
“sahur ya?” tanya Rya
Aira dan Ryo menatap Rya dengan tatapan kaget dan berbeda ekspresi
“sahur?” tanya Aira kaget. Ia pun melirik jam besar yang tak jauh dari ruangan itu.
“aahhhhh!”teriakan Aira memekik telinga saat melihat jam dinding yang menunjukan lewat dari jam empat.
Kakak beradik itu hanya bisa menggeleng.
“kamu udah gak papa kak?” tanya Rya pada Aira
Ryo melotot pada Rya dan menggeleng agar tak membahasnya
“aku cuma keringetan.. kakakmu aja tu yang terlalu over” jawab Aira
Ryo melirik ke Aira yang berpaling padanya dengan tersenyum.
“makasih ya Re .. udah repot repot kesini dan ganti baju aku juga” ucap Aira menoleh pada Aira lagi
Ryo melirik kembali pada Rya yang masih berdiri di belakang Aira.
“oo.. iya sama sama” jawab Rya canggung melirik Ryo, dan Ryo kembali mengangguk pelan.
Ia masih membisu. Aira mencoba memahami situasi disana.
Kenapa kak Aira seakan tak mengingat yang terjadi? Terus kenapa kakak seperti menutupinya? Benak Rya masih mencoba bertanya.
“Kalian pasangan yang sangat jahat sama adiknya” Rya mendekati mereka di meja makan dan memecah keheningan subuh itu.
Aira tersenyum mendengar protesan Rya
“tadi aku kebangun dan sangat lapar” jawab Aira
“kok gak bangunin aku?” protes Rya pada Ryo
“kamu tidurnya kaya kebo mana bisa dibangunin!” jawab Ryo
“boong banget!” jawabnya menarik piring Ryo.
“ehh.. enak aja!” Ryo menarik lagi
“aku juga laper” ucapnya tetap menarik piring Ryo.
“bikin sendiri sana!” Ryo menarik kembali piringnya
“gak mau!” Rya menarik lagi
Aira menunduk melihat kelakuan kakak beradik yang dibilang dekat tapi tak henti hentinya berdebat.
“udah udah udah!” ucapan Aira menghentikan atraksi tarik menarik piring itu.
“kamu kasih kan itu ke Rya. Kalau kamu mau kita makan ini!” ucap Aira yang memang baru menyuap makannya beberapa suapan.
Ryo dan Rya tersenyum. Rya mengambil sendok yang dipegang Ryo. Ia pun mulai menikmati nasi gorengnya.
“aku makannya gimana?” tanya Ryo melihat Aira dengan ekspresi manja
Aira menyuapinya dan Ryo mengunyah dengan senyuman.
“nasi gorengnya jadi gak enak deh” ucap Rya melirik mereka berdua yang terlihat mesra.
Aira dan Ryo terkekeh mendengar ucapan Rya.
“Cuci piringnya?” ucap Ryo yang telah selesai makan bersama Aira.
“gak usah.. nanti biar aku yang nyuci”
__ADS_1
“awas aja kamu beib nyuci piring itu” ancam Ryo
“iya iya.. aku yang nyuci” ucap Rya yang makannya masih separuh
“ayo beib.. kita tidur! Aku ngantuk banget” Ryo menarik tangan Aira untuk berdiri dari kursinya
“kamu tidur aja, aku dah gak ngantuk lagi” jawab Aira
“temenin aku!” pinta Ryo
“tidur sana.. aku masih pengen ngobrol sama Rya” Aira menepuk tangan Ryo yang menggenggam tanganya.
“ya sudah!” Ryo ingin pergi
“jangan salah ngomong ya kamu!” Ryo menyentuh puncak kepala Adiknya dan menggoyangnya manja
Rya pun mengerti maksud Ryo.
“hemm!” ucapnya masih mengunyah nasi gorengnya
Sesaat Ryo mengecup puncak kepala Aira dan Ryo berjalan menuju kamar Aira.
Ia mengirim sebuah pesan pada seseorang dan mengirim foto KTP milik Aira.
‘om tolong cari info tentang orang ini, detail dari keluarga sama masa kecilnya’ tulisnya
Seseorang di kejauhan yang menerima pesan pada jam segitu hanya bisa mengernyitkan kening dan tersenyum.
Setelah melihat Ryo yang masuk ke dalam. Aira mulai bertanya dengan Rya.
“Re! Sebenarnya ada apa sih? Aku sakit ya tadi?” tanya Aira
Rya tersenyum mengunyah makannya
Aku jawab apa ya? Benak Rya setelah menelan ia baru bicara
Kenapa kakak gak mau kakak ipar tahu dia yang ganti bajunya? padahal kan...? benak Rya membaca situasi dan berhenti ketika menyadari kemungkinan dalam kepalanya. Matanya pun membulat membaca kemungkinannya
Masa mereka belum itu? mereka kan seperti tinggal bersama? benak Rya lagi
“kok aku gak kebangun ya kamu ganti bajuku?” gumam Aira berpikir sendiri.
