Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Aku tak punya pilihan


__ADS_3

Ryo memasuki gedung dan mencari Aira. Ryo langsung mencari Aira di ruang loker, ia membuka loker Aira dan terlihat tas Aira disana.


📲‘kamu dimana?’ Ryo menulis pesan


📲‘di ME’ jawabnya


📲‘dimana?’ tanya lagi


📲‘di balkon’


Saat menuju kesana, Ryo melihat Bams yang belok di koridor di depannya. Bams dari sana, itu pikiran Ryo.


Aira sengaja memberitahu Ryo dia ada dimana, karena suasana kantor masih sangat sepi, ia akan meyakinkan Ryo untuk berhenti menemui dan perhatian padanya.


Aku harus melakukannya sebelum aku terlalu jauh! Benak Aira terus meyakinkan dirinya.


“hei..!” sapa Ryo yang datang membawa sarapan untuk Aira


Aira menoleh, Ryo sangat tampan pagi itu. Aira masih memegang rotinya yang belum habis. Ryo menatap roti di tangan Aira dengan tatapan kecewa.


“Bams!” ucap Ryo pelan memandang Roti milik Aira. ia menghela nafas dan menutup matanya sejenak.


“kok kemarin pulang gitu aja?” tanya Ryo pada Aira.


“kalau aku kasih tau kamu aku pulang saat itu, kamu pasti balik, ya kan?” tanyanya lagi


“lupain soal kemarin, baju kamu ku taruh di mobil..” jelasnya lagi


“o iya.. aku lupa hari ini bajuku bisa diambil” ucapnya yang lupa dengan baju yang dibilang Ryo diloundry oleh bibi


“mau kemana?” Tanya Ryo yang melihat Aira ingin pergi


“ngambil baju” jawabnya


“ntar sore aja, susah naruh disini, lagian ntar sore aku antar kamu pulang juga” jelas Ryo


Aira menatapnya tidak enak


“jangan bilang kamu bawa sepeda ya?” Ryo menatapnya curiga


“berhenti yo! Pliss..!” ucap Aira menatapnya serius dan meminta Ryo berhenti berbuat baik dan perhatian padanya


“why?” Ryo terus menanyakan kenapa ia harus berhenti


“aku udah pernah bilang, jangan menyukaiku, berhenti! Itu gak akan baik buat kamu” jelasnya


“why?” Ryo kembali menanyakan penjelasan Aira


“karena kamu suka orang lain?” Ryo menanyakan lagi


“kenapa kamu hapus pesan pesan Bams?” Aira menanyakan itu


“a... Bams!” Ryo menarik nafas


“menurut kamu kenapa?” Ryo menanyakan lagi

__ADS_1


Aira hanya menatap Ryo kesal. Ia mengingat semua kebaikan Ryo kemarin padanya, tapi ia harus tegas agar Ryo tidak lagi melakukan itu.


“apa begitu sulit menyukaiku Ai..?” Ryo memecah kesunyian


Aira menatap Ryo sedih. Ia suka tapi ia sendiri takut.


“aku ingin banget kamu senang dengan yang aku lakuin, tapi ... kamu selalu berkata jangan, tidak, berenti, stop, ... apalagi yang harus aku lakuin biar kamu bisa suka sama aku?” Ryo terus bicara


“aku benar benar gak tau harus ngomong gimana sama kamu biar kamu bisa ngerti” Aira menjawab itu


“apa yang ingin aku mengerti dari kamu?” Ryo menanyakan lagi


“kita, kamu dan aku, kita beda, kamu terima itu, dan jangan bersikap terlalu baik padaku, aku takut aku terbiasa” ucapan Aira akhirnya bisa dimengerti Ryo.


“karena kamu hanya ingin terbiasa dengan sikap Bams?” Ryo menganggap omongan Aira mengarah kesana


“bukan itu yo, kamu gak kenal aku, aku orang yang gak pantes banget buat kamu suka” jelasnya lagi


“kenapa? Kamu alien? Dari planet mana? Kamu apa? Siluman? Makhluk jadi jadian?.. kamu cewek, aku cowok, aku suka kamu, udah! normal! ” jelas Ryo


“aku gak perlu liat latar belakang kamu seperti apa ai.. aku gak peduli!” jelasnya lagi


“aku yang peduli dengan latar belakangmu!” Aira menjawab jelas


Kini Ryo mengerti kenapa Aira selalu menolaknya.


“apa sekarang kamu mempermasalahkan predikat ku?” Tanya Ryo yang mengerti arah pembicaran Aira


Aira membuang wajahnya membelakangi Ryo.


“kamu pikir aku melakukan ini semua karena itu?” tanya Ryo kesal


“apa aku seburuk itu di mata kamu?” ia terus saya bertanya karena Aira masih saya diam.


