
Tiba tiba Bams menumpahkan air sekaligus, dan percikan air panas itu mengenai Aira.
“Aw panas!!” Sontak Aira menghindar, tapi air itu sudah mengenai punggung tangannya
“sorry .. sorry.. “ Bams merasa bersalah. Ia meletakkan tempat air itu dan langsung mendekati Aira
“gakpapa..” ucap Aira meringis dan meniup niup tangannya.
Bams langsung melihat tangan Aira yang memerah, beruntung air itu tidak pada suhu mendidih, jadi tangan Aira tidak sampai melepuh. Tapi tetap saja terlihat memerah dan terasa panas.
“aduhh.. kita batalin aja bikinnya” ucap Bams merasa bersalah
“aku gak papa..” ucap Aira.
“ayo dilanjut!” pintanya lagi
Bams tersenyum bersalah dan Aira hanya tertawa kecil berusaha menutupinya.
Akhirnya adonan itu mereka lanjutkan.
“pukul pukul adonannya” ucap Aira membaca panduannya
Saat diminta memukul mukul adonan, Bams melakukan dengan sangat keras.
“gak segitunya juga kali” Aira tertawa melihat tingkah Bams yang berlebihan. Bams pun terus saja terkekeh mendengar tawa Shinta.
“sekarang tutup dengan saputangan basah dan tunggu satu jam” ucapnya
Bams memandang Aira dari ujung rambut sampai ujung kepala, ia memindai tubuh Aira dan tertawa sendiri. Bams mengambil ponsel miliknya dan memoto Aira yang seperti habis dari kolam tepung
“what?” Aira tidak merasa saat itu ia seperti gembel yang begitu kotor.
“coba liat diri kamu!” ucap Bams mengirim foto itu ke Aira
Aira berjalan kedepan lemari dekat dapur dengan warna hitam. Ia melihat pakaiannya penuh dengan noda tepung dan adonan. Ia tersenyum sendiri melihatnya.
“Bentar satu lagi” ia mengambil tangan Aira yang merah karena air panas. Ia memoto dan mengirimnya lagi
‘kenang kenangan bikin roti’ tulisnya pada foto itu
Aira tertawa melihat Bams menunjukan itu.
“kamu tu, seneng liat aku gini” ucap Aira
“bentar aku ambil foto kamu juga” ucap Aira ingin memotret Bams yang wajahnya juga tak kalah kotor dengannya.
Tapi Bams terus menghindar, ia berusaha menutupi wajahnya, dan mereka pun tertawa sambil berlarian mengelilingi meja tengah dapur. Hingga akhirnya satu foto berhasil Aira abadikan.
“udah udah” ucap Aira lelah karena terus tertawa.
Bams meninggalkan Aira yang berdiri disana. Tiba tiba ia keluar dari kamar dengan membawa kemeja putih miliknya dan celana pendek.
“pake ini!” suruhnya
“gak usah,.. ini aja ku bersihkan” tolak Aira
“kamu pake ini, terus masukin itu bentar di mesin cuci, sementara nunggu adonan, ntar pas kamu pulang dah bisa kamu pake lagi” jelas Bams
“aa.. bener juga” Aira menerima dan mengganti pakaiannya
Bams mengambil minuman dingin, untuk ngobrol bersama Aira.
“gimana hubungan kamu sama Ryo?” tanya Bams saat ngobrol
“baik” ucapnya ragu
“jangan ragu gitu ai..”
__ADS_1
“itulah.. kenapa aku bilang aku ingin berenti” ucapnya lagi
“kemarin kemarin ada insiden kecil, dan Ryo sangat melindungiku, saat itu aku percaya dengan dia, dan... aku juga cerita gimana aku dulu, dia bilang tak peduli dengan masa laluku dan siapa aku.. jadi aku ingin belajar melawan diriku untuk gak nolak dia, untuk tak ragu lagi sama dia” ucap Aira
“syukurlah..” ucap Bams meski di hatinya terasa sangat panas saat ini, ada kecewa yang tertoreh, ada kecemburuan yang membakar hatinya.
“tapi aku takut Ryo tau siapa aku!” ucapnya lagi
“memangnya kamu gak cerita?”
“gak! Aku masih takut” ucapnya lagi
“kenapa kamu takut?”
“dia.. seorang Ryo! aku.. Cuma pembantu kamu” ucap Aira menatap kaleng minumannya.
“aku takut kalau Ryo tau itu dia langsung ninggalin aku” lanjutnya
“Ryo bukan orang seperti itu” jawab Bams
Mereka pun melanjutkan obrolannya
Ditempat lain, Ryo yang memacu mobilnya lebih cepat karena ia menerima pesan dari Kiky dan akan menjelaskannya malam ini. Ia sangat penasaran kenapa Kiky bersikap seperti itu.
“masuk!” Kiky menyuruh Ryo saat membuka pintu.
“gue gak bisa lama, lo jelasin aja langsung” terlihat jelas kekesalan Ryo pada Kiky
“karena gadis itu simpanan Bams” ucapnya
Ryo tertawa mendengar ucapan Kiky
“lo jangan sembarangan ngomong Ky.. gue kenal Aira” jawabnya lagi
“lo gak percaya kan?” tanya Kiky lagi
“menurut lo.. apa gue ngelakuin itu tanpa berpikir?” Kiky mencoba meyakinkan Ryo
Ryo menelaah kembali. iya, tidak mungkin Kiky melakukan sesuatu hanya karena
cemburu buta!
