Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Dia Istriku


__ADS_3

“malam tragedi konser, ni menjadi korban dan dia kehilangan putranya malam itu, dia keguguran” tangis Aina


“apa?” Ryo dan Bams merasa tidak percaya


“bukannya kamu sendiri yang meminta manager kamu untuk mengurus ni!” tunjuk Aina pada Ryo dengan kebencian di sela air matanya.


“apa?” Bams seakan tak percaya


“aku tidak pernah melakukan itu, gue gak pernah Bams” jawab Ryo bergantian pada Aina dan Bams


“tapi aku mendengar sendiri kamu memintanya pada manager kamu” ucap Aina


“kamu jangan asal bicara Aina! Aku gak pernah melakukan itu!” jawab Ryo terus mengelak


“kamu mengatakan malam itu ... ‘urus wanita itu’ dan Lelaki itu menemui ni, dia meminta ni untuk tidak memperpanjang masalah itu, ia mengatakan agar tidak membuat kamu dan ME kecewa” jelas aina panjang lebar


“apa? Jadi boman menemui Aira?” ucap Ryo tak percaya yang ia dengar


“demi tuhan, aku tidak meminta boman untuk mengurus Aira, malam itu Aira berjanji akan menemuiku, dia berjanji akan datang ke hotel malam itu, itu sebabnya aku kembali terlebih dahulu dari kalian” jelas Ryo pada Aina dan Bams


“aku menunggu hingga hampir subuh! Tapi Aira tak pernah muncul, akhirnya Boman datang dan mengatakan ada tragedi, ia meminta ku ke rumah sakit untuk melihat para pasien, aku memang mengetahui jika ada wanita hamil yang dirujuk ke rumah sakit khusus, tapi demi tuhan, aku tak pernah tahu jika itu Aira” jelas Ryo sedih


“kamu tahu ni hamil, kenapa tak menduga perempuan itu dia?” ucap Aina


“aku baru mengetahui kehamilan Aira beberapa bulan yang lalu ketika aku menemukan foto USG yang Aira tinggalkan” mata Ryo mengembun menyesali semua yang terjadi


“ni..” ucap Aina lirih menangisi nasib sang kakak.


“jadi semua ini terjadi karena Boman!” ucap Bams marah


“mas.. mas..” suara lirih igau Aira terdengar.


Bergegas Ryo mendekati tubuh yang terbaring tak berdaya itu.


“beib... beib..” Ryo mengecup kening Aira dan meneteskan air mata. Sedang Aina menunduk menyadari kesalah pahaman selama ini.


Aira kembali mengingau seperti dulu, Ryo pun menanganinya dengan cara seperti mereka saat bersama. Ia memangku tubuh kecil itu dan memeluknya.


Dalam seketika tubuh Aira menjadi tenang. melihat semua itu Aina sadar, jika alam bawah sadar Aira masih merasa nyaman dengan keberadaan Ryo di sampingnya.


“mass..” ucap Aira lagi


“aku disini beib.. aku disini..” usap Ryo pada bahu Aira. sesekali mengecup puncak kepala Aira yang bersandar nyaman di dada bidangnya.


Terlihat seutas senyum dibibir Aira, senyum yang tak pernah Aina lihat selama hampir empat tahun terakhir.


“aku disini sayang,... ssstttt.. tidurlah” ucap Ryo terus menenangkan sang istri.

__ADS_1


Aira kembali tenang, sedang Bams dan Aina menatap pemandangan itu dengan hati yang tak bisa mereka ungkapkan dengan kata.


“kita bicara di luar Na” ajak Bams


Mereka keluar kamar perlahan, Bams menutup pintu kamaar dengan perlahan.


“ceritakan semuanya!” pinta Bams


“memang itulah yang terjadi” jawab Aina


“kenapa kamu gak bilang Aina hamil?”


“karena awalnya aku merasa malu, jika ni hamil sendiri tanpa suami, ni tidak pernah cerita jika dia dan Ryo pernah menikah, jadi aku menduga kehamilan ni diluar nikah” ucap Aina menunduk


“kenapa kamu gak bertanya?”


“karena aku gak ingin nambah beban ni lagi.. ia sudah cukup sedih dengan deritanya, jika aku tanya, dia pasti tambah sedih karena takut membuatku merasa terbebani”


“kamu memang sangat mengerti kakak kamu” ucap Bams


“kamu sendiri kenapa gak bisa menceritakan padaku seperti apa ni dulu ketika di ibukota?”


“karena seperti keinginan Aira, dia tak ingin membuat kamu merasa terbebani” ucap Bams tersenyum


Ni sungguh beruntung, memiliki teman seperti kamu! benak Aina


Perasaan sedih kembali muncul, karena merasa bersalah atas tuduhan dan dendam membuat mata Ryo berkabut.


Ryo mengecup kembali kening itu, lama dan seakan begitu khidmat. Merasakan kembali perasaan yang hampir saja ia lupakan, perasaan yang hanya mampu ia rasakan pada seorang Aira.


