
Pembaca harap bijak, untuk dibawah umur harap di scroll ya dik!
Ryo melangkah pasti meninggalkan pesta dan kediaman utama. Mereka berdua menuju apartemen Ryo karena Ryo begitu penasaran dengan hadiah yang akan diberikan Aira untuknya. Ryo terus menggenggam tangan Aira dan sesekali mencium punggung tangannya. Rasa bahagianya malam ini seakan menyeruak keluar dari seluruh tubuhnya.
“apa hadiah untukku malam ini sangat spesial?” tanya Ryo menoleh pada Aira sejenak
“hem!” Aira tersenyum meski hatinya sangat gugup.
“sayang, kasih clue dong?” pinta Ryo yang masih melajukan mobil sportnya dengan satu tangan menggenggam erat tangan Aira.
“Sesuatu yang tak sebanding dengan apapun” ucap Aira
Ryo menoleh menautkan kedua keningnya. Kemudian ia mencium punggung tangan Aira lagi
Apa ya? Benak Ryo
“sungguh? Apa .. itu benda unik?” tanya Ryo penasaran
“sesuatu yang hanya aku yang bisa memberikannya..” ucap Aira masih menatap Ryo yang fokus menyetir
“berarti kamu buat sendiri..” gumam Ryo sedikit kecewa
Ternyata kue! Tebak benak Ryo
“kamu gak ingin hadiah dari aku?” tanya Aira yang melihat raut wajah Ryo yang tak lagi antusias
“Beib.. kamu gak ngerjain aku kan?” tanyanya meragu pada Aira
Aira terkekeh melepas tangan Ryo.
“ingat.. jangan berburuk sangka padaku.. kalau gak, aku batal ngasih kadonya!!” ucap Aira penuh penekanan melirik dengan tatapan seekor Singa.
Ryo tertawa melihat lirikan Aira dan memacu cepat mobilnya.
Striiiittt.. suara mobil yang telah terparkir di area privat parking apartemen. Mereka turun bersama dan Ryo tak henti hentinya tersenyum menatap Aira. Aira berjalan dengan mengangkat gaunnya. Tubuhnya tertutup jas toksedo milik Ryo yang dari tadi ia kenakan.
Kini mereka telah berada di dalam apartemen milik Ryo. Aira berjalan hingga di ruang tengah dan melepaskan jas Ryo dan meletakkannya diatas sofa.
“beib.. mana hadiahnya?” Rya terus menanyakan kado yang dijanjikan Aira.
“kamu gak liat?” tanya Aira lagi
Ryo terus menolah noleh kesana kemari. Mencoba mencari kado yang ditanyakan Aira ia tak melihatnya. Aira menggigit bibir menahan tawanya.
“mana sih?” tanya Ryo lagi yang tak menemukan adanya satupun kado disana.
“segede itu kamu gak liat?” tanya Aira lagi dengan wajah tersenyum di tahan.
Ryo berjalan ke arah sofa. Tapi ia tetap melihat tak ada apapun disana.
Ryo kembali mencari dan mencari. Ia bahkan mengelilingi ruang tengah apartemen mewah itu.
“beib kamu beneran gak ngerjain aku di hari ulang tahun aku kan?” tanyanya menatap Aira karena lelah telah mencari cari.
“aku gak bercanda..” tatapnya pada Ryo dengan tatapan penuh cinta.
“terus mana?” tanya Ryo masih berdiri disana menatap Aira tanpa mengalihkan tatapannya
“kamu sedang melihat kado itu” ucap Aira
“maksud kamu?” Ryo menautkan kedua keningnya bingung sedang mata mereka saling bertatap
Tapi aira hanya menatapnya lekat dan mematung tak bergerak.
Ya tuhan! Ryo menyadari sesuatu dalam pikirannya dan sontak membuat raut wajahnya berubah.
__ADS_1
Mungkinkah kado itu dirimu beib? Benak Ryo membulatkan matanya menatap Aira.
Aira seakan mengerti arti tatapan Ryo. Ia tersenyum pada Ryo seolah mengiyakan pertanyaan benak Ryo.
“kamu boleh membuka kado kamu malam ini” ucap Aira masih menatap lekat Ryo yang berdiri mematung dengan debaran jatung yang tak kalah dari Aira.
