
Selesai mandi, Kiky memasuki ruang ganti Bams. Ia melihat lihat isi ruangan itu. saat melihat susunan kemeja, ada satu kemeja yang terbungkus, bukan kemeja baru tapi terbungkus rapi. Kiky mengambil dan melihatnya. Ternyata ada celana boxer didalamnya. Kiky menautkan keningnya menatap aneh pada benda itu.
“Ky..!” panggil Bams memasuki kamar
“ya!” ia bergegas mengembalikan kemeja itu pada tempatnya.
Bams bersandar di pintu menatap Kiky yang hanya mengenakan handuk pendek yang melilit tubuhnya. Handuk yang tak mampu menutup tubuhnya.
“kamu ingin menggodaku?” tanya Bams masih menikmati pemandangan di hadapannya.
“aku bingung mau pake baju kamu” jelas Kiky melihat lihat lagi
Bams berjalan mendekatinya. Dahaga Bams yang berpuasa sejak Kiky sakit tak bisa ia tahan lagi ketika melihat kulit putih Kiky seakan berkilau dibawah lampu neon.
Jarak mereka kini semakin terkikis, nafas Bams mulai terdengar berbeda. Kiky juga menatapnya dengan tatapan merindu. Akhirnya tangannya menarik tubuh itu ke dalam pelukan, menautkan ciuman gairah yang sejak lama tertahan. Tubuh mereka menyatu, meleburkan gelora panas yang melelehkan pikiran. Melupakan semua kegamangan dan kegalauan serta perasaan yang tak terbaca, hanya larut dalam sebuah kenikmatan dosa yang terus mereka lakukan.
Penyatuan itu berakhir ketika mereka bersama mencapai puncak himalaya surga dunia. Senyum di wajah Kiky yang menggambarkan kepuasan cinta, sedang Bams hanya menggambarkan kepuasan bercinta. Bams terbaring disamping Kiky ia menoleh pada Kiky yang masih lelah dengan keringat membasah. Mata mereka saling menatap mencoba saling membaca hati masing masing.
“aku sangat mencintaimu sayang” ucap Kiky dimana ia masih mengatur nafasnya. Namun hanya dibalas dengan kecupan cepat di bibir dan menarik kembali tubuh Kiky dalam pelukannya.
“ayo bangun! Kamu pasti lapar!” ajak Bams ketika Kiky ingin terlelap
Kiky yang mulai mengantuk begitu malas. Tapi ia tak berani menolak, apalagi tadi Bams sendiri yang membuat nasi goreng untuknya.
Bams berjalan menuju ruang ganti dan mengambil kaos dan celana boxernya untuk Kiky.
“pakai ini!”
Sedang Kiky masih duduk santai di ranjang dengan hanya menutup bagian bawahnya dengan selimut.
“sini! Biar ku pakaikan, kalau gak kamu mungkin gak akan makan malam jika terus seperti itu..” ucapnya melihat tubuh atas Kiky yang polos.
Kiky mendekati Bams dengan melangkahkan lututnya. Ia mengangkat tangannya agar Bams memakaikan kaos besar itu pada tubuhnya. Saat kepalanya keluar dari kerah kaos. Ia langsung melingkarkan tangannya di leher Bams. menyesap kembali bibir Bams tanpa permisi.
Inilah Kiky, selalu lebih agresif dan membuat Bams merasa tak memiliki tantangan memilikinya. Sedang bersama Aira. ia selalu mencoba dan berusaha menemukan sesuatu yang Aira sukai, yang Aira benci dan yang dia inginkan.
“Ayo!” lepas bams pada ciuman panjang Kiky.
Kiky mengeratkan lingkaran tangannya di leher Bams. Ia menempel bak seekor anak koala. Bams tersenyum melihat kelakuan manjanya dan membawanya keluar dari kamar. Kiky terus tertawa renyah merasakan kebahagiaan yang melambungnya.
Seandainya ia tahu, kemeja yang tadi terbungkus adalah sesuatu yang Bams sembunyikan, mungkin tawa itu tak akan pernah ada. Ya! Kemeja itu adalah kemeja yang dulu Aira pakai saat terjadi salah paham dengan Ryo. Bams bahkan tidak mencucinya karena seakan tak ingin jejak Aira menghilang dari kemeja itu. Ia menyimpannya sebagai kenangan Aira yang pernah berada disana.
Kiky menikmati makan malam dengan lahap. Ia sangat menyukai nasi goreng buatan kekasihnya. Tapi ia sendiri tak pernah memasak untuk Bams.
“bulan depan aku akan sibuk, ME akan mengadakan jumpa fans” jelas Bams
Kiky menatap sejenak pada Bams
“di luar kota?” tanya Kiky
“ada yang di luar kota juga” jelas Bams
“lama?”
“mungkin satu mingguan.. yang bikin aku capek, aku harus tanda tangan foto.. mungkin sekitar dua ribuan” keluhnya
Kiky tersenyum
“Coba aja tanda tangan kamu bisa ku tiru, pasti aku bantu” senyumnya
Bams tersenyum mengacak puncak kepala Kiky.
