Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Bulan madu bawa madu


__ADS_3

“beib bangun...” bisik lembut Ryo di telinga Aira


“ayo bangun.. kita siap siap” bisiknya lagi menggigit kecil cuping telinga Aira


Senyumnya perlahan terlihat. Ia menggeliat manja dan kembali memeluk Ryo.


“kamu udah mandi?” ucapnya mencium aroma khas shampo sang suami.


“ayo manja, bangun! Ini sudah terang” goda Ryo


“aah.. aku malas banget mas” keluh Aira justru mempererat pelukannya


Ryo tersenyum merasakan kemanjaan Aira pagi ini. ini sungguh hal baru baginya. Karena Aira selalu saja bangun dengan sigap dan menyiapkan sarapan mereka.


“kamu tu aneh, kalau malam kelelahan, paginya semangat bangunnya, tapi kalau tidur nyenyak, malah malas paginya”


“mungkin karena gak kamu suntik tadi malam” ucapnya membenamkan wajah dan mengusapnya dengan dada Ryo.


“mau ku suntik sekarang?” tanya Ryo mencoba melepas pelukan Aira.


Aira menggeleng manja


“aku mau dimandiin aja” pintanya mengangkat kepalanya dan menatap Ryo


Kini justru Ryo yang menggeleng.


“kamu tadi malam gak makan, kalo aku yang mandiin nanti jadinya lama, dan aku gak mau kamu masuk angin” ucapnya lembut mengecup puncak kepala istrinya.


“ahhh.. suamiku menolakku” ucap Aira kembali memasukkan kepalanya kedalam pelukan Ryo.


Ryo terkekeh kecil mendengar keluh manja istrinya


“ayo beib .. kita harus berangkat jam sembilan”


“kemana?” tanya Aira lagi


“bulan madu”


“apa?” Aira melepas pelukan Ryo dan langsung duduk. Ryo pun mengikuti sang istri dan ia menatap wajah bantal Aira dengan rambut acak acakan khas bangun paginya.


“kamu bilang apa tadi mas?” tanyanya lagi


“nanti jam sembilan kita sudah harus berangkat bulan madu” jelas Ryo dengan menyebut satu persatu kata dari kalimat tersebut.


“kemana?” tanyanya


“kemana mana” ucapnya lagi


“ah.. ternyata kamu Cuma bercanda” ucapnya kembali berbaring malas


“aku gak bercanda beib... ayo cepetan mandi sana, aku akan masakin nasi goreng buat sarapan kita ya..?” ucapnya lagi membawa tubuh Aira ke dalam gendongannya


Tangan Aira mengalung di leher Ryo. ia menikmati kemanjaan sang suami padanya.


“masss...” goda Aira


“beib jangan menggodaku, aku sudah semalaman menahan karena gak mau kamu kenapa napa” jawab Ryo semakin memejamkan matanya dan menurunkan Aira di atas toilet.


“ahhh..” keluh Aira


“dasar penggoda!” cubit Ryo pada hidung Aira


Aira tersenyum dan Ryo keluar dengan sebuah kecupan cepat karena tak kuat lagi menahan dirinya.


“huh...” keluh Ryo berjalan menuju dapurnya.


Ia tersenyum sendiri mengingat kelakuan Aira.


Kamu sekarang manja, dan lebih agresif! Benak Ryo bicara sambil mengambil beberapa bahan yang akan ia buat untuk sarapan bersama sang istri.

__ADS_1


Di lantai bawah seorang penghuni baru apartemen telah duduk bersantai. Lelaki itu lebih memilih menghabiskan waktu di cafe lobi gedung apartemen yang berada di lantai dasar. Lelaki itu terus mengawasi pergerakan orang orang yang terus berjaga bergantian yang terbagi dalam tiga shift.


Pasangan utama yang tinggal di lantai puncak yang mereka lindungi terlihat melenggang memasuki mobil yang tak kalah mewah menunggu mereka. mata lelaki itu terus tertuju pada pasangan yang akhir akhir ini menjadi trending topik di dunia maya.


“mas.. kita bulan madu dimana?” tanya Aira tersenyum pada sang suami.


“ke surga sayang” ucap Ryo merapatkan tubuhnya duduk di jok belakang saat mobil menuju bandara.


“kok mendadak gini?” tanya Aira lagi


“ini sudah ku siapkan dari lama” jawab Ryo


“bukan karena kemarin kan?” tanyanya lagi


“bukan” senyum Ryo menarik tubuh Aira agar bersandar padanya.


Lengan itu merangkul bahu sang istri dan Aira begitu nyaman bersandar pada dada bidang itu.


“beib...”


“heum”


“Aina akan ikut dengan kita” ucap Ryo


Aira langsung membangunkan tubuhnya tegak. Matanya berbinar dan tampak begitu senang.


“sungguh?” tanyanya seakan kurang yakin


“heum! Angguk Ryo tersenyum tipis melihat reaksi sang istri yang begitu senang.


“tapi...” ucapan Ryo tertahan


Senyum Aira pun menghilang, tubuhnya yang tadinya tegak pun melayu.


“kok gitu.. aku belum selesai bicara lho..” ucap Ryo mencubit kecil dagu sang istri


“tapi aku gak boleh sama Aina terus kan?” ucapnya mengerucutkan bibirnya.