Iya, itu salah satunya! benak Aira


“kalau kamu berpikir itu, kamu salah ai, aku ingin dekat denganmu karena aku memang menyukaimu” ucapnya


Bagaimana kalau ada orang yang tahu seorang Ryo menyukai orang seperti ku? Mereka pasti akan menghinaku habis habisan


Kini ketakutan Aira bukan lagi pada siapa Ryo, tapi ketakutan akan cemoohan yang akan ia terima jika ada orang yang tahu.


“dan hentikan itu, berhenti menyukaiku, sukai orang lain saja” ucapnya


“kau pikir segampang itu perasaanku?” jawab Ryo lagi.


“aku merasa terganggu dan aku merasa takut” ucap Aira lagi


“aku lari dari tempatku karena aku ingin menghindari cemoohan orang orang terhadap kami. Sekarang aku akan berhadapan dengan cemoohan orang senegara ini jika mereka tahu kamu hanya menyukai seorang OG sepertiku?” Aira menjelaskan ketakutannya


“kenapa kamu harus mikirin mereka? yang ngejalanin kan kita” Ryo serius


“karena kamu seorang Ryo, kamu beli sayur aja viral, terus gimana kalo tertulis, Ryo jalan sama gadis rendahan sekarang, kamu pikir aku nyaman baca itu?” Aira menjelaskan


“Aku nganggap kamu spesial, bukan rendahan” jawab Ryo

__ADS_1


Aira terdiam


“Ai.. kita bisa jalani hubungan tanpa diketahui orang orang” bujuk Ryo


Aira menggeleng geleng


“aku gak pantes buat kamu!” jelasnya dan pergi


Ryo menahannya


“aku gak akan berenti, semakin kamu minta .. aku akan semakin deketin kamu” jelasnya


“lihat... kita cuma bisa berdebat” Aira menunjukan situasi mereka


“karena kamu gak ngijinin aku” jawab Ryo kesal


“dengar Ai, pilihan kamu ada dua, kamu jalanin hubungan kita secara sembunyi, atau kamu akan lihat aku menunjukan sikap ku pada semua orang!!” Ryo mengancamnya


Aira tak habis pikir, Ryo mengancamnya sekarang. Ia bahkan tidak bisa menutup mulut.


“aku udah gak punya pilihan.., aku gak tau harus bersikap seperti apa lagi” Ryo menganggapi tatapan Aira yang kaget dengan sikapnya


“kamu gak masuk akal!” ucap Aira pergi dari sana dan meninggalkan Ryo yang sendiri terpaku.


Aira makan siang sendiri di atap karena Bams memiliki jadwal pemotretan siang itu. Ryo memilih makan siang sendiri di ruangannya yang dulu tidak pernah digunakan, tapi akhir akhir ini dia sering berada disana, hanya untuk menyendiri. Melihat sikap Ryo sekarang, orang orang berpikir Ryo sangat terpukul dengan berakhirnya hubungan dia dan Mona.


Ryo menatap ponsel miliknya, bingung ingin menghubungi Aira atau tidak. Ia tidak tahu apakah Aira akan menatap kesal atau mungkin menyukainya.


Akhirnya ia justru menghubungi Boman.


“bawa semua laporan keuangan bulan ini, gue cek sekarang!” ucapnya ke Boman via telpon


Ryo mengalihkan semua konsentrasi pada laporan yang ada di hadapannya, tapi tetap saja otaknya menyebut nama Aira.


Ryo terus memainkan pulpen. Ia dikejutkan suara ketukan pintu oleh Boman. Boman meminta diri untuk pulang karena waktu sudah sore.


“Suruh Aira lembur!” ucap Ryo


“Aira kan bukan OG lagi!” bomam mengingatkan bahwa Aira sekarang adalah dancer


“Sejak kapan?” tanya nya lagi


“kan dari kemarin show, waktu dia gantiin tika” jelas Boman


“gue liat dia bersihkan ruang lima tadi” Ryo memaksa


“ya udah! gue tanyain dulu!” Boman pergi


Aira menerima perintah lembur dari aya, ia senang menerima. Tapi Ia tidak pernah tahu bahwa ia akan menemani Ryo malam itu.


Aira membawa kopi untuk ruangan yang dulu selalu dibersihkan tapi tidak pernah digunakan. Ia masuk dengan pelan. Ryo memutar kursi dan melihat Aira yang masuk membawa kopi.


Ia seperti tidak percaya bahwa Ryo yang disana. Ryo berdiri dan mengambil kopi yang Aira bawa. Ia menarik tangan Aira dan menutup pintu.


“duduk!” Ryo meminta Aira untuk duduk disana.

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2