Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Rumah Kita


__ADS_3

Kepulangan mendadak Ryo disambut oleh Haris di bandara, meski waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam, tapi dia seakan masih siaga melayani sang tuan muda.


Aira yang merasa lelah selama perjalanan pun terlelap dalam sandaran di bahu sang suami. Ryo tersenyum menatap wajah istrinya yang terlelap dan mengecup dahinya.


“semua sudah beres om?” tanya Ryo pada Haris yang memegang kemudi


“sudah tuan muda” jawabnya


“kalau gitu kita langsung kesana”


Mobil pun meluncur menuju tempat yang Ryo maksud. Perlahan mobil memasuki halaman sebuah rumah yang terlihat begitu mewah.


Aira terbangun karena Ryo mengangkat kepalanya.


“kamu kebangun?” ucap Ryo


“kita dah nyampe mas?” tanya Aira balik melihat sekitar


“heum” jawab Ryo masih menatap Aira penuh dengan tatapan cinta


Aira keluar dari mobil dan melihat sekitar


“kita dimana mas?” tanya Aira menyadari tempat tersebut bukan tempat yang ia kenali


“di Rumah sayang” jawab Ryo


“rumah?” tanyanya kembali melihat lihat



“Rumah siapa ini mas?” tanya Aira lagi


“rumah kita sayang” jawab Ryo


Aira menatap Ryo kaget, matanya menatap dalam manik mata Ryo. rumah itu bahkan bisa disebut istana, karena terlihat begitu indah dengan pengaturan cahaya yang sempurna, ditambah kecantikan cahaya jingga senja.


“beib!” Ryo menyadarkan Aira yang menatap kagum pada keindahannya


“aku akan tinggal disini?” gumamnya masih menatap rumah tersebut hampir tak berkedip dan menoleh pada Ryo yang berdiri di belakangnya


Perasaan haru menyelimuti benak Aira melihat keindahan tempat yang akan menjadi istananya bersama Ryo. Tak terasa setetes air mata jatuh tanpa ijin sebagai puncak rasa syukur yang ia ungkapkan dalam hati.


“Beib! Kenapa kamu menangis?” Ryo menyeka air mata Aira


“aku terharu sayang... selama ini aku tinggal berpindah pindah bersama Aina di tempat yang hampir tak bisa dibilang layak, hari ini kamu membawa ku kesini dan mengatakan aku akan tinggal didalamnya, hiks” isak tangis itu terdengar.


“beib.. kamu sensitif banget, jangan menangis, lupakan semua masalalu yang menyakitkan, ingat baby kita” Ryo memeluknya dari belakang dan mengusap perut Aira.


“aku bahagia mas.. aku sangat bahagia saat ini, air mataku karena aku sangat bahagia” jelasnya tersenyum membelai pipi wajah Ryo yang bersandar di ceruk lehernya, Menghirup aroma sang istri yang selalu menjadi obat untuk setiap masalahnya.


“ayo kita lihat seperti apa istana kamu sayang!” Ryo menggendong Aira berjalan memasuki rumah mereka.


Aira mengalungkan tangannya di leher sang suami menatapnya dengan senyuman yang menunjukkan perasaannya yang dipenuhi dengan bunga dan kupu kupu cantik.

__ADS_1


“aku mencintai kamu mas” ucap Aira membuat langkah Ryo terhenti di depan pintu rumah yang akan mereka masuki.


Mata mereka bersirobok bertemu, mengungkapkan perasaan cinta yang membara dalam dada mereka. sesaat kemudian kedua bibir mereka telah menyatu, mata Aira menutup meresapi aliran cinta yang di berikan sang suaminya yang tergambar dalam setiap sesapan yang ia berikan.


Langkah Ryo berjalan cepat menaiki tangga menuju kamar mereka, sedang bibir mereka masih menyatu dan terus saling melummat tanpa ingin terpisahkan.


Ryo memasuki kamar mereka yang begitu nyaman, nuansa warna lilac muda mendominasi kamar yang terkesan lembut. Namun kedua pasangan tersebut melupakan apapun yang ada di kamar itu. mereka hanya fokus pada ciuman panas mereka.


Ryo membaringkan Aira perlahan, Aira menahan tekuk Ryo ingin memperdalam ciumannya. Ia menikmati ciuman mereka dan lebih agresif. Ryo ingin melepas ciuman namun Aira terus menyesap dan menahannya.


“hhmmm..!” Ryo berusaha menarik kepalanya untuk melepas ciuman mereka.


“mass..” tatap Aira dengan mata sayu.


“beib.. kita belum boleh melakukannya” jawabnya dengan nafas diburu.


“tapi mas...” Suara Aira begitu menggoda disela lonjakan gairah yang kini menguasai tubuhnya


“sayang...” Ryo membelai puncak kepala Aira, sedang mata Aira terus berfokus pada bibir Ryo yang ingin ia sesapi.


“mas.. aku menginginkan kamhu..” Suara itu terus menggoda Ryo, Suara dessah tipis yang Aira keluarkan membuat Ryo memanas, menginginkan dan melakukan semuanya.


