
Latihan kembali dilakukan, mereka akan mengikuti pementasan salah satu acara amal di salah satu pantai dekat kota itu. Saat break latihan, Ryo duduk di samping Aira dengan santai.
“sana..!” bisik Aira meminta Ryo pergi dari situ
“kenapa emangnya?” Ryo menoleh padanya
Aira takut terbaca yang lain. Bams meminum minumannya sambil melirik ke arah Ryo dan Aira yang duduk hanya berdua. Arya dan Jordi hanya berbaring santai di ruang itu. hanya Bams yang menyadari kedekatan Ryo dan Aira. sedang yang lain menganggap mereka hanya pasangan dance saja.
“sana!” usir Aira lagi
Ryo melihat ke arah Bams yang duduk sendiri yang sedang mengamati dia dan Aira. Ryo meninggalkan Aira sambil mengucek rambut poni Aira. Aira tersenyum kesal tapi manja pada Ryo.
“loe baik baik aja kan ma Kiky?” tanya Ryo duduk disamping bams
“Hmm..” Bams mengiyakan
“oo.. syukurlah..” Jawabnya lagi
“lo dah dapetin dia?” tanya Bams melirik Aira
Ryo hanya tersenyum bangga tanpa menjawab pertanyaan Bams. Ia hanya meminum minumannya. Bams merasa tidak nyaman dengan hal itu. Sebenarnya saati ini Bams tidak mengerti dengan dirinya, apakah ia hanya khawatir dengan Aira atau Dia cemburu? Tapi yang pasti ada perasaan tidak nyaman melihat reaksi Ryo seperti itu.
Saat selesai latihan, ME dihebohkan oleh sebuah berita gosip yang baru muncul menjelang sore itu.
‘wanita misterius Bams begitu berita itu muncul. Tampak sebuah foto buram yang menunjukan seseorang masuk ke apartemen Bams dengan menggunakan kunci sendiri. Foto itu muncul dari sebuah potongan video dari CCTV di gedung apartemen Bams. Sontak hal itu membuat heboh di lingkungan ME. Selang beberapa menit, telepon di ME seperti semua berdering.
Ryo melihat ke arah berita di TV dia melihat bayangan itu dan mencoba mengenali sosok wanita itu, dan tampak terlihat bukan seperti Kiky. Bams yang berdiri di ruang itu melirik ke arah Aira yang berkeringat. Beruntung gambar itu buram dan wanita itu tertutup jaket hitam dan topi.
Sesaat setelah itu sikap Aira pun berubah drastis. Ia seperti tidak ceria seperti biasa. Ia banyak melamun dan dengan wajah agak pucat. Ryo memperhatikan perubahan sikap Aira. Ryo menatap Aira dari jauh.
Kamu cemburu padanya? padahal kamu kekasih ku ai! Benak Ryo
Ia merasa sedih. Ia merasa perubahan Aira karena gosip Bams karena Aira yang merasa cemburu.
Aira masih menyukai Bams! hanya itu yang terlintas dipikiran Ryo saat itu.
“besok aku naik sepeda aja” ucap Aira pada Ryo saat dia mengantarnya pulang.
“aku gak ngijinin” jawab Ryo menatap Aira yang bersikap canggung hari ini
“aku bukan meminta ijin, aku ngasih tau kamu” ucap Aira lagi
“kamu marah ai?” tanya Ryo terus menatapnya
“gak..” jawabnya mengalihkan pandangan keluar
“maksudku.. kamu marah sama gosip Bams?” Ryo memperjelas pertanyaannya
Aira menatap Ryo menanyakan itu
“kamu berubah dari tadi siang, kaya gak nyaman” jelas Ryo menatapnya dengan tatapan sejuta pertanyaan
__ADS_1
Aira menghela nafas. Ryo benar, ia tidak mampu menutupi kegugupannya.
Ryo masih menunggu tanggapan Aira. Ia terus menatap Aira yang menunduk. Ia seakan terlihat sangat berusaha menahan sesuatu di dalam dirinya
“kamu masih menyukai Bams?” Ryo menanyakan itu akhirnya
Aira yang dari tadi menunduk menatap Ryo dengan tatapan kecewa. Ia tidak percaya setelah selama ini bersama, Ryo justru menanyakan hal itu yang seakan meragukan kebersamaan mereka.
Aira tidak menjawab. Ia keluar dari mobil dengan kesal. Ryo mengejar Aira yang sangat terlihat jelas sedang kesal.
“Ai.. !” tahan Ryo
Matanya berkaca kaca, ia bingung saat ini harus seperti apa. Ia tak mempunyai teman untuk mencurahkan hatinya. Hanya Ryo yang menjadi teman ceritanya sekarang, tapi menceritakan masalah ini, itu sesuatu yang mustahil.