“bukankah kado ini yang sangat kamu inginkan selama ini?” tanya Aira tersenyum pada Ryo.
“beib...” ucap Ryo berjalan pelan melangkah menuju Aira yang berdiri dengan tatapan melekat masih pada kedua mata Ryo.
“apa benar ini kadoku?” ucapnya yang kini telah berdiri begitu dekat dengan Aira.
Ryo semakin mengikis jarak antara mereka berdua. Ia menarik Aira tubuh Aira hingga tak lagi ada jarak antara mereka.
“jadi malam ini aku boleh membuka kadoku?” tanya Ryo tersenyum dengan mata yang berkabut gairah.
Aira tersenyum melingkarkan tangannya di leher Ryo dan mengangguk pelan.
“Selamat ulang tahun cinta” ucap Aira
Ryo melekatkan bibirnya pada bibir Aira, perlahan melummat bibirnya dengan kelembutan dan cinta yang membuat Aira terpejam dan menikmatinya.
Ryo terus membimbing tubuh Aira hingga memasuki kamar. Ia melepaskan sejenak ciumannya dan menatap kedua mata Aira.
“aku mencintai kamu” ucapnya dan kembali menautkan bibir mereka.
Perlahan ciuman itu semakin memanas, tangan Ryo mulai mengelus dan membelai punggung Aira yang terekspos. Kini ciuman itu terus turun dan turun ke leher dan terus memberikan tanda kemerahan disana. Tangan Ryo semakin liar dan berani. Kini dress yang di kenakan Aira telah turun dan mengekspose dada yang putih bersih memampangkan kedua benda yang kini telah terus dimainkan Ryo dengan tangannya.
Gumaman Aira terdengar ditengah ciuman saat desiran hangat mengalir dalam darahnya merasakan untuk pertama kali gumpalan itu diremmas tangan Ryo dengan lembut.
Tanpa Aira sadari. Kini dress itu telah jatuh di lantai dan menyisakan hanya satu kain yang menutup tubuhnya. Ryo terus melummat bibir itu dan melepas semua pakaiannya sendiri.
Ryo membawa tubuh Aira ke atas ranjang. Aira mencoba menahan lenguhhannya saat Ryo mulai menikmati kedua benda kenyal itu dengan lidah dan bibirnya.
“jangan kamu tahan sayang!” bisik Ryo terus menikmati tubuh Aira yang kini telah polos.
Aira terus merasakan buncahan gairraah dalam dirinya. karena ini pertama kali ia merasakan sentuhan seorang lelaki padanya.
“aku mencintaimu!” bisik Ryo lagi ditelinga Aira yang terus ia kecup.
Bibir mereka kini kembali bertaut, terus menerus seakan menikmati keindahan yang hanya mereka miliki. Tangan Ryo semakin nakal, kini tangan itu mulai meraba paha Aira.
Ryo merasakan ssesuatu yang telah basah, Senyum di bibirnya terlukis ketika menikmati benda kecil yang mengeras di puncak kemerahan.
Aira melengkungkan dadanya menahan sesuatu yang membuncah saat tangan Ryo terus memainkan tangannya di tempat yang kini basah. Ia meremas kepala Ryo karena tak mampu menahan diri.
“kamu terlalu cepat sayang!” ucapnya kembali menaut bibir Aira.
Wajah Aira kini memerah karena merasa malu tapi ia sendiri telah kehilangan kontrol untuk dirinya.
Ryo memainkan jarinya menuju sebuah lorong yang akan menjadi pelabuhannya. Tapi saat jari itu mencoba menerobos. Ada sesuatu yang berbeda. Ia menemukan sesuatu yang masih sempurna.
Astaga! Pekik Ryo dalam benaknya yang seketika membuat gairahnya menghilang terbang begitu saja.
Ryo mengangkat kepalanya dan menghentikan cumbuannya pada Aira dengan nafas memburu. Mata Aira membuka menatap Ryo yang kini menatapnya mematung dengan tangan yang memegang perutnya.
Nafas Aira masih menderu, ia masih belum mampu menurunkan dirinya yang telah berada di puncak gaiirah yang menggebu.
