Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Sendiri


__ADS_3

Kehidupan pun berjalan kembali normal. Kehidupan pernikahannya kini memasuki bulan ke ke tiga.


“ahhh.. kontrak sialan! Aku jadi ninggaling kamu sepuluh hari deh” Ryo kesal sendiri saat menyiapkan pakaiannya ditemani Aira. Aira hanya terkekeh sendiri mendengar ucapan sang suami.


“bulan depannya lagi tur konser udah mulai lagi!” kini ia semakin kesal mengingat ia akan meninggalkan sang istri selama dua bulan.


“kamu kok sekarang sering ngeluhnya” jawab Ryo


“karena aku harus jauh dari kamu!” ucapnya sedih


Aira tidak menanggapi ucapan Ryo, dia masih sibuk sendiri


“beib.. selama aku gak ada kamu ambil kegiatan kursus nyetir ya?” pinta Ryo


“buat apa?” tanya Aira lagi


“Ya biar bisa bawa mobil sendiri sayang”


“Gak ah, ada taksi”


“Kalau gitu kita pakai supir aja”


“Ok! tapi supirnya harus cakep ya?”


“Hah? Apa tadi kamu bilang?” Ryo menoleh pada Aira yang masih memasukan baju Ryo ke dalam koper


“Aku akan pakai supir, tapi supirnya cakep” jelas aira tanpa menoleh pada Ryo


Ryo berjalan mendekati Aira dan langsung memeluk istrinya dari belakang.


“Bilang apa tadi? Hem?”  Tangan Ryo menggelitik perut Aira membuat Aira tertawa


“hahahhaha.. Geli mas!.. hahaha... ampun sayang ampun!” ucapnya karena Ryo terus menggelitik pinggang dan perutnya


“ngomong lagi!” ucap Ryo terus saya dengan aksinya sambil tertawa


“iya iya, supirnya gak cakep” ucap aira masih dengan tertawa


Ia pun menghentikan aksi gelitiknya tapi digantikan dengan aksi raba raba dan remmas remmas yang membuat Aira kini mulai terbuai. Adegan pun berlanjut ke arah yang mereka sukai.


***


Aira kembali sendiri di apartemen. Bosan mulai menggelayuti karena tak memiliki aktifitas apapun.


📲‘aku daftar kursus masak ya?’ tulisnya meminta ijin sang suami


📲‘cheffnya cewek pa cowok?’ tanya Ryo


📲 ‘cowok’ jawab Aira sambil tertawa


Karena memang terlihat seorang cheff berdiri dengan wajah tersenyum lengkap dengan topi cheff yang tinggi.


📲 ‘gak boleh!!!!’ tulisan itu seakan menjadi titah larangan keras.


Aira mengirim foto capture dari aplikasi yang ingin ia daftar


Ryo tersenyum membuka foto itu, ternyata foto cheff itu begitu tua.


📲‘masih gak boleh?’ tanya Aira


📲‘tadi bilangnya cowok’ balas Ryo


📲‘kan bener cowok, gak normal aku kalau bilang itu cewek’


Ryo tertawa menyadari godaan sang istri


📲‘boleh ya?’ pintanya lagi


📲‘boleh! Tapi wajib lapor!’ balasnya lagi


📲‘lapor?’


📲‘tunjukin tempatnya, kirim video pesertanya, terus harus di kawal asisten’ tulisnya


Aira cemberut membaca tulisan sang suami. Ia menutup aplikasi chatnya.


Ryo menunggu balasan Aira dan justru status Aira tak lagi online. Ia langsung menekan video call.

__ADS_1


“lho.. kok cemberut?” ucap Ryo


“lagian syaratnya banyak gitu?” ucapnya manyun dengan bibir yang mengerucut.


“sayang bibirnya jangan gitu, aku jadi pengen!”


"Heiisss.." Aira kesal


Ryo tertawa melihat istrinya yang menggemaskan.


“iya iya iya sayang, boleh kok kursusnya” Ryo menyerah


Wajah Aira kembali senang


“gak ada embel embel asisten ya?” pintanya


“iya!” jawabnya lembut


“aku kangen banget!” ucap Ryo menatap wajah istrinya di layar


“aku juga!” senyumnya


Suara pintu terdengar diketuk. Ryo mengalihkan pandangannya


“udah ya beib! Muacchhh” ia memberi ciuma


“muaachhhh! Love you!” tutup Aira


Tak berselang lama aira meletakkan ponselnya. ponsel itu kembali berdering.


“ni!” panggil Aina saat panggilan terjawab


“dalam hitungan hari aku akan wisuda!” ucapnya sedih karena dia tak memiliki seseorang yang mendampinginya


“oya, ni akan temenin kamu”


“beneran ni?” suara itu langsung terdengar renyah


“iya.. nanti ni akan ijin untuk pulang” jelas Aira


“ni.. maaf sebelumnya.. ada yang ganggu pikiranku beberapa bulan ini” ucap Aina meragu


“ada apa?”


