Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Tak Ingin Kehilangan Sahabat


__ADS_3

Ryo mulai kembali ke aktifitas keartisannya


“gue hanya akan menghabiskan kontrak kontrak kita yang lama, dan untuk kontrak baru hanya akan diisi kalian aja” jelas Ryo pada Arya, Jordi dan Bams saat mereka duduk bersama sebelum rekaman.


“maksud loe?” tanya Jordi


“gue diminta fokus ke rumah sakit sama perusahaan sama keluarga” jelas Ryo


Bams hanya melirik Ryo tanpa bicara, ia sangat tahu jika Ryo sangat mencintai dunia entertain dan tak mungkin menuruti keinginan keluarganya.


Hal ini pasti semata mata karena Aira, bukan karena rumah sakit atau pun perusahaan yang sudah memiliki orang yang mampu menanganinya selama ini.


“wahh Yo! Loe kan tau .. loe iconnya Boys dan ME! Kalau loe mundur, kita kita gimana?” tanya Arya


“tenang aja, gue juga gak akan ngumumin mundur kok, gue akan bilang gue cuma rehat” jelas Ryo lagi


“tapi bakalan tetap aja pengaruh yo” protes jordi lagi


“gue akan usahain ME tetap seperti sekarang, dan untuk kalian bertiga masih tetap di BOYS” jelasnya


“tapi BOYS kan ada karena loe, kita Cuma numpang” jawab Bams santai tapi mendapat tatapan berbeda dari ketiga personel lainnya.


“kan gue bener?” ucap Bams menjawab tatapan Ryo


“ya gak gitu juga Bams!” Ryo merasa kurang nyaman


“coba aja sekarang.. loe Ya.. loe juga (ke Jordi) .. loe dapat panggilan wawancara terkait tunangan Ryo doang kan?" ungkap Bams


“kita semua disini tergantung loe Yo” lanjutnya


Hening sejenak terjadi diantara ke empat personil itu.


Memang fakta selama ini Ryo lah yang menjadi icon mereka, Jordi, Arya dan Bams hanya sebuah pelengkap untuk sebuah boy band. Mungkin tanpa mereka pun Ryo mampu bersinar, hanya saja Ryo ingin membantu mereka bertiga dan membangun BOYS bersama mereka. meskipun mereka juga menyadari bahwa mereka bukan siapa siapa.


“Yo, loe mundur saat kita di puncak gini.. apa loe gak mikirin kita sih?” tanya Jordi pelan


Bams kembali melirik dingin Ryo. Arya mengawasi Bams dan Ryo yang saat itu seakan memiliki jarak di antara mereka.


“Gue gak mundur sekarang, gue hanya ngasih tau kalau gue akan mundur, tapi nanti setelah semua kontrak kita selesai” jelas Ryo lagi


“apa bedanya?” Arya berdiri dengan tatapan kesal dan pergi dari sana


“terserah loe Yo, toh semua ini punya loe” Jordi mengikuti Arya


Kini hanya tertinggal Ryo dan Bams


“loe mundur karena Aira kan?” tebak Bams langsung setelah kedua orang itu menghilang


“iya!” jawab Ryo pasti


“karena cinta gue tulus ke dia, dan gue ingin bahagiain dia” jelas Ryo seakan membuat Bams panas


“wahhh..” Bams tertepuk tangan dengan lambat


“seorang casanova Ryo BOYS, sekarang hanya setia pada satu wanita! Sungguh langka” ucap Bams


Ryo terkekeh mendengar ucapan Bams


“loe juga setia sama satu wanita!” ucap Ryo menyindir


Bams kehilangan senyumnya


Iya gue mencintai satu wanita, tapi yang bersama gue bukan yang gue cintai! Benak Bams

__ADS_1


“kenapa? Loe bosan dengan Kiky?” tanya Ryo membaca diamnya Bams


“ya gak lah!” ucap Bams, tapi Ryo masih mampu membaca raut wajah Bams


“loe bosan 'kan ma Kiky?” tanya Ryo serius


“loe terlalu gampang gue baca, loe masih belum bisa mencintai dia?” tanya Ryo lagi


Bams melirik dengan tatapan datar pada Ryo


"apa kurang waktu bertahun tahun buat loe buka hati ma dia?" tanya Ryo lagi


Bams masih terdiam, ia tak memang tak bisa menjawab pertanyaan Ryo saat ini.


“loe harus bisa mencintai dia, karena wanita yang loe cintai sekarang udah milik gue” ucap Ryo sangat serius dengan wajah ketegasan.


