Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Berasa lain!


__ADS_3

“gak biasanya Bams telat” Boman menunggunya


“kesiangan paling” arya menjawab asal asalan dan asyik dengan game


Waktu sudah menunjukan jam sembilan pagi.


“Sorry gue telat.. “ tiba tiba dia muncul dari pintu ruangan itu.


Ryo menatap dengan curiga. Ia menanyakan pada Bams dengan mengangkat alis saja.


Hari itu Aira memulai kerja ditempat Bams, ia mendapati tempat itu super duper berantakan.


“Gila, seberantakan ini rumah artis ternyata! Pantes saja disuruh tutup mulut” ucap Aira memasuki apartemen Bams


Itulah sebabnya Bams terlambat hari ini. Ia meminta pembantu untuk tidak datang dan membuat tempat itu super berantakan biar terkesan ia tak bohong jika ia memerlukan pembantu panggilan.


Aira mulai mengerjakan pekerjaannya, hingga waktu sudah menunjukan jam sebelas malam.


“aku pulang dulu” dia minta diri untuk pulang


Bams memberikan bayaran atas kerjaan Aira hari ini.


“ini bayarannya” ucapnya menyerahkan lima lembar lima ratusan.


“dan ini bonus karena rumahku terlalu berantakan!” ucap Bams menambah dua lembar uang berwarna merah


“dan ini untuk uang taksi kamu” menambah lagi satu lembar


“kok banyak banget!” ucap Aira


“soalnya rumah ku super berantakan.. dan kamu kayanya super capek jadinya” ucapnya


“makasih kalo gitu” menerima semua yang diberikan oleh Bams.


Ia pun pulang dengan hati senang, tapi dengan tubuh yang sangat lelah. Itu karena tempat Bams sangat jauh dari tempatnya. Ia sudah sangat lelah dengan kerjaan di ME, ditambah kerjaan di tempat Bams yang ternyata sangat menguras tenaga, apalagi ia  harus mengayuh sepeda dengan jarak jauh, membuat tubuh Aira seakan mati rasa.  Aira bahkan terlelap dengan pakaian yang ia kenakan. Ia tidur terlalu lelap tanpa membersihkan diri dan makan malam. Akhirnya pagi itu ia pun kembali kesiangan.


Wajahnya terlihat lelah sekali, bahkan sedikit pucat. Bams yang melihat itu menyesal membuat apartemennya kotor kemarin.


“belum sarapan ya?” sapanya sambil lewat, saat Aira membersihkan lantai di lorong itu


Aira tersenyum melihat Bams yang menanyakan hal itu sambil berlalu begitu aja. Bams menemui Aira di balkon sore itu.


“kamu sakit?” tanyanya melihat wajah Aira yang terlihat pucat


“gak..!” Aira berdalih


“nih!” ia memberikan minuman berenergi dan kemudian membukanya untuk Aira. Aira pun langsung meminumnya.


“kamu gak pernah bawa jus sirsak lagi ya?” tanya Bams


“oo.. itu.. mungkin beberapa hari lagi aku bawa” jawabnya meminum minuman itu lagi.


“kok harus nunggu beberapa hari?” Bams menatapnya menanyakan kenapa begitu


“Dekat tempat tinggalku ada beberapa pohon sirsak, kebetulan buahnya masih mentah, mungkin beberapa hari lagi bisa dipetik” jelasnya


“oo..” Bams meminum minumannya.


“tempat ku terlalu kotor ya?” lanjutnya lagi


“gak juga..” jawabnya menghela nafas

__ADS_1


“boong banget” Bams tertawa mengejek Aira yang bohong padanya


“sebenarnya..iya sih” mereka terkekeh bersama


“aku gak nyangka kamu sejorok itu” ucap Aira lagi


“hehehe.. aku jorok ya?” Bams tersenyum menggaruk belakang kepalanya.


“aku gak nyangka tempat tinggal artis segitu berantakannya” ejek Aira


“kan sekarang gak lagi!” jawab Bams


“kenapa?” tanya Aira


“kan ada kamu yang nanti bersihin, jadi gak jorok lagi” jelasnya menikmati minumannya bersama Aira.


Dua hari setelah itu, Bams meminta Aira untuk membersihkan kembali. Aira membawa sirsak untuk dibuat ditempat Bams.


“aku bikinin kamu dua botol hari ini” ucapnya sambil membuat Juss


“beneran?” Bams senang


Ia membantu Aira di dapur.


