Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Takut kamu tinggalkan


__ADS_3

Aira berjalan dari halte bus, ia senang pagi itu begitu cerah. Matahari masih terlihat menguning, tapi para wartawan yang menunggu Bams sudah berada disana. Hari ini mereka akan berangkat menuju tempat roadshow yang diselenggarakan oleh salah satu TV swasta.


Aira mengenakan jeans putih pendek dengan t-shirt yang digulung memendek. Ia terlihat begitu cantik hari itu. hembusan angin pantai membuat rambutnya terurai indah. Ryo semakin terbius dengan hal itu. ia mendekati Aira yang berdiri disamping panggung.


“seksi banget” bisiknya


Aira menoleh. Ia melihat orang orang di sekitarnya. Aira yang dari tadi melipat tangan, mencubit Ryo yang berada disampingnya. Ryo pun meringis manja. Bams melihat jelas kejadian itu, karena dari tadi ia tidak memperhatikan show itu sama sekali. Ia hanya memperhatikan Aira yang berdiri disana.


Kemesraan mereka hari itu selalu jadi perhatian Bams. Ia merasa cemburu dengan Ryo dan Aira. Padahal Kiky terus menghubungi Bams sejak gosip itu, tapi ia enggan menjawab panggilannya.


Saat show berakhir, wartawan akhirnya punya kesempatan untuk menyerang Bams. Bams pun tidak bisa berkutik. Ia tidak bisa menghindar dari sana. Meski pengamanan dari ME sangat ketat, tapi tetap saja mereka akhirnya mempunyai kesempatan untuk bertanya langsung pada Bams


“siapa dia?” tanya salah seorang wartawan gosip


“siapa dia Bams?” tanya seseorang lagi


“pacar baru kamu?” tanya seseorang lagi


“udah berapa lama jadian?”


Begitu banyak pertanyaan, bahkan Bams pun bingung ia mendengarnya.


Aira melihat itu semua dari dalam bis. Kerumunan wartawan yang menyerang Bams seperti tak bisa dilewati. Bams bahkan seperti seorang yang terombang ambing di tengah kerumunan itu.


Tiba tiba, Aira dikejutkan seseorang yang tiba tiba duduk disampingnya


“dor!” ucap Ryo pada Aira yang menyaksikan Bams berusaha menuju van mereka.


“kamu ngapain disini?” tanya Aira kaget


“aku mau balik!” jawabnya santai


“heh?” Aira benar benar tidak menyangka akan hal itu


“kamu liat sendiri.. mana bisa aku lewatin itu” Ryo menunjukan banyaknya kerumunan wartawan disekitar van mereka


“tuh Arya sama Jordi juga ikut ini balik ke ME” jelasnya


Aira tersenyum melihat kelakuan kekasihnya


“kamu seneng kan?” bisik Ryo


“gak” jawab Aira bercanda dan tersenyum


Ryo memperhatikan sekitarnya.

__ADS_1


“kamu cantik” bisiknya lagi


Aira merona merah dan mencubit manja pinggang Ryo, mereka pun tertawa ditahan.


Saat bis mulai melunjur, Ryo menggenggam tangan Aira dan menutupinya dengan tablet yang ia pegang diatas pahanya. Ia tidak ingin ada yang mengetahui itu. sepanjang jalan Ryo terus memainkan jari jari Aira. Kadang mereka saling pandang, dan tersenyum. Meski hanya diam, tapi hati mereka seperti sedang memiliki sebuah kembang api indah di langit Paris saat tahun baru.


----------


Kiky menunggu Bams di depan apartemen. Bams melihat Kiky disana. Ia langsung melihat sekitar.


“kamu ngapain disini?” Bams justru menanyakan itu.


“karena kamu gak ngangkat telepon ku, karena kamu gak balas pesan ku” jelas Kiky yang mulai menangis


Melihat Kiky seperti itu ia tidak tega.


“ayo!” bukannya meminta Kiky masuk, Bams justru mengajaknya pergi. Ia mengendarai mobil Kiky untuk pergi ke tempat Kiky. Saat di perjalanan Kiky hanya menangis.


“Hentikan Ky!” ucap Bams memintanya berhenti menangis. Tapi Kiky tetap menangis.


Meski ia tahan, air matanya tak bisa berhenti menetes. Isakan kecilnya pun masih terdengar. Bams menoleh kesal pada Kiky yang tak henti hentinya menangis. Sebentar bentar Bams menatap Kiky. Kini Ia merasa bersalah pada wanita yang telah menyerahkan hidup padanya.


