Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Penasaran


__ADS_3

Pagi hari yang diiringi gerimis tak menyurutkan keingin tahuan para wartawan yang sudah menghadang Ryo di depan ME.


Pagi ini Ryo berangkat menggunakan mobil SUV hitam miliknya yang memiliki kaca film lebih gelap agar bisa  menyembunyikan Aira di kursi belakang tanpa terlihat. Ia terpaksa memacu lurus mobilnya & membatalkan lampu seinnya yang telah berkedip mengarah ke Gedung ME setelah melihat kerumunan makhluk pers yang begitu banyak.


“gila banyak banget wartawan” ucap Aira yang mengangkat kepalanya.


“kamu belum liat berita pagi ini kan?” tanya Ryo pada Aira.


“emang ada berita tentang tadi malam ya?” tanya Aira mulai panik melihat ponselnya


Ryo menoleh pada spion melihat Aira yang mulai gugup.


“sayang.. gak ada berita kok!” ucap Ryo


Ryo memang telah meminta Om Haris untuk menahan semua berita tentang siapa gadis yang ada di pesta ulang tahunnya. Meskipun pesta itu dibuat se private mungkin, tapi tetap saja gosip malam itu telah beredar.


“masa sih?” tanya Aira membuka ponselnya yang dimatikan Ryo malam itu.


“ada gitu lho!” ucap Aira mendapat artikel pencarian


“masa sih?” tanya Ryo terus fokus menyetir


“tuh .. pencarian nomor satu pagi ini... siapa tunangan Ryo?” ucap Aira


“tapi tetap gak ada fotonya kan?” tanya Ryo khawatir


“gak ada” hela nafas Aira lega


“ahhh.. syukurlah..” Ucap Ryo


“kayanya mulai hari ini kita berangkat sendiri sendiri lagi” jelas Ryo


“kayanya gitu” Aira mengecup pipi Ryo


“sayang..” Ucap Ryo tersenyum meliriknya di kaca Spion


“fokus!” ucap Aira meliriknya


Ryo tersenyum melihat kelakuan Aira yang sekarang berani memulai kemesraan, berbeda dengan sebelumnya, dimana selalu Ryo yang bersikap mesra padanya.


“Turunin aku di depan, aku mau cari taksi” ucap Aira


“siap nyonya Ryo!” jawabnya


“cium dulu!” ucap Ryo pada Aira yang bergeser ingin keluar.


Tapi saat Aira ingin mengecup pipi Ryo. Ryo memutar wajahnya dan mengecup bibir Aira. Ia menahan tekuk Aira agar terus bisa menjelajahi mulut itu dengan terus menerus.


“hhmmm..” Aira meminta Ryo melepaskan ciumannya


Ryo menyapu bibir Aira dengan jempolnya


“canduku!” ucap Ryo menatap bibir yang tadi ia nikmati.


“udah ah..” pipi Aira merona dan keluar dari mobil mewah itu.


Ia melambaikan tangannya, sedang Ryo hanya menjauh sedikit dari tempat itu. Ia tak membiarkan Aira berada di tempat sepi seperti itu seorang diri menunggu taksi.


Tak lama Aira mendapat taksi. Ia pun berangkat diiringi mobil Ryo di belakangnya. Aira menoleh dan tersenyum melihat mobil sang kekasih masih terus berada di belakang mengikuti taksi yang ia tumpangi.


“dasar posesif!” ucapnya pelan.


Aira memasuki ME melewati pintu depan. Saat itu ada Boman yang sedang dirubung makhluk makhluk pers.


“siapa gadis itu?”


“apa dia seorang dokter?”


“apa dia anak pengusaha?”


“artis?”


“dari kalangan mana dia?”


"apa dia bukan dari kalangan intertain?"

__ADS_1


"sudah berapa lama mereka pacaran?"


Begitu banyak pertanyaan yang terdengar oleh Aira saat melewati kerumunan itu. Hatinya terasa mengecil mendengar semua itu.


Bagaimana jika Boman menjawab ‘Dia hanya gadis biasa’? desiran gugup mulai terasa di tubuhnya.


Aira berdiri di depan lift dengan tatapan kosong. Pikirannya terus berpikir siapalah dirinya dan betapa tingginya seorang Ryo yang kini mengatakan akan menghabiskan sisa nafas dengannya.


Apa yang akan terjadi jika mereka tahu? Benak Aira yang terus saja bicara dan kini keringat mulai mengucur di depan telinganya.


Ryo berdiri lama mengawasi Aira yang merenung. Ia menghela nafas.


Pasti kamu berpikir yang gak gak lagi! Benak Ryo


Ia berjalan mendekati Aira yang mematung.


“hei!” ucap Ryo pelan tak ingin membuat Aira kaget.


“Ai?” Ryo kini menepuk bahunya pelan


“eh!” Aira tersadar


“mikir apa sih?” tanya Ryo


“ah.. enggak..” ia mendongak melihat kembali nomor lantai lift


Mereka memasuki lift bersama, Aira menunduk, sedang Ryo sibuk memainkan ponselnya.


“jangan dipikir ya?” ucap Ryo pelan sambil menatap ponsel tanpa menoleh pada Aira.


“hem!” jawab Aira seakan tak bicara dengan Ryo.


Begitulah selama ini hubungan mereka di ME. Itu sebabnya tak banyak orang menyadari keakraban mereka. Mereka hanya memandang mereka sebagai pasangan dancer.


