Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Bangun, Aku mohon Bangun!


__ADS_3

“Idolaku kecelakaan” ucapnya sedih


“idola kamu banyak” Aira protes dan mengambil mangkok steinless untuk sayur yang barusan ia angkat


“Ryo Boys” ucap Aina lagi


Preeengggg!!


Aira menjatuhkan mangkok yang ingin ia isi. Ia seperti di sambar petir mendengar kata kata Aina. Seketika nafasnya seakan berhenti. Aira berpegang pada pinggiran meja kompor. Ia berusaha sekuat tenaga menahan dirinya.


“kapan dia kecelakaan?” tanya Aira lagi sambil menurunkan tubuhnya mengambil mangkok yang jatuh


“gosipnya kemarin, pas pulang dari Bandara” jelas Aina dengan raut sedih


Aira seperti tidak bisa bernafas, tubuhnya seperti mau mati. Ia seakan mendapat serangan jantung. Ia tidak mampu berkata kata. Ia pun rasanya tak mampu berdiri lagi


“ni?” Aina melihat Aira tidak bergerak saat memungut mangkok yang jatuh


“mangkoknya kena kaki ku” ucap Aira, ia berusaha menahan tangisnya


“aku jadi gak selera makan” ucap Aina lagi


Aira berbalik dan mencoba tersenyum pada adiknya


“masa udah dimasakin gak makan?” ucapnya dengan menahan nafasnya. Ia seperti sesak nafas saat itu.


Aira mencuci tangannya dan duduk berhadapan dengan Aina saat makan.


Aira hanya menatap meja saji kecil itu. pikirannya tidak disana


“ni?” suara keras panggilan Aina membuatnya terbangun dari lamunan dan menatap Aina dengan tersenyum kecut


“ada apa ni?” Aina merasa kakaknya ada yang berbeda


Aina tersenyum dipaksa dan menggeleng


“ayo makan!” ajaknya


Saat makan Aira seperti melamun. Ia mengunyah lambat makanannya. Melihat itu Aina tahu, ada sesuatu yang mengganggu pikiran saudara perempuannya.


Saat jam 1:00 siang, Aina kembali ke kampus yang tidak jauh dari tempatnya. Bergegas Aira mengambil ponsel dan menyalakan. Ada banyak pesan dan panggilan dari Bams.


Aira menangis sendiri saat membaca pesan terakhir dari Ryo


📲‘aku hanya ingin kamu tau, aku selama ini tulus mencintai kamu, maafin salahku, maafin kata kataku yang tak bisa ku tarik lagi, aku hanya bisa meminta maaf, meminta ampunan dan memohon..’


‘maafin aku, aku janji akan menghilang dari kehidupan kamu jika itu yang bisa mengembalikan kebahagiaan kamu’ tulisnya


‘Selamat tinggal beib.. aku akan menuruti keinginan terakhir kamu..’


Aira terus menangis sendiri diruang itu. Ia seakan tidak percaya apa yang terjadi. Tangannya gemetar mencoba menghubungi Bams. saat itu mereka sedang melakukan presscon di ME


Melihat telepon yang berdering dari Aira. Bams langsung menghindar dari sana untuk menjawab. Boman melihat reaksi Bams yang berlebihan membuatnya merasa tidak nyaman.


“Ai.. kamu dimana?” Bams langsung bertanya


Tapi ia hanya di jawab oleh isak tangis. Bams pun terdiam sejenak

__ADS_1


“aku baru nyalain HP” ucapnya sambil menangis


“gimana kondisi dia B?” ucap Aira lagi


“koma!” jawab Bams


Aira pun seakan tidak bisa percaya dengan apa yang ia dengar. Ia terus menangis.


“ai.. kamu dimana?” tanya Bams lagi


“aku di desa” ucapnya


“tolong kamu balik, aku takut Ryo hanya nunggu kamu” ucap Bams lagi


“Jangan, jangan .. Ryo gak boleh ninggalin aku, gak boleh!” Aira terus menangis


“kamu balik sekarang, semua tiket kamu akan aku urus!” ucap Bams lagi


“hhmmm.. aku balik sekarang juga” jawab Aira


Bams meminta temannya untuk mengurus kepulangan Aira hari itu juga. Ia berharap Aira mampu membangkitkan semangat hidup Ryo. Bams berharap Ryo akan bangun setelah mendengar suara Aira.


Saat itu Aira kembali, ia mengirim pesan ke Aina bahwa ia mendapat panggilan kerja dan ia harus kembali. Aina hanya tersenyum membaca pesan sang kakak.


Perjalanan yang jauh dan penerbangan yang lama tidak membuat tubuh Aira terasa lelah. Ia berangkat dari bandara langsung menuju rumah sakit. Tapi di depan rumah sakit begitu banyak wartawan dan para penggemar Ryo yang menunggu kabar terbaru dari pihak RS.


Aira bingung harus kemana. Ia menghubungi Bams. karena ia tidak bisa memasuki area tempat Ryo di rawat.


