
Tok tok tok.. tok tok tok
Suara ketukan pintu terus terdengar, Aira berjalan menuju pintu dengan malas. Meski ia tahu itu hanya tetangganya yang akan mengantar oleh oleh yang baru pulang dari kampung halamannya.
Ketika ia membuka pintu, ia melihat Ryo yang berdiri disana dengan buket bunga mawar merah besar. Aira menatapnya saja, ia berharap hanya salah melihat sosok yang ada didepan pintu itu hanya karena ia merindukannya.
“hai..!” sapa Ryo ragu melihat tatapan dingin Aira
Saat mendengar sapaan Ryo, Aira langsung menutup pintu dan menguncinya
“ai.. tolong buka ..!” pinta Ryo mengetuk pintu lagi mencoba membuka pintu
Aira hanya bersandar di pintu itu. ia teringat kejadian dimana Ryo merendahkan dan bersikap kasar padanya. ia menutup mata untuk melupakan itu semua.
“aii...” panggil Ryo lagi
“aku mohon... buka pintunya..” lanjut Ryo
“pergi!” usir Aira dari dalam
“aku minta maaf... aku minta maaf ai...” ucap Ryo lagi
“pergiiiiii..!” teriak Aira dari dalam
“dengarkan aku dulu.. plisss...aku minta.. maaf ai... aku minta maaf sayang” Ryo memohon
“pergi dari sini... aku gak mau liat kamu lagi” balas Aira
Ryo menunduk dan menyandarkan kepalanya ke pintu mendengar Aira berkata seperti itu
“aiii.. plisss... aku mohon!” Ryo bicara pelan
Aira menangis, melihat itu tetangga Aira yang ingin mengantar makanan pun kembali ke tempatnya. Ia tahu bahwa lelaki yang berada di depan pintu Aira adalah kekasih Aira selama ini. Ia pun tidak ingin mengganggu mereka.
“aaii,....” bujuk Ryo lagi
“aku bilang pergi...!!!” jawab Aira
“aku tau aku salah, aku minta maaf” Ucap Ryo
“Aira... pliss.. buka dulu pintunya, kita ngomong” Ryo tetap bersikeras
Aira tidak peduli
“aii....!” panggil Ryo lagi
“aku akan tetap disini!” ucap Ryo lagi
“lakukan sesuka kamu, aku gak peduli” jawab Aira
“aku minta maaf ai, aku salah paham, aku yang salah...” ucap Ryo lagi
Aira hanya diam.
“tolong kasih aku kesempatan buat jelasin” Ryo terus memohon
“aku mencintai kamu” ucapnya lagi
__ADS_1
Ryo terus bicara, tapi Aira tidak peduli. Dan setelah sekian jam tidak dipedulikan Aira, Akhirnya ia pulang.
Selang satu jam, tiba tiba terdengar ketukan lagi. Aira pun tidak peduli lagi
“permisi, ada kiriman” ucap seseorang dari luar
Mendengar bukan Ryo, Aira bergegas melihat keluar
“Nona Aira?” tanya seseorang yang memegang buket bunga besar
“bisa dibalikin?” tanya Aira lagi
“maaf, saya Cuma pengantar” kata pemuda itu
Aira mengambil, ada sebuah kartu berwarna pink dengan latar gambar penari balet
‘Ku mohon maafin aku
aku salah karena aku terlalu cemburu
Aku bener bener salah
Ku mohon maafin aku
Ampuni aku
Ku mohon beri aku kesempatan!
Dariyang selalu mencintai kamu... R’
Aira hanya menatap bunga itu. hatinya sedih. Ia ingin kembali ke Ryo, tapi tapi ia tidak bisa melupakan ucapan Ryo yang begitu menyakitkan. Aira menutup matanya sedih. Ia berusaha melawan dirinya saat ini.
Pagi itu Aira terbangun dengan mata sembab, ia melihat keluar jendela, ada mobil Ryo yang terparkir disana. Ia hanya menutup kembali jendelanya.
Saat Aira menyalakan kembali ponselnya. Ada begitu banyak pesan yang langsung masuk, dan daftar panggilan tidak terjawab. Semua dari Ryo. hanya ada satu pesan dari Bams. Ia mengatakan bahwa Ryo salah paham pada malam itu dan memintanya untuk memaafkan Ryo. Aira tidak ingin membalas pesan itu, ia hanya menutup kembali layar ponselnya.
Baru saja Aira meletakkan ponselnya. Tiba tiba dering keras terdengar, terlihat wajah Ryo tersenyum disana. Ya, panggilan masuk dari Ryo. Aira hanya menatap ponsel dan meninggalkannya menuju kamar mandi.