Boman memasuki ME dengan langkah cepat. Ia sangat kesal dengan semua gosip Ryo yang tak mampu ia tangani.


Pada hari itu Ryo mendapat tawaran wawancara di berbagai stasion televisi, sedang Boman tak berani menerima satu pun dari mereka karena menunggu Ryo memberi izin padanya.


* * *


Selama ini skandal Ryo seakan menjadi pendapatan tambahan bagi ME, karena boman akan memilih wawancara eksklusif hanya dengan program yang menawarkan bayaran tertinggi. Itu sebabnya Boman tak pernah mengeluh mengurus bermacam hal yang menyangkut skandal Ryo.


“Siapa dia?” tanya presenter


“tunangan ku dong” ucap Ryo sambil tertawa


Presenter ikut tertawa mendengar kata kata Ryo yang masih seakan menutupi sang tunangan.


“oya sebelumnya selamat ya..” ucapnya dan diiringi dengan anggukan senyuman Ryo


“gini aja.. sebelum kamu jawab siapa dia.. ceritain dong gimana awalnya hubungan kalian!”


“kalau tunangan baru beberapa bulan dan memang hubungan kita akan ke jenjang yang lebih serius lagi” jelas Ryo


“wahhh!” presenter menutup mulutnya terasa tak percaya dan membuat Ryo semakin terkekeh


“iya.. kita pacaran diam diam selama ini” jelasnya


“awal ketemu dimana?” tanya presenter lagi


“gimana ya menceritakannya.. karena awalnya kita memang sering ketemu, tapi gak saling akrab..” jelas Ryo


“siapa yang nembak duluan?” tanyanya


“aku yang duluan.. dan ngejar dia itu luar biasa”


“luar biasa gimana?” tanya penasaran


“dia orang yang gak melihat ku sebagai seorang Ryo, aku bukan siapa siapa dimata dia dulu, malah.. dia gak suka sama aku, mungkin bisa dibilang benci lah.. ” Ryo tertawa mengingat seperti apa dia berusaha mendapatkan Aira


"kok bisa?"


"ya.. memang gitu, jadi awal aku mengenal dia itu, dia gak suka aku, malah ketika aku mencoba deketin dia, dia marah marah, terus memintaku menjauh, gak gangguin dia.. pokoknya awalnya dia memang nolak aku" jelas Ryo terkekeh


"wahh.. seorang Ryo ditolak! berita luar biasa ini"

__ADS_1


"itu sebabnya dia spesial" jelas Ryo penuh dengan


“hhmmm.. sepertinya dia bukan orang biasa deh?” tanya presenter


“hehehehe” Ryo menjawab terkekeh


Aira yang melihat acara itu merasakan kesedihan, Benar apa yang dulu Boman katakan, Ryo harus menjawab apa jika orang bertanya siapa dirinya.


“dia orang biasa..” ucap Ryo


“oya? Seharusnya dia senang dong muncul sebagai tunangan kamu?”


“dia gak menyukai popularitas, dan syarat aku pacaran ma dia dulu adalah aku mampu gak nunjukkan siapa dia pada publik”


“wahh.. bikin kita semua semakin penasaran ini”


“emang berapa lama kalian pacaran sampai sekarang?”


“dua tahunan” jelas Ryo


“dan kalian bisa menutupi semuanya itu? salutt”


“kasih kita bocoran dikit dong” jelas presenter


Ryo tertawa mendengar presenter yang terus menego mempertanyakan siapa Aira.


“aku sangat minta maaf, karena saat ini dia belum siap untuk muncul ke publik, jadi aku belum bisa mengatakan siapa dia, mungkin nanti suatu saat pastilah .. karena gak selamanya juga kita bisa sembunyi 'kan?” jelas Ryo


“huh... sepertinya kita harus bujuk tunangan kamu deh”


“Nona.. tolong dong.. muncul aja.. kasihan nih jiwa jiwa kita yang meronta ingin tahu siapa calon istrinya sang bintang Boys” ucap presenter pada kamera.


Ryo terkekeh mendengar permintaan presenter itu pada Aira.


“terus kegiatan pacaran kalian kaya gimana kalau sembunyi sembunyi gitu?” tanya presenter penasaran.


“ya sama aja.. kaya orang orang lain juga” jelas Ryo


“kan kalian gak bisa keluar dengan bebas?” tanya lagi


“iya! Jadi ya.. paling kumpul kumpul sama keluarga gitu” jelas Ryo


“apa dia putri salah satu rekanan dokter di keluarga kamu?” tanyanya lagi


“bukan..” jawab Ryo


“hemmm.. susah sekali mengorek infonya” canda presenter itu pada Ryo


Ryo tertawa.


“maaf sebelumnya nih.. kamu kan dulu di cap sebagai casanova ya? Dia menanggapi itu gimana?” tanyanya


“memang butuh waktu berbulan bulan sampai dia mampu nerima aku, bahkan.. meyakinkan dia untuk percaya dengan ku itu yang sangat sulit, tapi akhirnya dia menerima masalalu ku” jelas Ryo tersenyum


“sepertinya kamu berjuang banget untuk dapetin dia”


“berjuang mati matian” jawab Ryo tertawa


“hemmm” peresenter ikut tertawa dan mangut mangut.


“untuk sesi terakhir.. ada yang ingin kamu sampaikan untuk dia?” tanya sang presenter


“beib...


 


 


Bersambung!


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Kasih komentar, vote, like dan gift nya ya..


hehehehe...

__ADS_1


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2