
Ryo memasuki gedung ME dengan cepat. Ia terus melihat ponselnya yang tak ada pesan dari Aira. Ia berjalan menuju ruang loker Aira.
benar! Aira telah masuk kerja.
Ryo kembali mencari keberadaan Aira di ruang latihan. Matanya membulat sempurna ketika melihat Aira yang kini dalam pelukan seseorang tepat di tengah ruang latihan.
Seketika otak dan dadanya terasa mendidih, panas karena kecemburuan yang seakan mengisi seluruh jiwanya saatnya itu.
Prok prok prok
Suara tepuk tangan semua orang dari tepi ruangan mendekati mereka berdua. Dan Aira masih terengah dengan nafasnya. Lelaki itu menatap lekat wajah Aira dengan tersenyum dan bertepuk tangan.
“kamu selalu bisa say!” ucap Bella Sang koreografer yang bernama asli Billy.
Seketika ruangan itu menjadi diam saat langkah Ryo memasuki ruangan dengan raut wajah kesal dan tatapan tajam pada Aira dan pasangan dancenya.
“kamu disini say?” tanya Bella pada Ryo yang mendekat padanya.
“kenapa Aira latihan disini?” tanya Ryo datar pada Bella dan menatap tajam pada Aira
Aduh.. cemburu dia! Benak Aira melihat Ryo yang menatapnya dengan kemarahan.
“oo.. kemarin kita kehilangan satu dancer karena cidera.. terus Aira mau menggantikannya” Jelas Bella
“apa? Jadi kamu yang memintanya disini?” tanya Ryo menatap Aira sangat kesal.
“soalnya Aira cepat ngerti say.. itu sebabnya aku pilih dia” ucap Bella lagi
“emang siapa yang ngasih izin dia pindah dance kesini?” tanya Ryo pada Bella dengan suara meninggi
“boman! Aku dan ngomong ma Boman tadi” jelas Bella lagi sedikit gugup
“kamu tau kan Aira itu pasanganku?” tanya Ryo pada Bella
Aira membulatkan mata mendengar Ryo menyebut pasangan.
Kamu jangan gila Ryo, jangan bilang ke Bella tentang kita! Benak Aira
“aku tau.. ta” belum selesai Bella bicara Ryo langsung memotong
“terus kenapa gak kamu tanya dulu aku, boleh atau gaknya?” nada bicara Ryo semakin meninggi.
Bella hanya menatap gemetar pada Ryo.
“dan kamu!” tunjuk Ryo pada Aira
Tangan Aira langsung digenggam oleh pasangan dancenya yang tadi memeluknya karena khawatir Aira kena marah Ryo. Tapi hal itu justru membuat Ryo semakin terbakar.
Dengan cepat Aira menarik tangannya tapi Ryo sudah terlanjur melihat. Wajahnya semakin terlihat menunjukkan kemarahan.
“ikut aku sekarang!!” ucapnya penuh penekanan dan amarah.
Aira masih diam menatap Ryo gugup. Ia tahu Ryo sedang on mode cemburu.
“aku bilang ikut aku sekarang!!” Ryo menarik tangan Aira keluar ruangan itu.
Aira hanya menatap Bella takut saat tubuhnya sudah ditarik Ryo. semua orang melihat Ryo dengan ketakutan. Mereka baru kali ini melihat Ryo sangat marah.
Ryo membawa Aira hingga ke ruangannya.
__ADS_1
Ceklek! Suara pintu di kunci. Membuat mata Aira melebar.
“jelaskan!” ucap Ryo kesal
“a apa?” tanya Aira gugup
“kenapa kamu gak cerita soal ini ke aku?” tanya Ryo
“a aku pikir kamu tau” jawab Aira semakin takut.
“kamu tau kalau aku pencemburu kan ai?” tanya Ryo kesal
"tapi kan gak bisa di kaitin Yo" protes Aira
“lagian ini kerjaan, mana bisa kamu kaitkan perasaan kamu kaya gitu?” Jawab Aira tak merasa bersalah
“kerjaan iya! kamu bilang dikaitkan sama perasaan? Ini masalah kita!” jawab Ryo
“aku gak ada kegiatan di ME, Boys sedang promo album dan gak ada acara. Lagian aku ikut disana aku bisa dapat tambahan juga” jelas Aira panjang lebar agar Ryo mengerti
“apa uang yang aku berikan kurang?” tanya Ryo
Mendengar itu Aira menjadi marah. Ia kembali merasa Ryo menguasainya karena sekarang semuanya telah disediakan oleh Ryo.
“kamu pikir dengan memberiku uang kamu berhak atas hidupku?” tanya Aira kesal
“tadi alasan kamu bayarannya kan?” Ryo bertanya lagi
“iya!”
“untuk apa? Untuk mengirim pada Adik mu? Apa dari aku kurang?” tanya Ryo kesal
“kamu kirim pun aku gak masalah”
“jadi bagi kamu aku apa? Boneka yang kamu beli? Jadi aku harus menuruti keinginan kamu? gitu?” Aira kesal
“ajukan pengunduran diri kamu sekarang!” jawab Ryo
“jawab Ryo!!" Aira semakin kesal
"kamu pikir dengan kamu kasih aku segalanya kamu berhak mengatur hidupku? Karena aku budak kamu? gitu?”
