
Aira mengerjapkan matanya mencoba meraih apa pun disekitarnya untuk mencari posisi ternyamannya saat ini. menarik guling dan bantal untuk merapat padanya. ia mencoba membuka matanya masih terasa begitu sepat. Ia mencoba melirik sejenak ke arah jam yang terletak di dinding. Matanya membuka sempurna ketika ia menatap jam yang sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.
“astaga!” pekiknya.
Aira bergegas mengambil remote TV dan membuka acara infotainment di salah satu TV swasta.
Terlihat Ryo berjalan memasuki gedung dan diiringi oleh orang orang yang selalu disekitarnya. Tangan Aira bergetar memegang remot dan menjatuhkannya. Ia mencari ponselnya namun tak ia temukan. Kepanikan mulai melanda ketika ia sadar ia tak hapal nomor Ryo untuk ia hubungi. Ia mencari Aina tapi aina tak berada disana
“Di! Diiiii!!” panggilnya
Tapi
batang hidung aina tak kunjung terlihat. Bahkan bayangannya pun tak ada.
“ya tuhann..” keluh Aira panik.
Aira kembali melihat acara tersebut.
Semua sudah mulai mengisi tempat masing masing. Semua mata sudah tertuju pada sang icon yang siap mengatakan kata kata yang ditunggu bak sebuah titah raja.
Aira bergegas mengambil ponselnya dan mencoba peruntungannya untuk menghubungi Ryo menggunakan nomornya. Aira menyembunyikan nomornya untuk menghubungi nomornya sendiri.
Pertama tama Boman ingin mengambil mike yang ada di depannya.
Krrriiiiiinnngg.. Krrrriiiiiinnngggg!
Suara itu membuat semua orang terdiam dari riuhnya gedung tersebut. Senyum Ryo mengembang. Waja murungnya seolah terlihat menghilang dalam dering suara telpon yang ia tunggu sejak video itu ia upload.
“maaf .. ini telpon yang sangat penting yang harus saya jawab” ucapnya berdiri mengangkat panggilan telpon dengan tulisan nomor yang disembunyikan.
Ryo mengangkat telpon Aira. tak terdengar suara apapun dari sana sementara ia berjalan menuju sebuah ruangan pribadi.
“beib! Aku tahu ini kamu” ucap Ryo memulai kata
Tapi Aira hanya diam. Tenggorokannya tiba tiba terasa kering, lidahnya kelu dan tak mampu bergerak sama sekali. Suara lelaki yang sangat ia rindukan, yang sangat ingin ia peluk dan sangat ingin ia belai saat ini terdengar begitu indah di rungunya.
“sayang .. aku tahu ini kamu” ucap Ryo lagi
Air mata Aira lolos begitu saja tanpa ijin. Tak tahu tangis itu karena apa, tapi air mata itu terus menetes tanpa permisi dari pemilik mata indah yang kini hanya menatap kosong.
“sayang aku sangat merindukan kamu” ucap Ryo lirih
Tangis Aira mulai terdengar karena tak mampu menahan lagi saat Ryo mengatakan kata rindu padanya. Dadanya melega tapi sekaligus membuat detak jantung dan tubuhnya gemetar menahan tangisnya.
“sayang... aku minta maaf.. tapi semua itu salah paham” ucap Ryo
“beib.. bicaralah.. aku mohon!” pintanya
“kenapa kamu sembunyikan itu dari ku?” ucap Aira ditengah isak tangis
“karena Om Haris belum selesai menyelidikinya” jawab Ryo
Hening kembali antara mereka. Saling meresapi, saling menunggu kata kata yang akan diucapkan oleh orang yang mereka rindukan. Tubuh Ryo meringan mendengar suara indah Aira yang bagaikan siraman air es pada tubuhnya yang sangat panas.
“sayang kamu dimana? apa kamu baik baik saja?” tanya Ryo
“aku di tempat yang nyaman, aku juga baik baik aja” jawab Aira
“aku mohon kembalilah..” pinta Ryo
Aira tak menjawab permintaan Ryo
__ADS_1
“beib...” panggil Ryo lagi
“jangan mengirim pesan ke Aina lagi” ucap Aira lagi
“katakan kamu dimana? Aku akan menjemput kamu... aku akan jelaskan semuanya”
“gak mas.. aku masih butuh waktu sendiri..”
“sayang kamu masih ingat email ku kan... kamu buka disitu.. disitu semua penyelidikan sudah jelas kalau papah bukan orang yang bertanggung jawab atas operasi ibu kamu” jelas Ryo
Aira tercekat mendengar penuturan Ryo.
“beib aku mohon percaya padaku.. aku sangat mencintai kamu.. aku gak sanggup jauh dari kamu” pinta Ryo memohon
“aku percaya..” jawab Aira yang kini terus menangis
“kalau gitu katakan dimana kamu.. aku akan jemput kamu sekarang juga” jawab Ryo
“aku mohon beri aku waktu.. aku masih butuh waktu..”