Saat memasuki apartemen Kiky, Bams memeluknya erat. Kiky makin menangis. Ia sangat merindukan Bams, tapi Bams seperti tidak peduli dengannya.


“aku benar benar minta maaf Ky” ucapnya lagi menenangkan gadis itu.


Bams memeluk Kiky erat. Kiki terus memukul mukul Bams sambil menangis. Ia seperti mengeluarkan kekesalannya selama ini.


“kamu jahat... kamu jahat!” ucapnya terus menangis


“iya aku jahat, maafin aku ya?” ucap Bams


Bams menyeka air mata Kiky dan menciumnya. Ciuman yang berujung mereka menghabiskan malam bersama.


Bams menjelaskan semua pada Kiky. Dia mengatakan bahwa gadis itu hanya seorang jasa assisten rumah tangga yang ia panggil untuk membersihkan tempatnya.


“tapi kenapa kamu menghindariku akhir akhir ini?” Kiky masih tidak mempercayai hal itu meski saat ini ia bersandar pada dada Bams yang bidang.


“aku pusing dengan masalah ini.. aku gak suka dengan sorotan, kamu tau itu kan?” Bams kembali mencium kepala kiki


Kiki hanya memejamkan matanya dan melelapkan diri, memeluk erat Bams. Akhirnya kekasihnya kembali kepelukannya. Bams masih merasa bersalah dengan hal itu, ia tahu seberapa Kiky mencintainya, bahkan tidak sanggup berpisah darinya.


Bams membuat sarapan untuk Kiky pagi itu. Saat ia sedang memasak Kiky yang baru bangun datang mendekat pada Bams dan memeluknya dari belakang.


Bams ingin melepaskan pelukan Kiky tapi Kiky justru mempererat pelukannya. Ia merasa sangat sedih saat itu. meski Bams dalam pelukannya tapi Kiky merasa Bams begitu jauh. Bams hanya diam, ia membiarkan Kiky memeluknya lama.

__ADS_1


“aku takut kamu ninggalin aku” ucapnya lirih


Bams terkejut mendengar Kiky mengatakan itu. ia mematikan kompor. Bams menggenggam tangan kiki yang melingkar memeluknya. Ia melepaskan tangan Kiky dan berbalik memandang wajah Kiky yang masih sembab.


“liat! Mata kamu kaya telur jadinya” ucap Bams


Bams membelai wajah kiki lembut. Ia mencium kening Kiky lama dan memeluknya lagi. Kiky mengangkat kepalanya mengecup bibir Bams sesaat, namun kemudian ia melanjutkan ciumannya hingga membuat Bams kembali larut dalam percintaan panas mereka pagi itu.


Bams mengusap kening Kiky saat ia melepas kecupan bibir Bams. Dagunya masih bertopang di dada Bams.


“jangan menangis lagi! Karena gak ada yang perlu kamu tangisi” ucapnya terus membelai rambut Kiky.


Kiky pun tersenyum dan memeluknya erat kekasihnya.


“mandi gih!” pinta Bams melepaskan pelukannya.


“aku lapar banget!” ucap Bams


“masih kurang?” tanya Kiky menganggap percintaan mereka dari malam itu.


“perut ku sayang yang lapar, aku udah terlalu kenyang melahap kamu” ucap Bams meyentil ujung hidung Kiky.


Kiky turun dari tempat tidur menuju kamar mandi dengan tubuh polos, Bams menoleh padanya hingga ia menghilang dibalik pintu. Bams melipat kedua tangannya di belakang kepala. Menatap langit langit kamar.


Kenapa  gue sekarang justru mikirin Aira ya? Benaknya


Selesai mandi, Kiky mengambil ponsel yang dari tadi malam tidak ia lihat sama sekali. Ia membuka pesan penting dari orang suruhannya


📲‘ketemu!’ tulis pesan itu


Kiky pun termenung membaca pesan itu


📲‘kirim diemail aja’ balasnya lagi


📲‘Siap’ jawab seseorang itu.


Saat Bams membuat jus untuk Kiky, Bams termenung memegang blender jus. ia teringat Aira yang sering membuat jus untuknya. Semenjak gosip itu, Aira tidak pernah lagi datang ke tempatnya.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Jangan lupa tinggalkan komentar, like dan giftnya ya..


Makasih buat yang selalu setia baca dan kasih aku gift, komen dan like nya.. 


Love you all

__ADS_1


__ADS_2