
Ryo membuka mata perlahan. Ia tak menemukan sang istri dalam pelukannya. Perasaan takut seketika muncul saat ia melihat sang pasangan hidup tak berada di sampingnya.
Aroma masakan tercium begitu kuat saat Ryo membuka kamar. Senyum Ryo mengambang mengetahui dimana sang istri berada, berjalan dengan wajah khas bangun tidurnya. Mengikuti arah suara desisan osengan dan suara peraduan alat masak yang Aira gunakan.
“hemmm!” gumamnya langsung memeluk sang istri dari belakang
Tangan itu kekar itu memeluk perut Aira. wajahnya langsung terbenam di ceruk leher wanita tercinta. Meresapi aroma segar dari tubuh yang telah menjadi candunya.
Tangan itu semakin mengerat saat bibir itu mulai mengecup nakal di leher Aira.
Aira menoleh sejenak dan mencium pipi sang suami.
“mandi sana! Kita sarapan” perintahnya lembut masih membelai pipinya
“hhhmmm.. malas.. aku masih senang kaya gini” ucap Ryo terus menciumi Aira.
“sayang aku lagi masak” ucapnya menahan tangan Ryo yang mulai naik ke arah gundukan kenyal Miliknya
“sebentar saja” protes Ryo
“massss.. nanti masakanku gosong” Aira mencoba menahan tangan Ryo yang semakin nakal
“aku masih lapar sayang” bisik Ryo di telinga Aira dan menggigit manja
“makanya cepetan sana mandi dulu, biar kita sarapan”
“aku lapar kamu” ucap Ryo yang tangannya meraba paha Aira
“massss..!!” cegah Aira
“aku lagi masak!!” ucapnya tegas, karena ia juga sudah merasakan desiran akibat ulah Ryo.
Ryo terkekeh mengecup kembali kepala Aira dan melepaskannya. Ia tersenyum melihat aira yang mengatur kembali nafasnya akibat kenakalan sang suami
“dasar singa!” gumam Aira
“tapi kamu Suka” ucap Ryo mematikan kompor dan mengangkat tubuh Aira.
“maasssssss” Aira teriak
“turunin!!” pintanya
“aku mau sarapan dulu!” ucap Ryo terus membawanya ke kamar
Dan akhirnya mereka melakukan sarapan panas mereka tanpa bisa Aira tolak.
*
Aina memencet bel berkali kali, tapi dua makhluk itu tak kunjung membuka pintu.
“ahh.. ni.. katanya aku disuruh sarapan disini” keluhnya
Ia mengambil ponsel dan menghubungi Aira. Aira yang bersandar lelah di dada Ryo melihat ponselnya berdering.
“ya di?”
“buka pintunya, aku dah lapar”
“ooh.. sorry, buka sendiri aja” jawab Aira
Aira memberitahukan passwordnya pada Aina, ia pun memasuki apartemen dengan disambut aroma masakan khas rumah. Aina berjalan menuju dapur, tapi tak terlihat sang kakak berada disana.
Ia melanjutkan masakan Aira yang ia tinggal. Ia pun menyiapkan meja makan untuk mereka bertiga.
Tak berselang lama, Aira keluar menemani sang adik.
“kamu masak kok ditinggal ni” tatap Aina
“oo.. itu tadi mas Riry panggil aku” ucapnya
Aina tersenyum malu, jelas sekali Aira seperti baru menyelesaikan pelayanannya pada sang suami.
“ini kita Cuma sarapan berdua?” tanya Aina
__ADS_1
“ya gak lah, kakak iparmu masih mandi tadi”
“ni gak mandi juga?” goda Aina
“sudah tadi”
“mandi kedua..” goda Aina lagi
“iihhhh..!!” protes Aira membuat mereka berdua tertawa.
Aira menunggu lama Ryo yang tak kunjung keluar. Ia pun beranjak menuju kamar untuk melihat kembali sang suami.
Terdengar suara Ryo berbicara dengan seseorang yang dia hubungi.
“mas..” panggil Aira memasuki kamar
“ya sudah, kamu tunggu aku jemput aja” jelas Ryo kemudian mematikan panggilannya.
“ayo mas, aku dah laper banget” ajak Aira
“hem, sorry beib.. tadi ngatur masalah presscon” ucapnya mencium cepat puncak kepala Aira dan mendorong tubuh Aira lembut keluar dari kamar mereka.
“akhirnya.. keluar juga yang ditunggu” protes Aina yang memang sudah lapar
“lho.. ada penumpang!” goda Ryo
“emang!”
“heran deh, gak pernah akur” ucap Aira melihat keduanya
Mereka pun tertawa
“mas, aku belanja sama Aina pagi ini” Aira memberitahu
“hem.. Ken udah ku kasih tahu kok” jawabnya
Aina menoleh pada Aira dan Aira menatap Ryo
“Ken? Ngapain kasih tahu dia?” tanya Aira
“iiihhh.. mas!!” protes Aira tak terima
“aku gak mau ada kawal mengawal segala” jelas Aira
“gak bisa sayang, sekarang! Kamu kalau keluar harus dikawal” ucap Ryo tegas namun dengan tatapan lembut
Aira meletakkan garpu dan sendoknya. Dia langsung diam. Sedang Aina tak berani berkomentar karena ia baru saja melihat ketegasan di wajah Ryo.
