
“ya sudah.. aku kasih hadiah” ucap Rya menarik lengan Aira ke samping Ryo
Tapi Ryo masih menatap ponselnya dan terus mengetik pesan.
“mau gak?” tanya Rya
“hah?” Ryo menoleh sekilas pada Rya yang kini dibelakang seseorang yang dari tadi berdiri dibelakang Rya.
“kamu gak ngenalin aku?” ucap Aira pada Ryo
Mata Ryo membulat, menatap kembali sosok yang berada di sampingnya. Dia baru menyadari jika perempuan itulah yang ia rindukan malam ini. yang dia harapkan berada disampingnya.
Mulut Ryo sedikit menganga memindai tubuh sang kekasih dari ujung kaki hingga rambutnya. Kecantikan Aira malam itu tetap terpancar meski hampir seluruh wajahnya tertutup topeng serigala.
Ryo seakan tak percaya dengan hadiah dari sang adik yang begitu ia inginkan malam ini. Sosok perempuan yang sangat ia cintai kini berdiri begitu cantik di hadapannya.
Jantungnya berdetak kencang mengikuti irama cinta yang selalu bersenandung dan menari dalam aliran darahnya.
Ryo menarik tangan Aira membuat tubuhnya terhempas ke dalam pelukan Ryo.
“kamu datang!” ucapnya melepas kelegaan atas semua pertanyaan dalam jiwanya.
“aku datang dengan semua perjuanganku malam ini” ucap Aira dalam pelukan Ryo
“kamu sangat cantik beib.. sangat cantik..aku mencintai kamu!” bisik Ryo.
Ryo merasakan tubuh Aira yang gemetar. Ia pun memeluk erat Aira.
“lepasin.. nanti ada yang liat” ucap Aira mencoba melepaskan diri dari Ryo.
“tubuh kamu gemetar!” ucap Ryo melepas pelukannya.
“aku gugup!” tatapnya pada Ryo yang masih memegang kedua pinggangnya
Ryo tersenyum.
“ada aku!” ucap Ryo mendekatkan bibirnya untuk meraih bibir Aira, namun dengan cepat Aira menahan dan Ryo hanya tersenyum.
Sepasang mata menatap hampir tak berkedip melihat atraksi kedua manusia yang sedang di mabuk asmara saat itu. Ia mengenali punggung wanita yang kini berada dalam pelukan Ryo yang membuat senyumnya mengambang.
Sakit di dadanya kini terasa tertoreh. Pedih seakan berlumur dengan garam dan asam. Namun perasaan itu juga dirasakan seseorang, Seperti halnya wanita yang berdiri disampingnya yang terus menatapnya yang mengawasi Ryo dengan sang kekasih.
Jadi wanita itu!benak Kiky menunduk sedih.
“kamu cantik banget malam ini” bisik Ryo lagi yang kini terus menggandeng pinggang Aira dan terus menatapnya.
Wajah Aira bersemu karena mendengar pujian Ryo yang terus menerus membuatnya melambung
“aku masih marah!” jawab Aira pura pura
“dasar pendendam!” ucap Ryo yang membuat Aira terkekeh, menarik pinggang Aira semakin mendekat padanya.
Ryo menunjukkan jarinya yang memakai cincin mereka. Aira pun meletakkan tangannya yang memakai cincin yang sama.
Tepat jam dua belas malam saat puncak perayaan pesta, Ryo menarik Aira untuk berdiri disampingnya saat ia meniup semua lilin pada kue ulang tahunnya.
“selamat ulang tahun!” ucap Aira yang bertepuk tangan disampingnya.
“terima kasih sayang!” jawab Ryo memeluknya
Semua mata tertuju bukan pada Ryo, tapi pada Aira yang kini tangannya terus di genggam Ryo. Terlihat jelas cincin pasangan yang mereka kenakan.
Lantunan musik mulai bersenandung. Sebuah lagu dipersembahkan oleh Arya yang bernyanyi solo untuk Ryo.
Ryo membawa Aira ketengah Ruangan untuk mengajaknya berdansa. Aira mencoba menolak tapi sekarang sudah terlambat.