“ehhmmm.. eehhmmm” Aina tak berani menanyakan


“ada apa di?” tanya Aira lagi


“ni sekarang kerja apa?” tanya Aira yang curiga dengan jumlah uang yang dikirim Aira melebihi kebutuhannya.


“nanti setelah pulang, ni akan kasih tahu kamu semuanya, tapi janji jangan marah sama ni ya?” ucap Aira merasa takut.


“ni bukan melakukan pekerjaan yang salah kan?” Aina merasa curiga


“wahh.. pikiran adik ku mulai kotor ini” canda Aira


“maaf ni.. aku takut ni berbuat salah hanya demi aku” ucapnya merasa bersalah


“tidak di, ni mu tetap orang yang sama seperti dulu” ucapnya


“syukurlah! Aku takut aja ni..”


“kamu tenang aja, minggu depan kita ketemu, ni akan cerita semuanya” ucap Aira


“asyikkk.. oya! Seminggu setelah wisuda aku langsung ikut temanku yang aku cerita waktu itu ni” jelas Aina lagi


“jadi kamu udah yakin?” tanya Aira


“udah! meski jauh dari sini, kan gak papa, bukannya kita selalu pindah pindah juga” Aina mengingat kehidupan mereka.


“iya sih! Tapi setelah ini kita gak akan pindah pindah lagi” jelas Aira


“iya ni.. nanti setelah aku dapat kerja dan gaji besar, ni tinggal sama aku ya? Kita jangan pisah lagi ni”


Ucapan Aina membuat Aira melamun. Ia bersama Ryo sekarang. Dan Aina meminta bersamanya.


“hem!” jawab Aira tak ingin Aina curiga

__ADS_1


Kan nanti kalau dia sudah tahu aku menikah, aku akan minta dia kerja disini aja! Benak Aira.


“ahhh.. aku gak sabar ketemu kamu ni! Kemarin ketemu Cuma sebentar, kalau tau waktu itu aku gak kuliah” ingatnya ketika Aira meninggalkannya saat Ryo kecelakaan.


“dasar manja!”


“hehehhehe.. dari dulu ya ni?”


Mereka terus saja mengobrol. Seperti biasa, Aina menceritakan kesehariannya, pertemuan, perilaku, makanan, dan teman temannya. Aira senang, adiknya tak seperti dia yang hidup dalam ketakutan. Selalu menutup diri dan berusaha tak terlihat.


Kejadian saat itu membuatnya selalu menggunakan topi, berpakaian tertutup, berusaha agar orang tak melihat wajahnya. Itu sebabnya mengapa saat pertama Ryo menciumnya tak mampu mengenali Aira setelahnya, karena dia seperti di dalam selubung dirinya sendiri.


“ken! Daftarkan anak buahmu juga pada kursus masak istriku!” ucap Ryo saat menghubungi Ken sang asisten urusan pribadinya.


“baik tuan muda!”


“tapi maaf sebelumya tuan, setahu saya nona belum mendaftar” jawabnya lagi


“iya, dia belum mendaftar, nanti jika dia mendaftar maksudku” jelas Ryo


“baik tuan muda”


“oya? Kamu masih naruh pengawalan kan kalau dia keluar?” tanya Ryo


“masih tuan muda!” ucapnya jelas.


“ya sudah”


Ryo pun tenang. Meski jauh darinya, istrinya akan tetap aman.


Ryo kembali menghubungi Haris. Orang yang ia percaya selama ini.


“Tuan muda!” jawab Haris langsung mengangkat panggilannya padahal ia sedang berada di tengah meeting penting.


“Sibuk Om?” tanya Ryo


“tidak tuan muda!” jawab Haris


“ah iya.. kalau menjawab telponku Om pasti gak sibuk” ucap Ryo dengan nada keceriaan yang membuat harus tersenyum tipis di wajahnya yang dingin.


“ada sesuatu tuan muda?” tanyanya lagi


“Om, aku ingin mengalihkan sebagian sahamku untuk istriku” ucapnya


Deg!


Jantung Haris berasa jatuh. Sedang ia selama ini diminta untuk menjaga posisi Ryo tetap sebagai pemegang saham terbesar.


“Om?” tanya Ryo mendengar tak ada jawaban.


“ya tuan muda?’ jawabnya lagi


“gimana?” tanay Ryo lagi


“hemm... sebaiknya itu kita bicarakan ketika tuan muda sudah kembali” ucapnya lagi.


“baiklah kalau begitu om” jawab Ryo kemudian menutup telponnya


Ryo pun melanjutkan kembali syuting dan Aira menikmati harinya sebagai ibu rumah tangga.


***


Disebuah kantor tabloid online


“kita pasti akan bisa mendapatkan berita siapa sebenarnya tunangan Ryo!” ucapnya pada asistennya


“ideku kali ini akan membuat Ryo membuka mulut dan memperkenalkan tunangannya” ucapnya lagi


“maksud anda?” tanay asistennya


“aku sudah mempunyai rencana, dan rencana itu akan berhasil seribu persen!” ucapnya dengan tatapan keyakinan dan senyum licik.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Ditunggu ya kelanjutannya..


Terima kasih masih setia baca..

__ADS_1


__ADS_2