Bams tersenyum smirk, menggambarkan kata kata MILIK GUE hanya sebuah hubungan dimana mereka tinggal bersama.


“tinggal bersama loe, gak menjadikan Aira milik loe Yo!” jelas Bams


“menurut loe seperti itu, tapi menurut gue iya” jawab Ryo


“kalau menurut dia?” tanya Bams


“sama! Loe tanya aja ke dia, dia pasti akan jawab jika dia milik gue sekarang” ucap Ryo sombong


“loe memang selalu terlalu percaya diri”


“karena ketika gue menyadari perasaan gue, gue akan meraihnya dan berusaha memilikinya, gak nyerah dampai akhirnya mejadi milik gue!”


“loe seharusnya bersyukur memiliki Kiky yang mencurahkan hidupnya untuk loe, tapi sepertinya loe gak nganggap dia sampai sekarang” tebakan Ryo seperti benar, karena Ryo mendapat kabar dari Handoko ketika Kiky sakit karena pertengkarannya dengan Bams.


“sayangilah orang orang yang menyayangi loe bro.. saat semua itu pergi, loe gak akan


“sok bijak loe” ejek Bams terkekeh


“pengalaman gue! loe lupa? Gue hampir mati ketika Aira ninggalin gue!” Ryo mengingatkannya


Bams terdiam. Dia pun mengingat betapa ia ketakutan kehilangan seorang sahabat.


“lupain wanita gue, dia masih menganggap loe sohib, jika dia mengetahui perasaan loe, gue yakin, dia gak akan menganggap loe sohibnya lagi” jelas Ryo


Ia berdiri ingin pergi dan sejenak memegang bahu Bams


“gue masih ingin jadi sohib loe juga, gue gak pengen kehilangan sohib gue hanya karena perasaannya yang salah” jelasnya lagi melangkah meninggalkan Bams.


“gue harap gue gak kehilangan sohib yang akan tetap satu band ma gue!” balas Bams saat Ryo sudah berada di pintu.


“gue akan tetap sohib loe!” jawab Ryo tersenyum menoleh pada Bams dan ia pun melangkahkan kakinya pergi dari sana.


Bams mengambil ponselnya dan menghubungi Aira


Pemilik hatiku, tertulis nama itu terukir di ponselnya


“hai!” sapa Bams ketika panggilannya telah dijawab


“hai! Gimana kabar kamu Bi?” tanyanya ceria.


“baik.. lagi ngapain ai?” tanyanya


“lagi bikin kue! Aku belajar banyak sekarang” jawabnya tanpa beban


“wah! Jadi pengen deh icip icip” senyum Bams senang mendengar suaranya.

__ADS_1


Aira terkekeh. Terdengar jelas kebahagian terlantun dalam suara indahnya.


“ada apa kamu telpon aku Bi?” tanya Aira


Aku merindukan mu ai! Kata itu hanya berani Bams ungkapkan dalam benaknya.


“hemmmm...” Bams meragu


“ada sesuatu ya?” tanya Aira terdengar khawatir


Ini yang aku suka dari kamu! benak Bams


“Ryo ...” Bams kembali meragu


“ada apa sama Ryo?” tanyanya sedikit panik


“Ryo baik baik aja.. cumannn..”


“iiihh.. kamu tu seneng banget gantungin .. penasaran tau!!” Aira kesal dengan manja


Bams terkekeh.


“Ryo tadi ngomong mau mundur dari ME.. tapi gak sekarang sih” ucap Bams


“oya?” jawab Aira


“kamu yang minta ya?” tanya Bams


“aku malah tau dari kamu sekarang!” ucap Aira kecewa.


“aduh! Jangan bilang dari aku ya? Nanti bisa salah paham” jawab Bams lagi


“tenang aja, hehehe” Aira berusaha menutupi kekecewaannya


“yah syukurlah!” jawab Bams


“Bi.. bentar ya, kayanya cake ku harus udah di cetak ini” jelas Aira ingin mengakhiri


perbincangan


“OK!”


“kapan kapan nanti kita undang kamu makan malam!” ucap Aira


“ditunggu!” jawab Bams


“bye!”


“bye”


Obrolan pun berakhir. Rasa panas efek terbakar omongan Ryo tadi menghilang dengan siraman suara seorang yang dia rindukan. Bams tersenyum menggambarkan kebahagiaannya sesaat.


Ting!


Suara pesan masuk!


‘aku ke apartemen kamu ya?’ dari Kiky


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


Mungkinkah Bams mampu membaca sebenarnya hatinya?


Aira atau Kiky?

__ADS_1


Ataukah mungkin ia memilih Aira yang menurutnya ia cintai?


__ADS_2