Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Lisa


__ADS_3

Aira memesan taksi online dengan  meminjam ponsel Bu Le yang diminta menemaninya malam itu untuk pergi menuju bandara. Ia menarik sejumlah uang tunai untuk bekal kepergiaannya. Aira juga melakukan cek in untuk kedua penerbangan pagi. Namun setelah itu Ia menawarkan pada driver untuk mengantarnya ke suatu tempat tanpa pemesanan online.


Setelah mengetahui semua perasaan Bams padanya, kini ia tak memiliki siapa pun lagi di kota itu. Bams yang ia anggap sebagai satu satunya sahabat, kini tak bisa lagi ia andalkan. Ia tak ingin menyakiti Bams dengan harapan kosong yang tak mampu ia berikan.


Aira termenung selama perjalanan. Driver wanita tersebut sesekali melirik Aira yang berada di jok belakang.


“nona kita harus kemana?”


“asalkan keluar dari kota ini nyonya” balas Aira dalam wajah dingin dan sedih.


Di tempat lain.


Mobil melaju dengan cepat menuju resto Pak De, dini hari yang dingin dan sepi membuat mobil sport itu semakin garang di tengah gelap.


Bams melangkah memasuki tempat peristirahatannya, namun sayang ia hanya menemukan sebuah kertas kecil.


‘maaf! aku pergi..


Aira’


Lutut Bams melemas tak mampu menopang tubuhnya. Ia berpaling dan langsung menuju bandara. Ia pasti menemukan Aira disana. Mobil itu terus melaju, tapi ketika sampai disana, ia tak mampu menemukannya.


Transaksi penarikan uang terlihat pada ponsel milik Aira, tapi Ryo terlalu sibuk dengan kesedihannya sendiri. Ia tak melihat kembali layar ponsel tersebut.


“nona, bisa kita berhenti sejenak?” tanya sang driver ketika mendekati rest area


“tentu” jawab Aira


Mobil pun berhenti dan mereka turun untuk istirahat sejenak dan menikmati sarapan.


“kenapa nona sangat terlihat takut? Anda melarikan diri?” tanya driver wanita itu merasa takut membawa kriminal.


“saya takut nyonya, orang suruhan suami saya mungkin akan menemukan saya” ucapnya menunduk malu.


Aira membuka kacamata hitamnya ketika mereka memasuki toilet perempuan. Wajahnya bengkak karena semalam terus menangis.


“maafkan saya nona yang berburuk sangka” ucap driver wanita setelah melihat wajah Aira yang sembab.


“tak apa? Wajar jika anda curiga, karena memang saya seorang yang sedang melarikan diri” senyumnya dengan mata berkaca kaca.


Aira memuntahkan isi perutnya, seperti biasa, mual saat pagi tak bisa ia hindari.


“anda sedang hamil?” tanya wanita itu lagi


Aira tersenyum mengangguk. Mata driver wanita itu berkaca kaca, ia seakan mampu merasakan penderitaan Aira. Ia merasa sangat kasihan pada wanita muda itu.


“anda ingin sesuatu? Jika anda takut berbaur, saya akan bantu mencari makanan yang anda mau” ucapnya lagi

__ADS_1


“tidak nyonya, terima kasih, saya tidak menginginkan apapun saat ini. Cuma.. selama hamil, tingkat lapar saya lebih cepat dan meningkat, saya selalu ingin ngemil dan makan” senyumnya menceritakan penggalan kebahagiaannya dari semua tragedi yang baru saja ia lalui.


“apa suami anda tahu anda hamil?” tanyanya lagi


Aira menggeleng menangis.


“saya tidak ingin dia mengambilnya dari saya” Aira kembali menangis.


“maafkan saya lancang bertanya” ucapnya lagi


Aira kembali mencuci wajahnya. Berusaha menyegarkan wajahnya yang layu dan sayu.


Meski sudah mencuci wajah, tetap saja wajahnya terlihat kusut. Tampak bukan seperti Aira biasanya. Aira kembali menutup wajah dengan masker dan memakai kembali kacamatanya saat kembali ke mobil mereka.


Mereka pun melanjutkan perjalanan. Aira meminta sang driver mengantarnya menuju bandara, ia pergi sore itu menuju sebuah tempat baru, bukan tempat Aina, tapi tempat yang ia sendiri belum datangi. Seperti dulu ia memberanikan diri mengikuti langkah saat pertama menginjakkan kakinya di ibu kota yang dulu tertipu sebuah agen pekerjaan.


“terima kasih nona sudah mengantar saya” ucap Aira memberikan pembayaran pada sang driver.


Ia membayar lebih dari harga yang ditentukan


“maaf nona terlalu banyak!”