__ADS_1
*
Mobil sport metalik melaju dengan garang ditengah terik matahari. Ryo menekan tombol hijau menghubungi seseorang.
“Ken! Bisa kau atur makan malam untuk ku di sky lounge XXXX” Ryo menyebut salah satu hotel mereka
“makan malam dengan nona?” tanya Ken meyakinkan
“iya, malam ini!” Jawab Ryo dingin
“apa tuan muda? Malam ini?” Ken sedikit kaget
“kenapa? Kau tak bisa? Apa aku harus telpon Om Haris?” Jawab Ryo dengan nada kecewa
“bukan begitu tuan muda, maafkan saya.. saya akan mengaturnya untuk anda” ucapnya
Ryo memutuskan panggilan dan meluncurkan kembali mamcu mobilnya.
Mobil itu berjalan pelan diantara kerikil halaman Rusun tua. Ryo melangkah pasti memasuki area yang begitu sepi. Ia memasuki tempat Aira yang sudah berdebu karena tak terawat lagi.
Ia mengambil ponsel dan menghubungi ‘bini kesayangan’ lengkap dengan taburan icon hati.
“sayang, kotaknya dimana?”
Aira menjelaskan tempatnya. Ryo membuka lemari tua dan ada sebuah kotak kaleng berwarna pink sesuai diskripsi produk ala Aira.
“iya nemu!” jawabnya
“ya udah!” tutup Aira
Lho.. kok langsung ditutup! Benak Ryo
Apa ya isinya ya? Benak Ryo penasaran.
Ryo kembali ingin menutup pintu lemari, sebuah kotak kertas rapi juga berada disana. Ia mengambil kotak itu dan membuka. Ternyata beberapa benda kenangan milik Aira.
Sepatu balet, medali, dan foto saat ia menari balet. Ryo tersenyum melihat foto kecil Aira yang sedikit rusak. Ia membawa kotak itu dengan kotak Pink yang misterius. Ia tersenyum dengan rencananya dengan benda benda itu.
Drrrttt.. drrrtt.. drrtt.. suara ponsel kembali bergetar
“ya sayang?” jawab Ryo
“kamu langsung pulang atau gimana?” tanya Aira
“udah kangen ya?” Goda Ryo
“isshh.. siapa juga yang kangen...” Aira malu malu
“iya dong sayang!” pinta Ryo
“iya deh iya...” Aira menggoda
Ryo terkekeh
“kalau kamu langsung pulang, aku masak sekarang buat makan siang!” jelas Aira lagi
“kayanya aku makan siang di ME aja”
“ya udah, aku gak masak kalo gitu”
__ADS_1
“terus kamu gak makan gitu kalau aku gak pulang?” tanya Ryo
“ya gak lah..” canda Aira
“sayang segitu cintanya kamu sama aku!” jawab Ryo menggoda
Aira tertawa lepas
“maksudnya ya gak .. gak makan.. aku tetep makan, tapi gak masak” jelasnya
“mau aku pesenin?” tanya Ryo
“gak usah, aku pesen sendiri aja, ada makanan yang pengen banget aku makan saat ini” ucapnya
“hemm.. apa tuh?”
“semur jengkol!” jawab Aira
Ryo mengerutkan wajah mendengar jengkol. Itu berarti ciuman mereka nanti akan beraroma. Tapi ia tak berani protes pada sang istri, hanya meringis membayangkannya.
“nanti malam kamu pengen makan apa?” tanya Aira
“kita makan malam di luar malam ini” ucap Ryo saat menghubungi Aira.
“kaya bisa aja!” jawab Aira terkekeh meragukan Ryo.
“kamu siap siap ya? nanti aku jemput”
“hah? Kamu serius sayang?” tanya Aira lagi
“ya iyyalah.. masa aku becanda” jawab Ryo
“gak ah, aku belum siap!” ucap Aira
“sayang makan malam kali ini Cuma kita berdua.. kamu tenang aja gak akan ada orang lain kok” jelas Ryo
“tapi..” Aira meragu
“gak usah takut, suami kamu ini tahu kok seberapa takutnya kamu .. jadi.. kamu siap siap aja ya... dandan yang cantik ya?” pintanya manja
“hem!” jawabnya tak semangat
“jangan gitu donk!” ucap Ryo lagi
“sayang apa ini salah satu latihan aku muncul ke publik yang seperti mamah bilang?”
Dalam bulan ini, Aira mulai menjalani konseling untuk mengatasi kecemasan efek dari traumanya.
“anggap aja seperti itu” ucap Ryo
“hemmm.. baiklah..”
Panggilan pun berakhir dan membuat Ryo mematung sejenak. Tadinya ia berpikir ada ucapan cinta sebelum Aira menutup telpon, ternyata hanya suara tut!
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Kotak tersebut menyimpan beberapa benda yang akan mengungkap semuanya
Sebuah benda yang akan mengungkap kembali masa lalu
Kotak yang tertutup dimana Aira akan menyimpan semua rahasia dan benda yang ia rahasiakan
__ADS_1