Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Kartu Kredit


__ADS_3

Ting!


Saat pintu lift terbuka. Ryo sedang berdiri tepat di hadapan Aira dan Bams. Aira seakan merasa tertangkap oleh itu. Ryo menatap Aira dan Bams bergantian seolah merasakan ada sesuatu disana. Ia hanya menatap mereka berdua tanpa bicara.


Kalian? Benak Ryo curiga


Ryo? Benak Bams dan Aira


Aira tersenyum pada Ryo yang disana. Ia keluar dari lift dan menuju ruang loker. Ryo membatalkan memasuki lift itu dan memilih mengikuti Aira. Ia menunggu Aira keluar dari ruang loker.


Aira kamu harus bisa menutupi semuanya, kamu harus bisa! Aira menatap dirinya di cermin


“ngapain disini?” tanyanya santai saat keluar dari ruang loker


Ryo menatap Aira seakan ingin menanyakan sesuatu. Tapi ia berusaha untuk tidak menyakan itu, karena ia tidak ingin ada perdebatan dengannya.


“nunggu kamu” jawabnya lagi


“ayo!” ajak Aira agar menuju ruang latihan.


Ryo tersenyum di paksa menanggapi ajakan Aira karena menutupi hatinya yang curiga.


Aira berjalan santai. Kini ia seakan tenang. Saat latihan ia menatap Ryo dengan tatapan berbeda. Ia seperti tersenyum dan seolah mengatakan aku milikmu.


“tatapan kamu beda hari ini” bisik Ryo


Saat latihan selesai. Sore itu Aira menunggu Ryo untuk pulang bersama. Tapi suasana disekitar ME sangat ramai oleh wartawan yang menunggu konfirmasi dari Bams. Aira memutuskan untuk pulang naik bis hari itu. ia mengirim pesan untuk Ryo.


📲‘aku naik bis aja, wartawan terlalu banyak’ tulisnya


Ryo membaca pesan itu dan merasa bersalah. Sebenarnya Ia tidak masalah jika wartawan tahu tentang mereka, Ryo akan siap melindungi Aira, tapi dia tidak ingin membuat Aira khawatir. Dan memutuskan menjauhinya.


Aira berjalan menyusuri gang gelap itu lagi. Lama ia tidak melalui jalan itu. ada kenangan ketika ia pertama kali diantar oleh Ryo, ia tersenyum sendiri mengingat sikapnya yang dulu begitu keras menolak Ryo.


Baru saja Aira memasuki gedung itu, terdengar suara deru mobil di bawah. Ia melihat di jendela, ada Ryo yang datang dengan membawa bucket bunga mawar.


“surprise...” ucap Ryo saat Aira membuka pintu


Aira tersenyum cantik menerima bunga dari Ryo. Ia begitu senang melihat Ryo malam itu. Melihat senyum Aira yang menggambarkan kebahagiaan, Ryo merasa akhirnya mampu meluluhkan gadis itu.


“aku gak boleh masuk?” tanya Ryo membuyarkan kebahagiaan Aira yang dari tadi menatap bunga yang Ryo berikan


“gak boleh” ucapnya manja


“awas ya..” Ryo mencoba menangkap Aira


Aira teriak dan tertawa, mereka masuk dengan bercanda bersama.

__ADS_1


Saat mereka duduk bersama


“ada yang ingin ....” Ryo tidak meneruskan ucapanya yang serius setelah melihat Aira yang menatapnya serius. Ryo menatap balik Aira yang berada di sampingnya.


“aku mau ngasih sesuatu... cuman..” Ryo ragu melakukannya. Ia berpikir Aira pasti akan menolak lagi


Aira menatap Ryo dalam, ia takut Ryo menginginkan sesuatu hal yang mungkin ia tidak bisa lakukan.


Ryo mengeluarkan dompet, ia mengeluarkan sebuah kartu kredit.


“aku mau ngasih kamu ini!” serahnya dan menatap Aira


Aira melihat ke kartu itu. ia tidak bereaksi sama sekali. Ia hanya diam.


“ai... !” Ryo meraih tangan Aira dan meletakkan kartu itu di telapak tangan Aira. Tapi dia masih saja diam. Dan terus memandang pada kartu itu.


Raut wajah Aira yang tadi ceria berubah seketika. Ia seperti tidak nyaman dengan apa yang Ryo lakukan. Ia menatap Ryo yang menunggu responnya.


“jangan menatap ku seperti itu!” jawab Ryo terhadap tatapan Aira yang mendadak dingin.


