
“mamah dibunuh dalam operasi itu, dan yang menyuruh mereka ... orang kalian sendiri” jelas Aira melirik dengan tajam ke arah Hendrawan
Mendengar kata kata itu membuat hendrawan berhenti bernafas. Darahnya membeku seketika, mulutnya pun sedikit membuka, tak mampu menerima kenyataan yang Aira katakan.
Wanita yang telah memiliki hatinya telah dibunuh? Kenyataan itu membuat Hendrawan hampir kehilangan nafasnya.
“dibunuh?” ucapnya menunduk dengan tatapan kebawah diikuti sebutir bening yang ikut jatuh.
Aku telah gagal melindungi mu Andini! Benak Hendrawan dengan beribu rasa bersalah.
Hatinya sangat sakit, sesakit ia mendengar perempuan itu berpulang untuk selamanya.
“jadi Andini bukan pergi karena gagal operasi? Jadi dia telah dibunuh?” geramnya merapatkan kedua gerahamnya.
“Tuan tidak mengetahuinya atau pura pura tak mengetahuinya?” tanya Aira dengan dada bergemuruh jika ia mengingat itu semua.
“nona.. ibu nona adalah orang nomor satu yang ingin saya lindungi ... kami tumbuh bersama, jadi saya orang pertama yang menginginkan Nona Andini bahagia” jelas Hendrawan
“terus mengapa orang yang membayar pembunuh itu menggunakan uang dari rekening Ai & Din?” tanya Haris
“apa??” Hendrawan kaget
“terus.. orang yang mencoba menculik saya waktu itu juga memakai pin dari perusahaan kalian” jelas Aira lagi
“Tony!!!!” gumamnya geram dengan wajah amarah
“nona saya bersumpah, saya tidak mengetahuinya” Hendrawan kembali menatap Aira dengan mata sedih.
“bukannya orang orang yang memakai pin khusus itu langsung dibawah komisaris?” jelas Aira lagi
“betul nona, karena pin itu dari jaman dulu sebagai pengenal orang orang yang khusus berada dibawah tuan besar” jelasnya
“sampai sekarang pin itu masih berlaku, jika ia memiliki pin itu, itu berarti, dia salah satu keluarga tuan, atau orang orang terdekat tuan, atau orang orang kepercayaan tuan” jelas Hendrawan lagi
“siapa yang paling diuntungkan jika mamah telah tiada?” tanyanya
“tidak ada.. tapi saudara tiri dari nona Andini memang ingin menguasai perusahaan waktu itu, saya yang menyandang amanah dari tuan besar untuk menjaganya tidak tinggal diam, karena ... itu merupakan milik nona Aira, cucu satu satunya tuan Dinirja” jelas Hendrawan
Wajah Aira kaget. Miliknya?
“nona.. saya datang kesini ingin mengembalikan semua milik nona.. semua peninggalan tuan besar” jelasnya
Ryo saling tatap dengan Aira, sedang Haris dan Ken juga saling menatap karena ia tak menyangka nona mudanya yang dulu begitu miskin adalah pemilik Ai & Din Corp.
“saya mencari nona bukan untuk menyakiti, tapi ingin mengembalikan semuanya, menjalankan tugas saya menjaga nona dan keluarga nona” jelas Hendrawan lagi
“jadi mamah dibunuh hanya karena perusahaan itu” ucap Aira meneteskan air matanya
“kenapa tidak kalian berikan saja padanya.. jadi dia gak akan bunuh mamah” ucap Aira semakin menangis.
Ryo membenamkan Aira dalam pelukan hangatnya. Aira sangat terpukul dengan kenyataan yang ia terima.
__ADS_1
“Aina hampir celaka, ia hampir saya hidup sendiri jika waktu itu terjadi sesuatu padaku, hanya karena itu”
“nona.. warisan yang tuan besar tinggalkan bukan angka hanya.. tapi sangat besar” jelas Hendrawan
“tapi tetap saja tak mampu menebus hidup ibuku!!” ucap Aira kesal dan meninggi
Hendrawan terdiam. Benar yang Aira katakan, sebesar apapun harta yang dimiliki Dinirja, tak akan mampu menghidupkan kembali seorang Andini.
Kabar tentang ia yang menjadi pewaris tunggal peninggalan Dinirja, tidak menjadi kebahagiaan yang Aira rasakan saat ini, tapi justru ia begitu sedih saat ia mampu memahami mengapa orang orang ingin menyingkirkan mereka yang tinggal di sebuah desa kecil, ternyata ‘Bongkahan berlian’ lah yang menjadi penyebabnya.
Tangis Aira tak bisa ia tahan, kekesalan dan kekecewaannya pada kenyataan membuatnya tak mampu membendung air mata. Ia terus menangis bersandar pada bahu Ryo.
“beib! Sudah, sekarang kamu sudah tahu siapa diri kamu, siapa yang ingin menyakiti kamu juga..” bujuk Ryo agar Aira berhenti menangis.
