Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Tidur Bareng


__ADS_3

Waktu seakan berhenti bagi Ryo dan Aira, karena mereka menjalani hari-hari penuh dengan romansa. Kehidupan seolah begitu indah bagi Ryo yang seakan menemukan surga baru.


Kehidupan percintaan mereka yang tersembunyi membuat keduanya menjalani hari hari dengan nyaman. Aira tetap


beraktifitas seperti biasa dan tanpa keraguan lagi. Saat mereka punya waktu luang, mereka menghabiskan bersama di apartemen Ryo atau ditempat Aira.


Tak terasa hubungan mereka telah melalui waktu yang lama.


Ryo berbaring santai di pangkuan Aira yang sedang membaca sebuah buku puisi. Aira membaca beberapa puisi dan Ryo mendengarkan dengan memejamkan matanya. Begitu damai rasanya saat itu bagi Ryo, dan begitu bahagia bagi Aira yang membelai wajah kekasihnya.


Aira meletakan bukunya ketika merasa Ryo telah terlelap. Ia mengangkat tangannya dari wajah Ryo, tapi Ryo bergegas menahannya. Ia menggenggam erat tangan Aira meski masih menutup mata.


“waktu papa cerita tentang rumah sakit, tentang mamah yang ingin aku menjadi penerus mereka, aku berontak. Dari kecil aku seakan diarahkan untuk menyukai tentang kedokteran, istilah kedokteran pun sudah ku pahami dari aku kecil karena terlalu sering mendengar obrolan kakek. Aku juga sering diajak ke kantor sama beliau. Kakek selalu bilang, ‘semua ini akan menjadi milik kamu’. tapi aku sangat menyukai musik, waktu aku masih TK,


aku sering memainkan piano kecil milik temanku, dan dia sering memainkan mainan ku"


"Aku tidak pernah mengingat berbaring seperti ini di pangkuan ibuku. Kadang aku iri dengan teman ku, mereka dijemput dengan motor, memeluk erat orang tua mereka dari belakang karena takut jatuh. Sedang aku selalu dijemput oleh supir. Orang tuaku terlalu sibuk dengan studi mereka saat aku kecil, dan sibuk dengan rumah sakit ketika aku mulai remaja karena Kakek pergi saat aku masih SMP"


"Dari saat itu papah mamah seperti tidak mempunyai waktu untuk istirahat. Aku tidak tahu sebesar apa permasalahan disana. Tapi sampai aku SMA aku hampir tidak pernah lagi makan bersama mereka, kadang aku pulang malam pun mereka tidak tahu. Terkadang ketika aku pulang dalam keadaan mabuk, aku pasti dapat omelan. Seolah olah ketika aku dirumah, mamah hanya ngomel, dia selalu bilang bagaimana nantinya kamu akan mengelola semuanya jika kamu terus kaya gini?...” Ryo menghela nafas, ia tidak pernah menceritakan isi hatinya selama ini.


Aira menggenggam erat tangan Ryo. ia tidak mengatakan apapun hanya membelai rambut kekasihnya.


“papah meyakinkan ku untuk menjadi dokter. Papah bilang, aku harus menjadi dokter, kalau tidak, kakek tidak akan


tenang di alam sana, aku pun terbujuk, saat semester tiga, aku hampir keluar dari kedokteran. Tapi Bams meyakinkan ku kembali. Bams seperti cerminan, dia berjuang dengan kuliahnya sedang aku menyepelekan itu. aku kembali sadar. Tapi kuliah seolah hanya sampingan. Aku mulai fokus pada musik. Dan aku keluar dari rumah karena sudah tidak tahan dengan tekanan mamah” Ryo menceritakan kenapa ia pergi dari rumah.


“Musik adalah pelampiasan ku, Boman memperkenalkan ku pada dunia studio dan akhirnya pelan pelan kami mendirikan ME. Meski sangat membenci kedokteran, tapi aku tetap bertekat untuk segera lulus, paling tidak mamah tidak akan menggangguku lagi jika aku mampu menunjukan ijazah ku”


“akhirnya aku mampu melupakan rumah karena kesibukan yang baru ku sukai, aku sangat menyukai menjadi selebriti. Karena aku dikenal karena diriku sendiri, bukan karena naungan kekayaan mamah..”


Dia kembali diam dan Ryo beberapa kali menghela nafas


“tapi sekarang... aku benci menjadi selebriti” ucapnya lagi dan menatap mata Aira


Aira mengernyitkan kedua keningnya seakan bertanya kenapa


“aku ingin menjadi dokter” ucapnya dengan senyuman kecil


“why?” ucap Aira seakan berbisik


“karena kamu!” lanjut Ryo


Raut wajah Aira berubah, ia menegakan tubuhnya yang tadi santai. Ia merasa bersalah atas apa yang Ryo ucapkan


barusan.


