
Ryo terus merenung di tengah meeting yang ia hadapi. Pikirannya sedang tak disana, terus terbang memikirkan pembicaraannya dengan sang istri tadi malam.
“Mas...?” panggilan itu begitu lembut mengalihkan fokus Ryo padanya saat Ryo menyiapkan bahan meeting tadi maam
Aira berjalan perlahan dan duduk di pangkuan Ryo, tangannya mengalung di leher sang suami. Ia mengecup sejenak bibir Ryo dengan manja dan senyuman.
“mas... ada yang ingin aku bicarakan serius denganmu” ucapnya menatap dalam ke manik mata Ryo
“hmmm...” Ryo mengusap punggung Aira
“aku ingin tampil ke publik!” ucapnya
Senyum Ryo perlahan pudar, matanya menatap mata yang penuh keyakinan dalam setiap kata yang ia ucapkan.
“aku serius mas.. aku ingin mengetahui siapa mereka yang menginginkanku dan yang telah membunuh mamah” ucapnya lagi
Ryo merasa takut, ia hanya tak sanggup membayangkan jika sesuatu terjadi pada sang istri. Tubuhnya menegang, diam seribu bahasa. Ia hanya menatap wajah Aira kosong, karena pikirannya tengah pesiar kemana mana dengan jutaan asumsi dan ketakutan.
“sayang katakan sesuatu!” belai Aira pada pipi Ryo membuatnya tersadar kembali
“hhmm..” Ryo masih berpikir ingin mengatakannya
“bukankah kamu bilang ingin berjalan bersama ku? Ingin liburan denganku? Ingin menemaniku?” tanya Aira
Ryo tersenyum tipis, ada sebuah pikiran dibalik senyumnya.
“udah gak lagi?” ucap Aira memberi jarak pada Ryo
Bergegas Ryo menahan tubuhnya.
“aku sedang berpikir beib” jawab Ryo
“berpikir apa?” tanyanya
“kamu masih sering mengigau, aku takut kamu akan sering seperti itu” jawabnya
“aku ingin jalan jalan sambil memengan tangan suamiku, belanja ditemenin, terus aku nanya ke dia, ini bagus gak.. aku ingin hidup normal mas” ucap Aira merayu
“aahhh.. gemesnya” sahut Ryo mencium pipi Aira
“aahhh.. aku serius!” ucapnya lagi
“hemm.. gimana kalau kita coba dulu jalan jalan ke luar?” ajak Ryo
“ayo!” Aira semangat.
Meski masih ada rasa takut dalam dirinya, tapi keinginan untuk membuka semua rahasia kematian sang ibu ia harus mampu melawan dirinya sendiri.
Ryo tertawa melihat sikap Aira. Sedang Aira mengerucutkan bibirnya karena kesal pada sang suami.
“minta dicium tuh bibir” godanya semakin menjadi
“masss..” rengek Aira di pangkuan Ryo
“iya sayang”
“iihh...” Aira kembali ingin turun dari pangkuan Ryo tapi Ryo menahan kembali
“iya iya.. kita akan jalan jalan, kita belanja, kita makan, kita ke wahana bermain... gimana?” tawarnya mempererat pelukannya.
Aira tersenyum membelai pipi Ryo.
“boleh?” tanya Aira
Ryo mengangguk. Namun seketika senyum Aira memudar mengingat makan malam mereka dulu.
“kenapa Beib?” tanyanya lagi
"kalau kita belanja, kamu gak ngosongin Mall kaya waktu kita makan malam dulu kan?" tanya Aira curiga
Ryo tertawa mendengar curiga Aira dan menggeleng pelan
“kamu gak bohong ya?” ucapnya curiga
Ryo kembali tertawa.
“tuh kan.. bohong”
“gak kok, beneran sayang... tapi minggu depan ya?” Ryo mulai mengendus leher itu.
__ADS_1
“ok!” Aira memanfaatkan kelengahan Ryo dan turun dari pangkuannya.
“beib!” tahan Ryo
“jelasin dulu kenapa minggu depan?” jawab Aira dengan mode ingin kabur namun tangannya di tahan Ryo
“minggu depan kita bulan madu” ucap Ryo menatap penuh cinta
Aira mematung mendengar kata bulan madu.
“bulan madu? kemana?” tanyanya
“kemana mana” jawab Ryo
“bali?” tanya Aira
Ryo menggeleng "Ke Luar negeri" lanjutnya
“ngajak Aina boleh?” tanya Aira dengan wajah ceria
“Beib, nanti Aina pergi sendiri... ini kan bulan madu kita.. kita hanya akan pergi berdua aja”
Aira menunduk sedih. Setiap ia merasakan kebahagiaan dia selalu ingin mengajak sang adik. Tapi ia tak mungkin memohon itu kepada Ryo, karena biayanya bukanlah nilai yang sedikit.
“kamu ingin Aina ikut?” tanya Ryo lagi karena melihat perubahan ranum wajah sang istri
Aira menggeleng pelan dengan senyum kecewa.
“kalau kamu ingin ia ikut ya ... ajak aja” ucap Ryo yang kini memiliki raut wajah yang sama.
“tapi kamu pasti gak suka Aina ikut.. kenapa sih mas?” tanya Aira
“suka kok” jawabnya lagi karena merasa tak enak
“jangan bohong! Wajah kamu mengatakan sebaliknya.. Kamu bilang kita harus jujur sekarang lho..!” ucap Aira
“boleh aku jujur? Tapi kamu jangan marah ya?” Ryo kembali menarik Aira mendekat padanya.
