Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Temukan dia!


__ADS_3

Karena Aira dan Ryo bangun lebih siang, Aina pun memasak untuk mereka. Ia sibuk sendiri di dapur sang kakak. Menyiapkan hidangann untuk sarapan suami istri yang masih nyaman terlelap dalam pelukan cinta masing masing.


Ia menyiapkan meja dengan rapi dan sebuah pesan tertulis disana.


'Ni.. aku happy banget hari ini, aku pake baju yang kemarin kamu belikan, bagus banget dan pas, ini sarapan yang ku bikin khusus sebagai tanda terima kasih aku, nanti kita happy happy kaya kemarin lagi ya.. love you Ni..'


Ia pun meninggalkan apartemen itu dengan senyuman. Sesuai dengan pesan Ryo, mereka tidak boleh membahas kejadian itu agar Aira hanya menganggapnya sebagai mimpi buruk semata.


Dinginnya suhu kamar mereka membuat Aira semakin masuk kedalam pelukan Ryo dan selimut mereka. gerak geliat Aira membangunkan Ryo. ia menatap sang istri masih nyaman menggelung dalam pelukannya. Ia pun merapikan kembali selimutnya.


Perlahan Ryo melepaskan tubuhnya dari sang Istri. Ia ingin menyiapkan sarapan untuk mereka. tapi saat ia menuju dapur mereka. sebuah sajian sudah tertata rapi dan siap untuk disantap. Ia melihat pesan yang Aina tulis dan membuat ia tersenyum.


“kamu beruntung sayang, adik kamu begitu menyayangi kamu” ucapnya melihat tulisan Aina.


Ryo kembali ke kamar dan mandi. Saat ia selesai, Aina masih tidur dengan nyenyaknya.


Perlahan Ryo mendekatinya. Mencium kening, hidung, pipi dan berakhir di bibir Aira.


“hmmm..” Aira membuka mata perlahan dan mendapati wajah itu begitu dekat. Wajah yang selalu membuat jantungnya selalu berdebar dan mengalirkan cinta dalam pembuluh darahnya.


“ayo bangun beib.. udah terang diluar sana” kecup Ryo sekali lagi


“hhmmm..” Aira mengalungkan tangannya di leher Ryo


“kamu curang bangun duluan, udah mandi lagi” ucapnya tersenyum masih dengan wajah setengah bangun dan berusaha mengumpulkan kembali nyawanya.


Ryo tersenyum dan terkekeh.


“pengen sarapan disini aja?” tawarnya


Aira tersenyum menatap mata Ryo dalam dan menggeleng. Ia mendekatkan wajah Ryo dan mencium keningnya. Tapi Ryo ingin kembali mencium bibirnya, namun Aira menghindar


“aku masih bau!” ucapnya


“bau bau juga tetap istriku yang ku cintai” jawab Ryo semakin mendekatkan wajahnya dan menggelitik tubuh Aira.


“aaakkhhh...” Aira berusaha menghindar dan tertawa.


Mereka pun bercanda dan membuat tempat tidur itu kembali berantakan.


“udah udah.. aku nyerah” ucap Aira di sela tawanya karena tangan Ryo terus menggelitik pinggangnya.


Aira duduk bersila dan meregangkan tubuhnya. Terlihat jelas lekuk tubuh yang selalu membuat Ryo ketagihan.


Ahhh.. aku pengen! Benak Ryo menatapnya tapi hanya bisa menggigit bibirnya dan menelan ludahnya.


“mas.. apa aku parah kemarin?” tanya Aira saat mereka sudah bersama menikmati sarapan yang Aina bikin.


“heh?” jawab Ryo lagi berpura pura tak mengerti arah pembicaraannya.


“aku tahu apa yang terjadi dengan ku mas.. tadi malam aku kebangun dengan kamu memelukku dan dengan cairan infus. Aku tahu aku kumat kemarin” ucap Aira sedih


“terus..?” Ryo menggenggam tangan Aira.


“apa lebih parah?” tanya Aira


Ryo menggeleng dengan senyuman.


“kamu bohong lagi” ucap Aira menarik tangannya dan merapikan piring sarapannya.


Baru saja ia berdiri, Ryo langsung menariknya agar duduk di pangkuannya.


“beib..” peluk Ryo pada perut Aira.


“katakan apa yang terjadi kemarin!” pinta Ryo lembut


Aira hanya menunduk. Ryo menarik dagu Aira untuk menatapnya.


“kita sudah berjanji tak akan ada rahasia antara kita” ucap Ryo


Mata Aira seakan gugup menatap Ryo yang meminta dia mengatakannya.


