Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Keputusan Tentang Pernikahan


__ADS_3

Setelah seminggu perdebatan tentang pernikahan diantara mereka. Akhirnya mereka memutuskan menikah terlebih dahulu dan akan mengatakan pada Aina setelah dia wisuda dan Aira sendiri akan mengatakan padanya.


Aira juga meminta Ryo agar pernikahan mereka disembunyikan pada semua pihak hingga Aira benar benar mampu melawan traumanya dan siap untuk tampil ke publik.


“apa om sama tante gak keberatan?” tanya Aira pada Ryo


“gak akan sayang!” ucap Ryo menatap dengan kehangatan


“kok gak beib lagi panggil aku?”


“gak ah.. sayang aja” jawabnya cengengesan


“tapi kamu kan anak pertama dan satu satunya putra mereka” ucap Aira kembali ke topik mereka


“makanya nanti kita bicarakan kalau udah di rumah” jawab Ryo yang rencananya malam itu mereka akan makan malam di Rumah utama dan membicarakan pernikahan mereka.


“aku gugup!” ucap Aira


“huh..” sela nafas Ryo lelah


“aku kan jujur!” jawab Aira mendengar helaan nafas Ryo


“bukan gitu.. menghilangkan gugup kamu itu yang susah” jelas Ryo membelai dagunya.


“terus kalau om nolak, memaksa kita mengadakan resepsi gimana?” Aira mulai cemas


“gak usah dipikir dulu! Kita temuin mereka dulu, hem?” Ryo menarik tangan Aira dan menggenggamnya


“satu lagi.. kayanya kamu harus berenti kerja” ucap Ryo


“hah? Gak mau!” ucapnya cemberut


“sayang, kamu sudah punya suami yang memiliki segalanya, kamu gak perlu cape lagi sekarang” ucap Ryo lembut


“tapi..” Aira ingin menolak tapi ia hanya menggigit kedua bibirnya


Benar yang Ryo katakan, selama ini ia bekerja untuk mencari uang untuk menafkahi Aina dan dirinya. sedang sekarang Ryo telah memberikan semuanya, jadi memang seharusnya dia berhenti bekerja.


“tapi berada disini itu sangat membosankan” jelas Aira


“hemm... kamu kan hobi masak.. gimana kalau buka bisnis kuliner?” tanya Ryo kembali membelai dagu Aira.


“emang bisa?” tanya Aira ragu


“nanti aku akan minta om Haris nyari tempat yang startegis” ucapnya


“bukan gitu.. aku kan Cuma bisa masak makanan kampung, bisnis kuliner kan makanan kota” jelas Aira


“atau gini aja.. dari pada kamu bosan selama berenti kerja.. kamu kursus masak atau kamu lanjutin kuliah” Ryo menawarkan


“aku pikir lagi deh” ucap Aira


“sayang.. tapi kamu mau kan berenti kerja?” bujuk Ryo manja


“boleh aku pikirkan lagi?” tanya Aira ragu


“boleh aku tau alasan kenapa kamu harus memikirkannya?” tanya Ryo lagi


Aira terdiam. Ia tak mungkin mengatakan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.


Maafin aku yang belum mampu melawan pikiranku yang ragu! Benak Aira


“katakan sayang!” ucap Ryo


“aku hanya ingin menunjukkan pada kedua orang tuaku.. aku berhasil membuat Aina lulus kuliah” Aira berkilah.

__ADS_1


Ryo terdiam mendengar itu, tadinya ia berpikir Aira masih meragukannya,


“kamu sudah berhasil.. Aina akan wisuda dalam beberapa bulan..” Ucap Ryo membelai pipi Aira dengan buku buku jemarinya.


“tapi aku ingin berjuang untuknya hingga akhir” ucap Aira menunduk merasa bersalah membohongi Ryo.


“sekarang!” Ryo mengambil kedua tangan Aira dan menggenggam dengan kedua tanganya.


“biarkan aku menunjukkan pada  mertuaku.. bahwa aku adalah lelaki yang akan bertanggung jawab padamu dan pada Aina, juga pada mereka” ucap Ryo yang mengingat semua penyelidikan yang ia lakukan terkait kasus di masa lalu Aira.


Aira tersenyum terharu, matanya berkaca kaca mendengar kata kata Ryo.


“hem?” bujuk Ryo menatap dengan ketulusan kedua mata Aira


Aira mengangguk tersenyum dan dibalas dengan senyum lebar Ryo yang akhirnya mampu meyakinkan Aira.


Makan malam di keluarga Ryo kembali ramai dengan kemanjaan Rya dan usilnya Ryo pada adiknya. Sang ibu yang dulu hanya pulang untuk sekedar beristirahat kini lebih sering pulang ke rumah sejak Ryo pulang dan Rya yang sudah menetap di negara itu.


Selesai makan malam, semua orang berkumpul di ruang keluarga untuk membahas tentang pernikahan Ryo dan Aira.