Ryo melingkarkan tangannya di pinggang Aira dan menopang dagunya di dada Aira. kepalanya mendongak jelas menatap wajah sang istri. Aira membalas rangkulan sang suami dan meletakkan kedua tangannya di bahu sang suami.
“karena kalau ada Aina, kamu selalu nyuekin aku, aku seolah menjadi orang kedua saja” kelunya dengan bibir manyun.
Ryo menarik kembali tubuhnya mendekat.
“kamu lucu mas.. cemburu sama adikku” ucapnya
“bukan cemburu, tapi memang aku dijadikan yang kedua kok” ucap Ryo lagi
“kan kamu ketemunya belakangan” ejek Aira mengeluarkan lidahnya
“gak segitunya juga kali beib”
*
*
Arya dan Jordi menghabiskan waktu di cafe Bams yang baru di buka. Bams kini lebih fokus ke bisnisnya agar bisa lebih memperluas jaringan bisnis kuliner miliknya. Mengikuti hal itu membuat Aina seperti orang yang tak bisa diam lagi.
“Jo, loe udah liat ini gak?” tanya Arya pada Jordi dan menunjukkan sebuah video di ponselnya.
Jordi menatap layar itu serius.
“wahhh.. Bams udah liat?” tanyanya
“gue gak tau!” jawab Arya kembali memperlihatkan video lain
“ternyata karena orang kedua” gumam Jordi yang masih terus melihat video dan foto
Tiba tiba bams memasuki ruangan mereka. Arya dan Jordi terlihat canggung.
“loe bedua kenapa?” tanya Bams meletakkan minumannya dan duduk bersama mereka.
“kenapa apanya?” Arya mengelak dan menghindar.
Jordi menatap aneh pada Bams. ia kembali meminum minumannya.
“Arya mulai deket lagi sama Stella” jawab Jordi yang sangat tahu jika Bams tak menyukai Stella.
“ngapain loe ma tu cewek Ya?” ucap Bams ketus dan kesal
__ADS_1
“tenang aja, Cuma main kok” jawab Arya pura pura
“loe sendiri gimana ma Kiky?” tanyanya balik
“putus?” tanya Jordi lagi
“gak lah.. gue baik baik aja kok” jawab Bams dengan wajah senang.
Arya dan Jordi kembali saling pandang merasa tidak nyaman. Ternyata Bams belum mengetahui tentang berita terbaru yang muncul beberapa hari ini.
Sebuah video muncul di publik yang menunjukkan ketika Kiky berbelanja bersama seorang wanita paruh baya yang dia panggil bunda, dan lelaki yang mendekati tampak memanjakannya.
Flash back on
“bun.. kalau ini enaknya dibikin apa?” tanya Kiky saat memilih udang segar.
“ini nanti bunda bikin asam manis, mas kamu suka banget” jawabnya
Tak berselang lama datang Damar yang diminta untuk menjemput mereka berdua belanja.
“mas..” sapa Kiky
“lho.. kan belum selesai mar” ucap ibunya melihat kedatangan Damar saat mereka masih belanja
“emang masih banyak bun?” tanya Damar
“lumayan.. ini adikmu yang masih milih milih” jelas Nimas menunjuk Kiky yang sibuk memilih
“emangnya mau makan apa kamu?” tanya Damar mendekat dan menyentuh bahu Kiky
“ini lho mas.. aku ingin masak sea food hari ini” jelasnya menunjuk berbagai macam udang dan kepiting
Damar mengambil salah satu kepiting yang kakinya masih bergerak bebas dan mengarahkan ke Kiky.
“aaaaaaaa...” sontak Kiky teriak dan kaget membuat mereka semua tertawa dan orang orang disana ikut tertawa
“massssss!!!!” Protes Kiky manja
“gitu aja takut” Damar mengucek rambut Kiky seakan begitu memanjakannya
“bunda...” Kiky mengadu pada Nimas
“sudah sudah!” Nimas masih tertawa melihat interaksi keduanya.
Flash back off
Potongan sebuah video yang yang membuat semua orang beranggapan lain tentang Kiky.
Berbagai pertanyaan muncul di setiap komentar video tersebut.
“itu bukannya cowok yang dipeluk Kiky waktu itu ya?” komentar itu yang menyangkut pautkan foto Kiky memeluk seseorang di kursi tunggu rumah sakit.
“emang Bams sudah putus ya ma Kiky?”
“wah.. cakepnya.. gue juga mau!”
“belanja dengan camer tuh”
“wiihhh... aku juga pengen punya cogan gitu”
“Bams di kemanain Ky?”
“kapan putusnya sih?”
Dan masih banyak lagi ratusan komentar lain
“loe ma Kiky kok jarang banget sekarang terlihat?” tanya Arya
“gue kan sibuk buka cabang sekarang, dia juga ada project baru katanya” jelas Bams seolah sangat mengetahui kesibukan sang pacar.
“ooo... Sibuk project baru” Jordi mengambil minumannya sambil mengangguk angguk.
“loe yakin project baru? Bukan pacar baru?” tanya Arya yang sudah tak tahan
“ya gak lah.. Kiky itu setia ma gue dan dia memang sayang ma gue, jadi gak mungkin dia khianati gue” ucap Bams
“kalau ini gimana?” akhirnya Arya menunjukkan video itu
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1
Nah! gimana nih?