Ponsel itu terus berdering, Aira membuka keran air dengan deras. Ia tidak ingin mendengar suara deringan ponselnya.
Ryo melihat jendela Aira tidak terbuka, ia menunggu Aira keluar. Tapi Aira tidak keluar rumah sama sekali. Ia benar benar tidak ingin keluar dari tempatnya.
“Bams... loe bantu bujuk Aira dong!” pinta Ryo di telepon
“udah dua hari dia gak keluar sama sekali” jelasnya lelah
“gue bingung” ucapnya lelah
Bams hanya menjawab akan meyakinkan Aira.
Ryo mengirim makanan dan bunga terus menerus. Ia mengirim banyak hadiah untuk Aira. tapi tetap saja Aira tidak membuka pintu maupun memberi maaf untuknya
Pagi itu Ryo sudah tidak mampu lagi menahan kesabarannya. Ia pun berniat akan memaksa Aira.
“Aira buka pintunya” pintanya sambil mengetuk pintu
“pliss.. ai..” pintanya lagi
__ADS_1
“kamu udah gak keluar selama empat hari” ucapnya lagi
Akhirnya Ryo menggedor keras pintu itu. hal itu terdengar oleh Sang kapten yang berada di ujung lorong
“Nak Aira tidak di rumah” ucapnya dari tempatnya
“Aira di dalam pak” jelas Ryo
“gak, dia udah berangkat tadi subuh” jawabnya lagi
“berangkat?” tanya Ryo merasa aneh
“Dia kembali ke kampung halamannya pagi ini, penerbangan jam sepuluh” ucap si bapak
Tanpa pikir panjang, Ryo langsung berlari. Meski jam baru menunjukan pukul tujuh, tapi jalan menuju bandara selalu macet. Ia tidak ingin kehilangan Aira kali ini. Ia terus menghubungi Aira tapi tetap saja tidak diangkat. Ryo menghubungi Bams, dan meminta mencari tau Aira menggunakan maskapai penerbangan apa untuk kepulangannya.
Bams baru mengingat tiket yang di pegang Aira waktu itu. ia menghubungi manajemen dan menanyakan tiket Aira.
Suasana macet sangat riuh, karena mungkin sebagian dari orang orang yang terjebak disana adalah orang orang yang mengejar penerbangan mereka.
“thank’s” Tutup Ryo pada telponnya saat Bams memberitahu
Ryo menghubungi salah satu orang kepercayaannya. Lelaki yang selama ini mengurus semua asetnya, Lelaki yang dulu merupakan asisten sang kakek. Dia sangat mengenal Ryo dari kecil, setiap Ryo kesulitan untuk mencari penerbangan ketika ia tur, sang asisten itulah yang selalu mencari solusi untuknya
“om, bisa minta tolong?” ucapnya sungkan dan tidak enak
“bisa bantu saya cari tiket bisnis untuk penerbangan jam 10 ini? Terus sama sekalian pindahin satu penumpang ekonomi ke bisnis, kalo bisa satu kursi dengan saya” pintanya
“OK, saya kirim detailnya” jawabnya lagi
Saat memasuki bandara jam sudah menunjukan hampir jam sembilan. Aira pun sudah memasuki ruang tunggu, tiba tiba datang salah seorang dari maskapai penerbangan yang ia gunakan
“selamat pagi” sapa sang Manager
“Nona Aira?” sapanya ramah
“iya, betul” jawab Aira ramah kembali
“kami akan membantu anda untuk pindah ke kelas eksekutif bisnis” pinta sang manager
“maaf, tapi saya menggunakan tiket ekonomi” jawab Aira lagi
“nona akan kami pindah ke kelas eksekutif bisnis, karena sudah diregister untuk itu” jelasnya lagi
“tapi...” Aira masih ingin menjawab
Semua orang disana melihat ke arahnya. Hal itu membuatnya tidak nyaman.
“sebaiknya kita bicara di dalam saja” pinta sang manager menunjukan ruang tunggu VVIP.
Aira diperlakukan dengan baik, sang manager menjelaskan bahwa tiket Aira telah ditingkatkan ke kelas eksekutif, dan dia hanya menjalankan tugas. Aira memiliki firasat tidak baik untuk itu. tak lama setelah manager itu keluar. Ia sangat terkejut karena Ryo memasuki ruangan itu.
Ia menatap Ryo yang berjalan mendekat padanya dengan tatapan biasa dan cemas. Ryo menatapnya sedih. Tatapannya menggambarkan penyesalan dan kesedihan.
Tapi saat langkah Ryo semakin dekat dengannya, Aira mundur untuk menjauh. Ryo pun terdiam melihat itu.
“akhirnya kita bisa berduaan” ucap Ryo
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~