Ryo pun duduk dan menghadap ke Aira, ia menggenggam kedua tangan Aira


“aku menyukai yang ku benci, dan membenci apa yang ku sukai, semua dari kamu... kamu yang membuka diriku, kamu yang menjadikan ku beda, dan kamu yang mengembalikan aku ke rumah, ke mamah, kamu mengembalikan diriku yang sebenarnya, kamu jadikan aku utuh kembali” ia tersenyum.


Ada yang beda dari senyum Ryo hari ini, senyum seakan menggambarkan ketenangan hati dan jiwanya saat itu. tidak ada terlihat beban di matanya. Aira tersenyum dengan melihat mata Ryo yang begitu tenang


“aku mencintai kamu” Tatapan teduh Ryo membuat jantung Aira berdebar sangat kencang, wajahnya merona menatap Ryo yang mengatakan seluruh perasaannya


“i love you too” jawab Aira


Ryo memeluk Aira dengan erat, ia telah melepaskan bebannya. Ada ketenangan yang tak bisa ia gambarkan dalam batinnya. Ia mencium Aira dengan sangat lama.


--------------


Konferensi pers yang diadakan saat peluncuran album ke 7 Boys sangat meriah. Entah kenapa, pada peluncuran album tahun ini begitu banyak wartawan yang datang.


“Ryo, Album ke 7 kali ini sangat berbeda dengan album2 sebelumnya, di album ini hanya bertema tentang cinta, bisa ceritakan latarnya?” tanya salah seorang wartawan padanya


“mungkin hanya penggambaran dari sebuah perjalanan sepasang kekasih saja” jawab Ryo singkat


“apa sepasang kekasih itu kamu?” tanya wartawan lain

__ADS_1


Ke empat personil Boys pun tertawa mendengar pertanyaan itu


“kita berempat” jawab Bams seraya tertawa


“siapa sebenarnya pencipta lagu lagu kalian kali ini?” tanya Wartawan


“kita berempat” jawab Ryo tanpa berpikir


Arya dan Bams menoleh ke Ryo. mereka semua tahu bahwa lagu lagu itu ditulis sendiri olehnya. Tapi Ryo tidak pernah menganggap boys miliknya sendiri, dia selalu menyebut bahwa mereka adalah tim. Sedari dulu dia adalah seorang leader yang baik.


“ada sebuah lagu yang menggambarkan seorang gadis, siapa gadis inspirasi itu? apa dia yang selama ini gadis yang kamu tutupi?” tanya wartawan lain lagi


Ryo tersenyum menatap Bams mendengar pertanyaan itu.


“apa dia pacar baru kamu?” tanya wartawan lain lagi


“Ada beberapa lagu menggambarkan perasaan Ryo, Bams, Arya dan Saya” jawab Jordi yang menengahi pertanyaan itu.


“Apa itu artinya kalian akan serius hanya dengan satu orang?” tanya wartawan lain


Hal itu menjadi pertanyaan karena selama ini Boys dikenal dengan kedekatannya dengan banyak wanita, hanya Bams yang tidak pernah terlihat bersama wanita, karena ia seakan setia hanya pada Kiki dalam pandangan orang lain.


“saya rasa kita bahas soal abumnya saja” jawab Boman


“biarlah itu menjadi hak pribadi mereka” lanjutnya lagi seraya tertawa


Selesai presscon siang itu Boman mendapat telpon dari saudaranya yang baru saja tertangkap tangan membawa narkoba. Ia mencari tempat yang aman untuk berbicara dengan saudara dan pihak pengacara yang akan membantu dalam proses hukum.


Boman berusaha menutupi keadaan itu. Ia tidak ingin namanya akan disebut dan mungkin akan tercium media. Hal itu mungkin akan membuat karirnya berakhir sebagai manager Boys dan kepercayaan Ryo untuk mengurus intern ME.


Boman berada diatap untuk berbicara panjang lebar soal persoalan saudaranya. Baru saja ia menutup telpon terdengan suara  Ryo, Bams dan Aira membawa makan siang bersama. Di atap itu tempat dulu Aira dan Bams makan bersama. Kini tempat itu seolah tempat persembunyian mereka dari kesibukan ME.


Aira menanam beberapa bunga dan membuat tempat itu hingga membuatnya terasa nyaman.


“hubungan loe sama Aira dah lama gini .. loe gak ada kemajuan Yo?” tanya Bams tiba tiba


“maksud loe?” Ryo kurang mengerti kemana arah pembicaraan mereka


“Aira gak pernah nginap di tempat loe gitu?” Pertanyaan Bams membuat Aira tersedak


Bams tersenyum ditahan, dan Ryo melirik tersenyum pada Aira


“maksud loe kaya loe sama kiki?” Ryo membahas


“ehe!” Bams mengiyakan sambil mengunyah makanannya


“kita dah tidur bareng kok!” jawab Ryo dengan santai dan tanpa beban


Aira memukul keras bahu Ryo yang duduk tak jauh darinya.


