
Ryo sudah tak bisa menahan diri mendengar obrolan mereka. Ia keluar dan melihat tangan Aira yang masih dipegang Bams, dan yang lebih mengejutkan Aira mengenakan pakaian Bams saat itu seakan menguatkan pikirannya.
“Ryo?” Aira terkejut melihat Ryo yang berada disana
Aira dan Bams bersamaan berdiri melihat Ryo yang datang.
“jadi ini yang kalian lakukan di belakang ku?” ucap Ryo tidak percaya
“kamu salah paham!” ucap Aira mendekat.
Matanya menatap tajam pada Bams.
“jadi ini kerjaan kamu ai?” ucapnya lagi menatap Aira
“lo sahabat gue, mempekerjakan cewek gue!” ia tersenyum marah dan kecewa
“biar aku jelasin yo..” Aira meraih tangannya tapi Ryo menepis tangan Aira dengan kasar
“aku gak nyangka ai.. aku benar benar gak nyangka..” ucap Ryo lagi
“Aira cuma kerja!” ucap Bams mencoba membantu AIra menjelaskan
“lo diem!” ucapnya menunjuk kesal ke arah Bams
“jadi ini yang kamu tutupin selama ini?” ucapnya lagi
Aira menunduk mendengar Ryo mengatakan itu. Ia menatap Bams yang berdiri melihat Ryo kecewa. Bams memandang Aira yang menatapnya. Melihat mereka berdua, Ryo sangat kesal.
“aku kecewa sama kamu ai, aku gak menyangka pekerjaan kamu serendah ini” ucap Ryo
“Ryo!” bentak Bams mendengar itu
“lo jangan ikut campur!” tunjuk Ryo teriak pada Bams dengan sangat marah
Aku memang cuma seorang pembantu tapi kenapa kamu menghinaku serendah itu Yo? Aku memang miskin, apa kamu baru mengetahuinya? Kamu sudah tahu!! Benaknya menangis mendengar kata kata Ryo.
“aku menyesal mengenal kamu!” ucapnya pada Aira dengan menahan amarahnya.
Aira hanya bisa menangis. Ia tidak mampu mengatakan apapun. Yang ia takutkan akhirnya terjadi.
Ryo ... Ryo.. Benak Aira
Ryo pergi dengan kekecewaan.
Aira tidak percaya Ryo tidak bisa menerima dirinya yang memang orang kelas bawah yang harus mengais rezeki dengan berlimpah keringat.
“Ryo tunggu!” Bams mencoba menahannya
Tapi Ryo tak peduli. Ia keluar dari tempat Bams dengan semua amarahnya.
Melihat itu semua Bams hanya terpaku. Aira jatuh lemas, tangisannya pun pecah. Bams hanya mendekati dan memegang bahu kanan Aira, ia berusaha membuat Aira tenang.
“apa yang aku takutkan terjadi” ucapnya disela tangisnya
__ADS_1
“sabar ai.. biar nanti aku yang bicara ke Ryo” Bams ingin menenangkan Aira.
“aku mencintai Ryo Bi...aku mencintainya” ucap Aira
Hati Bams yang tadi tertoreh sedih melihat Aira kini semakin sakit. Kenyataan tentang perasaan Aira selama ini memang untuk Ryo. Bams pun akhirnya mengetahui perasaan yang ia harapkan untuknya.
Bams mengantar Aira pulang malam itu. Sepanjang jalan ia hanya diam. Bams mengkhawatirkan kondisi Aira sekarang.
Saat sampai di tempatnya. Aira hanya berbaring, dan ia menenggelamkan dirinya di bawah bantal dan menangis sehebat hebatnya. Ia seolah ingin mengeluarkan semuanya.
Kenapa kamu baru sekarang kamu menganggap pekerjaanku rendah..? kenapa kamu lupa kalau aku hanya gadis miskin..? sudah ku katakan aku tak pantas bersama mu.. kau bilang kau tak peduli, tapi kenapa sekarang seperti ini? ya Tuhann.. ini sangat sakit!
Benak Aira meronta di tengah tangisnya
Kamu satu satunya orang yang ku cintai.. tapi kamu tega mengkhianatiku dengan sahabatku sendiri.. kalian rendahan!!
Malam itu Ryo mabuk berat. ia kembali ke apartemen dengan diantar oleh seorang supir bayaran. Ryo melihat tidak ada Aira disana. Saat mengambil minum. Ia melihat makanan yang Aira buat untuknya di kulkas. Ryo melempar semua tempat makan itu hingga tempat itu jadi berantakan dan kotor. Ia mengamuk sendiri disana, rasa marah dan kecewanya menjadi satu.
“kejamnya kalian padaku!!!!” teriaknya penuh kemarahan.
Saat pagi tiba, Aira melihat wajahnya yang sembab karena ia menangis. Ia menghubungi Soraya dan mengatakan bahwa ia tidak bisa bekerja hari itu.