“tapi sayang..” Ryo tak bisa mengatakan apapun
“aku mohon mas.. aku mohon.. aku butuh waktu untuk mencerna semuanya...”
“baiklah.. kamu lihat semua bukti yang sudah ditemukan Om Haris.. semuanya sayang.. papah tidak bersalah.. percayalah” jelas Ryo lagi
“iya.. aku akan mengeceknya” jawab Aira
“aku kangen banget sama kamu..beib” ucap Ryo lagi
Aira terisak, ia juga sangat merindukan Ryo.
“aku ingin membatalkan konser, aku akan mundur dari dunia entertain, dan aku akan bilang kita sudah menikah” jawab Ryo
“kamu mengambil keputusan sendiri lagi!” ucap Aira
“karena kamu meninggalkanku” jawab Ryo
“aku hanya ingin menenangkan diri” ucapnya berbohong
“bohong! Kamu meninggalkanku tanpa kata”
“akhirnya juga aku bukan siapa siapa bagimu” jawab Aira lagi
“sayang aku akan dengarkan apapun yang kamu minta mulai sekarang, semua kamu yang akan menentukan, aku mohon kembalilah” jelas Ryo
“kalau begitu jangan batalkan konser itu” jawab Aira
“tapi aku sedang tak bisa melakukannya .. aku gak bisa melakukan konser itu karena pikiranku dengan mu saat ini”
“kamu adalah separuh jiwaku.. dan kamu telah membawanya.. aku tak bisa hidup lagi sekarang” jelas Ryo lagi
“dengarkan aku.. jika kamu mencintaiku.. jalani konser itu.. dan aku tetap disini berpikir dan memenangkan diriku..”
“Tapi beib.. katakan dulu kamu dimana.. aku akan kesana sekarang juga” ucap Ryo
“kalau kamu masih ingin ketemu aku.. kita akan ketemu saat konser terakhir.. beri aku waktu.. beri aku waktu menerima semua kenyataan pahit yang baru ku ketahui.. beri aku waktu menjelaskan pada Aina tentang hubungan kita..”
Ryo terdiam
“itu pun jika kamu masih menginginkan bersamaku” ucap Aira lirih dan ragu
__ADS_1
“tentu .. tentu aku ingin bersama kamu.. aku ingin menghabiskan sisa hidupku denganmu.. kamu tahu itu sayang..” jelas Ryo
“kalau begitu.. kita jalani dulu masa kita berpikir sendiri.. kamu jalani konser itu.. dan aku .. aku akan menatap kembali diri dan perasaan ku yang sangat kacau saat ini.. aku mohon!” ucap Aira
“baiklah.. baiklah.. tapi kamu janji untuk selalu mengabariku keadaan kamu” pinta Ryo
“hemm...” jawab Aira
“aku sanga mencintai kamu Rara ku” ucap Ryo
“aku juga sangat mencintai kamu mas.. sangat” ucap Aira masih dalam tangisnya
“aku sangat merindukan kamu sayang.. malamku begitu sepi, hidupku meredup karena gak ada kamu”
Aira tertawa ditahan mendengar rayuan Ryo
“aku serius beib..” jawabnya lagi
“aku mohon jangan terlalu lama kamu meninggalkanku.. aku terasa mati saat ini” ucapnya lagi
“turuti permintaanku jika kamu memang mencintaiku” ucap Aira
“aku turuti.. aku pastikan aku akan menuruti semua keinginan kamu” jawab Ryo
“baiklah.. sekarang katakan pada mereka jika konsernya tidak dibatalkan” ucap Aira
“hemmm” jawab Ryo
“aku tutup dulu!” ucap Aira
“tunggu!!!” Tahan Ryo
“biarkan kita bicara lagi.. aku masih merindukanmu”
“selesaikan pressconnya.. aku akan menghubungimu lagi jika kamu memang menuruti keinginanku” jawab Aira
“baiklah.. aku mencintai kamu sayang.. sangat mencintai kamu” ucap Ryo
“aku juga mas Riry ku” tangis Aira
“aku gak kuat menutup panggilan ini” ucap Ryo lirih
“janji ya.. kamu akan menghubungi ku lagi?” Mohon Ryo menghiba
“hemm!” jawab Aira tak kalah sedih
“sayang lihat dulu file itu, itu semua hasil penyelidikan.. aku mohon” ucap Ryo lagi
“hemm” Aira berusaha menurunkan kesedihan dan sesak kerinduannya.
“dah sayang!” ucap Aira
“dan cinta.. muacchh”
Tut! Panggilan ditutup oleh AIra. ia menangis sejadi jadinya
Tuhan aku sangat mencintainya... aku sangat mencintainya.. gumam Aira sendiri.
Sedang Ryo menunduk meresapi kerinduannya pada seseorang yang sangat ia cintai.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1