
Hendrawan Rasoeka adalah komisaris utama Ai & Din corp. Sebuah perusahaan multi nasional terbesar di Negara tersebut. Perusahaan yang membawahi banyak grup perusahaan yang bergerak di berbagai bidang.
“bawa dia padaku” pinta Hendrawan.
Lelaki itupun akhirnya mampu menemui Hendrawan.
“akhirnya aku bisa menemuimu” ucapnya menatap hendrawan
“maaf mas, aku tidak tau kalau mas yang ingin ketemu dengan ku” ucap Hendrawan sopan.
“bagaimana kabar kamu mas?” Hendrawan berpelukan dengan lelaki yang ternyata bernama Saka
“seperti kau lihat, aku baik”
“duduklah” pinta Hendrawan
Sang asisten melirik pada lelaki yang tadinya mereka remehkan.
“katakan Hen! Dimana Andini?” tanyanya
Hendrawan hanya tersenyum pahit menatap Saka.
“Tony sudah tidak bisa menyakitinya, kenapa kalian masih menyembunyikan mereka?” tanya Saka
“aku bahkan tak sempat bertanya pada Aira karena anak buahmu sudah mendahului melindunginya” ucapnya
“apa mas bilang?” Hendrawan kaget
“iya, aku ketemu dia waktu di mall, tapi baru aku bertanya dia Aira putri Andini, anak buahmu sudah datang menjauhkan ku darinya” ucap Saka lagi
Jantung Hendrawan terasa meloncat keluar mendengar kabar dari Saka.
“aku mohon Hen, pertemukan aku dengan Andini, aku hanya ingin bertemu dengannya untuk yang terakhir sebelum aku pulang ke Jepang” ucapnya lagi
“mas.. aku sudah meminta mu dari dulu, lupakan Nona Andini, dia sudah memiliki keluarga sendiri” ucapnya
“aku hanya ingin melihatnya untuk terakhir kali Hen” jelasnya lagi
Apa yang terjadi dengannya jika ku katakan Andini telah tiada? Benak Hendrawan
“atau .. izinkan aku bertemu dengan Aira. dia memiliki wajah Andini... aku ingin bertemu dengannya” ucap Saka lagi
Saka adalah lelaki yang terobsesi pada Andini. Ia mengejar Andini seperti orang gila. Penolakan Andini padanya tak pernah bisa ia terima. Saka tak bisa mencintai orang lain karena hatinya tetap terpaut pada Andini sejak pandangan pertama.
“mas.. kita telah menjadi tua, kita bukan lagi remaja yang jatuh cinta seperti itu”
“tapi aku tetap mencintainya, bantu aku Hen, setelah menemui Andini dan mengatakan semuanya, aku berjanji, aku akan melupakan Andini dan pulang ke negara ku” pintanya lemas
“katakan dulu, dimana mas ketemu Aira?” tanya Hendrawan
Saka menyebut tempat mereka bertemu.
“sepertinya aku harus menegur anak buahku, mereka terlalu lalai berarti” ucap Hendrawan berpura pura
“sekarang katakan dimana Andini?” tanya Saka lagi
“tapi mas janji, jangan mengganggu Aira ya?” pinta Hendrawan
“aku menganggap Aira adalah putriku” ucapnya
Kamu masih terobsesi pada Nona besar mas! Benak Hendrawan
“aku akan tunjukkan dimana Nona, tapi mas juga harus janji, mas harus melupakannya” jelas Hendrawan tegas
“baik!” ucapnya senang
Hendrawan mengambil tabletnya. Ia menunjukkan sebuah pusara. Tertulis jelas nama Andini disana. Saka jatuh berlutut di lantai. Ia menangis
“Andini ku” tangisnya
Hendrawan yang menatap itu merasa sedih dan menunduk, Sedang Saka memeluk tablet itu dengan tangisan tersedu sedu.
“kenapa kamu pergi begitu cepat Din” ucapnya disela tangisnya.