“kemarin .. kemarin ada lelaki agak tua yang mengenaliku sebagai putri mamah” ucap Aira dengan sedikit terbata dan berakhir dengan helaan nafas berat


“siapa dia?” tanya Ryo


“dulu dia juga pernah bertemu dengan ku, ketika aku bersama Rya” jelasnya lagi

__ADS_1


“aku sangat mengingat wajahnya, dia menanyakan aku dan mamah” ucapnya lagi


“kenapa kamu begitu takut saat dia menyebut kamu sebagai putri mamah?” tanya Ryo


“karena dulu orang yang ingin menculik ku dan Aina adalah orang yang mengenal mamah, dan .. mereka begitu kasar” tubuh Aira sedikit gemetar mengingat memori itu.


Aira memejamkan mata dan menggelengkan kepala mencoba menghilangkan ingatan itu dari memorinya.


Ryo menarik Aira ke dalam pelukannya.


“ssssshhhhh... ada aku disini yang akan melindungi kamu, mereka tak akan pernah datang lagi beib, aku gak akan membiarkan mereka mengganggu sehelai pun rambutmu..” ucap Ryo memeluk erat.


“aku sangat takut kemarin” ucap Aira memeluk erat Ryo


“aku takut sayang!” ucapnya lagi dan sangat terasa tubuh itu gemetar.


“maafin aku kemarin yang gak bisa jaga kamu, mulai sekarang aku akan lebih memperketat penjagaan kamu beib..” ucap Ryo


Aira memejamkan mata dalam pelukan Ryo. ia merasakan ketenangan dalam pelukan itu. nyaman dan terlindungi, itulah perasaan yang ia rasakan saat ini.


Ryo melepaskan pelukannya dan menatap wajah sang istri.


“ceritakan padaku ketakutan kamu seperti apa? Kenapa kamu selalu takut setiap ada yang mengenali kamu sebagai putri ibumu” tanya Ryo


“alasan mereka yang ingin menyingkirkan ku dulu semata mata karena aku anak dari ibuku, ketika Aina ku bilang bukan adik kandungku, mereka hanya ingin mengantarnya ke panti, sedang aku akan mereka bawa entah kemana” ucap Aira sedih mengenangnya


“jadi alasan mereka menculik kamu semata mata hanya karena kamu putri dari ibumu?” tanya Ryo


“yang ku baca seperti itu, aku sangat ingat lelaki yang mengatakan aku putri mamah karena aku seperti dia dan dia dengan lantang mengatakan akan membawaku”


“kenapa mereka tidak mempercayai Aina bukan adik kamu?”


“karena Aina mirip papa, dan aku persis seperti mamah, bahkan wajah ku sekarang persis seperti mamah waktu muda” jelas Aira


“itu sebabnya ia mengenali kamu” lanjut Ryo


Aira mengangguk.


“aku takut mas” ucapnya memeluk Ryo kembali


Ryo mengelus pundak Aira berkali kali mencoba memberikan kekuatan, ia memeluk erat sang istri.


“yang harus kamu ingat hanya satu, kamu telah memiliki seorang suami yang akan melindungi kamu kapan dan dimana pun. Kamu bukan lagi seseorang yang sendiri. kamu memiliki aku yang sekarang menjadi tameng, rumah dan pelindung kamu beib” ucap Ryo dengan tatapan meyakinkan.


“jadi, apapun yang datang dan mengganggu kamu, mereka bukan apa apa lagi, karena aku tidak akan membiarkan mereka menyentuh kamu” jelas Ryo


“jika kelak kamu bertemu orang itu lagi, panggil pengawal kita, minta mereka membekuknya, lawan mereka, kamu bukan Aira yang dulu yang harus sembunyi dibalik topi dan jaket kamu, kamu sekarang adalah nona besar, kamu seorang istri tuan muda yang mampu menghancurkan siapa pun yang akan menyakiti kamu, jadi... buang jauh ketakutan kamu itu, kamu sekarang adalah Aira yang kuat yang tak berjalan sendiri” ucap Ryo penuh cinta memberi semangat untuk Aira


Mata Aira mengembun karena terharu.


“jangan menangis lagi.. lupakan masalalu yang sakit, sekarang kamu telah menjadi kita, bukan hanya ‘aku’, tapi Kita”


“mas....” ucap Ryo mencium suaminya dan terus melummatnya


Ciuman itu diiringi air matanya, air mata bahagia dan haru yang ia rasakan saat ini.