“bukan gitu.. dia akan ditemani Ken dan Syen, sedang kamu akan ditemani oleh Tuan mudanya langsung” goda Ryo


Aira tersenyum melihat kelakuan Ryo yang menatapnya penuh godaan.


“tapi aku boleh dong sesekali bersama Aina?” pinta Aira


“tentu boleh beib.. tapi tetap bersamaku”


“ya gak ‘papa lah” ucapnya kembali merangkul lengan Ryo dan bersandar dibahunya.


“dasar! Kalau adiknya aja dia langsung senang..” Ryo mencubit kembali hidung Aira


“awww... sakit” keluhnya mengangkat kepalanya dan menggosok hidung.


“sini.. biar gak sakit” Ryo mencium hidung ujung hidung Aira dan diteruskan pada lummatan bibir Aira.


“hhmmmm” Aira melepaskan ciuman itu dengan sulit


“sabar sabar!” ucapnya pada Ryo


“ahhh.. aku gak pernah bisa lepas kalau udah mencium bibir ini” ia mengusap lembut bibir Aira yang basah.


“karena bibirku memiliki candu” goda Aira dengan wajah menggoda Ryo


“beib..” keluh Ryo seakan meminta


“selalu bar bar” ucap Aira


dan sontak membuat Ryo tertawa. Perjalanan menuju bandara pun tak terasa.


Mobil tersebut berhenti di depan sebuah jet pribadi. Ryo dan Aira memasuki pesawat dan disambut Aina yang terlebih dahulu berada disana. Aira ingin memilih duduk bersama Aina namun Ryo justru menariknya hingga ia kembali ke kursi bersama sang suami.

__ADS_1


“ahh.. masa belum berangkat aja aku udah cemburu sama maduku” ucap Ryo ketika Aira dan Aina meninggalkan mereka


Ken dan Syen secara bersamaan melihat ke arah Ryo


“yah masa kalian gak tau kalau aku dimadu sama istriku?” ucapnya lagi menatap Ken dan Syen bergantian


Wajah Syen dan Ken terlihat bingung dengan ucapan Ryo


“wahh.. kalian gak peka banget, masa gak nyadar, kalau adik iparku itu maduku.. aku jadi yang kedua” ucapnya


Membuat ken dan Syen berusaha menahan tawanya yang baru menyadari sang tuan muda cemburu justru pada adik iparnya sendiri.


“dan sekarang aku bawa maduku juga bulan madu, biar istriku bisa fokus dan gak mikirin dia” ucapnya lagi


Akhirnya ken dan Syen tak bisa lagi menahan tawanya.


“ngomongin apa sih?” tanya Aira yang baru keluar dari toilet ditemani Aina.


“tuan muda bawa madu nona” ucap Syen


“madu? Mau dong sayang!” pinta Aira


“madunya pahit beib”


Kembali membuat Ken tertawa sendang Syen hanya berusaha menahannya


“ya sudah, kalian istirahatlah.. aku akan istirahat di dalam” Ryo beranjak mendekati Aira


“ayo beib!” ajaknya merangkul pinggang Aira memasuki kamar pribadi di jet mereka.


Brak!


Suara pintu baru saja di tutupi, tapi Ryo langsung meraih tubuh Aira dan langsung menciumnya dengan rakus. Aira langsung gelagapan karena serangan mendadak sang suami yang mungkin udah tak mampu menahan dirinya.


“mas..” tahan Aira


Tapi mulut Ryo kembali membungkamnya dengan ciuman sehingga membuat Aira hanya pasrah menikmati permainan sang suami.


Permaian itu pun berlanjut hingga puluhan menit. Mencuri start bulan madu mereka yang seharusnya mereka lakukan di tempat yang sudah Ryo rencanakan.


Aira berusaha mengatur nafasnya saat sesi percintaan pertama mereka selesai.


“kamu makin ganas mas” keluhnya yang kembali kalah dengan permainan sang suami


“aku hanya ingin memberimu surga di atas awan” ucap Ryo mengecup kening Aira dan memeluknya.


“surga diatas awan?” tanya Aira


“bukannya barusan kamu ke surga? Dan kita sedang di atas awan” jawab Ryo


“ahhh,.. kamu paling bisa” ucap Aira masuk kedalam pelukan sang suami.


“itu perbaru permulaan sayang” bisik Ryo


“apa?” tanya Aira mulai merasa khawatir


Dan benar, sesi itu terus berlanjut hingga membuat keduanya tak bertenaga lagi.


Suara pemberitahuan pilot jika mereka sudah mendekati tempat tujuan membuka mata Aira. ia pun membangunkan Ryo, namun...


Saat Ryo baru bergerak bangun, tiba tiba mual melanda perutnya dan ia pun berlari menuju toilet hingga  memuntahkan semua isi perutnya.


“aku baru tau kalau tuan muda mabuk di pesawat” goda Aira sambil memijat mijat tekuk leher Ryo.


“baru kali ini beib” ucap Ryo lemas kembali memuntahkan isi perutnya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


maaf baru bisa update karena kesibukan dan sedikit kehilangan semangat untuk menulis akhir akhir ini...

__ADS_1


sekali lagi maaf buat kakak kakak yang masih setia baca dan menunggu lama


__ADS_2