
“kak! Ni gak mau berenti nangis!” adunya pada Ryo setelah kepergian Hendrawan
Aina memegang segelas air putih untuk Aira.
“kamu istirahatlah.. ni kamu biar sama aku” Ryo mengambil air minum dari tangan Aina.
“terus kalau ni tanya gimana?” tanyanya
“nanti ku bilang kamu juga perlu istirahat”
Aira pun meninggalkan apartemen mereka untuk kembali ke unitnya sendiri.
Aira terus menangis bahkan saat Hendrawan sudah pulang. Ryo memasuki kamar dan melihat sang istri yang meringkuk di dalam selimut.
Isakan halusnya masih terdengar.
“beib..” Ryo mendekat membawa air minum untuknya
Wajahnya sembab, rambutnya tak beraturan, Aira memang tak peduli dengan penampilannya saat itu.
Ryo perlahan meletakkan gelas di nakas samping tempat tidur mereka. perlaham ia membangunkan Aira dan menariknya dalam pelukan.
“mas..” gumamnya masih menangis
“sudah ... cobalah untuk melupakannya ya..” usap Ryo pada lengan Aira
“aku gak nyangka ...”
“iya iya.. sstttt” Ryo terus menenangkan sang istri.
“mas... aku gak mau ketemu orang itu lagi, aku gak mau warisan itu, aku gak mau berurusan dengan mereka” ucap Aira emosi
“iya sayang .. iya..” Ryo hanya bisa mengiyakan semuanya
Ryo memberikan air minum untuk Aira karena sedari sore ia menangis.
Aira membenamkan kepalanya di dada Ryo, dada itulah yang bisa membuatnya nyaman. Membuatnya tenang. isak tangis itu perlahan menghilang. Ia terlelap dalam kenyamanan usapan kasih sayang sang suami.
Setelah meletakkan tubuh Aira dengan nyaman, mengatur selimut dengan perlahan, Ryo kembali mengambil ponselnya.
“Om, tingkatkan pengawalan Aina! Sepertinya nanti mereka akan mencoba mendekatinya” perintah Ryo pada Haris.
“baik tuan muda” jawab Haris yang selalu siaga 24 jam untuk Ryo.
Ryo kembali berbaring disamping sang istri, ia menopang kepalanya dengan telapak tangan yang bertumpu pada siku. Menatap wajah sembab istrinya yang tertidur.
“beib.. aku semakin takut kehilangan kamu ketika mengetahui semua ini” ucap Ryo mengecup sejenak kening sang istri.
Perasaan Ryo berbincang sendiri. matanya masih tertuju pada wajah yang kini terpejam dengan nyaman. Menatap detail wajah sang istri yang ingin ia benamkan dalam hati dan jiwanya.
Mencintai kamu membuatku takut kehilangan, ngeri membayangkan kesendirian, tapi juga membuatku senang, membuatku melayang, membuatku gila! Ucap benak Ryo terus berbicara sendiri hingga tak merasakan malam yang semakin larut.
Apa yang telah membuatku begitu mencintai kamu beib?
Apa yang membuatku begitu tak mampu bernafas tanpamu?
Ryo membelai wajah terlelap istrinya.
*
*
Bams masih terjaga di dalam sebuah kamar mewah Kiky. Ia sering datang ke tempat itu sekarang, namun sayangnya kini Kiky justru sering tak berada ditempat itu.
Kenapa kamu semakin menebalkan dinding diantara kita? Benak Bams menatap ponselnya yang kembali tak diangkat oleh Kiky karena kini terdengar jawaban jika nomor itu telah tak aktif lagi.
__ADS_1
Bams dengan malas beranjak dari tempat tidur menuju dapur karena rasa haus yang melanda. Ia berjalan malas mendekati pantri dimana ia selalu memasak untuk Kiky.
Saat Bams menunggu gelasnya terisi, terdengar suara kunci pintu terbuka, ada tawa canda terdengar memasuki unit tersebut. Suara Kiky yang terdengar ceria.
“minggir aku udah gak tahan ini” terdengar suara lelaki berjalan cepat memasuki unit tersebut.
Kiky semakin tertawa dan jelas terdengar lelaki itu memasuki kamar mandi.
“mas.. awas muuncrat sebelum waktunya!” ejek Kiky semakin tertawa.
Terdengar suara sepatu terlepas. Dan hempasan tubuh Kiky pada kursi malasnya.
“ahhh.. aku senang banget hari ini” gumamnya
Bams masih diam memegang gelasnya. Gerahamnya mengatup keras menahan sesuatu yang panas diantara tenggorokan dan perutnya. dadanya seperti penuh dengan jejalan yang mampu ia lepaskan.
“ahh.. lega!” ucap Lelaki itu keluar dari kamar mandi dan duduk di disamping Kiky yang terbaring.
Bams masih melihat jelas lelaki yang duduk membelakanginya mengangkat tangannya menyentuh puncak kepala Kiky.
“sana tidur, kamu seharian sudah menemani bunda...” ucapnya lembut
“aku belum ngantuk mas, tapi kalau dinina boboin bakalan bisa” jawab Kiky
“masa mau mas yang nina bobokan?” ucap lelaki itu lagi
Bams memejamkan matanya tak percaya dengan apa yang ia dengar. Indikator kemarahan itu naik, naik dan semakin naik. Badan dan hatinya saat itu memerah, menyala bagai kobaran api yang membumi hanguskan segala cintanya.
