitu dingin, tak bisa tersenyum lagi, apalagi setelah dia mengetahui jika ia telah memilik seorang anak bersama Aira. senyumnya semakin hilang. Tapi sisi positif dari kejadian itu. Ia kini bisa kembali ke rumah besar itu.
*
Aina pulang kerja dengan langkah lelah. Ia tak semangat memasuki rumah yang ia anggap sebagai surga bersama sang kakak.
Dimana kamu ada itu adalah surga ku ni..
Ucapan yang ia ucapkan sendiri ketika menerima keadaan sang kakak.
Ia memasuki rumah itu dalam kondisi begitu gelap. Hanya bias cahaya rembulan yang menembus jendela tua yang bersuara ketika dibuka. Aina menjatuhkan diri di sofa tua tersebut.
Ting!
Suara pertanda uang transfer masuk kembali. Namun hanya sebesar seratus ribu rupiah. Namun pesan yang mengikutinya yang membuat Aira menegakkan tubuh kembali.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Mendekati waktu yang menegangkan membuat Author kembali gugup dalam menulis.
takut ada kesalahan dan kejanggalan dalam cerita ini. jika ada yang salah ketik atau janggal tolong ingatkan author kembali ya...🙏🏻
alhamdulillah.. udah mulai bisa menulis lagi
moga kedepan bisa up tiap hari
makasih buat yang masih setia baca dan memberi dukungannya..
__ADS_1