Tatapan mata Ryo seakan kaget menatap Aira. Aira bingung dengan tatapan Ryo padanya yang tak mampu ia baca.
Kenapa? Benak Aira menatap mata Ryo
“apa ini pertama kali untukmu?” tanya Ryo manatap Aira dengan tatapan sejuta pertanyaan.
Aira menutup matanya merasa begitu malu. Ia berpikir Ryo pasti kecewa karena ia tak seperti wanita wanitanya yang dulu.
__ADS_1
“apa kamu kecewa karena aku belum pernah melakukannya?” tanya Aira yang sulit mengartikan tatapan Ryo padanya saat itu.
“sayang..” Ryo membelai wajah Aira yang kini memerah dan memanas.
“jadi kamu belum pernah?”
Ryo merasa tak percaya di jaman sekarang masih ada perempuan virgin yang masih bisa ditemukan.
Aira mengangguk pelan dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Tubuhnya seketika gemetar karena ia terlalu malu karena ia telah menganggap Ryo kecewa.
“jadi ini alasan kamu menolakku selama ini?” tanya Ryo lagi
Aira menggeleng. Ryo menarik lembut tangan Aira agar ia menunjukkan wajahnya.
“katakan alasan kamu sayang!” pinta Ryo lembut menatap mata Aira yang kini menatap manik matanya.
“aku berjanji pada diriku, akan memberikan tubuhku hanya pada suamiku saat malam pertama ku” Ucap Aira mengalihkan pandangan dari Ryo karena ia terlalu malu.
Ryo tersenyum mendengarnya. Ia bahkan terkekeh kecil.
Kekehan Ryo membuat Aira merasa seakan diremehkan dan memalukan di mata Ryo. wajahnya pun semakin merah.
Kamu pasti menganggapku sangat kampungan! Benak Aira bicara
“kamu kecewa?” kini Aira menatap Ryo dengan sedih.
Ryo justru menarik selimut dan menutupi tubuh Aira hingga lehernya.
Ternyata kamu gak mau menyentuhku karena aku gak pernah melakukannya! Benak Aira sedih
Perlakuan Ryo kembali disalah artikan Aira.
“aku bukan kecewa.. aku justru sangat bahagia malam ini” ucapnya mengecup kening Aira.
“aku bahagia menjadi orang pertama yang akan mengambilnya dari kamu.. aku akan menjadi suami kamu” ucap Ryo
“kamu gak bohong?” tanya Aira ragu.
“aku ingin kamu menjaga kadoku sampai waktunya nanti.. aku ingin membukanya disaat itu” ucap Ryo tersenyum pada Aira.
“aku pikir kamu gak menyukai tubuhku” ucap Aira
“aku sangat menginginkannya.. sangat .. sangat menginginkannya! tapi aku gak ingin merusak hadiahku malam ini hanya karena ***** setanku” jawabnya
Aira tersenyum menatap Ryo
“jangan gemetar” Ryo membelai pipi Aira.
“aku tetap menginginkanmu sayang, tapi bukan malam ini, malam pertama kita!” senyum Ryo dengan pancaran cinta yang mendalam dari dalam matanya.
Entah apa yang merasuki tubuh Ryo. Saat mengetahui Aira yang masih perawan, gairahnya justru menghilang.
Malam semakin berlalu, Kini Ryo menatap Aira yang terlelap disampingnya. Seperti seorang kolektor yang mendapat benda langka yang baru ia miliki, Rup seakan tak berani menyentuhnya karena takut akan merusak benda langka tersebut. Seperti itulah pikiran Ryo sekarang. Ia akan menjaga miliknya hingga waktunya nanti.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Ketika kasih sayang dan cinta mampu mengalahkan hawa *****, maka cinta itu terasa akan begitu tulus. Hanya dipersembahkan untuk orang terkasih. Tak ingin merusak dan tak ingin mengganggu. cinta mampu membuat seorang yang buruk menjadi baik dan sebaliknya...
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
Tinggalkan komentar dan likenya ya..
Author juga sangat senang jika ada yang berkenan memberikan secangkir kopi atau sekuntum mawar..
Author juga lebih senang lagi jika ada yang memberikan Author sebuah ❤️
__ADS_1
Terima kasih, Love You all
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~