“aku minta maaf, hanya saja.. kamu seakan sangat terpengaruh dengan gosip Bams” jelas Ryo yang merasa cemburu karena itu.
“kamu ragu?” tanyanya singkat
“heh?” Ryo bingung dengan pertanyaan Aira
“kamu ragu sama aku?” tanya Aira lagi
“aku gak tau kalau kamu masih berpikir itu selama ini, padahal kita sudah lama pacaran..” Lanjut Aira
“aku gak berpikir itu, tapi sikap kamu hari ini yang bikin aku jadi berpikir akan itu” jawab Ryo
Mata Aira berkaca kaca, Aira bukan sedih karena hal itu. tapi karena beban itu ia tanggung sendiri dan tidak ada tempat untuk bercerita ataupun mengeluh. Melihat Aira yang sedih, Ryo memeluknya lembut.
“maafin aku...” ucapnya
“maafin aku...” ucapnya mengecup lembut kepala Aira di pelukannya yang erat.
“maafin aku beib...” ucapnya lagi mempererat pelukannya.
Aira melepas pelukan Ryo, ia menyeka air mata Aira. mendekatkan wajahnya ke telinga Aira
“besok jangan bawa sepeda!” bisik Ryo lagi
Aira memukul Ryo manja dan tertawa di sela sedihnya. Dia pikir Ryo akan mengatakan rayuan. Ternyata justru berkata seperti itu. Ryo pun tersenyum dengan semua sikap Aira.
Saat perjalanan pulang, Ryo menerima telpon dari Kiky. Dia menangis, dia mengatakan apa yang dia takuti akhirnya terjadi. Bams akan meninggalkanya
“firasat gue benerkan?” ucap Kiky disela tangisnya.
“loe tenang ky...” Ryo mencoba menenangkan.
“sampai sekarang Bams gak mau ngangkat telpon gue” ucapnya lagi
“ntar gue ngomong ama Bams” jawabnya lagi
Seharian ini Bams memang menghindari semua orang. Dia seakan tidak ingin menjawab semua yang terjadi saat itu.
__ADS_1
Malam itu Aira kembali mengalami mimpi buruknya. Gosip itu kembali memicu trauma yang selama ini ia takuti. Pagi itu pun Aira masuk dengan berwajah pucat.
***
Gosip itu ternyata lebih heboh dari gosip Mona sebelumnya. Wartawan yang ingin mewawancara Bams begitu banyak dan antusias, tapi Bams memilih diam. Bams begitu dipusingkan dengan kondisi itu.
Siang itu, Aira meminta Bams untuk menemuinya di atap.
“aku minta maaf!” ucap Aira
“kok kamu minta maaf? Itukan bukan salah kamu?” Bams justru menanggapi Aira santai. Ia tidak ingin Aira merasa tidak nyaman dan merasa bersalah akan hal itu.
“kamu jangan ngerasa bersalah .. itu sama sekali bukan salah kamu.. “ jelas Bams lagi
“tapi kan itu aku?” Jawab Aira
“wanita itu memang kamu, tapi yang salah .. orang orang yang kerja di gedung tempat ku, mereka Cuma ingin cari sensasi aja” jelasnya lagi
“tapi gimana kalau orang orang sampai tau itu aku?” ucap Aira ketakutan.
“Kamu tenang aja, aku dah bilang ke pengelola gedung itu, kalau sampai terbongkar.. aku akan tuntut mereka” jawab Bams menenangkan Aira
Tapi meskipun Bams menenangkan Aira, dia tetap terlihat takut dan gugup.
“ai..” Bams memegang kedua bahu Aira
“percaya deh... gak akan ada apa apa, kamu santai aja.. yah?” pinta Bams lagi
“aku gak papa kok...” jelas Bams lagi
“aku bingung sekarang...” jawab Aira lagi
“kamu tenang aja! Oke? Jangan dipikir ya?” Bams lebih meyakinkannya.
“kamu yakin?” tanya Aira lagi
“aku dah beresin masalah ini kok!” ucap Bams.
“videonya juga udah dihapus sama mereka, aku udah pastikan kemarin” jawab Bams
Aira bernafas lega mendengarnya. Karena selama gosip ini terus saja menjadi pembicaraan, Aira selalu bermimpi buruk dan sangat mempengaruhi badannya.
“aku sangat takut B!” ucapnya
“gak ada yang perlu kamu takutin lagi!” Bams menenangkan Aira.
Saat mereka kembali ke bawah.
Ting!
Saat pintu lift terbuka. Ryo sedang berdiri tepat di hadapan Aira dan Bams. Aira seakan merasa tertangkap oleh itu. Ryo menatap Aira dan Bams bergantian seolah merasakan ada sesuatu disana. Ia hanya menatap mereka berdua tanpa bicara.
__ADS_1
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~