
Ryo mengajak Aira kembali ke villa mereka, matanya terus menatap Aira penuh gairah.
Ahhh.. sepertinya aku disantap lagi habis ini! benak Aira menoleh pada suaminya yang sudah menyiratkan mata gairahnya.
Saat mereka berjalan bergandengan tangan menuju villa, Ryo kemudian menarik tubuh Aira kedalam rangkulannya, ia pun mendaratkan ciuman di bibir mungil tersebut. Menyesap nikmat bibir bawah dan atas Aira secara bergantian.
Nafas Ryo terdengar menderu pertanda tuntutan dirinya yang semakin memuncak. Dengan berat ia melepas ciuman itu dan mengajak Aira berjalan cepat menuju tempat mereka.
Baru dua langkah kaki itu memasuki villa mereka, Ryo kembali menarik tubuh sang istri dalam pelukannya, melummat habis bibir itu tanpa ampun.
“hmmmm..” gumaman Aira terdengar dalam ciuman panas tersebut, terus menelusuri rongga mulut sang istri seakan ingin melahap habis bersama isinya.
Ryo membimbing tubuh mungil itu bukan menuju kamar, tapi menuju ruang tengah, sepertinya sesi percintaan mereka kali ini sepanas pagi itu. mereka bercinta sambil menikmati birunya laut. Dessah dan errangan Aira terdengar jelas, tak mampu menahan lonjakan yang terus diberikan Ryo.
Ryo tak pernah puas jika hanya menikmatinya satu kali. Sesi percintaan itu berlangsung hingga dua kali.
Tubuh Aira lemas, sesi yang berlangsung dua kali itu ternyata menghabiskan waktu hingga hitungan jam.
“ahhh,,, aku gak kuat mas...” keluh Aira saat mereka selesai.
Senyum kepuasan Ryo yang membuat istrinya kembali menyerah terlihat jahat.
“kamu senang banget bikin aku gini” ucap Aira
“itu berarti kamu puas beib” Ryo kembali mengecup bibir Aira.
“iya, sangat puas.. sampai aku kehabisan nafas gini” Aira mengusap wajah Ryo
Ryo terkekeh melihat ke arah istrinya.
“ayo kita mandi dulu.. istirahat sebentar terus kita jalan” ajak Ryo
“bentar mas.. aku masih capek” ucapnya yang mengerti kata mandi dari Ryo yang berarti akan kembali melakukannya
“kita berendam sebentar atau kamu ingin kita berenang beib?” Ajak Ryo kembali membawa tubuh Aira ke kolam renang
“Cuma berenang ya?” pinta Aira
“hem..!” senyum Ryo
Mereka pun berenang bersama, meski sesekali Ryo memberikan kecupan kecupan mesra pada sang istri.
Kebersamaan membuat waktu tak terasa bagi mereka, waktu pun hingga menunjukkan hampir tengah hari. Aira mengusap perutnya yang terasa nyeri dibagian bawah.
Ahh.. jangan jangan mau dapet nih? Gumamnya dalam hati
Mas Riry pasti kecewa kalau aku dapet saat bulan madu gini! Ia melirik pada Ryo sejenak
“kenapa sayang?” tanya Ryo
“aku laper mas” ucapnya
“kamu sekarang makannya banyak” senyum Ryo beranjak menuju kulkas
“mau buah?” tanyanya sambil melihat isi kulkas mereka
“aku pengen roti isi aja kalau ada” jawab Aira
“bentar lagi makan siang.. aku ingin ngajak kamu makan siang di resto terkenal di pantai XXX” jawabnya
“iya, nanti kita makan siang juga, tapi aku pengen roti isi” jawba Aira lagi
__ADS_1
“ya sudah.. aku bikinin bentar ya” Ryo mengambil bahan dari kulkas
“kok Cuma satu?” tanya Aira ketika Ryo datang membawa piring berisikan makanan keinginannya
“kan buat kamu aja, aku gak pengen beib” ucap Ryo seperti tak menyukai roti tersebut.
“bukan buat kamu sayang, tapi kalau satu gini aku mana kenyang” tingkah Aira semakin manja
Ryo tersenyum melihat istrinya yang terkesan aneh beberapa hari ini.
“habisin dulu.. nanti aku bikinin lagi yah..” bujuknya
Aira pun mengambilnya, dan dengan lahap ia menikmati setiap gigitannya. Ryo menatap bingung dengan cara Aira menikmati roti isi buatannya, sesekali Ryo membersihkan sisa saus di pojok bibir Aira.
“enak ya?”
“heumm!!” angguk Aira saat mulutnya penuh dan mengunyah
Akhirnya roti itu libas tak bersisa.
“ahh.. enak banget mas” ucapnya bersandar
Ryo tertawa kecil melihat kelakuan Aira seperti orang yang tak makan lima hari dan sekarang sudah kenyang.