Sesaat tubuh Aira bergerak karena merasakan sentuhan Ryo, namun kembali terlelap dengan tenang dan damai. Ryo tersenyum menatap wajah itu, namun kemudian ia menyadari tentang kebutaan yang Aira derita. Ia mengecup kembali kedua matanya, sejenak menggenggam erat tangannya dan kembali mencium sela kedua alisnya.


“aku tinggal bentar” bisiknya dan dibalas geliat manja sang istri. Tubuh Aira seakan menerima respon dari sentuhan Ryo. Entah apa yang terjadi jika ia sadar, karena selama ini ia berniat untuk tak muncul kembali untuk Ryo. Ia memilih menghilang, namun alam bawah sadarnya seakan berkata sebaliknya.


Ryo keluar dengan pelan dan menutup pintu sangat perlahan seakan takut membangunkan sang penidur yang menikmati lelap mimpinya.


“maafin aku!” ucap Aina saat Ryo bergabung dengan mereka yang duduk bersama


“its ok, kamu seperti itu karena kamu menyayanginya” ucap Ryo mengerti


“apa kebutaannya karena kejadian itu?” tanya Ryo


Aina menggeleng.


“bukan! Ni buta setelahnya” ucapnya sedih


“kenapa?” tanya Ryo

__ADS_1


“dokter bilang kebutaan ni karena psikis” jelas Aira


“pemicunya?” tanya Ryo


“setelah kita kembali setelah kejadian itu, suatu malam listrik padam, aku gak bisa menemukan ponselku, dan beberapa menit setelahnya listrik kembali menyala, ni menanyakan pada ku apa aku tidak menemukan lilin, aku baru menyadari kalau ni tak bisa melihat lagi” cerita Aina dengan sedih.


“malam itu saat gelap, ni duduk dengan nyaman, tanpa ingin mencari cahaya, aku pikir dia hanya tak ingin bergerak, ternyata...” Aina meneteskan Air mata.


“saat aku bawa ni ke rumah sakit, dokter mengatakan semuanya baik baik aja, dan menyarankan kami ke bagian psikis, akhirnya diketahui kebutaan ni karena ia merasa nyaman dengan gelapnya, dimana saat gelap ni merasa tenang dan merasa aman” Aina terisak.


“sejak saat itu, ni tidak pernah mau ku ajak keluar, ia hanya nyaman di dalam rumah dan dunianya sendiri” jelas Aina lagi


Ryo dan Bams hanya tertunduk ikut sedih dengan semua yang Aina rasakan. Gadis itu berjuang sendiri dengan seorang kakak yang dalam kondisi kebutaan.


“itu sebabnya anak buah om Haris gak pernah bisa nemuin Aira, dan selalu bilang kamu tinggal sendiri” ucap Ryo mengingat semua laporan tentang pencarian Aira.


“aku terus meminta ni agar semangat melihat dunia lagi, ni selalu bilang aku nyaman di dalam rumah, dan ni hanya mau keluar kalau aku memohon dia untuk berobat” tunduk Aina


“Aira pergi meninggalkan ku karena kesalah pahaman, kami berjanji akan bertemu kembali saat konser, tapi saat itu, Aira tidak pernah datang, aku pikir Aira membohongiku dengan memberiku harapan palsu, aku mengetahui tragedi itu saat pagi, karena ponselku di pegang Boman, saat aku ke rumah sakit dan melihat semua pasien tidak ada Aira disana, aku mendengar ada ibu hamil yang dirujuk ke rumah sakit lain.. saat itu aku belum mengetahui Aira sedang hamil, jadi dapat ku pastikan pasien itu bukan Aira..” sesal Ryo menyesali masa lalunya


“apa manager kalian tidak mengenal ni?” tanya Aina


“mengenal!” jawab Ryo dan Bams bersamaan


“kenapa dia gak kasih tahu kalian?” tanya Aina menatap curiga pada keduanya


Sesaat kemudian Ryo berdiri dan mengambil ponselnya, matanya mengisyaratkan amarah yang membara.


“Ken! Suruh anak buah kamu sekarang kesini, kamu bisa liat posisiku kan? Kirim beberapa orang, SEKARANG!!” ucap Ryo


Bams dan Aina saling tatap merasa takut.


“kenapa bro?” tanya Bams


“gue pergi bentar, gue nitip bini gue dan jangan biarin dia kabur lagi” ucap Ryo ingin beranjak pergi


"jangan bawa kakakmu, nanti ada anak buah ku yang berjaga disini" ucap Ryo lagi ke Aina


“mau kemana loe?” tanya Bams saat melihat Ryo melangkah ingin keluar pintu


“menyelesaikan masa lalu” ucap Ryo kemudian keluar dan menghilang


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Makasih ya yang sudah mau meninggalkan jejaknya..


tolong terus tinggalin jejaknya.. buat nambah semangat saya dalam menulis..

__ADS_1


makasih semuanya


__ADS_2