
“apa sebaiknya kita ke dokter ni?” Aina mulai khawatir
“tidak perlu, perutku selalu begini kalau pagi” Aira mengalihkan pandangannya karena tak ingin Aina curiga
Aira berjalan perlahan menuju dapur, ia ingin membuat jahe hangat untuk menghangatkan perutnya
“ni hamil kan?” suara itu tiba tiba terdengar seakan seperti petir yang menyambar tubuh Aira seketika.
Langkah Aira terhenti, tubuhnya mematung mendengar pertanyaan dari sang adik. Tubuh gemetar, ketakutan melandanya dalam sepersekian detik. Apa yang akan ia katakan? Bagaimana ia akan menjelaskan? Apa Aina akan membencinya? Kecewa padanya?
Hening terjadi diantara mereka. Aina masih menunggu jawaban yang baginya sudah pasti, sedang Aira masih mencoba mengatur ritme nafas dan jantungnya yang begitu takut saat ini.
Tubuh Aira gemetar hebat, terliat dari ujung rok yang ia kenakan karena terus terlihat bergoyang. Ia menggenggam kuat tangannya sendiri mengatasi panik yang melandanya saat itu.
“ni!” suara Aina memecah kesunyian yang membuyarkan semua lamunan dan ketakutan Aira.
Tapi Aira masih diam, tak berani menjawab atau pun menyahut
“ni hamil kan?” Aina mengulang kembali pertanyaannya
Perlahan Aira membalikkan tubuhnya menatap Aina yang berdiri tegang di belakangnya. Matanya berkaca kaca, tiba tiba ia duduk bersimpuh di depan Aina.
“maafin aku di.. maafin ni mu ini” tangisnya pecah
“ni..” Aina ikut duduk dan memegang tangan sang kakak
“iya.. aku hamil... hu huhu.. huhuhuuu.. !” ucapnya menunduk dan semakin menangis
“tolong jangan kamu benci aku di.. aku salah.. tapi tolong jangan membenciku.. kamu satu satunya yang ku miliki sekarang” tangis penuh penghibaan membuat Aina tidak tega, ia memeluk erat sang kakak dan ikut menangis.
“maafin aku di.. tolong jangan benci aku! Tolong jangan tinggalin aku ya..” ucap Aira lagi
“ni... jangan bicara seperti itu, aku tidak akan meninggalkan kamu ni..” Aina ikut menangis
Mereka menangis bersama, tanpa ada kata lagi hanya tangisan dan saling berpelukan dalam diam.
Aina membantu Aira menyeka air mata dan membersihkan wajahnya.
“ni ingin cerita ke aku?” tanya Aina
Aira menatapnya ragu
“siapa ayah anak ini?” tanya Aina curiga
“ni diperkosa majikan?”
Aira tersenyum mendengar kecurigaan Aina. Ia menggeleng.
“dia anak yang akan terlahir karena cinta” jawab Aira tersenyum dalam pedih
“terus?” Aina masih ingin mengetahuinya
“nanti.. nanti aku akan ceritakan.. tapi tolong untuk sekarang bisakah kamu menerimaku tanpa bertanya di?” Pinta Aira memelas yang tak mungkin mengungkap semuanya pada sang adik
__ADS_1
“hem!” angguk Aina mengerti. Ia tak ingin menambah beban sang kakak lagi dengan berondongan pertanyaan darinya.
Maafin aku di, aku belum bisa mengatakan semuanya.. aku takut kamu membenciku! Sedang aku hanya punya kamu! benak Aira yang diiringi tetesan bening di sudut matanya.
Tangisan lain juga terdengar di sudut sebuah rumah. kerinduan pada sang istri membuat Ryo semakin sesak berada di apartemennya, kenangan setiap sudut rumah selalu menari dalam pikirannya. Kehidupan pengantin baru mereka terbayang dan terus terlihat nyata disana.
Ryo mengambil ponsel miliknya
“bo! Batalkan konsernya!”
Hanya dua kata itu membuat dunia ME seakan dilanda gempa.
Semua managemen dan sub seperti disiram bensin dan dibakar. Mereka kepanasan, kebingungan dan kelimpungan. Perkataan pemilik konser seakan titah yang tak bisa dibantah. Tapi hal itu justru juga akan mendatangkan banyak masalah.
“Bams! Ryo meminta membatalkan konser!” beritahu boman pada ditelpon
“APA?” Bams seakan tak percaya mendengarnya
“bantu gue bujuk dia” jawab Boman
Bams menutup sambungan telepon Boman. Ia menghubungi Ryo tapi tak diangkat.