Setelah kepergian Saka. Hendrawan memanggil semua orang kepercayaannya dan ia pun mengamuk pada mereka.
“kalian bilang tak mampu menemukannya????” teriaknya
__ADS_1
“saka saja sudah bertemu dengannya kemarin!!! Apa saja kerjaan kalian selama ini??” bentaknya sangat marah
“aku tak mau tau! Temukan Putri Nona Andini!!!” ucapnya tegas
Semua anak buahnya keluar karena ketakutan mereka pada sang penguasa yang berhati dingin itu. hendrawan mengusap wajahnya kasar. Berusaha menurunkan emosinya. Ia berdiri dan menghela nafas.
“jadi kamu masih hidup!” gumam Hendrawan saat menatap keluar jendela. Menatap besarnya kota yang ia hadapi, kota yang penuh dengan gedung gedung dan bangunan yang seakan tak ada sela. Namun, disanalah salah satu tempat Aira berada.
Cafe Bams
Kematian mamah? Benak Aina
Reputasi rumah sakit? Pikirnya lagi
Aina melamun mengingat pembicaraan Ryo pagi tadi. Aina yang tanpa sengaja menemukan Pintu rahasia mereka, mendengar semua obrolan Aira dan Ryo.
Ada apa dengan kematian mamah? Apa ada kaitannya dengan ni yang mereka cari?
Pikiran itu terus menguasai otaknya membuat Aina tak mampu berkonsentrasi.
“Na?” tepuk salah satu temannya pada pundak Aina
“yah!” Aina kaget
“Nona Kiky nyari kamu” jelasnya
“oh iya” jawab Aina tanpa menyadari informasi yang ia terima
Kiky sudah lama mendapat informasi jika Bams dekat dengan salah satu karyawan barunya bernama Nana. Kiky sudah mendapat foto itu dan info tentang siapa Aina.
Perempuan yang pernah bekerja pada perusahaan besar dan membatalkan kontrak dengan nilai yang fantastis hanya karena untuk bekerja pada Cafe Bams. pikiran Kiky menjadi buruk. Perempuan itu mengejar lelakinya.
“selamat siang nona” sapa Aina
“siang!” jawabnya dingin dengan memakai kaca mata hitam branded yang sangat dikenal dengan harga yang tak bisa dijangkau orang biasa
“ada sesuatu yang salah dengan kopinya nona?” tanya Aina
“baiklah!” Aina mengambil kursi dan duduk berhadapan dengan seorang Kiky
Pernah liat dimana ya ni orang! Benak Aina
Kiky meminum minumannya sambil menatap Aina
Bams senang daun muda sekarang! Benaknya
“kamu baru ya disini?” tanya Kiky membuka pembicaraan
“betul nona” jawab Aina
“apa hubungan kamu dengan Bams?” tanyanya berusaha menahan diri
“Bams?” gumam Aira pelan kembali menatap Kiky
“agghh!!!” Aina tercekat dan berdiri. Ia baru mengingat Kiky adalah kekasih Bams.
“nona Kiky?” lanjutnya seolah girang
Kiky mengernyitkan keningnya
“ya Allah, makanya dari tadi saya berusaha mengingat, maafin saya nona tidak mengenali nona” ucapnya dengan nada senang bukan ketakutan
Kiky bingung dengan reaksi sikap Aina. Seharusnya jika dia simpanan Bams, gadis itu akan merasa takut padanya.
“saya penggemar nona, nona adalah CEO perempuan pertama dari negara ini yang mendapat penghargaan sebagai wanita sukses termuda di asia tenggara” jelas Aira
“saya sangat mengagumi nona” ucapnya sambil tersenyum senang dan tampak cahaya matanya begitu tulus menyukai Kiky
Kiky terdiam melihat Aina yang begitu girang di depannya
“aduh.. maaf nona... saya terlalu senang” ucapnya duduk kembali dan merasa jika Kiky duduk dan menatapnya dengan wajah wanita yang begitu elegan.
