Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Fakta yang menyakitkan


__ADS_3

“iya nona” ucapnya


“panggil Aira saja kak.. seperti dulu” jawabnya


Lisa hanya melirik ke arah Ryo. tapi Ryo tidak memberi tanggapan apapun pada tatapannya.


“aku sudah sangat lama menanti hal ini kak! Aku sangat ingin mengetahui semuanya” ucap Aira


Tubuh Lisa gemetar, ia tampak ketakutan. Aira berdiri dan ingin duduk disamping Lisa


“beib!” tahan Ryo


Aira melepas lembut tangan Ryo. ia duduk di samping Lisa dan mengambil tangannya.


“kak .. katakan.. apa benar kegagalan operasi ibu karena kesalahan kakak?” tanya Aira


Mata Lisa tampak berkaca kaca. Tadinya ia berpikir Aira dan Adiknya mungkin akan mengamuk padanya. ia tak menyangka jika perempuan justru menggenggam tangannya.


“kak!” bujuk Aira lembut


Lisa mengangguk dengan tetesan air mata.


“kak tolong kasih tau semuanya padaku! Kenapa waktu itu kakak juga membantu kami..” tanya Aira


“kakak berusaha menyembunyikan aku dan Aina waktu itu.. berarti kakak tahu aku sedang di kejar orang” lanjut Aira


“Beib” cegah Ryo


“mas.. tolong!” balas Aira tegas


“tolong kakak katakan semuanya” pinta Aira


“saya minta maaf karena kesalahan saya kalian harus kehilangan orang tua kalian” ucapnya


“saya tahu salah saya tidak bisa ditebus dengan apa pun, tapi saya benar benar minta maaf” lanjut Lisa menangis


“saya ingin menebus kesalahan saya itu sebabnya saya selalu mengawasi kalian... melihat kalian yang tidak terawat lagi ditambah dengan orang orang yang selalu menyerang kalian karena kasus papah kalian.. membuat saya semakin bersalah” ucapnya


“saya ingin menebusnya dengan memperhatikan kalian secara diam diam, mengirimi kalian makanan dan saya berjanji akan menjaga kalian” ucap Lisa


Aina masih mematung. Ia masih mencerna setiap cerita yang diceritakan oleh Lisa.


“Waktu itu saya diberitahu oleh orang yang sering mengantar makanan untuk kalian, kalau rumah kalian seperti di serang orang. Saya bergegas pergi melihatnya dan ternyata benar, rumah itu seperti baru di rampok orang”


“saya semakin takut dengan pikiran saya sendiri”


“saat saya meminta bantuan teman saya di kantor polisi, dan mereka mengatakan jika ada dua orang anak yang mereka tolong dengan ciri cirinya seperti kalian”


“Waktu itu saya ke kantor polisi, tapi kalian sudah pergi. Teman saya mengatakan kalau beberapa orang lelaki juga datang dan mengaku sebagai paman dari kalian yang mencari kalian. Saya menanyakan ciri ciri mereka dan aku takut mereka adalah orang orang yang ingin menculik kalian..”


“saya berkeliling mencari kalian, sampai akhirnya saya temukan kalian di terminal” jelas Lisa.


“kenapa kakak curiga kami akan diculik?”


“Karen Setelah beberapa hari, keberadaan kalian tercium mereka. Ternyata mereka begitu pintar dan mengetahui jika saya yang menyembunyikan kalian, itu sebabnya kalian saya larikan lagi” lanjut Lisa


“apa kakak tahu siapa mereka?” tanya Aira lagi, tubuhnya mulai merasa ngeri mengingat masa lalunya


“aku tak pernah tahu siapa mereka, tapi yang pasti mereka pasti menginginkan kalian menghilang”


“karena ciri ciri mereka seperti orang yang ingin menyingkirkan ibu kalian” jelasnya


“Apa kakak bilang?”