Ryo menjelaskan keinginan mereka dan menjelaskan tentang trauma Aira.


“sebaiknya Aira mencoba terapi agar bisa mengatasi traumanya” ucap sang ayah


“baik om” jawabnya yang sudah terlihat gugup


“kok om?” ucap ibunya


“tanggal pernikahan kamu sudah ditentukan, masa kamu masih panggil om? Panggil papah sama mamah dong” protesnya lagi


Ryo tersenyum bersama Rya, tapi Aira masih terlihat tegang.


“ba baik mah” ucap Aira


Membuat semua terkekeh dan Aira pun tersenyum


“Aira .. apa orang tua kamu tidak memiliki saudara sama sekali?” tanya Harlan


Aira menunduk sejenak dan menghela nafaas. Ia menggeleng pelan


“gak ada pah.. papa sama mamah gak pernah menceritakan keluarga mereka”


“ooo.. gitu.. ya sudah.. jangan dipikirin ya.. masalah pernikahan kalian biar mamah yang urus, ya kan mah?” ucap Harlan.


“iya pah, Makasih mah, pah.. udah mau nerima Aira yang bukan siapa siapa” ucap Aira berkaca kaca


“kamu gak boleh gitu sayang” ucap Ryo mengelus bahu Aira.


“iya nak.. kamu gak boleh gitu, papah senang kamu menjadi bagian keluarga ini, jadi jangan pikirin masa lalu kamu ya..” ucap Harlan memberi semangat


“iya pah..” jawabnya lagi


“Aira .. kamu harus optimis, jangan mikir yang telah lalu, yang sekarang harus kamu pikirin, masa depan kamu bersama Ryo, hem?” ucap Camila


“iya mah!” jawab Aira dengan senyuman


“nah.. gitu dong!” ucap Ryo yang memang dari tadi terus hanya menatap wajah Aira.


Kedua orang tuanya dan Rya tersenyum melihat Ryo yang memang terlihat begitu bucin.


“Aira.. kamu nginap disini aja ya malam ini?” pinta Camila


Aira menoleh pada Ryo dan Ryo memberikan senyuman dan mengangguk.


“iya mah!” jawab Aira

__ADS_1


Camila senang melihat interaksi Aira dan Ryo, Aira seakan meminta izin dulu padanya sebelum mengiyakan, tapi saat Ryo salah, ia tak segan berteriak padanya.


Sepertinya mereka sangat saling memahami! Benak Camila tersenyum senang.


Tak berapa lama, Harlan memberi kode pada sang istri untuk masuk ke kamar.


“mamah duluan ya Ai.. papah udah ngantuk kayanya” ucap Camila meninggalkan mereka bertiga yang masih betah duduk disana.


Setelah kepergian kedua orang tuanya, Ryo duduk semakin dekat dengan Aira.


“udah .. jangan dipikir lagi” ucap Ryo


“aku masih bingung mencerna semuanya.. semua seperti terlalu cepat” jawab Aira menoleh dan meletakkan tangannya di paha Ryo.


“ayo.. kita ngobrol di kamar aja” ucap Ryo mengajak Aira bangkit


Secepat kilat Rya menahan sang kakak ipar.


“eeee.. aku mau ngobrol dulu sama kakak ipar!” ucap Rya


“udah malam ini, ayo sayang!” ajak Ryo lagi


“kamu duluan, aku masih ingin ngobrol sama Rya” jawab Aira


Rya tersenyum puas mendengar kakak iparnya yang masih betah bersamanya.


“ya sudah.. aku ke kamar duluan!” Ryo bangkit dan mengecup sejenak puncak kepala Aira di depan adiknya tanpa rasa canggung.


“dasar! Manas manasin aja!” protes Rya


“emang!” jawab Ryo berjalan meninggalkan mereka berdua


Aira kembali tersenyum melihat kedekatan mereka berdua.


“ayo kak! Kita ngobrolnya di kamar ku aja!” ucap Rya


Rya asyik dengan ceritanya hingga lupa waktu. Cerita masa kecilnya, keingingan dan bagaimana dia harus kuliah di luar negeri. Mulut Rya seakan tak pernah habis dengan cerita.


Ting!


📲 Aku dah ngantuk! Tulis Ryo


📲 Kakak tidur di kamarku! Balasannya, itu berarti Rya yang membalas


Rya dan Aira terkekeh saat pesan itu terkirim


“ku balas dia!” ucap Rya masih tersenyum licik.


Dor dor dor


Suara pintu kamar Rya di gedor (bukan di ketok ya)


“Buka pintunya gak?” teriak Ryo dari luar


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Bantu dukung novel author ya...


tinggalkan vote, like, komentar dan hadianya..


terima kasih buat yg setia baca dan setia ngasih like setiap babnya..


semoga kalian selalu suka, 


love you all

__ADS_1


__ADS_2