“oo.. berarti kakak sama kaya aku tidurnya.. kaya kebo!” ucap Rya tertawa
Aira ikut tertawa mendengar ucapan Rya.
“kamu nih” Aira masih tertawa.
Ia menoleh kembali melihat jam, dan tanpa sengaja ia menangkap jejeran tas belanjaan yang tadi siang mereka beli.
“loh.. kamu tadi belum sempat pulang?” tanya Aira
“pulang” jawab Rya
“itu kenapa tas belanjaan kamu disitu?” tanya Aira
“itu kan punya kakak... bukan punyaku” ucap Rya
“hah?” Aira mantap Rya kaget
“kakak gak mau shoping, jadi aku bantu siang tadi buat shoping” jawab Rya dengan wajah manis tersenyum manja.
“astaga.. jadi yang kamu beli tadi siang itu buat aku semua?” tanya Aira
“hemm.. tapi ada satu dress sih buat aku” ucapnya lagi
“Rya Rya.. kamu tu sama kaya kakak kamu” ucapnya
__ADS_1
“gimana sih kak naklukin tu ular?” tanya Rya saat dia telah selesai makan.
Aira terkekeh mendengar Ryo yang disebut adiknya ular.
“pake sirsak!” jawabnya santai menghabiskan minumannya.
“hah? Cuma pake sirsak?”
“sirsaknya ditabokin di kepala atau digimanain?” tanya Rya yang berdiri ingin mencuci piring.
Aira tertawa.
“udah tinggalin aja disitu, nanti aku yang nyuci” pinta Aira
“gak ah.. soalnya kalau gak nurut sama kakak, Om Haris bakalan blokir semua kartuku”
“ya udah kalo gitu.. terserah kamu deh” ucap Aira merasa lucu dengan jawaban Rya
“ceritain dong kak.. gimana awal ketemu kak Ryo” ucap Rya yang penasaran kakaknya itu bisa takluk dengan seorang Aira yang sangat biasa.
“emang kakak kamu gak cerita?” tanya Aira lagi
“enggak!” jawab Rya yang mencuci.
“nanti aja ya ceritanya” ucap Aira.
“yah.. kakak ipar sama aja sama kakak!” Rya melirik berwajah masam.
“aku masuk liat kakak mu dulu ya?” Aira meninggalkan Rya disana
“iya kak!”
Ryo tidur telungkup di ranjang dengan posisi sembarang. Ia terlalu lelah malam itu.
“ck ck ck!” Aira memberi selimut padanya.
“kamu pasti capek banget!” kecup Aira pada kening Ryo yang terlelap.
Setelah itu Aira keluar menemui Rya. Rya terlihat mengambil tasnya dan bersiap ingin pergi.
“kamu mau kemana?” tanya Aira
“aku pulang dulu, soalnya pagi ini aku ada operasi kak” ucapnya membereskan tasnya.
“gak mandi dulu?” tanya Aira
“gak kak.. aku mandi di rumah aja” ucapnya beranjak keluar.
“gak usah ngantar aku kak.. temani kak Ryo aja” Rya melirik Aira dengan menggoda
“temani apanya.. aku juga udah mau siap siap ini” jawab Aira
Setelah berpamitan, Rya pun pergi dari sana.
Aira kembali ke kamar untuk bersiap berangkat bekerja, sedang Ryo masih tertidur pulas karena ia baru saja bisa terlelap.
Kini Aira telah rapi dan siap berangkat bekerja, ia meninggalkan Ryo sendiri disana tanpa membangunkannya. Hari ini ia ada latihan untuk video klip salah satu band di bawah naungan ME.
Ryo terbangun pada pukul delapan pagi. Ia menoleh dan mencoba mencari Aira, tapi tak terlihat sedikit pun akan keberadaan Aira disana, bahkan bayangannya saja tak ada.
‘kamu dimana?’ tulis Ryo setelah menghubungi Aira beberapa kali tak diangkat.
Ia pun kembali ke tempatnya dan menyiapkan diri berangkat ke ME.
Ryo memasuki gedung ME dengan cepat. Ia terus melihat ponselnya yang tak ada pesan dari Aira. Ia berjalan menuju ruang loker Aira. benar! Aira telah masuk kerja.
Ryo kembali mencari keberadaan Aira di ruang latihan. Matanya membulat sempurna ketika melihat Aira yang kini dalam pelukan seseorang tepat di tengah ruang latihan.
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~