Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Pengalihan Perasaan


__ADS_3

Kehidupan seakan kembali seperti semula. Ryo dan Aira mulai menyesuaikan diri dengan kehidupan pernikahan mereka, sedangkan Kiky dan Bams kembali pada aktivitas mereka.


Ryo memilih diam dan melupakan semua rahasia yang ia ketahui. Ia berpikir lebih baik menikmati waktu bersama sang istri.


“Beib! Beib!” panggil Ryo pada Aira yang tak terlihat di apartemennya.


Setelah melewati yang disebut pintu ajaib. Ia melihat Aira sedang membersihkan apartemen itu.


“sayang! Gak usah dibersihkan! Nanti kita panggil orang rumah aja bersihin disini” jelas Ryo mengambil vacum cleaner dari tangan Aira.


“udah hampir selesai kok!” cegah Aira


“mulai besok aku akan minta satu pembantu di rumah untuk kita” jelasnya


“aku dulu pembantu sayang.. jadi ngerjain gini gak terlalu capek kok”


“tapi sekarang kamu istriku, nyonya Ryo, kamu sekarang harus dilayani” ucapnya tegas


“tapi aku gak suka ada pembantu berkeliaran disini”


“berkeliaran? Kaya ayam aja” Ryo terkekeh


“iya! Ayam, soalnya ada singa yang lagi menjalani musim kawinnya yang gak tau tempat” ejek Aira pada Ryo


Ryo tertawa mendengar candaan sang istri.


“kalau gitu boleh dong sekarang disini” tunjuknya pada sofa


“iisshhh.. tu kan.. ogah! Aku capek” Aira menjauh


“tuh makanya .. kita cari pembantu aja, kalau kamu capek kamu gak bisa layanin aku kan?” Ryo mencoba mendekati sang istri.


“awas kamu mendekat!” Aira terus menghindar.


“sayang..!” panggil Ryo menggoda terus mencoba mendekati sang istri


“gak .. pokoknya gak!” Aira terus menjauh dan menghindar tertawa


“sayang... beib..!” kini Ryo mengejarnya


“aaahhh...!” Aira teriak berlari mengelilingi setiap sudut tempat itu. sedang Ryo masih terus mengejarnya


“dapat!” tangkap Ryo ketika Aira berdiri di depan sofa. Karena Ryo meloncati sofa agar bisa meraihnya.


Bibir mereka kini menyatu, saling menikmati cumbuan dan ciuman yang semakin memanaskan jiwa mereka. Meski Aira terus menolak suaminya berkali kali, tapi tetap saja ia akhirnya kalah.


“dasar singa!” ucap Aira dengan nafa menderu setelah selesai penyatuan mereka diatas puncak surgawi.


“tapi kamu tetap suka sayang!” kecup Ryo lagi


Mereka hanya tersenyum dan terus mengatur nafas mereka meredakan lelah karena tenaga yang telah habis terkuras.


“sayang! Kapan kamu mulai balik ke ME?” tanya Aira


Ryo menyipitkan matanya menatap mata istrinya yang berada dalam pelukannya.


“aku gak boleh tanya?” liriknya tajam


Cup! Kecup Ryo cepat


“bukan gitu.. kok kesannya ngusir ya?”


“aku pengen tidur nyenyak!” jawab Aira bangun.


“hem?” Ryo menautkan keningnya


“udah ah aku mau mandi!” Aira berjalan menuju kamarnya.


Ryo menatap ponselnya yang terlihat bergetar.


“tuan muda!” sapa Haris

__ADS_1


“apa ada perkembangan?” tanya Ryo


“bukan itu tuan muda! Tapi nona muda menanyakan sesuatu!” beritahu haris


“menanyakan apa?”


“nona menceritakan jika setelah pertemuan hari itu tuan muda berubah menjadi cemas, dia menanyakan ada apa, saya hanya menjawab kita hanya membicarakan posisi tuan muda di perusahaan atau di rumah sakit” jelas Haris


“ooo.. baguslah om jawab gitu, karena aku juga bilang gitu sama istri ku” jelas


“baiklah tuan muda! Kalau begitu saya tutup dulu! Selamat siang!” ucapnya


Ryo kembali termenung. Duduk mematung pada handle sofa.


“huh...” helaan nafas lelah.


Ryo masih termenung sendiri, pikirannya kembali larut dalam masalah yang belum selesai mereka selidiki.


“sayang..” sebuah tangan telah menyentuh bahunya, Membuat Ryo kembali ke dunia nyata


Ryo meraih Aira dan memeluk pinggangnya, membenamkan wajah di dada sang istri. Memeluk erat dengan tubuh sedikit gemetar.


“sayang ada apa?” tanya Aira mengusap lembut kepala sang suami.


“aku sangat mencintai kamu!” ucapnya


Apa yang sebenarnya kamu sembunyikan hingga kamu seperti ini? Benak Aira


Ia terus mengusap puncak kepala Ryo, berusaha membuatnya lebih tenang.


“aku siapin air ya?” ucap Aira mencoba melerai pelukan Ryo


Ryo hanya mengangguk, tapi ia enggan melepas tangannya.


