
“kita mau kemana?” tanya Aira pada Ryo yang menjemputnya lebih cepat
“kan baru jam 3?” protesnya lagi
Ryo meraih tangan Aira dan tersenyum
“suatu tempat yang hanya ada kita” jawab Ryo tersenyum menggoda
Aira sedikit tegang mendengar kata 'kita'. Ryo pasti menginginkan sesuatu yang selama ini ia minta darinya.
Setelah perjalanan selama 1 jam, Aira tidak merasa lelah setelah tiba di tempat itu. dia begitu kagum dengan keindahan tempat itu. Ryo memasuki sebuah tempat seperti perkebunan. Sangat asri, dan berhenti pada sebuah rumah dengan desain rumah pertanian yang terlihat cocok dengan suasana pedesaan. Di belakang rumah
terdapat sebuah danau yang begitu indah. Di kelilingi taman bunga. Terlihat dermaga kecil untuk bersantai dan sebuah gazebo.
Ada sebuah ayunan dibawah pohon yang begitu rindang. Ayunan itu begitu cantik karena dihiasi bunga. Tempat itu seperti surga,
ia bahkan lupa dengan Ryo yang menggenggam tangannya memasuki tempat itu dengan berjalan kaki.
“tempat apa ini?” Aira bertanya pada Ryo
“Vila” jawab Ryo
Aira tidak pernah mengetahui Ryo akan membawanya ke tempat seindah itu.
“kamu suka?” tanya Ryo
Aira hanya mengangguk tersenyum menatapnya dengan penuh cinta.
Ryo mengajaknya duduk di ayunan yang sudah ia siapkan dan Ryo mengayun Aira dengan lembut.
Ryo berjalan kedepan dan menghentikan ayunan Aira. ia berjongkok dan mengayun Aira lembut dengan mendorong kecil lutut Aira yang menjuntai. Aira tersenyum melihat kelakuan Ryo yang begitu romantis. Ryo menatap lekat Aira dengan dalam dan penuh cinta.
“Jadilah orang yang pertama ku lihat saat aku membuka mataku di pagi hari
Jadilah orang yang tersenyum saat aku mencium selamat malam saat ingin terlelap
Jadilah orang yang menuntunku disaat aku tersesat
Jadilah orang yang menyambutku disaat aku pulang
Jadilah teman dalam setiap susahku
Jadilah orang yang memelukku disaat gundah
Jadilah ibu dari anak anak ku
Jadilah nenek untuk cucu cucu ku
Jadilah orang yang kelak akan menemani hari tua ku
Jadilah orang yang menemaniku di sisa hidupku hingga aku menghembuskan nafas terakhirku”
Aira tersenyum mendengar kata kata Ryo yang begitu indah baginya. Tapi ia hanya menganggap itu sebuah rayuan yang biasa Ryo berikan untuknya
Ryo mengambil sesuatu dari saku celananya.
__ADS_1
“Menikahlah dengan ku” saat ia membuka sebuah kotak cincin berhias permata yang sangat indah. Ryo menatap lama Aira, dan Aira hanya diam terpaku dengan senyuman yang menunjukan ia tidak percaya Ryo melamarnya saat itu. ia terus melihat cincin itu dengan wajah merah merona. Jantungnya berdetak kencang karena ia terlalu bahagia. Tapi... ia tidak berkata apapun.
“aku tau kamu masih ragu dan takut untuk bersamaku” lanjut Ryo
“tapi aku benar benar ingin menghabiskan sisa hidupku bersama kamu beib” jelas Ryo lagi
“Vila ini akan menjadi surga kalau kamu bersedia menjadi bidadariku” lanjutnya
Ada setetes air mata jatuh di sudut mata Aira yang terus tersenyum dan tidak bisa menahan kebahagiaannya.
Ia hanya mengangguk kecil mengatakan seolah aku akan menemani kamu selamanya.
“iya!” ucapnya memberikan tangannya.
Ryo menyematkan cincin di jari manis Aira dan mencium lama Aira, terus melummat bibirnya, menggigit bibir Aira hingga Aira membuka mulutnya, Ryo menautkan lidah mereka dan terus membuat Aira melenguh dan menikmati ciuman Ryo.
Ryo tersenyum dan menggendong Aira memasuki villa. Ia terus menautkan ciuman agar Aira semakin larut dalam suasana romantis yang ia buat.
“hhmmm” Aira melepaskan ciumannya. Dan Ryo kembali ingin mendaratkan ciuman, tapi Aira menahannya.
“Turunkan aku!” ucapnya setelah menyadari Ryo akan membawanya ke salah satu kamar disana.
“beib..” mata Ryo seakan memohon.