“tak akan ada yang mengenalimu” bisik Ryo merapatkan tubuh Aira padanya.
Kini mereka berdansa dengan tenang. perlahan lantai dansa diikuti orang orang. Termasuk Bams dan Kiky. Kiky menyandarkan kepalanya di dada Bams. ia merasakan detak jantung Bams yang berbeda. Marah!
Kamu masih menyimpan rasa padanya! Benak Kiky.
Mata Ryo terus tertuju pada Aira, desiran kehangatan terasa di seluruh tubuh Aira yang merasakan tataapan cinta dari sang kekasih. Aira kini melupakan orang lain, saat ini hanya ada sepi, hanya ada dia dan Ryo. Mata Ryo terus memancarkan binar cahaya cinta yang mampu dibaca semua orang disana.
__ADS_1
“Kamu sangat cantik! Aku tak bisa lagi lari darimu.. aku mencintaimu” ucap Ryo mendekatkan bibirnya pada bibir Aira.
Ciuman yang membuat semua mata terbuka menatap mereka. Ciuman yang membuat semua orang menjadi terus berpikir dan berpikir. Menebak siapa gadis yang kini Ryo cium secara terang terangan di lantai dansa.
“i love you!” ucapnya melepas ciuman panjangnya
“i love you too!” Jawab Aira tersenyum.
Sesaat Ryo kembali merasakan tubuh Aira yang kembali gemetar. Aira telah kembali ke dunia nyatanya setelah dilambung buaian sang kekasih.
“jangan gugup! Cukup lihat mataku aja” bisik Ryo
Mereka melanjutkan dansanya dengan mata saling bertatap dan dahi yang menaut. Hingga musik pun berhenti.
Kini Aira berdiri disamping Ryo dengan genggaman tangan yang tak pernah lepas.
“Ryo .. kenapa gak loe kenalin dia ke kita?” tanya Arya yang mendekat bersama Jordi.
“dia tunangan gue!” ucap Ryo
“namanya?” tanya Jordi yang mengawasi Aira.
“nanti! Masih belum waktunya” jawab Ryo yang tangannya di genggam erat oleh Aira.
“wahh.. pelit loe” jawab Jordi
Setelah dansa malam itu. Ryo naik ke panggung sendiri. meninggalkan Aira yang di apit oleh Camila dan Rya. Saat ini Aira sangat gugup karena seakan semua mata dan bisikan tertuju padanya.
“selamat malam semuanya.. terima kasih atas kedatangan dan doa kalian semua malam ini. Aku berharap kalian menikmati pesta malam ini!” ucapnya
“malam ini aku ingin mengucapkan terima kasih pada kedua orang tuaku.. mah.. pah.. terima kasih atas kehidupan yang diberikan padaku... maafin anakmu ini yang belum bisa menjadi anak yang berbakti.. Adik ku Rya.. terima kasih sudah betah jadi adik ku..” ucapnya membuat semua orang terkekeh.
“terima kasih pada tuhan yang telah memberiku kehidupan sempurna memiliki kalian” ucap Ryo
Tepuk tangan semua orang terdengar. Kemudian hening saat Ryo terus menatap seseorang tak henti hentinya dengan senyuman.
“terima kasih pada..” ucapnya tersenyum menatap Aira. sedang Aira begitu gugup takut namanya disebut oleh Ryo
“tunanganku.. kamu telah menyempurnakan hidupku Beib!” ucapnya penuh dengan tatapan cinta. Dan memberikan cium jauh padanya.
Aira mengangkat jemarinya memberi tanda hati.
Semua mata kini menatap Aira.
“siapa dia?”
“Ryo tunangan?” “tunangan” “tunangan Ryo”
“gadis itu siapa ya?”
Bisikan bisikan semua orang jelas terdengar saat menoleh pada Aira yang berdiri di tengah tengah keluarga Ryo.
“bukannya dia gadis yang tadi yang gak bawa undangan dan ngaku keluarga Ryo? ternyata..” ucap perempuan yang tadi memandang sinis Aira.
“untuk kalian semua.. terima kasih sudah hadir di pestaku meski dengan syarat tanpa ponsel” ucapnya terkekeh.
