Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
Terurainya kesalah pahaman


__ADS_3

Kini mereka duduk bersama di sofa yang kini sudah lusuh. Aira duduk pada tepi yang satu dan Ryo juga duduk menghadap padanya di sofa yang sama. Tangannya masih menggenggam tangan Aira.


Wajah Ryo terus menatap wajah Aira dengan setiap detailnya, tak ada suara, tak ada ciuman, tak ada pelukan, hanya duduk berdua dengan tangan Ryo yang terus memainkan jemari tangan Aira. pandangannya melekat pada wajah yang kini terlihat lebih kurus. Namun masih dengan wajah yang terawat baik.


Hati Ryo teriris ketika matanya menatap mata yang kini tampak kosong. binar cahaya mata yang tak lagi bisa ia baca. Pandangan itu hanya pada satu titik. Tak mampu lagi tembus ke dalam mata Ryo.


Ryo mengecup tangan Aira, mengecup setiap buku jemarinya. Mengalirkan cinta yang ia rasakan, perlakuan lembut yang membuat Aira merasakan kembali sentuhan sentuhan kasih sayang yang lama tak ia rasakan.


Perlahan Aira menarik tangannya dari Ryo, namun Ryo justru menggenggam erat tangan itu.


“aku mau ambil minum” ucap Aira


“biar aku ambilin!” Ryo meninggalkannya.


Aira yang diam tak mampu terbaca oleh Ryo, apakah ia bahagia, apakah ia sedih? Karena dalam diamnya, otak Aira terus bicara, hatinya terus mencoba melawan, sedang tubuhnya menerima kehadiran Ryo kembali.


Ia terus memikirkan kondisinya, meratapi keadaan dan kebutaannya. Ketidak percayaan diri yang dia miliki dulu semakin parah dengan kebutaan yang ia derita saat ini.


Ryo memberikan gelas itu ke tangan Aira, mencoba membantu Aira minum.


“aku bisa sendiri” tahan Aira pada tangan Ryo yang masih memegang gelasnya.


Perlahan gelas itu mendekati bibir Aira. ia minum dengan perlahan, tegukan demi tegukan hingga gelas itu hampir kosong .


“kamu gugup beib!” tangkap Ryo pada sikap Aira saat minum.


Aira menggeleng menghentikan minumnya


“kamu masih senang bohong” ucap Ryo tersenyum membaca perilaku sang istri dan mengambil gelas Aira untuk diletakkan.


“apa yang membuat kamu gugup sekarang?” tanya Ryo


“aku biasa aja” ucap Aira menunduk malu, jelas sekali wajahnya bersemu merah saat ia kembali tertangkap tangan oleh Ryo.


“beib..” Ryo kembali mengambil tangan itu


“kita pulang ya?” pinta Ryo lagi


“pulang?” tanya Aira


“hem.. pulang ke apartemen kita” pinta Ryo


“bagaimana dengan Dokter Melan?” tanya Aira


Wajah Ryo pias, ia memang belum menjelaskan hubungannya dengan dokter tersebut ke publik. Mungkin itu yang membuat Aira meragu padanya.


“dia hanya seorang dokter beib... aku gak punya hubungan apapun dengannya” jawab Ryo dengan nada sedikit takut.


“aku gak akan pernah bisa jatuh cinta lagi selain kamu” Ryo membelai pipi Aira dengan buku buku jemarinya


“wanita seperti apapun yang datang padaku, tak akan mampu membuatku jatuh cinta lagi, karena cintaku udah kamu miliki, hati ku sudah sepenuhnya terisi kamu, separuh jiwaku sudah kamu ambil, jadi ... tak akan ada yang bisa menggantikan kamu di hatiku di hidupku istriku” rayuan Ryo yang membuat Aira merasa melayang, wajahnya memanas dengan sedikit senyuman tersungging dibibirnya.


Ryo mendekatkan wajahnya pada Aira hingga nafasnya mampu Aira rasakan


“bukannya kamu bilang aku adalah kesalahan dalam hidupmu?” ucapan Aira membuat Ryo menarik kembali wajahnya menjauh dan mengernyitkan keningnya

__ADS_1


“aku tidak pernah bilang seperti itu” jawab Ryo langsung mengecup kening Aira


Aira menghindari kecupan yang sudah ia rasakan.


“aku mendengar sendiri saat wawancara kamu” ucap Aira


“kapan?” tanya Ryo


“beberapa waktu lalu” ucap Aira


“wawancara dimana beib?” tanya Ryo lagi masih merasa tak pernah mengatakan semua itu


“itu sebuah kesalahan dalam hidupku..” ucap Aira mengatakan apa yang ia dengar


Ryo mencoba mengingat tapi ia tak mampu mengingatnya. Akhirnya ia mencari wawancara tersebut dalam mesin pencarian.


Terdengar wawancara yang menanyakan cincin yang dulu ia kenakan. Ryo tersenyum, wawancara itu sudah sangat lama, namun ternyata Aira selama ini tetap mendengar kabar tentang dia. Ada terbersit rasa senang dalam dirinya, perlahan ia meyakini Aira masih miliknya, masih seutuhnya mencintainya.


