Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Musibah pembawa Berkah


__ADS_3

Pergumulan malam itu lebih agresif, Aira menyukai gaya doggy yang Ryo berikan. Tapi tak lama saat pergulatan mereka berakhir. Aira tak mampu lagi menahan nyeri pada perut bagian bawahnya.


“ahhh..” keluhnya meringis sakit.


“beib! Kenapa?” tanya Ryo panik saat keluar dari kamar mandi.


“mas.. perutku sakit” keluhnya meringis


Ryo bergegas mengambil ponselnya.


“Ken dimana tas dokterku?” tanyanya


“di saya tuan muda!”


“bawa kesini sekarang!”


Ken yang tak jauh kamarnya pun berlari membawa tas peralatan dokter yang Ryo siapkan.


“Beib!” ia mendekati Aira yang kesakitan


“sepertinya aku mau dapet mas” keluhnya


“kemarin kamu dapat gak sakit gini” tatap Ryo semakin khawatir dan berusaha mengusap perut Aira


“aduh!” keluh Aira.


Kini keringat terlihat di pelipisnya. Ia berusaha menahan sakitnya.


Suara ketukan pintu dan suara Ken seakan memberi kelegaan tersendiri. Ryo langsung mengambil tas tersebut dari Ken dan menahan Ken agar tak masuk ke dalam kamarnya.


“apa nona baik baik aja tuan?” tanyanya


Tapi Ryo langsung menutup pintu kamarnya dan mengunci.


Ia mengambil stetoskop miliknya dan memeriksa perut Aira. Sejenak wajahnya senang namun saat menatap wajah Aira seketika wajahnya pias.


“kita ke rumah sakit sekarang!” ucapnya bergegas turun dari tempat tidur dan mengambil baju Aira.


“mas aku Cuma mau dapet” ucap Aira


“gak beib” Ryo masih sibuk membantu Aira mengenakan semua pakaian lengkapnya.


Aira yang tadinya merasa begitu nyeri sampai melupakan sakitnya karena melihat sang suami yang begitu panik.


“mas.. aku gak papa.. beneran mas.. ini aja nyerinya mulai berkurang” protes Aira yang masih diurus Ryo seperti seorang anak kecil.


“gak.. kita ke rumah sakit sekarang!!”


“KEN! Siapin mobil!” teriaknya dari dalam


Ken yang dari tadi sudah siaga satu pun bergegas meninggalkan tempat itu menyiapkan mobil untuk sang majikan.


Ryo mengangkat tubuh Aira dan menggendongnya.


“mas aku masih bisa jalan” protesnya


“kamu gak boleh banyak gerak dulu” ucapnya


Wajah Ryo benar benar tegang, dia memperlihatkan wajah ketakutannya saat ini karena dia sangat khawatir.


“mas aku beneran gak papa” protes Aira lagi


Sejenak Ryo mengecup bibir Aira dan terus berjalan cepat dengan hati hati.


Ken sudah menunggu mereka di pantai dengan mobil yang siap meluncur. Ia membuka pintu dan Ryo mendudukkan Aira dengan perlahan.


“masss..” Aira masih protes.


“cepat Ken, kita ke rumah sakit sekarang!” perintahnya


Ryo merangkul bahu Aira berusaha memberinya perlindungan.


“mas!!!” protes Aira meninggi kesal


“beib.. kamu harus ke rumah sakit! Aku takut kalian kenapa napa” ucapnya


Sejenak Ken melirik dari spion ke arah Ryo.

__ADS_1


“kamu hanya berlebihan, aku Cuma mau dapet tapi kamu besar besarin kaya aku bawa virus aja” ucapnya kesal


Ryo mengecup dahi Aira berusaha menurunkan emosi sang istri.


“sabar sayang! Kamu gak boleh emosi” ucapnya


“cepat Ken!” perintah Ryo masih dengan mode kepanikannya


Ken pun melajukan mobilnya. Beruntung mereka tak jauh dari rumah sakit. Hingga hanya belasan menit mereka sudah tiba disana.


Aira dilarikan ke UGD dengan wajah cemberut, ia merasa kesal pada Ryo yang ia anggap terlalu berlebihan.


Ryo berbicara dengan dokter yang diminta menangani Aira dengan berbahasa inggris, sedang Aira hanya terbaring diam dengan rasa nyeri dan kesalnya


“Beib..!” Ryo mendekat pada Aira dan membelai kepalanya.


Aira masih cemberut dan membuang wajahnya.


Seorang dokter meminta Aira untuk dipindahkan dari tempat tersebut. Ryo mengangkat sang istri dan mendudukkannya di kursi roda.


“kaya orang penyakitan banget aku kaya gini!!” gerutu Aira kesal saat Ryo mendorong kursi rodanya menuju sebuah ruangan khusus. Wajahnya pun masih di tekuk kesal.


“suami dokter justru membuatku kaya penyakitan” lanjutnya


Ryo menahan tawanya mendengar kekesalan sang istri, ia justru mengecup puncak kepala Aira


“issshhhh.. gak usah cium cium!!”


Perawat yang mengikuti mereka pun ikut tersenyum. Meski ia tak mengerti ucapan Aira tapi ia memahami jika perempuan tersebut sedang dalam mode sangat marah dan kesal.


Saking kesalnya Aira ia tak menyadari sedang memasuki ruangan apa. Ryo mengangkat tubuh Aira kembali untuk naik ke atas brangkar pemeriksaan.


“mas aku gak lumpuh!” kesalnya


“aku tahu beib!” Ryo masih bersabar dan kembali mengecup kening istrinya.