“hentikan!” ucap Ryo berdiri mendekat pada Aira


“ayo sayang!” ajaknya mebuat Aira berdiri


“tunggu! Teruskan kak” pinta Aira


“Tidak!! Tidak perlu” Ryo mulai merasa takut.


“KATAKAN!!!” Aina teriak pada Lisa

__ADS_1


“KATAKAN SEMUANYA!!” teriaknya lagi mendekat memegang bahu Lisa


Lisa semakin menangis dan membiarkan Aina mengasarinya.


“iya! Saya melakukan kesalahan itu dengan sengaja, saya yang telah membunuh ibu kalian” tunduk Lisa


Lutut Aira semakin lemas. Kakinya seakan tak mampu lagi menopang tubuhnya. Ia mencengkeram kuat lengan Ryo untuk bertahan.


“beib!” Ryo berusaha menahan tubuh Aira yang lemas.


Aina terduduk lemas. Ia seakan tak percaya dengan semua yang ia dengar.


“nona!” Ken mendekat


“jadi.. jadi orang orang itu” Aira tak bisa melanjutkan kata katanya. Ia seakan tak mampu bernafas karena kini dadanya begitu sesak oleh semua fakta fakta yang begitu menyakitkan. Tangisnya pecah.


“beib!” Ryo semakin sedih melihatnya


“katakan semuanya kak!” pinta Aira masih berusaha berdiri


“saya diancam oleh mereka, jika saya tidak melakukannya, mereka akan membunuh ibu saya, mereka menunjukkan jika mereka akan menabrak ibu saya yang sudah tua” jelasnya lagi sambil menangis.


“maafin saya nona maafin saya..” tangisnya


“AAAAAAAAGGGHHTTTT!!!” Aina berdiri mendekati Lisa.


Aina yang sudah tak mampu menahan emosinya mengamuk. Menjambak rambut Lisa dan meng gumulnya dengan amarah.


“karena kamu, kami telah sengsara, karena kamu aku dan ni jadi yaitm piatu.. gara gara kamuuuuuu!!!!” Ia terus memukul dan menghempas tubuh Lisa, Lisa hanya pasrah menerima amukan Aina.


"semua salah saya.. semua salah saya.. seharusnya saya membunuh diri saya sendiri waktu itu, jadi ibu dan orang tua kalian tetap bisa hidup" sesal Lisa


Sedang Aira seakan tak mampu lagi mendengar semuanya, ia tak menyangka jika ibunya telah dibunuh. Tubuhnya lemah dalam sandaran di dada suaminya.


“ayo pergi sayang!” ajak Ryo khawatir


Tapi Aira masih menahan Ryo dan menggeleng.


“Ken!” Ryo menyuruh Ken menahan Aira


Dengan susah Ken membawa tubuh Aina yang masih mengamuk bak kesetanan.


“cukup nona! Cukup!” tubuh itu diangkat paksa.


Kaki dan tangan Aina masih mencoba mencakar dan menendang. Ia seperti anak kecil di tubuh Ken yang tinggi kekar.


Saat mereka melangkah membawa mereka pergi.


“tunggu!” pinta Lisa lagi


Aira berhenti menahan langkahnya.


“apa lagi yang kamu inginkan??!!!”  Teriak Ryo emosi


“bawa wanita itu!!” perintahnya


“tunggu.. tunggu!” Lisa memohon saat dua lelaki besar mencoba membawanya


“mas...!” Aira menahan


“tolong katakan dimana ibu saya” pinta Lisa


Aira menunduk. Ia tahu wanita itu juga seorang anak.


“nenek sudah meninggal!” jawab Aira disela tangisnya


Lisa menunduk lemas, tangisnya pecah dan sesegukan tak bisa tertahan.


“nenek sangat baik pada kami, mungkin dia berusaha menggantikan orang tuaku untuk menjaga kami, tapi takdir berkata lain, nenek meninggal karena kecelakaan angkot yang ia naiki” jelas Aira.