Bams memacu mobilnya menuju apartemen Ryo. Ia memencet bel berkali kali, tapi gak ada jawaban darinya. Ia kembali menggedor pintu Ryo. hingga akhirnya terdengar suara pintu dibuka
“loe?” ucap Ryo
Bams menatap Ryo yang terlihat kusut, ia terlihat sangat berantakan, seperti orang tak terurus. Wajahnya menirus. Selama seminggu ini ia tak keluar sama sekali dari sana.
“loe baik baik aja?” tanya Bams khawatir
“loe kenapa?” Bams pura pura tak mengerti
“gue kehilangan semangat hidup gue” ucapnya sedih dan menghempaskan diri di sofa empuk miliknya.
“maksud loe Aira?” tanya Bams
“dia pergi lagi” jawab Ryo menutup matanya
“minta dia balik dong” jawab Bams lagi
“belum bisa!” jawab Ryo malas
Apa yang terjadi diantara kalian? Kenapa Ryo seperti tak ingin Aira kembali? Benak Bams mencoba bertanya
“loe ribut apa emangnya ma dia?” tanya Bams lagi
Ryo hanya meanggapinya dengan tatapan dan gerakan bibir kecil pertanda ia tak ingin membicarakannya.
“terus loe batalin konser karena itu?” tanya Bams
“percuma kita konser, sedang jiwa gue gak ada di tubuh gue saat ini” jelas Ryo
“huffh” Terdengar dengus nafas lelah Bams.
__ADS_1
“memangnya kalian putus?” tanya Bams lagi
Ryo menggeleng
“terus dia pergi kenapa?” tanya Bams lagi
“dia nemuin loe ma cewek lain?”
Ryo kembali menggeleng
“terus masalahnya apa?” Bams semakin penasaran
“bisa gak loe jangan nanya.. gue gak bisa jawab” ucap Ryo dengan wajah sayu
Semangat hidupnya telah hilang, saat ini ia hanya menikmati kesendiriannya disana. Ia berharap Aira datang kapan pun. Ia tak ingin mengenal dunia luar saat ini. Kini ia hanya ditemani oleh Ken dan Bibi yang menyiapkan makanan untuknya.
“Tuan muda!” sapa Ken
“hem!” jawab Ryo malas
“ini hasil penyelidikannya” Ken memberikannya pada Ryo
“telat Ken! Seharusnya kamu memberikan ini sebelum dia pergi” tatap Ryo kecewa
“maafkan saya tuan muda, mulai sekarang saya berjanji akan menemukan nona” ucapnya penuh keyakinan
“bagaimana? Bagaimana kamu akan menemukan Rara ku?” ucap Ryo pesimis
“bagaimana pun, sebelum nona ditemukan saya akan tetap mencarinya, Tuan muda harus yakin” ucap Ken
“heh!” Ryo berdiri dengan nada meremehkan kata kata Ken
“tuan muda! Mohon percaya jika nona pasti bisa kita temukan” ucap Ken
“terserahlah!” ucapnya memasuki kamar dan menghilang di telan bumi
“maafkan saya tuan muda” ucap Ken lirih
Begitu pula dengan Aira. dia mulai merasakan sepi ketika Aira mulai masuk kerja. Ia berusaha kuat dan melawan diri sendiri. Rasa ngidan untuk bertemu sang suami sangat menyiksa, tuntutan sang anak yang memang mungkin menginginkan dekat dengan sang ayah membuatnya semakin menderita. Perasaan rindu yang terus mengerogoti membuat Aira ingin membuka berita dan mendengarkan lagu lagu Boys, hanya sekedar untuk mendengar kan suara Ryo.
Sebuah berita viral di media sosial. Tersebar sebuah video dimana Ryo membagikan sebuah pengungkapan.
“aku akan mengadakan presscon pada hari minggu, di hari itu aku akan umumkan semuanya, aku harap kalian akan bersabar.. terima kasih”
Video singkat yang menaikkan adrenalin Aira. seketika tubuhnya lemah, matanya berkunang kunang, lututnya terasa tak bertulang, otot tubuhnya seakan melebur dan menghilang.
Ryo nekat! Benak Aira sebelum ia benar benar kehilangan kesadarannya. Ia pun ambruk!
Ting!
Sebuah pesan masuk di ponsel Aina saat ia menuju pulang. Pesan singkat ‘SMS’ dari nomor sang kakak. Aina membuka pesan tersebut. Ia menegang!
Bersambung!
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Semoga masih ada yang suka dengan jalan cerita ini!