Aira tersenyum. Ryo pun menurunkan tubuh Aira.
“aku haus!” ucap Aira tersenyum membelai sejenak pipi Ryo dengan nafas yang tak teratur.
“kamu menolak ku lagi?” Tanya Ryo seolah mengerti keinginan Aira.
“aku mau minum!” ucap Aira menatap Ryo meminta dia mengerti, dan Ryo hanya mampu menghela nafas
“ayo aku antar kamu ke dapur!” Ryo menarik tangan Aira.
“wihh.. dapurnya ..” ia tercengang
“disini nanti kamu memasak untukku beib” Ryo kembali memeluk Aira dari belakang. Ia mengecup leher Aira dan terus menggigit lembut cuping telinga Aira yang membuatnya mendesir aneh.
“Ryo aku mohon hentikan!” ucapnya lagi menahan tangan Ryo yang sudah berada di gundukan kenyal Aira meski dari luar pakaiannya.
“ahhh..!” Ryo mengeluh ketika Aira berusaha menjauh darinya.
“kamu mengajak ku kesini untuk itu?” tanya Aira menatap mata Ryo yang menatapnya penuh gairah.
Suasana sepi villa dan dingin udara pedesaan ditambah dengan gerimis yang seakan mengeluarkan suara indah, membuat Ryo tak mampu lagi menahan dirinya.
“kita sudah sama sama dewasa beib..” ucap Ryo.
“kalau kamu mengajakku untuk itu, seharusnya kamu bertanya dulu..” ucap Aira
Ryo memutar bola matanya seakan tak percaya apa yang Aira ucapkan
Mana ada orang mau bercinta pake nanya segala, bini gue ini pikirannya kampungan banget sih! Keluh benak Ryo
“kamu pura pura naif atau sebenarnya emang nolak aku sih?” tanya Ryo kesal
Aira tesenyum.
“beib.. kita nanti akan menikah” ucap Ryo lagi
“aku lagi M” ucap Aira
__ADS_1
Ryo sedikit membuka mulutnya seakan tak percaya. Ia sudah merencanakan ini dengan baik. Disini, di tempat ini Aira tak akan mungkin menolaknya. Tapi ternyata keadaan justru yang menolaknya.
“maaf ya..!” ucap Aira lagi berjalan mencari gelas. Ia pun mengambil minum.
Aira melirik Ryo yang masih mematung saat ia menenggak minumannya. Ryo hanya bisa menutup matanya berusaha menurunkan tensi gairahnya yang sudah berapi api.
“sabar sayang.. nanti ada waktunya ya?” ucap Aira mengelus punggung tangan Ryo yang berpegang pada cabinet dapur.
Kapan gue buka puasa ini? benak Ryo menatap Aira
“kalau kamu sangat menginginkannya, nanti cari orang lain dulu yah” pinta Aira tanpa berdosa.
“kamu tunanganku sekarang! Bisa bisanya kamu ngomong gitu?” protes Ryo.
“karena aku mengerti kebutuhan tunanganku” Aira menunduk melihat gelasnya.
“Ai..aku ingin kita menikah besok” ucap Ryo memeluk kembali Aira.
“aku baru mengatakan Ya beberapa menit lalu” jawab Aira
“karena kamu menyatakan ya, makanya aku ingin secepatnya” ucap Ryo lagi
“tunggu sampai Aina selesai kuliah ya?” Aira membelai pipi Ryo yang bersandar dibahunya
“hah? Selama itu?” ucap Aira
“Cuma beberapa bulan lagi kok” ucapnya lagi
“ahhh..!” keluh Ryo
“ayo.. ajak aku keliling melihat rumah ini” Aira melepaskan tubuh Ryo darinya
Mereka pun berkeliling melihat sekitar Rumah.
“kita nginep disini malam ini” ucap Ryo.
“oke!” jawab Aira tanpa protes
“jarang jarang banget kamu gak protes” cubit Ryo pada hidung Aira
Dan mereka pun menghabiskan malam disana. Saling bercerita tentang semuanya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Akankah pernikahan itu terjadi?
Apa yang terjadi dengan Ryo dan Aira selanjutnya?
Apakah mereka bersama dan Bahagia?
Atau Aira masih dalam ketakutan dan keraguannya untuk menemani Ryo selamanya?
Bisakah Aira melawan traumanya untuk bersama Ryo?
Bagaimana perasaan Bams tentang Lamaran Ryo ke Aira?
Apakah Boman akan tetap diam dengan keputusan Ryo?
\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Tolong buat yang baca tinggalin jejak like atau komentarnya ya...
__ADS_1
makasih, love you all
\~\~\~\~\~\~\~\~\~