“dia sangat sensitif” ucap sang dokter yang berwajah sangat manis sambil tersenyum menoleh pada Ryo


“ya! dia sangat sensitif” jawab Ryo membalas senyuman sang dokter dengan senyum senang


“menyebalkan!! kamu malah senyum senyum lagi.. tadi aja kamu panik khawatir sama aku, sekarang kamu malah senyum sama dia, aku mau ganti dokter aja..” omelnya panjang


Ryo terkekeh sekarang dan sang dokter pun terus menahan tawanya ketika menyadari lirikan Aira padanya.


“Beib.. berhentilah mengomel.. kamu ketahuan banget cemburunya” ucap Ryo


“sekarang kita periksa ya” pinta sang dokter dengan bahasa inggris.


Ryo mengangguk pada Aira pertanda bahwa dokter itu akan memeriksanya.


Ketika dokter akan membuka baju Aira. ia menahannya.


“mau ngapain?” tanyanya


“beib...!” Ryo mencoba memberi pengertian


Akhirnya Aira diam, meski wajahnya sangat kesal.


Dokter itu mengambil USG untuk memeriksa perut bawah Aira. Aira menatap Ryo sedang Ryo tersenyum padanya


“mas? Apa aku ..?” ucapnya tertahan ketika terdengar detak yang dulu pernah ia dengar saat ia memeriksa kehamilannya


“mas..” ucapnya terharu dan menangis


“iya beib.. kamu hamil” ucap Ryo


Air mata Aira terus mengalir karena haru. Kini senyumnya mengambang, wajah cemberutnya hilang.


“mas.. benarkah ini?” ucapnya seakan tak percaya


“iya beib.. kamu hamil, kita akan punya anak” ucap Ryo


“ya Allah .. terima kasih..” ucap Aira kembali menatap monitor dimana terlihat titik kecil sebagai tanda kehamilannya.


Ryo menjelaskan kejadian hingga membuat ia membawa sang istri kesana. Dokter tersebut kembali tersenyum di tahan, karena tanpa rasa malu Ryo menceritakan semuanya.


Dokter tersebut tersenyum mendengar cerita Ryo, samar Aira mengerti cerita Ryo yang menyebut kata honey moon.

__ADS_1


"meski hanya kontraksi pengaruh hal itu, tapi usahakan dulu untuk beristirahat, selama dia tak banyak bergerak dulu.. dia akan baik baik saja, yang penting sekarang kalian harus menguranginya.” jelas dokter itu dalam bahasa inggris.


Jabatan tangan terakhir adalah perpisahan mereka di rumah sakit tersebut.


Ryo menggandeng tubuh Aira berjalan keluar dari koridor rumah sakit.


“mas.. aku ingin digendong aja” pintanya kini dengan manja


“tadi aja ngomel” Ryo menoel sebentar hidung istrinya dan kembali membawa tubuh


mungilnya kedalam gendongannya.


“mas.. aku senang banget malam ini” ucapnya sambil memainkan pipi Ryo.


“beib..” keluh Ryo protes dengan godaan Aira.


Mereka pun kembali ke villa mereka.


Aira masih bersandar di dada Ryo dengan manja.


“tadi kamu udah tahu ya kalau aku hamil?” tanyanya


“iya sayang.. tapi aku ragu, terus sesaat kemudian aku sadar dan aku sangat panik saat kamu merasakan sakit tadi, aku takut kamu keguguran lagi” Ryo kembali mengusap perut Aira.


“mas.." Aira terharu


"tadi kata dokter kehamilan ku berapa minggu?” tanya Aira


“Perkiraan sepertinya baru memasuki minggu ke sembilan beib” jawab Ryo kembali mencium puncak kepala istrinya.


Tangannya terus saja mengusap perut Aira.


“masih nyeri?” tanyanya


“udah gak lagi, sejak tadi di rumah sakit udah gak nyeri lagi” jelasnya


“aku hampir aja mencelakakan kalian” sesal Ryo mengangkat kepala Aira dan duduk.


Aira pun berbaring di bantal, Sedang Ryo mencium perut Aira berkali kali.


“halo sayang... maafin papa ya.. hampir saya bikin kamu celaka” kecupnya kembali ke perut Aira


Aira tersenyum senang. Ia kembali menatap foto USG yang diberikan sang dokter padanya.


“mas.. aku senang banget malam ini.. jantungku rasanya mau melompat keluar” ucapnya tersenyum


“ayo tidur beib.. kamu harus banyak istirahat” ucap Ryo


“mas aku ingin roti isi” jawab Aira dengan mata memelas


“ahh.. ternyata istriku yang suka makan ini sedang berbadan dua dan aku terlihat sangat bodoh tak menyadarinya” ucapnya sambil membelai pipi Aira


Aira pun menarik tekuk Ryo dan memberikan ciuman padanya


“hhmmmm...” Ryo melepas ciuman Aira


“beib jangan.. aku gak kuat!” ucap Ryo menjauhi Aira


“ahhh.. aku kan Cuma ingin cium kamu mas.. aku ingin kita merayakan ini” ucapnya cemberut


“kamu tahu kalau aku gak pernah kuat berdekatan dengan kamu” kecup Ryo pada dahi Aira sambil mengatur nafasnya dan turun dari tempat tidur mereka.


“mas..” Aira bangun dan ingin mengikuti Ryo


“no no no.. kamu harus bedrest beib selama dua hari” ucapnya lagi dan kembali mencium perut Aira


“papa bikinin roti isi dulu ya sayang” ucapnya dan membuat Aira tersenyum.


“ingat jangan kemana mana! diam disini!!” titahnya pada Aira yang membuat Aira tertawa


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Nah.. akhirnya mereka mendapat kembali kebahagiaan yang pernah pergi dari mereka


terima kasih sudah membaca novel ini hingga episode ini..


saya pun juga tidak menyangka mampu menulis hingga sebanyak ini.

__ADS_1


__ADS_2