Tapi sang wanita mengembalikan lebih pula. Ia tak tega menerima semua uang Aira.


“tak apa, Nyonya sudah menemani saya dan membantu saya pergi” Serah Aira lagi tapi sang wanita tetap menolaknya. Akhirnya mereka berpisah di pelataran parkir bandara.


Kehebohan masih terjadi, pencarian Aira akhirnya tercium kabar. Dengan luasnya jaringan hubungan Haris. ia menemukan cek in penerbangan pagi atas nama Aira menuju kota sang adik. Dengan gerak cepat ia memberi tahu Ryo.


Ryo dengan semangat mengambil ponsel Aira. ia melihat transaksi pengambilan uang di bandara tersebut. Ryo tersenyum. Ia berencana akan menyusul Aira kesana. Ryo kembali membaca pesan Aina yang mengatakan akan wisuda dalam beberapa hari ke depan.


Sedangkan Camila masih tak sabar menunggu penjelasan sang suami tentang kasus yang ia tak ketahui selama ini.


“mah.. waktu itu Hardi berencana akan mundur untuk melindungi Lisa, karena Lisa memang mengaku bersalah.. papah hanya ingin melindungi Hardi agar tetap bisa berkarir di dunia kedokteran” jelas Harlan


“tapi kenapa papah gak pernah cerita? Papah tahu sendiri, kita selalu bertanggung jawab pada pasien jika hal ini terjadi.. tapi selama ini tak pernah terjadi seperti ini pah!” Camila kecewa


“maafin papah!” tunduk Harlan


“Hardi ingin mundur ketika Lisa depresi karena kejadian itu, Hardi sangat mencintai Lisa.. papah juga heran waktu itu, Lisa selalu menjadi pendamping Hardi dalam melakukan operasi, banyak pasien tidak selamat, tapi waktu itu Lisa seperti sangat terpukul..”


“toh akhirnya Hardi gak merit sama Lisa kan?” Camila kecewa


“itu karena Lisa menghilang dan meninggalkan Hardi” ingat Harlan


“iya.. mamah ingat ketika dia depresi karena mencari Lisa” jelas Camila


“nah... Lisa menghilang setelah beberapa bulan operasi itu” jelas Harlan lagi

__ADS_1


“maaf tuan, nyonya” Suara haris mengejutkan obrolan mereka di ruang tengah


“maksud tuan, Lisa menghilang setelah operasi itu?” tanya Haris


“iya, dia seperti merasa sangat bersalah” jelas Harlan


Haris mengerutkan keningnya sedikit curiga. Karena sesuai penyelidikan yang ia lakukan, memang terjadi malpraktek dalam oeprasi tersebut, insting detektifnya langsung berdering, seakan mengatakan jika Lisa terlibat dalam hal itu.


“nyonya! Izinkan saya menyelidiki lebih dari kasus ini” pinta Haris


“untuk apa?” tanya Harlan yang takut jika akan membawa masalah ini


“nona Aira pergi karena mengira tuan yang menjadi penyebab kematian ibunya, jika kita bisa menemukan bukti bukan tuan yang bersalah, saya yakin, nona pasti akan kembali” ucap Haris


“iya... dan kita tak perlu takut kehilangan Ryo” sambung sang ibu yang sangat khawatir pada putranya


“iya nyonya” jawab Haris


“bagaimana dia?” tanya Harlan


“tuan muda seharian mengurung diri di apartemen, Ken sedang bersamanya meski dengan jarak tak dekat” jelas Haris


“jangan biarkan dia membawa mobilnya sendiri!!” Perintah Camila


“baik Nyonya” ucap Haris


Haris pun memilih untuk mulai menyelidiki wanita bernama Lisa. Ia harus melakukan penyelidikan agar sang tuan dan nona muda mereka tidak salah paham.


Ryo merenung menatap nama Aina dalam ponsel Aira. selama ini hubungan ia dan Aira tertutup. Ketakutan Aira tentang pernikahan mereka yang akan diketahui Aina mengurungkan niatnya menghubungi perempuan itu.


'Di, lagi ngapain?' ketik Ryo


Tapi Aina tak membaca pesan tersebut, karena ia tengah sibuk dengan pekerjaannya.


Ryo berharap! Aina akan mengatakan pada Aira jika ada pesan dari ponselnya. tapi Ryo berpikir kembali, apa yang akan Aira katakan pada Aina. Ia pun kembali menarik pesan tersebut sebelum Aina baca.


Krrrrriiiinggggg!!!!!


Suara telpon Aina berdering!


Bersambung!


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Tolong tinggalkan jejak buat yang sudah baca ya.. biar bisa bantu semangat buat nulis..


Makasih buat yang masih setia membaca novel ini

__ADS_1


__ADS_2