Ryo menghela nafas berkali kali mencoba meredam amarahnya.
“sudahlah aku gak ingin kita ribut” ucap Ryo mendekati Aira. baru saja tangannya mencoba mengambil tangan Aira tapi Aira menampiknya dengan kasar.
Aira terlanjur merasa marah dengan ucapan Ryo dengan masalah uang. Ia tersinggung dengan apa yang Ryo katakan. Apalagi Ryo seakan memerintahnya, bukan meminta.
“Beib.. plisss” ucap Ryo mencoba bersabar merasa Aira yang kini emosi.
“heh! Ternyata ..” Aira tersenyum smirk yang menatap rendah Ryo.
Ryo memejamkan mata menanggapi Aira saat ini.
“aku sangat marah karena aku cemburu, aku juga khawatir.. karena kamu baru pulih” ucap Ryo lagi menatap kekasihnya dengan lembut dan menurunkan kemarahannya.
“aku bekerja disini, bukan sedang selingkuh!” ucap Aira
“aku tahu.. tapi aku gak bisa liat kamu sama orang lain” jelas Ryo lagi
__ADS_1
“dengan sikap kamu sekarang, justru akan mendatangkan masalah baru, gimana kalau mereka menyadari kecemburuan kamu barusan? Kamu pikir aku siap menghadapi berita gosipnya?” tanya Aira kesal.
“kamu harus siap! Ulang tahunku bulan depan aku akan umumin rencana pernikahan kita” ucap Ryo
“apa?” Aira semakin kaget.
“iya.. dan aku akan perkenalkan kamu” ucap Ryo
“kamu pikir aku menutupi semuanya karena apa? Karena aku gak berani orang lain mengenaliku, dan sekarang kamu bilang akan mengatakan siapa aku pada dunia?” Tanya Aira kesal
“cepat atau lambat mereka akan mengetahui tentang kita” jelas Ryo
“dan kamu senang?”
“ya jelas aku senang, akhirnya aku bisa menunjukkan wanitaku” ucap Ryo
“kali ini kamu mengambil keputusan sendiri lagi tanpa mengajakku! Ini yang kamu sebut hubungan kekasih? Ini hubungan tuan dan budaknya.. asal kau tau itu!” ucap Aira kesal
Ryo menunduk. Ia memang berencana memberitahu Aira. tapi belum sempat ia utarakan dan akhirnya itu menjadi salah paham lagi antar ia dan Aira.
“beib..!” kini Ryo berjalan dan memeluk Aira. meski Aira menolak dengan marah, tapi tenaganya tetap saja kalah dari Ryo
“tolong jangan katakan seperti itu lagi, terlalu sakit untuk didengar” ucapnya memeluk erat Aira.
“kamu pikir perkataan mu enak di dengar?” tanya Aira kesal
“maafin aku” ucap Ryo membelai kepala Aira
“selalu selalu seperti ini” ucap Aira lagi
“maafin aku beib..” ucap Ryo mengalah
Aira melepas pelukan Ryo. matanya berkaca kaca
“sebaiknya pikirkan lagi hubungan kita.. sepertinya kita belum siap bersama” ucap Aira melangkah menjauh
“bukan belum siap! Tapi kamu yang selalu saja meminta untuk menjauh dari ku!” ucap Ryo kesal dan keluar dari ruangan itu.
Brak!!
Suara pintu dibanting dengan kasar saat ia keluar. Aira bahkan kaget dan memejamkan matanya kesal.
Ryo merasa benar karena ia merasa mampu memberi Aira segalanya. Sedang Aira merasa Ryo terlalu mengaturnya. Perselisihan mereka semakin menjadi karena mereka berdua sama sama tak ingin mengalah.
Ryo memasuki tempat Aira malam itu. Ruangan begitu gelap karena sang penghuni tak disana.
Kamu benar benar marah! Benak Ryo memandangi tempat itu dimana Aira tak kembali ke apartemen.
Ryo berjalan menuju kamar Aira, dia berbaring disana. Menatap foto mereka yang berada di nakas samping tempat tidur.
“apa kamu masih belum mengerti jika aku begitu mencintaimu dan hanya khawatir tadi kamu kelelahan sayang?” ucap Ryo menatap foto Aira yang tersenyum dalam pelukannya.
Sedang Aira hanya duduk di sofa bututnya yang telah ia tinggalkan. Ia terus berpikir ucapan Ryo tentang uang yang seakan begitu memukulnya.
Aku bukan budak kamu! apa kamu belum bisa mengerti ketakutanku? benak Aira meneteskan air mata.
Keesokan harinya Aira mendapat pemberitahuan jika ia tidak menjadi dancer boy band itu lagi. Ia pun hanya mengangguk menerima keputusan itu. Ia kecewa!
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1