“biar aku aja” Aira melarangnya


“gak papa, kamu terusin jusnya, ini biar aku cuci” Bams mencuci beberapa gelas dan bekas Aira memotong sirsak


Bams tersenyum sendiri, ia merasa seperti memiliki istri.  Tapi ia kembali menahan senyumnya karena takut Aira melihat.


Aira selesai lebih cepat hari itu. ia beristirahat di sofa depan TV sebentar sebelum pulang.


“aku lapar ai” ucap Bams tiba tiba


“kita cari makan diluar aja” jawab Bams


“heh?” Aira kaget mendengar ucapan Bams


“oo iya...” Bams baru sadar ia tidak mungkin bisa keluar sembarangan, karena pasti


akan ada gosip lagi ke esokan harinya.


“di kulkas gak ada apa apa soalnya” jawab Aira


“kita masak aja.. gimana?” Bams semangat


Aira menatap melongo, barusan dia bilang di kulkas tidak ada apa apa, Bams malah mengajaknya masak.


Melihat reaksi dan tatapan Aira, Bams jadi tertawa


“iya ya.. gak ada yang bisa dimasak” lanjutnya lagi dan tertawa bersama Aira


Bams mengantar Aira pulang malam itu. Sepeda Aira diletakkan di belakang mobil. Diperjalanan pulang, Bams meminta Aira membeli makanan untuk mereka berdua. Bams berhenti di dekat taman. Ia dan Aira makan malam di dalam mobil. Baru setelah itu Bams mengantarnya.


Aira kembali ke rumah dengan senang. Hari ini menyenangkan!


Kaya berasa kencan dengan Bams deh! Benak Aira begitu senang.


Saat perjalanan kembali dari mengantar Aira. Suara dering telpon Band berdering kencang


“halo” Bams menjawab

__ADS_1


“lo dimana?” tanya Ryo


“gue dijalan” jawab Bams


“mau kemana? Kiky?” tanyanya lagi


“mau pulang” jawab Bams


“bagus lah kalo gitu, gue tunggu ya” Ryo menjawab seperti pacar yang ingin ketemu.


“gak biasanya lo telpon gue dulu mau ke rumah?” Bams merasa aneh dengan Ryo yang sepertinya berbeda akhir akhir ini.


“Kuncinya ilang lagi” jawabnya malas


“hhmm.. pantes!” jawab Bams tersenyum mendengar untuk kesekian kalinya Ryo menghilangkan kunci rumah yang ia berikan.


Mobil itu melaju dengan cepat.


“Kenapa lo?” tanya Bams yang baru datang dan melihat Ryo yang menunggu.


“gue lagi males aja” jawabnya santai dan memasuki tempat Bams.


“kita ngegame malam ini” ajaknya pada Bams dan menunjukan snack yang sudah ia siapkan.


Bams mempersiapkan game yang mau mereka mainkan. Ryo menuju dapur untuk mengambil minuman. ia membuka kulkas besar dan mencium bau berbeda hari itu. sirsak.


Ryo melihat ada botol berbeda diantara susunan botol botol disana. Ia mengambil dan membukanya.


‘aa.. bener sirsak’ bisik benaknya


“Jus ini udah lama?” tanya Ryo ingin meminumnya


“baru tadi siang” jawabnya


Ryo meminumnya. Rasanya seperti ‘itu’. ia teringat lagi pada hantunya. Ryo meminum lagi. Dan ia tersenyum sendiri. Entah mengapa ia terus membayangkan ciuman hantunya yang berasa sirsak.


“ayo!” ajak Bams yang sudah siap.


Mereka bermain game. Ryo menikmati jus sirsak buatan Aira, dan selalu tersenyum saat meminumnya.


“lo kok senyum terus tiap minum jus itu?” tanya bams


“gue suka jusnya, manisssssss” Ryo memanjangkan kata manis seakan mengisyaratkan sesuatu dibalik kata itu.


Bams menautkan kedua keningnya melihat Ryo seperti itu.


“lo akhir akhir ini anteng banget?” Bams curiga


“maksud lo?” tanyanya masih asyik memencet stik game terus melawan Bams bertarung.


“gak bikin gosip baru” lanjut Bams


“lo tu mau provokasi gue biar gak fokus ya?” jawabnya


Bams terkekeh mendengar jawaban Ryo.


“lo juga gue lihat akhir akhir ini rada beda” balas Ryo


“mungkin hidup gue baru baru ini berasa lain!” jawab Bams


“berasa lain gimana?” Ryo penasaran

__ADS_1


“kaya lo juga, berasa lain” jawab Bams terus bertarung di game yang mereka mainkan.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2