
“mamah!” ucap Ryo nyaring membuat kedua wanita beda umur itu menoleh pada pintu yang terbuka lebar.
Ryo berjalan cepat mendekati mereka.
“mamah apa apa an ini?” tanya Ryo dengan wajah emosi.
Camila melengos. Ia paham kekhawatiran putranya saat itu.
“ahh.. Rya gak bisa dipercaya” gumam Aira melihat ke arah Ryo yang berjalan dekat
“bukan Rya yang ngasih tau.. paling pengawal tunangan kamu” ucap Camila
Ryo berjongkok di depan Aira dan menatapnya cemas
“beib kamu gak papa?” tanyanya mengambil tangan Aira yang basah.
“mamah apa apa an sih? Kalo mau panggil Aira panggil Ryo juga.. jangan main panggil dan interogasi kaya gini!” ucapnya kesal menatap Sang ibu
Camila menghela nafas, tapi ia tidak kesal dengan protesan sang putra. Ia sekarang hanya menganggap Ryo anak anak yang seakan protes karena permennya diambil.
“bukan tante..” Aira baru ingin menjelaskan, tapi Ryo kembali memotong omongannya.
“kamu juga, masih aja suka nyembunyiin masalah dari aku, kamu tu selalu gitu, main menangani masalah sendiri, kamu bilang sama aku kalau sekarang kita hadapi dan putuskan masalah bersama, tapi lihat, kamu gak ngomong kamu dipanggil mamah kesini!” omelnya panjang lebar, Ryo menoleh pada ibunya, ingin melanjutkan omelannya, baru saja mulutnya membuka untuk bicara, tapi...
“RYO!” ucap Aira keras membuat bahu Camila dan Ryo terangkat kaget.
Aira kemudian menoleh pada mertuanya dengan tak enak. Ia lupa karena begitu kesal mendengar Ryo yang terus saja bicara dan mungkin akan kembali menyalahkan ibunya.
“maaf tante!” ia menunduk malu, sedangkan Camila berusaha menahan tawanya yang melihat putranya seakan ditegur keras seorang istri yang galak.
“tu liat, kamu nangis lagi!” protes Ryo menyentuh pipi Aira basah. Wajah Aira memerah karena malu melihat perlakuan Ryo di depan ibunya sendiri.
“kamu bisa diam gak sih?” ucap Aira dengan mulut setengah menutup mengeratkan kedua gerahamnya.
Camila sampai terkekeh melihat pemandangan di depannya. Merasa ditertawakan sang ibu, raut wajah Ryo berubah, cemas yang tadi menyelimuti dadanya kini seakan bertanya
Ada apa sebenarnya? benak Ryo
“makanya jadi orang jangan suka berburuk sangka, tanya baik baik dulu, baru ngomel panjang lebar” jelas ibunya menjewer lembut telinga anaknya.
“aw.. sakit mah” Ryo menghindar
“emang ada apa sih?” tanyanya lagi dan duduk di bantalan sofa di samping Aira
“huh.. kamu tu!” protes Aira menoleh pada Ryo
“mamah sama Aira membicarakan rencana pernikahan kalian” ucap Camila
Aira langsung menoleh Camila dengan tatapan kaget dan hanya dilirik sejenak oleh camila.
“bener beib?” tanya Ryo menunduk mencoba melihat wajah Aira.
“iya! Lagian kamu tu ganggu aku sama tante aja.. aku lagi asyik asyik ngobrol, kamu datang teriak gitu” keluh Aira lagi kesal melirik Ryo
“kapok kamu” ucap ibunya
“terus kenapa kamu nangis?” tanya Ryo curiga
Nah lho! Benak Aira bingung menatap Camila dan Camila menatap balik.
__ADS_1
“Aira terharu karena mamah meminta dia membahagiakan kamu... puas?” tanya ibunya
Aira menunduk mendengar Camila bicara seperti itu.
“bohong! Tadi Ryo dengar sendiri Aira ngomong minta maaf ke mamah” ucap Ryo melirik Aira
“tadi dia minta maaf karena merasa bersalah waktu kecelakaan dulu” ucap ibunya lagi
“beib!” Ryo mengelus puncak kepala Aira
“lupain itu, itu semua bukan salah kamu” lanjut Ryo menenangkan Aira
“Aira.. mamah hanya minta itu, bahagiakan Ryo dan jangan membuatnya sedih, itu saja, masalah apapun, bagaimana masalalu, siapa kamu, apa pekerjaan kamu.. jangan kamu pikirkan” ucap Camila lembut
Mamah? benak Aira mendengar Camila menyebut dirinya mama
“kenapa? Kamu gak sanggup?” tanya Camila tegas
“sanggup mah!” jawab Ryo
“eh... mamah tanya menantu mamah.. bukan kamu” ucap Camila
“ss.. sanggup tante!” ucapnya tersenyum
“ya sudah.. sekarang kalian tinggal tentuin kapan kalian siap menikah” ucap Camila
“Ryo dah siap dari dulu mah” jawab Ryo menatap Aira, tapi justru di balas plototan Aira yang mengerti maksud Ryo.