“lo ingat kan kasus cewek misterius Bams?” ucapnya lagi
“dia.. cewek itu” lanjut Kiky
Duerrrr!!
Terasa petir menyambar puncak kepala Ryo saat mendengar itu.
Ryo tak mampu mempercayai apa yang Kiky katakan. Ia mencoba mengingat kembali kejadian itu.
“lo masih gak percaya ma gue?” Kiky bicara berkaca kaca
“gue tau Bams gak pernah punya perasaan ke gue, dia berubah total saat mengenal cewek itu” jelas Kiky lagi
“gue tetap gak percaya!” Ryo masih berusaha melawan kenyataan yang Kiky berikan
“lo tau dimana cewek itu sekarang?” tanyanya lagi
Ryo mengerutkan keningnya mendengar Kiky menanyakan itu
“mereka sedang bersama saat ini di apartemen Bams” ucapnya lagi dan bersandar di dinding
“gak mungkin” jawab Ryo tertawa meremehkan Kiky
“kalau lo gak percaya, lo cek aja sendiri!” ucapnya lagi
__ADS_1
Ryo pergi dari tempat itu, ia memasuki mobil dengan emosi. Ryo mencoba mengatur nafasnya karena jantungnya kini begitu gugup. Ia berusaha tenang saat memacu mobilnya menuju apartemen bams.
Hari ini ia pulang cepat tanpa memberitahu Aira karena ingin memberinya kejutan, tapi nyatanya ia justru dikejutkan oleh kenyataan yang mungkin tidak pernah ia pikirkan, Aira dan sahabat satu satunya, Bams.
Saat di lampu merah, Ryo melihat kembali gosip Bams, dan melihat foto buram itu. ia melihat tanggal saat kejadian itu. ia mencari kembali keberadaan Aira saat itu, ia melihat foto Aira yang ia foto saat gelap. Jaket itu sama. ia mengingat ketika ia menghubungi Aira beberapa kali dan tidak diangkat.
Ryo menyandarkan dirinya di jok mobil. Ia menutup mata seakan tidak bisa mempercayai semua ini. Ryo pun kembali memacu mobilnya mengarah ke apartemen Bams.
“dulu aku selalu merasa tidak beruntung dalam hidup, saat bekerja di ME, keberuntungan satu persatu mendekatiku” ucap Aira ceria
“berteman ma kamu, disukai Ryo...” ucapnya
Alarm pertanda adonan sudah satu jam pun berdering. Saat itu Ryo membuka pintu Bams dengan kunci miliknya.
“ah.. sudah satu jam” ucap Aira
Ia masuk dan mendengar suara Aira begitu jelas. Ryo bersandar pada dinding yang membelakangi arah ruang tengah apartemen Bams.
“kayanya belum siap deh” ucap Aira melihat adonan itu.
“tunggu 15 menit lagi aja” ucap Bams lagi
Mereka terdengar akrab, dada Ryo sangat panas saat itu, pikirannya berkecamuk, ia seakan telah ditusuk habis habisan dari belakang. Rasa kecewanya saat ini terasa mengalir dalam setiap tetesan darahnya.
“dulu aku kesulitan dengan kerjaan ku..” lanjut Aira pada ceritanya
“tapi kamu bener bener membantu..” ucapnya lagi
“biasa aja” jawab Bams
“tarif yang kamu kasih ke aku jauh diatas orang lain.. iya kan? Apalagi ditambah bonus” ucapnya lagi
Tarif? Ryo kaget mendengar ucapan Aira
“kan kamu memberi service ekstra” ucap Bams
Aira terkekeh lucu mendengar godaan Bams
“itu alasan kamu aja” jawab Aira
“aku hanya ingin membantu, tapi takut kamu tersinggung” ucap Bams menjelaskan perbuatannya.
“aku tau.. untungnya waktu gosip itu, aku udah dapat bayaran lebih di ME, kalau gak ...” Aira mengingat itu dan melihat tangannya yang memerah
“masih sakit?” tanya Bams yang ikut melihat tangan Aira yang merah
“panas.. tapi mendingan setelah kamu kasih jel tadi” ucap Aira
Kalian habis ngapain? Benak Ryo begitu sakit
Apa yang mereka bicarakan Ryo seakan tidak mengerti, tapi ia terus berpikir Negatif seolah Aira melakukan hal yang tidak tidak dengan Bams.
“harusnya aku masukin pelan pelan tadi” ucap Bams lagi
Mata Ryo membulat sempurna mendengar itu.
Jadi Aira seperti itu, dan Bams .. Bams..!! benaknya begitu kecewa
Ryo sudah tak bisa menahan diri mendengar obrolan mereka. Ia keluar dari persembunyiannya dan melihat tangan Aira yang masih dipegang Bams, dan yang lebih mengejutkan, Aira mengenakan pakaian Bams saat itu seakan menguatkan pikirannya.
“Ryo?” Aira terkejut melihat Ryo yang berada disana
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Jangan lupa tinggalkan jejaknya ya..
Makasih & love you all
__ADS_1