Kondisi Ryo dinyatakan koma oleh tim dokter. Ibunya yang juga baru tiba melihat kondisi Ryo yang terbaring dipenuhi alat bantu hidup seakan akan Ia hanya bernafas.


Sang ibu yang terlihat tegar tidak meneteskan air mata. Ia hanya menggenggam sesaat tangan Ryo yang keluar dari ruangan itu. Sang ayah yang dari tadi diam berada disana ikut keluar menemui sang ibu.


“mahh... Ryo pasti bisa melaluinya” ucap sang ayah


“kenapa pah?? kenapa??” ucap ucap ibunya seolah menanyakan takdir itu harus terjadi pada putranya.


“kita harus kuat, demi Ryo!” sang suami mencoba membuat istrinya tegar


“Rya gimana pah?” tanya ibunya


“Rya belum bisa pulang,  ada badai di eropa” jelas papahnya tentang adik Ryo yang kuliah kedokteran di Jerman.


Ibunya menangis dan terus menangis di pelukan sang ayah.


Bams menjemput Aira dari pintu belakang rumah sakit. Ia mengajak Aira memasuki area ruang Ryo dirawat. Namun dia dilarang masuk oleh security disana.


“maaf, hanya mas Bams yang boleh” ucap sang security


“dia yang ditunggu Ryo” ucap Bams


“maaf, sesuai perintah Tuan, hanya mas Bams yang boleh masuk” ucap security lagi


“tapi..” Bams ingin protes tapi Aira menahannya


“sudahlah!” ia melarang dengan tatapan sedih.


“tapi ai.. kamu satu satunya orang yang dia ingin ada di sisinya” jawab Bams lagi

__ADS_1


Saat itu sang ayah keluar dari pintu tangga darurat. Mendengar suara Bams yang bersikeras. Ia mendatangi mereka.


“om..!” sapa Aira pada ayah Ryo


“masuk lah” ucap ayahnya


Aira pun bisa memasuki ruangan itu. Saat di pintu Aira berhenti sejenak. Ia seperti tidak siap untuk melihat kondisi Ryo. ia ragu membuka pintu itu. tapi akhirnya ia pun masuk untuk melihat keadaan cintanya.


Saat memasuki ruangan itu pandangan Aira langusng tertuju pada Ryo yang terbaring dengan begitu banyak kabel dan selang di tubuhnya. Ada suara EKG yang seolah mengatakan pada Aira bahwa jantungnya masih berdetak.


Sejenak lututnya terasa lemas. Bams yang masih berdiri mencoba menahan tubuh Aira.


“hiks hiks hiks” suara tangisnya mulai terisak.


“lepasin aku.. hiks.. aku ingin berdua dengannya” ucap Aira melepaskan tangan Bams.


Ia melangkah masuk mendekati Ryo yang terbaring. Banyak lebam di wajahnya, ada balutan besar perban di kepala dan lengannya. Tak terasa tetesan air mata Aira terus  jatuh. Ia tidak percaya melihat itu semua. Ia pun merasa semua itu karena perbuatannya.


Aira mendekat dan menggenggam tangan Ryo. Ia menggenggam dan menangis. Ia menangis tersedu sedu. Ia tidak bisa berkata apapun lagi. Ia hanya menumpahkan semua penyesalan dan rasa sedihnya dengan menangis.


“huuuu huuuu huuu.. huuu huhuhu...... “ Aira terus menangis. Ia tidak bisa menahan tangisnya lagi


“Ryo...” bisiknya


“bangun Yo, huhu hu...bangun sayang..” pinta Aira


“maafin aku.. hu hu..maafin aku hu huhu” ucapnya menangis tertunduk menggenggam tangan Ryo.


“aaahh...” ia menangis hebat


Mendengar itu ayahnya dan Bams mengintip dari balik pintu. Sang ibu yang baru keluar dari pintu tangga darurat melihat kelakuan suaminya pun mendekat.


“siapa dia?” bisik ibunya


“pacar Ryo” jawab ayahnya


Bams kaget dari tadi, karena sejak bertemu tadi, Aira dan ayah Ryo seolah saling mengenal.


“Ryo sangat mencintai gadis itu” ucap ayahnya lagi


Bams semakin kaget. Bagaimana ayah Ryo tau.


“bangun Yo.. bangun..sayang.. huhhuhu” ucap Aira lagi di terus meletakkan kepalanya disisi kepala Ryo.


“aku mohon, kamu jangan tinggalin aku, Kamu janji kalau kamu akan nemenin aku sampai nafas terakhir ku” ucapnya lagi


“bangun Yo.. bangun..”


“aku mencintai kamu.. aku sangat mencintai kamu,.. aku gak ingin pisah dari kamu..hik hiks hiks” ucap Aira lagi


Tiba tiba suara EKG terdengar berubah. Suaranya menjadi terdengar cepat dan suara alarm pun berbunyi.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Terima kasih buat yang selalu baca novel ini


luangkan waktu sejenak buat sentuh 👍 (jempol)nya ya.. 🙏

__ADS_1


 


 


__ADS_2