Ryo mulai larut dengan ciumannya, namun Aira mengakhiri dan menahan tangan Ryo yang mulai nakal.


“sayang .. sayang..” Tahannya disela deru nafas panas Ryo


“hahhhhh... beib..” pinta Ryo


“aku lagi dapet” ucapnya


“aahhhh..” Ryo menunduk lemas.


“hhhmmpppptt” Aira menahan tawanya. Dan Ryo hanya membenamkan kepalanya di dada Aira dengan


pasrah


“sayang.. kamu dulu pernah menunjukkan pada ku jika kematian mamah karena kesalahan seorang wanita bernama Lisa” ucap Aira


“hemm!”


“itu berarti kematian mamah karena kesalahan dia!” Aira merasa ngeri


Ryo ragu menjawab mengingat betapa takutnya istrinya.

__ADS_1


“sayang.. kalau ...” Aira menghentikan ucapannya karena ragu


Ryo mengangkat wajahnya menatap Aira.


“kalau?” tanyanya lagi masih menunggu Aira melanjutkan katanya


“seperti yang kamu bilang, aku harus berani, aku bukan Aira yang dulu..” ucapnya masih bergelayut manja di pangkuan Ryo


Tangannya masih betah mengalung di leher Ryo.


“hhmmm” Ryo masih menunggu


“kalau .. aku ...” Aira meragu kembali


“katakan beib.. its ok” ucapnya mencium pipi Aira.


“kalau aku ingin mengungkap kebenaran tentang kematian mamah, kamu ...” Aira tak berani bertanya


Apa kamu gak keberatan? Benak Aira


“kamu ingin bertanya apa aku merasa terganggu, atau takut reputasi rumah sakit mamah rusak?” Ryo memahami apa yang ingin Aira ungkapkan.


Aira hanya menatap tak nyaman pada Ryo


“jawabnya .. tidak masalah beib.. aku sudah menemukan fakta semuanya seperti yang ku tunjukkan dulu, aku malah senang kalau kamu berani mengungkap itu semua” ucapnya tersenyum senang.


“aku istri Ryo Boys, aku harus berani” ucapnya membalas senyuman Ryo.


Ryo mengambil ponselnya. Ia langsung menghubungi Ken. Sedang Aira masih betah berada dalam pangkuannya


“Ken! Kamu tahu kejadian kemarin tentang istriku kan?” ucapnya menatap mata sang


istri.


“temukan dia!” kata kata Ryo bak sebuah titah yang tak bisa di tawar.


Ia meletakkan ponselnya dan kembali menatap dalam mata Aira.


“sayang turun dong” pinta Ryo karena Aira menatapnya dengan godaan mata nakal sedang jangtungnya mulai tak karuan karena tuntutan sesuatu yang mulai terasa berbeda di bawah sana.


“kamu udah gak suka mangku aku ya?” ucapnya dengan wajah merajuk manja karena ia memang merasakannya


“aku singa lapar dan kamu bak daging empuk yang menari di depan mataku, sedang aku tak mampu melahapnya” ucap Ryo mencubit hidung Aira yang membuat Aira terbahak tertawa.


“aku udah ngerasain itu keras dari tadi” bisiknya turun dari pangkuan Ryo


“dasar nakal” pukul Ryo di panntat Aira.




Di sebuah gedung perusahan raksasa ternama


“maaf tuan, anda tak bisa menemui komisaris kalau anda tak punya janji” jelas seorang security yang menahan lelaki yang memaksa untuk bertemu dengan sang komisaris.


“kalau begitu, sampaikan pesan ini padanya” ia mengambil kertas pesan di meja resepsionis.


Lelaki itu menuliskan sebuah pesan dan ia meminta untuk disampaikan pada sang komisaris.


“aku akan duduk disana” ucapnya setelah menyerahkan kertas tersebut.


Pesan itu akhirnya disampaikan oleh seseorang pada sang asisten komisaris.


Catatan kecil itu membuat sang komisaris berdiri secara tiba tiba di tengah khidmadnya meeting perencanaan yang ia hadapi.


“dimana lelaki itu? temukan dia!” perintahnya keluar meninggalkan ruang meeting


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Perlahan Aira mulai kuat 'kan..! karena dia udah punya suami yang rela mengorbankan nyawanya untuknya


Buat para pembaca.. mohon dukungannya untuk novel ini dengan like, komen, vote atau giftnya...


terima kasih


Author juga punya novel lain yang sudah end ceritanya 

__ADS_1


Kau, Benarkah Dirimu Sayang


Mampir ya


__ADS_2