“akhir akhir ini aku akan sulit antar kamu pulang, dan kita mungkin akan jarang ketemu, karena kamu tau sendiri setelah acara besok, seminggu penuh aku akan berada diluar kota” jelas Ryo


“aku gak mau kamu naik sepeda lagi” jelasnya


Aira menatap kecewa ketika mendengar kata kata Ryo yang terakhir. Aira berpikir Ryo akan merasa malu padanya yang hanya seorang gadis yang menaiki sepeda butut.


“aku gak mau kamu capek!” lanjut Ryo


“kamu bisa tarik tunai berapa pun kamu perlu, naik taksi aja...yah?” bujuk Ryo pelan


Aira masih diam, dia terus menatap Ryo dengan tatapan yang tidak bisa Ryo artikan.


“katakan sesuatu ai...!” pinta Ryo menggenggam tangan Aira


“Tapi jangan menolaknya” Ryo tersenyum


“kamu mau aku ngomong apa?” Aira menatap Ryo sayu


Ryo menatap sedih. Tatapan Aira sekarang tidak seperti tatapan ketika Ryo memberikan bunga barusan. Tatapan Aira jelas mengatakan ia tidak ingin menerima kartu kredit dari Ryo. Itu membuat Ryo semakin bingung. Seolah olah Aira lebih menyukai bunga dari pada uang yang ia miliki.


“ini yang aku takutkan! Makanya tadi aku ragu, kamu pasti akan nolak” Ryo melepas tangan Aira dan menunduk melihat kartu yang masih ada di telapak tangan Aira.


Aira merasa bersalah setelah melihat Ryo seperti itu


“yo...” panggil Aira lembut


“aku gak nolak kok!” senyum Aira

__ADS_1


Ryo menatap Aira yang tersenyum merasa sangat senang. Akhirnya Aira mulai bisa terbiasa dengan kemanjaan yang dia berikan.


“aku memang kurang suka untuk bergantung pada orang lain...” jelas Aira


“tapi aku bukan orang lain buat kamu!” jawab Ryo


“aku takut terbiasa” tatap Aira penuh makna. Senyumnya tidak terlihat, tapi seakan ada senyum di balik tatapannya yang teduh.


“aku janji.. semua ketakutan kamu gak akan pernah terjadi.. aku gak akan pernah ngelepas kamu ...” tatap Ryo penuh cinta


Melihat Ryo yang menatapnya begitu cinta. Aira mencium pipi kiri Ryo. Ryo pun seperti tidak percaya dengan apa yang Aira lakukan. Ia seperti terbang saat itu, dia bahkan tak bisa berhenti tersenyum menatap Aira.


“hentikan!” ucap Aira yang kini pipinya memerah karena terlalu malu dan mengusap wajah Ryo agar berhenti tersenyum.


“aku gak bisa!” jawab Ryo yang masih tersenyum meski ditahan. Aira menunduk malu dengan kelakuannya sendiri.


“aku gak akan pulang malam ini” ucap Ryo yang masih tersenyum ditahan. Ingin rasanya Ryo tertawa lepas karena ia terlalu bahagia saat ini.


“ngaco!” Aira memukul bahunya


“auuww..” keluh Ryo kesakitan


“ups.. sorry..” Aira mengelus elus bahu Ryo yang tadi ia pukul


Ryo terus menatap Aira dengan penuh kebahagiaan dan cinta, ia tak bisa lagi berhenti tersenyum.


“muka kamu merah!” ejeknya pada Aira


“aa...” Aira mengeluh manja dan pergi dari sana.


“eh.. mau kemana kamu” Ryo mengikuti


Malam itu Aira begitu sulit mengusir Ryo untuk pulang. Ryo bersikeras ingin menginap disana, tapi akhirnya Aira berhasil membuatnya pulang.


Saat sampai dirumah. Ryo mengirim pesan untuk Aira


📲‘aku gak akan cuci muka dulu satu bulan’ tulisnya lengkap dengan wajah sebelah kiri yang tadi Aira cium


Membaca itu Aira tertawa sendiri.


📲‘jorok!🙊’ balas Aira dengan icon tidak menyukai


Ryo tertawa sendiri. ia sudah seperti orang gila saat ini. Gila pada kekasihnya.


Kenapa kalau sama kamu aku lupa diriku yang dulu? Bahkan hanya ciuman pipi membuatku tak bisa berhenti


tersenyum?

__ADS_1


Ryo menyadari dirinya sambil menatap Aira yang tersenyum memegang buket bunga yang tadi ia berikan dalam layar ponselnya. Karena dia yang dahulu, lebih menyukai kecupan bibir yang panas dan menggairahkan, bukan hubungan yang dulu ia sebut kekanak kanakan.


--------------


__ADS_2