“satu lagi, uang di tabungan nenek habis untuk biaya berobat dan biaya penguburan nenek” jelas Aira


Sedang Aina hanya berdiri terdiam mendengar nenek yang ia sayangi adalah ibu dari pembunuh ibunya. Tubuh Aina tak kuat lagi dengan semua fakta yang ia terima. Ia pun akhirnya jatuh pingsan dan disambut lengan kekar Ken.

__ADS_1


“Di!!” Aira melihat sang adik pingsan


“sudah! Ayo” ajak Ryo yang menggendong tubuh Aira yang lemas


Ia menangis dalam dada Ryo, terus menangis dan menangis.


“mass... mass..” keluhnya


“sayang... sudah! Sudah...” bujuk Ryo lembut berusaha menenangkan istrinya.


Ryo menuntun Aira memasuki mobil sedang Aina dibawa menggunakan mobil lain bersama Ken.


“mas.. Aina!” ucapnya di dalam mobil.


“tenang Beib.. Aina sudah diurus dengan baik” ucapnya menenangkan


Kini tubuh Aira terasa berbeda. Ryo mulai merasa cemas.


Ia mengecup bibir Aira berusaha mengalihkan pikiran Aira yang sekarang kalut.


“sayang!” balas Aira melepas ciumannya


“aku merindukan kamu sayang” ucapnya berusaha membuat tubuh Aira merespon sentuhannya.


‘Alihkan pikirannya saat ia kalut’ saran itu yang dulu diberikan salah satu psikiater yang menangani Aira


“mas! Kita di mobil” tahan Aira pada tangan Ryo yang semakin nakal.


“Pak, singgah di hotel!” pinta Ryo


“mas... Saat seperti ini apa yang kamu pikirkan” ucap Aira kesal


“aku hanya membuat kamu nyaman sayang” kecupnya lagi


Alhasil, pikiran Aira teralihkan. Ia hanya sibuk menahan Ryo yang tiba tiba mesum di perjalanan mereka yang jauh.


“mas ah.. sudah!” bisik Aira karena Ryo terus mengecup dan memberi tanda lehernya sedang tangan itu semakin gesit meremmas gunung kembar Aira.


Biarkan aku di cap sebagai lelaki bar bar, asalkan kamu tidak kumat! Benak Ryo


“mas!!!” bentak Aira dan Ryo terkekeh.


Sedang supir mereka merasa tegang dan hanya sesekali melirik di spion melihat kelakuan tuan mudanya.


Hingga mereka tiba di apartemen, Aira pun bermandikan keringat, namun bukan karena ia kumat, tapi karena Aira hanya pasrah mengikuti permainan sang suami yang terus melakukannya hingga ia kelelahan.


“mas.. cukup!” gumamnya di sela deru nafas lelahnya setelah mereka terhempas bersama dalam puncak kenikmatan.


“Fokus padaku sayang” jangan memikirkan apapun pinta Ryo


Aira tersenyum.


“aku masih mengkhawatirkan Aina” ucapnya


“Aina baik baik saja, ia hanya terlalu syok, ada Syen yang menemaninya”


“tapi aku ingin berbagi bersamanya malam ini” jelas Aira


“tapi aku takut kamu seperti kemarin” ucap Ryo


Aira menggeleng


“aku tidak takut lagi sekarang sayang” ucap Aira membelai wajah suaminya yang berhadapan dengannya masih dengan mengatur nafasnya.


Ryo tersenyum mendengar ucapan Aira yang kuat. Ia mengecup kembali bibir itu


“a a.. cukup, aku udah gak kuat” ucap Aira menyerah


Malam itu pun Aira habiskan menemani Aina, untuk pertama kali dalam kembalinya Aira pada Ryo, Ryo tidur sendiri di ranjang mereka.


“aku benci menjadi yang kedua” gumamnya memeluk guling.


Sedang Aira begitu kuat malam ini. pikirannya telah teralihkan, ia menemani Aina dan seperti dulu mereka pun tidur dengan nyenyak bersama, meski mereka tak mengetahui ada satu tim dokter yang siaga menunggu disana.

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2