“tadi nona tanya apa ya?” ucapnya tersenyum masih tak mampu menyembunyikan kegirangannya bertemu sang idola.
__ADS_1
“apa hubunganmu dengan Bams?” tanya Kiky
“oo.. Bams, yang pasti saya salah satu anak buah Bams disini nona” jelasnya
“kamu akrab dengannya?” cerca Kiky
“iya, tapi nona tenang saja, saya hanya teman, lebih tepatnya kakak saya yang berteman dengan Bams” jawab Aina
“Cuma teman?” interogasi Kiky
Ah.. sepertinya nona cemburu! benak Aina tersenyum melihat situasi di depannya
“betul nona” jawabnya meyakinkan
“kamu keluar dari Ai & Din untuk bekerja di cafe ini hanya karena pertemanan kakak kamu dengannya?” Kiky kembali menanyakan dengan mimik wajah tak percaya.
Wah.. dia memang hebat, dia menyelidiki ku! Benak Aina justru semakin kagum
“saya mendapat masalah disana dan mengharuskan saya keluar dari sana, Bams bersedia membantu waktu itu, terus.. saya bekerja disini karena saya tak kunjung mendapat pekerjaan, itu juga karena belas kasihan Bams” jelas Aina
“nona jangan khawatir, saya dan Bams tak mempunyai hubungan khusus, kami hanya sekedar berteman dan rekan kerja antara anak buah dan pemilik” jelas Aina merasa kemana arah pembicaraan mereka
“baguslah kalau begitu” ucap Kiky mengambil gelasnya dan mengisap minuman itu dengan tegukan besar
“terima kasih atas waktunya” ucapnya berdiri dan diikuti Aina yang ikut berdiri ingin mengantarnya
Saat akan meninggalkan cafe. Aina menunduk hormat pada Kiky yang akan pergi.
“nona!” panggil Aina
Kiky menoleh padanya.
“bolehkah saya berfoto bersama nona?” pintanya
“akan sangat membanggakan untuk saya bisa berfoto bersama seorang wanita sukses yang menjadi panutran semua perempuan disini” ucapnya lagi dengan malu malu
Kiky tersenyum melihat kelakuan Aina. Ia pun meminta Aina mendekat.
Ceklek
Suara jepretan foto selfie diambil.
“boleh saya mempostingnya nona?” tanya Aina lagi
“boleh” ucap Kiky
Kiky berbalik menuju mobil yang menunggunya. Aina berjingkrak sendiri terlalu senang menatap ponselnya. Kiky yang melihat bayangan Aina dari kaca mobil membuatnya menoleh dan terkekeh melihat kelakuan kekanak kanakan Aina
“dia begitu imut” ucapnya
“Nana!” panggil Kiky kembali dan Aina kembali pada Mode siap melayaninya
“ya nona” jawabnya mendekat kembali
“kamu bilang kamu mencari pekerjaan?”
“betul” jawab Aina
“kalau kamu mau, kamu bisa bekerja di tempatku” tawar Kiky
Aina membelalakkan matanya tak percaya. Idolanya menawarkan pekerjaan. Bekerja dengan wanita sesukses Kiky, rasanya ia ingin terbang saat itu juga
“kenapa? kamu gak mau?” tanya Kiky
Tapi Aina masih mematung seakan tak percaya
“pikirkanlah! Nanti kalau kamu bersedia kamu bisa datang ke kantorku” jelas Kiky menepuk bahu Aina dan memasuki mobilnya.
Aina masih tak percaya dengan apa yang ia dengar. Ia memukul pipinya mencoba merasakan jika ia tak bermimpi. Kiky yang menatap kelakuan Aina dari spion membuatnya tertawa.
Kiky menatap keluar jendela, ia menatap langit yang begitu cerah dengan awan putih yang indah.
Apa yang kulakukan? Memalukan! Benaknya sendiri
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terima kasih buat semua pembaca yang telah memberi vote, like dan Gift minggu ini...
__ADS_1
semoga kalian selalu senang membaca novel ini
Love you all