“masih mau?” tanyanya lagi
“kita makan diluar aja ya?” ajaknya lagi
Kamu kok mendadak lapar terus beib? Apa gara gara gak ketemu nasi disini? Benak Ryo menatap Aira
“kamu mikir apa? Pasti bilang aku rakus ya?” tatapnya tajam seperti akan segera merajuk
“gak kok beib.. Cuma mikir mau makan siang pake nasi aja” kilah Ryo
“plus udang, plus cumi, heemmmm.. apalagi ya?” ia membayangkan sendiri makanan yang akan ia nikmati
Namun mendengar itu semua membuat perut Ryo terasa mual.
“kamu gak suka sea food?” tanya Aira lagi yang ragu ingin makan apa yang inginkan
“gak kok beib.. aku masih rada mual aja” ucapnya
“mas.. kita ke dokter ya.. mual kamu kok gak ilang ilang?” ucap Aira
“ahhh.. istriku selalu lupa aku juga seorang dokter” ucap Ryo beranjak
Makan siang sea food pun terpenuhi di tengah penderitaan mual Ryo yang luar biasa melihatnya. Dan sore hari mereka menikmati matahari terbenam dengan suasana romantis yang sudah di atur oleh Ken.
Makan, jalan jalan, bercinta dan tidur, hanya aktifitas itu yang mengisi bulan madu mereka berhari hari, dan secara auto dalam beberapa hari ini, Aira terlihat berisi karena ia seolah menyukai semua makanan disana.
“beib, kamu makan lagi?” tanya Ryo malam itu.
“aku laper lagi sayang..” ucapnya masih dengan mulut penuh.
“kamu suka makanan disini rupanya” Ryo mengusap puncak kepala istrinya dan mengecup cepat.
“iya, aku suka semua makanan disini, rasanya tu enak banget” ucapnya dengan ekspresi begitu meyukainya
“mau lebih lama disini?” tanya Ryo lagi
__ADS_1
“jangan manja.. kamu masih belajar memimpin, masa udah seenaknya” jawab Aira
“kan gak masalah beib”
“iihh.. dasar”
Senja menyelimuti bumi. Pemandangan senja keemasan menghiasi langit dengan awan yang berwarna kemerahan. Aira berdiri menikmati pemandangan yang ia sebut surga. Ryo menghampirinya dan memeluknya dari belakang.
“aku sedang menikmati surga mas...” bisiknya
“dan aku memeluk surgaku” ucap Ryo menopang wajahnya di bahu sang istri.
“apa kita selamanya akan seperti ini?” ucap Aira
“pasti beib.. pasti!” jawab Ryo
“mas.. besok kita main itu ya?” ajak Aira menunjuk seluncuran air di sisi villa mereka
“aku pikir kamu gak ingin main itu” peluk Ryo erat
“ya ingin lah..” Aira ikut melingkarkan tangannya di tangan Ryo dan satu tangannya
membelai wajah sang suami.
“aku bahagia mas” ucapnya menatap langit senja
“aku sangat bahagia beib..” jawab Ryo
"Aku mencintai kamu" ucap Aira
"aku lebih mencintai kamu" jawab Ryo
Akhirnya mereka hanya menikmati senja tanpa suara, hanya menikmati keindahan di depan mata mereka. meresapi kebahagiaan yang mereka selami saat ini.
Matahari semakin tenggelam, senja semakin pudar, namun mereka masih betah berdiri menikmatinya. hingga akhirnya Ryo menarik dagu Aira dan kembali menikmati bibirnya. Ciuman panjang di tengah indahnya senja yang berakhir dengan langkah menuju kamar mereka hingga membuat percintaan panjang sebelum makan malam pun mereka lakukan.
Suara percikan air di kamar mandi terdengar saat Aira membuka matanya terbangun dari lelahnya percintaan yang Ryo berikan.
“ahh!” keluh Aira saat perutnya kembali terasa kram.
Aduh! Moga jangan dapat sekarang! Benaknya
Ia masih berusaha menekan perutnya yang sedikit nyeri. Namun ia kembali tersenyum mengingat semuanya.
Apa ini karena keganasan kamu mas? Senyumnya sendiri
“kok senyum senyum sendiri?” tanya Ryo keluar dari kamar mandinya
“ah.. gak” Aira merasa malu sendiri
“kenapa? masih pengen?” tanyanya menggoda
“gak ah.. aku lapar” keluhnya beranjak dari tempat tidur
“sana mandi dulu.. kita makan malam.. aku juga udah laper banget” jawab Ryo
Aira pun beranjak menuju kamar mandi.
“dasar penggoda!” ucap Ryo memukul manja panttat Aira yang berjalan tanpa busana di sampingnya
Aira terkekeh memasuki kamar mandi.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
__ADS_1