“beib..” Ryo mencoba meraih tangan Aira tapi Aira menepisnya
Ryo menghela nafasnya. Ia tak mungkin bicara panjang lebar di depan adik iparnya.
“habiskan dulu sarapan kamu sayang, kita bicarakan lagi nanti” ucap Ryo kembali mengambil sendok Aira dan memberikan pada tangan Aira.
Akhirnya mereka menyelesaikan sarapan dalam diam. Setelah selesai sarapan, Aina melarang Aira membersihkan meja mereka. setelah selesai ia pun pergi bekerja, acara shooping pun dibatalkan karena Aira yang merajuk.
Aira menyiapkan pakaian yang akan Ryo kenakan untuk pressconnya hari ini. tapi ia masih dalam mode diam.
“beib!” Ryo memanggil kembali Aira yang bahkan tak menatapnya yang duduk di tepi tempat tidur mereka.
“sayang.... plisss” Ryo meraih tubuh Aira ke dalam pelukannya.
“jangan diam gini!” ucap Ryo sedih
Tapi Aira tak bergeming.
“aku mengharuskan pengawalan karena aku takut kamu pergi lagi” ucapnya
“setiap tidak menemukan kamu, bahkan saat aku bangun kamu tak ada di sampingku, aku langsung takut, aku merasa ngeri, aku takut kamu pergi lagi” ucap Ryo
Aira menghela nafas dalam pelukan sang suami.
“rasa ketakutan itu belum bisa ku lawan, aku hanya tenang saat aku tak bersama kamu ketika ada orang lain sebagai mataku yang melihat dimana kamu” ucap Ryo lagi
__ADS_1
“aku tahu aku salah melakukan itu, tapi hanya itu yang bisa ku lakukan, karena kamu masih belum berani pergi bersama ku, padahal aku ingin aku sendiri yang menemani kemana pun kamu pergi” jelas Ryo lagi
“mas...” Aira melepas pelukannya namun tangannya masih bersandar di dada Ryo, sedang perutnya masih menyatu di tubuh Ryo.
“aku gak akan kemana mana lagi! Kamu duniaku sekarang, kemana lagi aku bisa pergi” ucap Aira
“dulu kamu juga bilang seperti itu, tapi ... kamu pergi” jelas Ryo
Aira tersenyum membelai wajah sang suami.
“dulu aku salah dan aku sudah berjanji dengan menebusnya, menerima hukuman dari kamu, untuk bersama kamu selamanya, aku gak akan kemana mana mas, hidupku telah menjadi milik kamu sekarang” jelas Aira dengan mata penuh cinta
“tapi aku tak mampu melawan ketakutanku beib” tatap Ryo cemas
Aira tersenyum. Ia memahami apa yang Ryo takutkan karena ia juga memiliki sebuah trauma hingga saat ini.
“hemm! Baiklah, aku akan dikawal jika keluar, tapi seperti dulu ya.. tanpa terlihat” jelas Aira tersenyum
Ryo mengangguk tersenyum. Ia melabuhkan bibirnya kembali.
“hhhmmm..mas mas!” Aira menyudahi ciuman Ryo yang mulai berlanjut
“presscon kamu” ucap Aira mengingatkan agar Ryo tak meminta lebih
Ryo tertawa melihat ekspresi sang istri yang takut ia lahap kembali.
“oya... aku mau syen aja yang ngawal aku” ucap Aira mengingat dulu Syen adalah orang
yang menjadi temannya.
Wajah Ryo pias, ia takut Aira mempertanyakan tentang Syen. Ia pun sibuk mempersiapkan diri untuk berangkat. Mengenakan pakaiannya dengan cepat.
“kok wajah kamu berubah?” Aira curiga
“kita bicarakan nanti ya beib” kilah Ryo masih sibuk sendiri
“bentar!” tahan Aira yang memahami ekspresi bersalah Ryo
“aku telat nanti” senyumnya
“masih satu jam kok” Aira semakin curiga
“apa ada yang kurang sama penampilan ku sayang?” tanya Ryo memantaskan diri di cermin
“mas! Kamu apakan Syen?” tanya Aira curiga
“apakan apanya?” tanya Ryo gugup
Melihat kegugupan Ryo Aira semakin curiga.
“Syen sudah berhenti bekerja di kita beib” jawab Ryo tapi dengan tingkah canggung dan sedikit ekspresi takut pada sang istri.
“kalau gitu hubungi Ken, tanyain dimana Syen, aku ingin ketemu dia” ucap Aira menyelidik
“nanti ya beib, aku harus berangkat sekarang!” kilahnya
“masssss.....” Aira memanja
“aduhh.. jangan gini beib, aku bisa batalkan presscon kalau kamu imut gini” cubit Ryo pada pipi Aira dan menciumnya
Aira menarik ponsel Ryo dari dalam sakunya. Tingkah liciknya membuat Ryo tersenyum.
Ia membuka ponsel tersebut dan langsung terlihat fotonya saat tersenyum dulu. Aira menatap Ryo tersenyum. Ia membuka ponsel itu tanpa canggung, mencari nomor Ken untuk ia hubungi
“kamu telpon siapa?” tanya Ryo mendekat
“gak boleh?” tanya Aira menatap tajam
Ryo yang takut Aira mendiam kembali, maka ia hanya bisa pasrah.
“halo Ken, maaf ganggu, aku boleh minta nomornya Syen?” tanya Aira masih menatap pada Ryo
Sedang Ryo semakin memucat.
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~