Kiky!!!! Geram hatinya.
“coba dari dulu kamu hadir, aku pasti gak kesepian sendirian” keluh manja Kiky
“iya .. mulai sekarang mas akan temenin kamu kok! Jagain kamu juga.. mas janji” lelaki itu memberi kelingkingnya pada Kiky
“janji lho ya.. besok temenin belanja ya?”
“kenapa?”
“kamu pasti belanja kaya waktu itu” ucapnya lagi
Percakapan terus terdengar begitu akrab. Hingga Kiky menguap pertanda kantuk mulai menghampirinya.
“mas.. aku suka kaos kamu yang tadi siang ku pake.. ntar ku minta aja ya?” ucapnya
“uuhhh.. dasar! Kemarin celana ku yang diminta.. hari ini kaos kesayanganku lagi” keluhnya manja sambil mengucek rambut ubun ubun Kiky
Suara kekehan Kiky pun terdengar manja yang membuat pemikiran Bams semakin menggila.
Celana, baju? Apa ini? jadi kamu? bams tak mampu meneruskan pemikirannya
Bams semakin terbakar, Kiky telah berani membawa lelaki ke dalam apartemen selain dirinya. geraham itu seakan semakin menyatu, genggaman itu semakin erat. Ia semakin cemburu. ia telah hangus dan terbakar habis oleh perasaan yang kini masih ia anggap sebagai biasa.
“ya udah.. mas pulang, langsung tidur ya?” perintahnya begitu sayang.
“heumm!” angguk Kiky
Lelaki itu pun beranjak pergi tanpa Kiky antar. Setelah terdengar pintu kembali tertutup. Kiky menghela nafasnya. Memejamkan mata mencoba melupakan pesan dan panggilan Bams tadi sepanjang siang.
Prang!!
Suara pecahan gelas pecah tanpa jatuh.
“astaga!!!” Kiky kaget setengah mati mengingat dia sendiri di sana.
Bukannya mendatangi suara tersebut. Kiky justru berlari ke arah kamarnya dan mengunci pintunya dengan rapat. Ia mengambil ponsel miliknya dan baru ia sadari jika ponsel itu telah mati.
__ADS_1
“aduh! Gimana ini?” gumamnya sendiri
Tok tok tok tok
Suara ketukan pintu kamar terdengar. Kiki menutup mulutnya rapat, tubuhnya gemetar ketakutan.
“Ky.. buka pintunya” pinta Bams
“ahhh...” nafas Kiky lega dan membuka pintu.
“aku pikir siapa” ucapnya dengan masih mengatur nafas.
“kenapa? kamu pikir aku penyusup?” tanyanya memasuki kamar Kiky dengan tatapan kesal.
“aku Cuma mau ambil HP ku” ucap Bams dingin.
Kiky merasakan dinginnya suara itu. Nada suara yang kini membekukan hatinya yang baru saja hangat.
Bams berjalan melewati Kiky seolah tak menganggapnya ada.
“kamu udah mau pulang?” tanya Kiky
“iya!” jawabnya sambil mengenakan kembali pakaiannya dan memasukkan baju bajunya ke dalam tas kecil.
“Bams kamu ngapain?’ tanya Kiky melihat Bams memasukkan baju bajunya
“sepertinya aku gak akan balik ke kamar ini lagi” ucapnya masih sibuk
“bams!” Kiky menahan tangan Bams tapi Bams menepisnya kasar
“maksud kamu apa?” tanya Kiky mulai menangis
“bukannya kamu udah punya pacar baru?? lelaki yang baru saja pergi!!!” nada Bams meninggi
“bams dengarkan penjelasanku”
Bams menutup kasar tas kecilnya dan ingin melangkah. Tapi Kiky terus menahannya
“bams!”
Bams menoleh cepat pada Kiky dengan tatapan kebencian
“pantas kamu selalu menolakku akhir akhir ini” ucapnya dengan satu sudut bibir yang terangkat.
“apa maksud kamu?” tanya Kiky
“sudah berapa kali kamu tidur dengannya? Sudah berapa sering tubuh kamu dinikmatinya? Sejak kapan aku harus berbagi kamu dengannya?????” teriak Bams marah
Plaaaakkkkk
Suara tamparan itu begitu keras di pipi Bams. Kiky tak terima pertanyaan Bams padanya yang menganggap dirinya murahan.
“jaga mulut kamu, aku memang telah menyerahkan tubuh dan jiwaku padamu, tapi kamu gak berhak menilai aku semurah itu” balas Kiky
“pikirkan sendiri kenapa aku bicara seperti itu!” ucap Bams geram meninggalkan Kiky.
Kiky duduk menangis dilantai dengan tertunduk. Sepertinya hubungan mereka memang sudah tak bisa diselamatkan.
“akhirnya aku akan kehilangan kamu bams” gumam Kiky di tengah tangisnya.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Nah .. jangan marah ya jika ada beberapa Akhir yang tak sesuai harapan kakak pembaca... hehehe
Moga kakak semua masih betah bacanya...
__ADS_1
maaf jika akhir akhir ini telat update, tuntutan dunia nyata lagi menggila.. jadi dunia halu terpaksa sedikit tertunda