“selamat menikmati pestanya” Ryo meminta sebuah gitar pada band disana. Ia menyanyikan sebuah lagu yang ia ciptakan khusus untuk Aira malam ini.
Ku bertanya pada tuhan
Apakah itu kasih sayang?
Ku bertanya pada sang malam
Adakah dirimu disana menantiku oh sayang?
Aku yang tersesat tanpa arah
Beranjak perlahan kakiku melangkah
Menemukan sebuah arah
__ADS_1
Pada sebuah cinta yang kini terpanah
Kau.. hai pemilik hatiku
Kini kau dan aku telah menyatu
Dalam sebuah ikatan cinta yang tak akan pernah membeku
Ku mohon padamu kau tak tuk pernah meragu akan cintaku
Karena hidupku telah ku berikan padamu..
Segala nafas dan hidupku.. hanya untuk mu..
Cintai aku .. hingga matiku
Cintai aku .. hingga nafas terakhirku
Cintai aku .. hingga matahari dan rembulan tak lagi bertemu...
Cintai aku... selamanya...
Aira meneteskan air matanya mendengar nyanyian Ryo. Rya menggenggam erat tangan Aira yang menggandeng lengannya
“cintai dia kak...!” bisik Rya pada Aira yang matanya terus tertuju pada Ryo.
Riuh tepuk tangan mengelegar ketika petikan gitar Ryo telah berakhir. Ia turun dan mendatangi Aira. memeluknya dengan perasaan yang tak bisa ia gambarkan sendiri, begitu juga dengan Aira, hatinya kini telah diliputi cinta. Melupakan semua ketakutan, melupakan semua masalalu, melupakan siapa dirinya.
“i love you” ucap Ryo lagi
Dan Aira mengeratkan pelukannya pada Ryo.
“Ekhem ekhem!” Ucap ayahnya membuat Ryo melepaskan pelukannya.
“belum halal men!” ucap sang ayah
Ryo terkekeh dan Aira hanya tertunduk malu yang membuat wajahnya merona, beruntung topeng itu mampu menutupi betapa merah wajahnya saat ini.
Ryo mengajak Aira keluar dan memilih duduk di taman belakang. Disana hanya ada mereka dan temaram lampu taman. Ryo melepas topeng Aira. kecantikannya yang terpatri cahaya bulan terlihat sempurna. Jantung Ryo terus berdetak kencang tak mampu melawan cinta yang terus menggebu di dalam dada ketika wajah Aira yang begitu cantik terpindai olehnya.
“kamu sangat cantik malam ini” ucap Ryo
“dan kamu sangat tampan” jawab Aira menatap manik mata Ryo.
Ryo mengecup kening Aira lama. Seakan ingin mengalirkan cinta yang ia rasakan. Berbagi kebahagiaan yang tak tergambar dengan pikiran Aira yang meragu. Ingin menghapus semua pemikiran buruk Aira.
“dan sangat disayangkan, aku tak mendapat hadiah di hari ulang tahunku dari tunanganku” ucap Ryo terkekeh
“aku membawa kado untuk mu malam ini.. tapi kamu hanya boleh membukanya ketika nanti di apartemen kamu” ucap Aira tersenyum.
“benarkah,... sungguh?” tanya Ryo wajahnya tersenyum lebar
“hemm!” jawab Aira tersenyum dan menipiskan bibirnya
“apa hadiahku?” tanya Ryo yang tangannya masih melingkar di pinggang Aira
“kamu akan tau nanti saat membukanya” ucap Aira
“hemmm??” Ryo menyipitkan matanya menatap Aira memikirkan hadiah apa yang akan Aira berikan padanya.
“kamu membawanya sekarang?” tanya Ryo penasaran
“hem!” jawab Aira tersenyum
“hadiah itu yang akan menjawab semua keraguan kamu padaku selama ini” jawab Aira menatap mesra kedua mata Ryo
Ryo semakin penasaran dan kembali menurunkan wajahnya untuk mengecup kembali bibir merah itu di bawah sinar rembulan.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Tinggalin komentar dan likenya ya say...
love you all Readers
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~