Camila kembali terkekeh.
Pasti seru nih kalau mereka tinggal dirumah. Pasti rame! Benak Camila menahan tawanya melihat jelas jika Ryo tak berani berkutik terhadap Aira.
“pasti mah!” jawab Ryo
Setelah ngobrol sebentar, Ryo mengajak Aira pulang. Saat mereka sudah memasuki mobil, Ryo membelai punggung Aira dan merasakan baju Aira yang basah.
“baju kamu basah” ucap Ryo kembali menyentuh baju Aira di bagian lain.
“aku keringetan tadi” ucapnya
Raut wajah Ryo kembali cemas, karena waktu terakhir, setelah berkeringat seperti ini, Aira akan kembali mengalami kondisi yang tak bisa hadapi.
****
Ryo kembali ke apartemen bersama Aira. Aira memasuki apartemennya dan Ryo pun juga kembali ke tempatnya. Selang beberapa waktu setelah selesai mengganti pakaian, Ryo kembali ke tempat Aira.
“kamu gak papa?” tanyanya memasuki tempat Aira. Sedang Aira asyik menikmati kentang gorengnya sambil menonton salah satu drama korea kesukaannya tercengan melihat kedatangan Ryo
Perasaan pintu ku kunci pake lock rantai! Benak Aira
Aira mematung dengan tangan masih memegang satu irisan kentang yang ingin ia suap menatap Ryo yang datang dari belakang.
“kamu kok liatin aku gitu?” tanya Ryo mendekat dan menyuap kentang yang Aira pegang. Kemudian ia mengusap wajah Aira. sedang Aira masih menatapnya
Kok dia bisa masuk ya? Benak Aira masih menatap Ryo yang sudah duduk di sampingnya. Ryo juga menatap Aira sambil terus mengunyah keripiknya dengan suara kriuk kriuk.
“ada apa sih?” Ryo meraba wajahnya merasa ada yang salah karena Aira terus menatapnya tanpa ekspresi
“kok kamu bisa masuk?” tanya Aira menatap Ryo intens
__ADS_1
Aduh, aku lupa! Benak Ryo gugup
“hemmmmm?” Aira menyipitkan matanya menatap Ryo. ia sedang dalam mode curiga
Ryo mengalihkan bola matanya dan duduk menghadap kedepan.
“nonton apa sih?” tanyanya mencoba mengalihkan pembicaraan
Aira menangkup wajah Ryo dengan kedua tangannya dan memutar menghadap padanya
“hayo... jawab! Kenapa kamu bisa mendadak muncul dari belakang sedang pintu di depan situ?” tanya Aira
Wajah Ryo menjadi lucu ketika Aira terus menekan tangannya hingga membuat bibirnya memaju.
“aku punya ilmu menembus tembok!” jawab Ryo dengan bibir lucu
“jawab jujur!” ancam Aira
“cium dulu!” pinta Ryo manja memajukan bibirnya
Tapi Aira mundur dan berwajah mengancam manja
“cium dulu.. ku kasih tau pintu ajaibnya”paksa Ryo
Cup
Aira mencium cepat bibir Ryo dengan wajah yang masih ia pegang
“bukan cium gitu” protes Ryo
“kasih tau gak? Kalau gak.. aku gak akan cium kamu sebulan” ucap Aira
“wiihhh.. ancaman kamu beib” ucapnya lagi
“aku serius!” Aira mengoyang goyang kepala Ryo dengan gemas.
Ryo menarik tekuk leher Aira dan mencoba mendekatkan bibir Aira, sedang Aira terus menahan dan menjauhkan kepala Ryo agar tak bisa menciumnya. Mereka pun tertawa terbahak meski akhirnya Aira kalah.
Ryo menunjukkan pintu ajaib yang menghubungkan kedua apartemen itu.
“pantes aja kamu sering nongol tiba tiba” tatap Aira pada Ryo.
Ryo menyentuh dahi Aira.
“kamu beneran gak papa?” tanya Ryo lagi
“aku masih waras!” jawab Aira kesal becanda dan membuat Ryo tertawa, karena ia mengkhawatirkan Aira yang berkeringat siang tadi, bukan menanyakan protesnya soal pintu ajaib.
“ini kok pintu gak ada kuncinya?” tanya Aira
“kan gak perlu beib!” Ryo melirik mengoda menaikkan alisnya.
“iissshh..” Respon Aira yang mengerti lirikan Ryo.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Terus dukung novel novel Author ya..
Vote, Like, Komen, hadiah juga boleh.. hhehe
__ADS_1
Love you all