“coba kamu dengar baik baik beib” ucap Ryo membuka kembali wawancara tersebut agar terdengar Aira.


“itu sebuah kesalahan dalam hidupku yang sangat ku sesali, kehilangan cincin itu ternyata sangat menyakitkan, aku telah menghilangkannya, dan itu kesalahan terbesar ku” jawab Ryo pada wawancara tersebut


Terdengar helaan nafas lega meski pelan di hembuskan oleh Aira.


“sayang aku gak pernah menyesal bersama kamu, jadi jangan pernah ragukan itu” ucap Ryo semakin mendekat pada Aira kembali.


“kamu sangat tahu sebesar apa cintaku padamu, seluruh hidupku ku berikan padamu, aku mencintai kamu melebihi diriku sendiri” ucap Ryo lagi


“aku tahu mas” ucap Aira pelan.


“kalau gitu kita pulang ya?” bujuk Ryo lagi


“aku gak bisa..” jawab Aira langsung


“kenapa beib?” tanya Ryo membelai puncak kepala Aira


Kini tangannya telah menyatu erat dengan tangan Aira menjadi sebuah genggaman yang tak terlepas.


“aku gak mungkin meninggalkan Aina” jawab Aira


“Dia bisa ikut kita” ucap Ryo


Aira menunduk membayangkan kemarahan Aina padanya


“aku belum cerita hubungan kita ke Aina” ucap Aira lagi


“Aina sudah tahu” jawab Ryo


“apa?”


“dia sudah mengetahui jika aku adalah suami Aira Amira kakaknya” jawab Ryo tersenyum


“apa dia marah?” tanya Aira merasa gugup


“hem!” jawab Ryo

__ADS_1


“aduh.. dia pasti juga marah ke aku” Aira mulai panik


“beib .. tenang! dia bukan marah dengan hubungan kita, tapi dia marah karena salah paham tentang semuanya” jelas Ryo


“Aina sangat membenci kamu sekarang mas.. aku tidak bisa memilih diantara kalian berdua”


Ryo tersenyum lagi


“aku tahu... itu sebabnya tidak ada yang perlu kamu pilih, karena Aina dan aku bukan pilihan, tapi satu! Kamu istriku dan dia adik iparku, tak perlu kamu pilih, karena dia akan hidup bersama kita” jelas Ryo


Aira tidak mengerti ucapan Ryo, yang ia ketahui, Aina sangat membenci Ryo dan Boys karena kejadian malam itu. ia tak pernah mengetahui alasan Aina sebenarnya mengapa membenci Ryo dan Boys.


“Aina salah menduga beib... dia mengira aku tidak mempedulikan kalian, padahal aku tidak mampu menemukan kalian” ucap Ryo


Tak berselang lama, Aina datang memasuki tempat itu.


“udah baikan ni?” ucapnya mendekat


“hem!” jawabnya gugup


Ryo berdiri menjauh memberi ruang pada Aina untuk mendekat pada Aira.


“ni.. kok kamu tegang gini? Kamu baik baik aja? Kamu gak mau balik ke Ryo?” tanya Aina


“hei... jangan tanya gitu.. ni kamu gugup karena takut kamu marah” jelas Ryo yang takut mendengar jawaban Aira


Aina menatap wajah Aira yang sedikit pias. Ia memeluk sang kakak dengan erat


“ni.. apa yang bisa membuatku marah jika ni bahagia?” ucap Aina berkaca kaca


“aku ingin ni bahagia.. mana mungkin aku marah ni” ucapnya lagi


Tangis Aira pecah membalas pelukan sang adik. Ia menangis tersedu karena haru dan bahagia.


“ni sekarang kamu harus tertawa bukan menangis.. kamu harus bahagia ni” ucap Aina lagi melepas pelukan sang kakak dan menyeka air matanya


Hati Ryo mencolos saat menyaksikan momen di depannya. Kedekatan dan keakraban kedua kakak beradik yang seakan menyatukan hidup mereka berdua.


“Di.. kamu beneran gak marah aku menikah dengan Ryo? kamu gak akan bunuh diri kan?” tanya Aira masih merasa takut


“astaga.. jadi candaan ku waktu itu ni pikir aku serius? Aku Cuma becanda saat itu ni, karena kupikir ni juga becanda” jelas Aina


“ahhh...” Aira mencoba meraih dan menarik tubuh Aina dalam pelukannya


“maafin aku ni.. maafin aku.. karena candaan ku ni menderita seperti ini” tangis Aina makin menajdi menyesali dirinya.


Mereka saling menyesali kesalahan mereka masing masing, sedang Ryo menatapnya dengan senyuman penuh kebahagiaan.


“berarti kita pulang ya beib?” pinta Ryo kembali


“Gak ah, aku mau disini” jawab Aira santai tersenyum tanpa mengarahkan wajahnya ke Ryo.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


jangan lupa jejaknya Beib

__ADS_1


Ciyee.. jadi ikutan romantis deh ane


__ADS_2