“awwwww!!!” Ryo kesakitan


Bams menganga mendengar kata kata Ryo dan tersenyum ditahan


“kamu ngomong apa? Kapan kita tidur bareng?” Aira protes merapikan sisa makanannya


“kamu lupa?” jawab Ryo menanyakan dengan tersenyum


Bams tertawa melihat kelakuan Ryo dan Aira. wajah Aira terlihat memerah


“kamu jangan sembarangan ngomong ya? Mana pernah aku tidur sama kamu” jelas Aira


“pernah!” jawab Ryo


Bams terus tertawa melihat mereka yang berdebat. Ia bahkan sampai tersedak.


“kamu jangan percaya Bi, aku gak pernah tidur sama dia” Aira terus mengelak

__ADS_1


Aira semakin kesal


“heii.. jangan gitu sayang!” ucap Ryo lagi dengan senyum seakan mengingatkan sesuatu pada Aira


“kamu jangan ngada ngada ya?” ucap Aira semakin kesal.


"aku gak mengada ngada" Jawab Ryo mengambil air minumnya dan masih melirik Aira, sedang Aira sudah memasang wajah masam dan memberikan tatapan mematikan pada Ryo.


Bams masih tersenyum menyaksikan interaksi di depannya dan terus menghabiskan makannya.


"beneran Bi.. aku gak pernah tidur sama dia, kamu kalau becanda jangan gini ah" Aira semakin kesal.


“waktu kamu sakit, kamu ingat? Aku tidur disamping kamu, waktu kamu digangguin orang? kamu ingat, aku juga tidur sama kamu!” jawab Ryo lagi


Aira terdiam mendengar itu, bener juga! pikirnya


“itu berarti kan kita tidur bareng?” lanjut Ryo menggoda Aira yang merasa malu sendiri dengan pemikirannya yang ‘tidur bareng’


“tapi kan..” Aira tidak melanjutkan kata katanya


“hayo.. kamu mikir apa?” goda Ryo terus, ia merasa sangat senang melihat wajah Aira yang memerah


“au ah!” Aira pergi dari sana karena ia merasa sangat malu.


“hei.. mau kemana?” Ryo melihat Aira yang ngambek pergi dari sana dengan wajah panas karena ia malu sendiri.


Bams dan Ryo tertawa bersama melihat kelakuan Aira.


“jadi .. loe ..beneran tidur bareng?” Bams mengejek Ryo menganggap Ryo belum mendapatkan Aira


“yaahhh...” Ryo mengiyakan tapi dengan menghela nafas lelah


“Cuma tidur, cuma tidur!” Ryo menegaskan kalau mereka hanya tidur bersama bukan tidur dalam definisi berbeda


“haahahhahahaha..” Bams terbahak menertawakan keluhan Ryo yang begitu sulit meluluhkan Aira.


“perasaan hubungan loe dah lebih setahun deh” Bams semakin mengejek


“hampir dua tahun” jawab Ryo dengan melas


Bams semakin terbahak melihat Ryo seperti itu.


“Aira wanita kejam Bams!” ucapnya lagi mengingat semua tolakan Aira selama ini.


Boman mendengar semua pembicaraan mereka, jadi selama ini wanita misterius yang sering memasuki apartemen Ryo adalah Aira.


Boman tidak percaya karena hubungan mereka tidak terlihat sama sekali di tempat kerja. Mereka hanya seolah hanya rekan atau partner dancer saja.


Boman merasa mendapat masalah baru saat itu. bagaimana jika hubungan mereka tercium media? Mungkin semua akan rumit. Karena ia tahu Aira hanyalan OG yang tanpa sengaja diambil untuk menjadi dancer sementara. Sekarang masalah Boman bertambah rumit. Belum lagi ia harus memikirkan membayar pengacara untuk membantu saudaranya. Semua masalah seolah sedang meremukkan tulang tulang Boman.


Ia hanya bisa menghela nafas. Saat Bams masih sendiri disana. Ia menyadari akan adanya Boman di pojok arah utara atap gedung itu.


“loe?” Bams kaget melihat Boman yang ada disana.


Boman hanya tersenyum malas.


“Gue lagi cari angin” jawab Boman santai.


“loe ngapain disini?” tanya Boman lagi dan berpura pura baru berada disana.


“sama! Gue juga cari angin” jawab Bams tanpa melanjutkan dan berlalu meninggalkan Boman disana.


Sesaat Bams berhenti saat menutup pintu, karena dia merasa curiga Boman mungkin mendengar obrolan mereka.


Sejak saat itu Boman selalu memperhatikan perilaku Ryo dan Aira. setelah ia mengawasi mereka, memang Ryo


selalu menatap Aira, dan selalu tersenyum. Tidak dengan Aira, ia hanya bekerja dan hanya sesekali menatap Ryo.

__ADS_1


Boman kembali mengingat bagaimana Aira bisa menjadi dancer di ME. Tapi ia kembali menelaah, dengan kemampuan finance Ryo, kenapa Aira masih kadang kadang merangkap OG di sana? Boman dibuat bingung sendiri.


 \~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2