Ryo memejamkan mata, mencoba menahan diri dan menurunkan gairahnya, namun geliat tubuh Aira yang masih mengalungkan tangan di lehernya membuatnya tak mampu berkutik.


“baiklah... aku akan mencoba menghubungi dokter dulu” Ryo mencoba melepaskan tangan Aira di lehernya


Tapi Aira menggeleng manja dan tersenyum menggoda


“aku udah gak papa mas..” paksanya


"Massss..." pinta Aira manja menarik tubuh Ryo merapat padanya


Akhirnya Ryo menyerah akan godaan sang istri. Tautan kedua insan yang sedang menyelami mabuk asmara melupakan segalanya.


Ryo menahan diri karena takut menyakiti kembali anak dan istrinya, namun Aira terus agresif dan justru memimpin pertarungan cinta mereka.


“beib.. tahan diri kamu!” ucapnya menahan tubuh Aira yang terus bergerak di atasnya.


“aku .. suka .. ini” jawabnya sambil memejamkan mata dan meletakkan tangan Ryo di kedua bukit kenyal hingga membuatnya mengangkat kepala seakan sangat menikmati permainan yang ia kuasai.


“sayang.. hehhmmmmm” Aira semakin menggila, gerakannya yang semakin nakal membuat Ryo kewalahan menahan tubuhnya karena khawatir.


“beib..” tahan Ryo, tapi Aira seakan tak peduli. Ia terus membuat dirinya terpuaskan.


Hingga akhirnya suara errangan pertanda ia mencapai puncaknya sendiri membuatnya terhenti. Ia tumbang di atas tubuh sang suami, Ryo pun kembali membalik tubuh mereka berdua, Aira tersenyum puas dan Ryo menatapnya penuh cinta.


Tautan bibir itu kembali menyatu, pertarungan itu kembali di pimpin Ryo. hingga akhirnya tubuh Aira kembali menegang pertanda ia kembali menuju puncaknya.


“sama sama beib” Ryo mempercepat gerakannya.


Erangan dan semburan Ryo pertanda mereka mencapai kenikmatan bersama.


Kini hanya deru nafas yang terdengar, nafas Ryo yang tumbang terasa hangat di ceruk leher Aira.

__ADS_1


“terima kasih sayang” ucap Aira memeluk erat Ryo


“kamu nakal!” guman Ryo tersenyum mengangkat wajahnya.


Mereka saling menatap dalam senyuman. Ryo turun dari tubuh Aira. tangannya memegang perut Aira lembut.


“Tidak sakit?” tanyanya khawatir


Aira menggeleng tersenyum


“malah nyaman” jawabnya kembali dengan mata nakal


“istriku Agresif, aku suka!” Ryo menarik Aira dalam pelukannya.


Hanya kekehan kecil terdengar dari mulut Aira. ia menggelungkan tubuh di dada sang suami.


“istirahatlah! Aku mencintai kamu” ucap Ryo mengecup puncak kepala Aira yang bersandar


“aku lebih mencintaimu” jawab Aira pelan membuat selukis senyum di bibir Ryo


“lebih?” tanyanya


“hem.. lebih!” jawab Aira mengangkat kepalanya dan mengecup sejenak bibir Ryo


“kamu duniaku beib.. kamu hidupku” Ryo mengecup dahi Aira penuh dengan cinta.


“apapun akan ku berikan untukmu, hidup dan matiku” rayuan Ryo terdengar garing, namun ia tulus mengucapkan kata yang sesungguhnya menggambarkan perasaannya saat ini.


“berikan aku makanan... aku mulai lapar” jawab Aira mendongak kembali menatap mata sang suami yang menunduk.


Tawa Ryo pecah, dan Aira ikut terkekeh.


Sedangkan jauh di negeri lain, Aina menikmati makan malam dengan Syen yang diminta menemaninya. Mereka berdua tak menyadari jika dua pasang mata sedang mengawasi mereka.


“tuan.. apa yang harus saya lakukan?” tanya salah satu lelaki tersebut dalam sambungan telpon saat ia selesai mengirim video Aina.


“cukup ikuti mereka dan awasi! Jangan sampai Nona muda menyadari keberadaan kalian!” jawab seseorang pada sambungan telepon tersebut.


“baik tuan!”


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Di kesempatan ini saya ingin mengucapkan


Selamat hari raya Idul Fitri 1443 H buat kakak kakak semua yang merayakan


Mohon maaf lahir batin saya mohonkan jika selama dalam mengikuti novel novel saya, saya membuat kesalahan dan membuat kesal kakak kakak semua para readers.


Saya hanya seseorang yang belajar menulis, namun dukungan dari kakak kakak semua adalah semangat bagi saya hingga mampu mencapai jelang akhir cerita percintaan Aira, Ryo dan Bams.


Saya juga mengucapkan beribu terima kasih karena masih bersedia menunggu update novel ini dan terus membacanya. 


Sekali lagi terima kasih banyak atas segala dukungannya

__ADS_1


Salam


Hafila_Asda


__ADS_2