“yang tak bisa ku sangka mas.. ternyata mamah korban dari keserakahan seseorang” jawabnya disela tangisnya
“nona.. maafkan saya yang tak bisa melindungi ibu nona dan nona” Hendrawan menunduk sedih.
Suara bel pintu terdengar berbunyi secara terus menerus, dan gedoran pintu pun terdengar.
Aina yang pulang dari bekerja melihat begitu banyak pengawal di area unit mereka membuatnya panik. Ia menduga telah terjadi sesuatu pada kakaknya.
“niiii...” gedor Aina terus menerus.
Ken membuka pintu untuk Aina.
“ada apa? Apa terjadi sesuatu pada ni?” tanyanya panik menatap Ken dan terus memasuki apartemen itu tanpa canggung.
Aina melihat Aira yang duduk menangis bersandar pada Ryo. ada seorang lelaki tak ia kenal dan Haris yang ia kenal sebagai tangan kanan Ryo.
Aira menoleh pada Aina yang mendekatinya dan duduk di belakangnya. Aira langsung menghambur memeluk sang adik dan menangis. Pelukannya erat dan Aina mampu memahami jika sedang terjadi sesuatu disana.
“ni.. ada apa? Ada apa kak?” tanya Aina lagi pada Ryo yang hanya membelai kepala Aira
“Ni kamu baru mengetahui siapa sebenarnya ibu kalian.. dia hanya syok” jelas Ryo yang tak ingin membuat drama suasana disana.
Hendrawan menatap Aina, wajah itu sangat ia kenal, wajah lelaki yang telah membuat seorang Andini jatuh cinta.
“apa kamu .. Adik nona Aira?” tanyanya memberanikan diri bertanya
“jangan ganggu dia!” ucap Aira mendengar pertanyaan Hendrawan melepas pelukannya.
“nona.. jadi nona memiliki adik?” hendrawan kembali bertanya
“ma” ucapan Aina terpotong
“jangan pernah menyentuh adik ku... aku tidak akan tinggal diam!” ucap Aira lagi
Hendrawan tersenyum senang, ternyata Aina tidak sendiri.
“kenalkan nona.. saya Hendrawan. Saya akan menjadi asisten langsung nona besar” jelasnya
__ADS_1
Aina masih belum mengerti situasi di depannya. Ia masih menatap Hendrawan, Ryo dan Aira secara bergantian
“kenapa ni menangis? Apa Syen dipecat?” tanyanya yang tak mengerti situasi disana.
Haris mencoba menahan tawanya mendengar pertanyaan Aina yang seakan begitu polos
“kak? Apa kamu pecat Syen? Dia kan salah satu kesayangan ni..” jelasnya lagi
“bukan.. bukan itu” jawab Ryo
“terus ni kenapa?” tanyanya lagi
“nanti ya ai.. nanti ni kamu jelasin, sekarang bawa ni kamu masuk ya..” pinta Ryo
“nona.. tolong kita bicara dulu! Tolong tuan muda.. saya mohon!” sergah Hendrawan
“tuan Hendrawan, istri saya memerlukan istirahat, dengan mengetahui semua ini, istirahat adalah hal yang dia butuhkan saat ini, kita akan bicara, tapi tanpa istri saya” jelas Ryo dengan wibawa
“tapi saya boleh ketemu nona besar dan nona muda lagi kan?” tanyanya
Aina masih mengerutkan keningnya.
“Ai... ayo bawa ni kamu masuk” pinta Ryo
Sedang Aira hanya diam, tenggorokannya tak mampu lagi mengeluarkan kata.
“beib.. masuklah.. aku akan bicara dengan tuan Hendrawan” usap Ryo pada puncak kepala Aira
“heum?” pintanya lagi
Dan Aira hanya mengangguk mengiyakan permintaan sang suami. Aina menggandeng lengan Aira memasuki kamarnya. Ia masih terisak dengan kenyataan yang tak bisa ia mengerti.
“ni.. sebenarnya ada apa? siapa lelaki tadi yang bilang akan jadi asisten ni,.. terus Syen kemana?” tanya Aina
“dia asisten kakek kita, kakek dari mamah” jelas Aira
“terus kenapa ni menangis?” tanya Aina lagi
Aira menggeleng dan tangis kembali terdengar
“mamah ternyata dibunuh karena kakek mewariskan semuanya padanya”
Mulut Aina setengah membuka tak percaya.
“jadi karena itu juga dulu kita mau diculik juga?” tanyanya lagi
“heum..” angguk Aira sedih
Aina diam, ia tak berani lagi bertanya karena takut membuat Aira semakin terpukul.
Aku harus tanya Kak Ryo, dia pasti bisa menjelaskan warisan seperti apa yang sampai membuat mamah terbunuh dan kami terancam! Benak itu terus berucap
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Kakak kakak yang baik hati.. jangan lupa asupan untuk saya ya.. terima kasih.. xoxoxo