“aku gak suka kamu liat kamu gini Mas Ryri ku” belai Aira di pipi Ryo


“kayanya aku terlalu capek gara gara tadi!” candanya tersenyum. Tapi Aira mampu membaca pengalihan perasaan galau Ryo.


“nanti aja ya ke sana.. aku aja yang ngambilin, besok atau lusa aku mungkin juga akan ke ME” ucapnya


“ya sudah kalau gitu! Aku belanja aja!” senyumnya kembali mengecup puncak kepala suaminya berlalu menuju kamar mandi menyiapkan air.


Seperti halnya Ryo,


Malam itu Bams duduk sendiri termenung, menatap cahaya malam di balik jendela apartemennya. Ia terus menelaah kegalauan dan kegamangan perasaannya. Ia masih teringat wajah pucat Kiky minggu lalu. Tapi nama Aira terus menari dalam benaknya, mengingat semua gelak tawa dan semangatnya.


“gue bisa gila!” ucapnya sendiri.


Bams mengambil ponsel.


“sayang kamu dimana?” tanyanya lembut


“di jalan” jawab Kiky


“baru pulang?” tanya Bams


“hem! Kenapa?” tanya Kiky lagi


“kamu kesini aja ya?” pinta Bams


“kesini kemana?” tanya Kiky yang memang tak pernah memasuki apartemen Bams


“ya ke apartemenku” jawabnya


Kiky terdiam, baru kali ini bams memintanya datang kesana, padahal selama bertahun tahun ini ia melarangnya


“hallo!” suara Bams


“sayang?” panggilnya lagi


“iya..”

__ADS_1


“kamu nyetir sendiri ya?” tanya Bams cemas


Apa dia mulai mencintaiku? Harap benak Kiky mendengar suara Bams yang jelas terdengar cemas


“Ky!” panggilnya lagi


“iya.. emmh gak .. aku diantar Pak Min” jawabnya


“ahh.. kamu tu.. bikin aku khawatir aja” bams bernafas lega


“aku tunggu ya?” pinta Bams lagi


“iya.. aku langsung kesana.. tunggu ya?” ucap Kiky ceria


Tut! Suara panggilan diakhiri.


“pak, putar balik pak! Saya nginep di tempat Bams, nanti kalau papa nanya bilang saya pulang ke apartemen” titahnya


“baik nona”


Sebenarnya Kiky tahu, lelaki tua itu akan mengatakan yang sebenarnya, namun ia hanya mencoba gambling dengan nasibnya.


Kiky berjalan gugup menuju apartemen Bams, biasanya ia mempersiapkan diri sebelum bertemu Bams. tapi kali ini ia tak sempat karena Bams memintanya secara mendadak.


Aduuhh.. aku gimana ini, aku gak sempat spa! Gugup menyerang benaknya. Merasa diri selalu kurang untuk sang kekasih


Berkali kali Kiky menarik nafas dan terus membenahi penampilannya di dalam lift. Ia berjalan menuju pintu apartemen Bams.


Ting tong!


Ia hanya sekali menekan bell. Tak berapa lama pintu terbuka dan menampakkan Bams yang sedang mengunyah apel.


“masuklah!” ia membuka lebar pintunya


Cup! Kecup Kiky di pipi kiri Bams


Kiky melepas sepatunya. Tempat itu begitu rapi dan bersih. Ia melihat lihat sekitar apartemen Bams. Ini pertama kalinya ia memasuki tempat itu. senyum Kiky terus mengambang merasa hubungannya yang selama ini stuck akhirnya maju selangkah.


“tempatku gak sebagus punyamu” ucap Bams membawa Kiky melihat lihat.


“tapi sangat nyaman” ucapnya menatap dengan senyuman bahagia


“kamu dah makan malam?” tanya Bams


“belum” jawab Kiky menggeleng pelan.


Sebenarnya ia dari makan malam bersama rekan bisnis, kebohongan itu muncul karena ia berharap ingin makan malam bersama Bams disana.


“hemmmm.. ya udah, aku bikinin nasi goreng aja ya?” ucap Bams


Kiky langsung menghambur memeluknya.


“aku kangen banget ma kamu!” ucap Kiky pelan. Menghirup udara dan aroma tubuh sang kekasih yang selama ini menjadi candunya.


Tapi Bams hanya diam dan tak menjawab. Ia tak mampu mengatakan ia rindu padanya, karena ia merindukan orang lain. Ia hanya mengusap puncak kepala Kiky dan sejenak mengecupnya.


Saat ini yang ia lakukan hanyalah untuk mencoba mengalihkan perasaannya dari Aira, mencoba fokus kepada Kiky agar ia mampu menghapus nama Aira yang terlanjut terukir.


“sementara aku masak, kamu mandi dulu ya..” lerai Bams sembari menyecup puncak kepala Kiky.


“hemm!” senyum Kiky bahagia.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Tolong tinggalkan komentarnya ya..


Terima kasih buat yang udah dukung


Sementara kita buat mereka bahagia ya,..


Karena setelah ini rahasia yang disembunyikan akan terkuak

__ADS_1


__ADS_2