Jam sudah menunjukan pukul dua belas siang, dan Ryo pun belum ingin pergi keluar dari kamarnya. Ia berusaha tidak terpuruk. Ia pergi menyiapkan diri dan berangkat ke ME. Ia tidak melihat adanya Aira maupun Bams disana. Ia berpikir mungkin mereka sedang bersama saat ini. Ia pun mencari Boman.
Hari itu Ryo seperti mencari sebuah masalah untuk ia melepaskan dirinya dari pikiran buruknya. Melepaskan kekacauan pikiran dan hatinya. Melepaskan semua yang tertahan didalam dadanya.
Aira mengirim pesan ke Ryo dan meminta maaf kalau dia telah menutupi betapa rendah kelas dia di hadapan Ryo.
‘maafin aku yang selama ini tidak jujur’
‘maaf hingga membuat kamu kecewa karena gadis miskin sepertiku'
‘maafin aku..’
‘kalau kamu masih sudi bertemu, aku ingin bertemu sebentar saja’
Ryo hanya melihat pesan itu dan tidak membalasnya. Aira meminta untuk bertemu dengannya, tapi Ryo tidak menghiraukan pesan Aira. Ia sangat kecewa saat ini. Ia tidak bisa menerima kenyataan Aira seorang yang ia anggap sebagai pelacur dan sahabatnya sendiri yang harus ia layani.
Kesalah pahaman inilah yang tidak mampu mereka hadapi. Aira beranggapan Ryo tidak bisa menerima dirinya yang berstatus sebagai pembantu, sedang Ryo mengira Aira merupakan wanita komersil yang berpredikat sangat hina di mata masyarakat.
‘kamu gak papa?’ pesan Bams masuk
Aira melihat pesan itu
‘aku gakpapa’ jawabnya
‘kerja hari ini?’ tanyanya lagi
‘gak’ jawab Aira
‘besok aku kerja lagi’ lanjut Aira
‘besok kita sarapan di balkon ya?’ lanjut Bams
__ADS_1
‘OK!’ balas Aira
Aira melihat kartu kredit yang Ryo berikan dan kunci rumah milik Ryo. Ia membawanya untuk dikembalikan pada Ryo hari ini. Karena hari ini Ryo tidak memiliki kegiatan apapun.
“sejenak aku berada di alam mimpi yang indah” ucapnya sendiri
“termakan indahnya janji janji seorang yang aku sendiri sudah tahu seperti apa dia”
“bangunlah Aira... kau terlalu lama tidur” ucapnya menangisi nasibnya
"Sudah waktunya kamu kembali ke dunia nyatamu, terimalah kenyataan!" ucapnya mencoba tersenyum
Aira pun mengusap kasar air matanya. Ia menegakkan kepala sebelum membuka pintunya untuk berangkat kerja hari ini. Aira mengayuh kembali sepedanya.
Inilah dirimu Aira.. inilah dirimu! Benaknya berucap melalui jalan jalan yang telah ramai.
Saat mereka sarapan bersama, Bams terus berusaha membuat Aira tersenyum. Ia berusaha melucu agar Aira bisa senang, tapi tetap saja Aira terlihat sedih. Wajahnya terlihat pucat.
“diabisin ai!” pinta Bams padanya, karena Bams melihat sandwich yang ia bawa hanya dinikmati satu gigitan oleh Aira.
“aku udah sarapan tadi” Aira berkilah
“mungkin aku satu satunya orang yang gak bisa kamu bohongin” Jawab Bams
Mendengar itu Aira tersenyum. Bams memang sangat mengenalnya
Melihat senyum Aira pada Bams, Ryo seperti terbakar. Ia mendekati mereka. saat itu Bams terus menggoda Aira agar terus tersenyum.
Bams dan Aira menoleh ke arah Ryo yang baru muncul. Aira dan Bams sontak berubah tidak nyaman dengan kejadian itu.
Ryo menatap Aira dengan tatapan hina. Seperti orang orang kampung yang dulu menatapnya. Aira menunduk melihat Ryo seperti itu, hatinya terasa disayat, kenapa harus Ryo yang menghinanya? Dia adalah orang yang ia cintai.
Ryo menatap Bams dengan tatapan kesal. Ia tidak ingin berlama lama disana.
“aku ingin bicara sama kamu” ucap Ryo.
Aira mengangkat wajahnya, dan tatapan Ryo masih saja seperti menghina. Aira pun mengangguk. Ia berusaha menutupi sedihnya. Melihat itu Bams seolah bisa merasakan sakit yang Aira rasakan.
“datanglah malam ini, aku tunggu di tempatku” ucap Ryo pergi begitu saja
Bams sangat marah melihat kelakuan Ryo seperti itu, ia tahu bahwa Ryo memang sombong, tapi ia tidak pernah menunjukan sikapnya itu di depan Bams. tapi hari ini ia melihat bagaimana sikap sikap orang berpunya yang seenaknya menatap hina pada orang orang miskin seperti mereka.
“ntar malam aku antar” ucap Bams ke Aira
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Jangan lupa tinggalakan like, komen dan votenya ya..
Love you all
__ADS_1