Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)

Ketika Sang Bintang Playboy Jatuh Cinta (Caraku Mencintaimu)
TERUNGKAP!


__ADS_3

Setelah sepuluh hari penyelidikan yang intensif ditemukan jika Lisa menerima sejumlah uang saat itu, Haris mengerahkan semua kemampuannya dan fokus pada penyelidikan tentang kasus Andini yang melibatkan Harlan dan cabang rumah sakit Camila. Ia tak ingin masalah ini menjadi masalah yang akan menjadikan goyahnya bisnis sang tuan, maka ia berusaha mengungkap semua kebenaran yang ada.


“Tuan! Kita masih belum bisa menemukan Lisa” jelas Salah satu orangnya.


“temukan! Kalian harus segera menemukannya!!” perintah tegas Haris terdengar garang.


Haris membaca laporan yang diberikan oleh anak buahnya. Tertulis setelah kejadian itu, Lisa mengambil cuti panjang. Dan setelah beberapa bulan ia menghilang dari kota tersebut bersama keluarganya.


Mereka terus melacak keberadaan Lisa dengan menggunakan segala cara, Haris bahkan memiliki jaringan yang mampu membaca data keberadaan seseorang dari nomor KTP mereka.


Selang dua hari Lisa ditemukan, Haris pun langsung menemuinya.


“tolong anda jelaskan ini!” tanya Haris menyodorkan berkas yang berisi tentang malpraktek dalam operasi jantung Andini beserta dengan catatan uang yang masuk ke dalam rekening Lisa.


Wanita yang kini hampi berumur di kepala empat langsung merasa gugup. Matanya berkaca kaca mengingat masalalu yang terlalu mengerikan baginya.


“iya benar, ini semua saya yang melakukannya” ucapnya menunduk dengan deraian air mata


“saya telah membunuh seseorang dengan tangan saya karena saya terpaksa” jelasnya


“terpaksa?” tanya lagi


“malam sebelum operasi ibu Andini, rumah saya di datangi beberapa orang lelaki berpakaian rapi, mereka menawarkan sejumlah uang agar saya melakukan malpraktek pada operasi ibu Andini, saya tidak tahu bagaimana mereka mengetahui bahwa saya salah satu tim dalam operasi tersebut” ucapnya


“saya menolak keras permintaan mereka! dan mereka pergi”


“ketika pagi saya memasuki halaman rumah sakit, saya menerima sebuah amplop yang diantar oleh seorang pengendara motor, foto tersebut foto ibu saya yang sedang berjualan di pasar”


“jika saya menolak, maka ibu saya yang akan menjadi korban, itu pesan singkat yang mereka kirim”


“saya tidak mempedulikan pesan itu, tapi jelang operasi bu Andini, sebuah telpon saya terima, mereka telah membawa ibu saya” jelas Lisa dengan berurai air mata


“siapa mereka?” tanya Haris


“saya tidak pernah tau siapa mereka” jelas Lisa

__ADS_1


“saya ketakutan, saya harus memilih antara bu Andini atau Ibu saya.. jadi saya terpaksa melakukannya” tangis Lisa semakin menjadi.


“mereka mengirim sejumlah uang ke rekening saya dan mengatakan akan membunuh saya jika saya buka mulut” jelas Lisa lagi


“kamu benar benar tidak mengenal mereka?” tanya Haris lagi


Lisa hanya menggeleng sambil membersihkan hidungnya


“sepertinya mereka sangat ingin mencelakai keluarga itu, beberapa bulan setelah kematian ibu Andini, suaminya menyusul, rasa bersalah saya semakin menjadi, saya mengawasi anak anak mereka dari kejauhan karena ingin bertanggung jawab untuk mereka. Saat siang saya pulang tugas, saya menemukan rumah mereka seperti


habis di acak acak, saya mencari mereka dan menemukan mereka berada di kantor polisi, tapi saat sampai disana mereka telah pergi, hingga akhirnya saya menemukan mereka di sebuah terminal. Mereka ketakutan dan menangis. Saya membawa mereka menjauh dari kota dan menyembunyikan mereka di rumah bibi saya, tapi beberapa hari kemudian keberadaan mereka tercium, dan kami melarikan mereka keluar kota. Akhirnya mereka di rawat oleh ibu saya, sampai kami putus hubungan setelah setahunnya. Saya kehilangan jejak mereka karena mereka bertiga tidak bisa saya hubungi lagi” jelasnya


Haris terdiam mendengar penuturan Lisa. Ia terlihat begitu menyesali perbuatannya. Seandainya Lisa mengenali Aira yang beberapa hari lalu ia antar keluar kota, mungkin ia akan bersujud di kaki Aira. Ya! Driver yang mengantar Aira keluar kota adalah Lisa.


Haris terus mengernyitkan keningnya menatap laporan ditangannya.


Untuk apa orang itu membayar Lisa untuk menyingkirkan seorang Andini?


Penyelidikan terus dikembangkan, terungkap uang yang masuk ke rekening Lisa berasal dari seseorang yang tak bisa dipandang sebelah mata di masalalu.


Mereka juga bukan saingan bisnis Callin grup jika mereka ingin menghancurkannya! benak Haris masih mencoba memahami.


Pertanyaan itu membuat Haris semakin tak bisa memejamkan mata.


“pah!” sapa Ken mengejutkannya


“hem!” jawabnya dengan kewibawaan


“sudah jam satu! Papah sebaiknya istirahat”


“hem!” jawabnya tanpa banyak bicara


“papah tenang saja, saya gak akan pernah menyerah untuk semua ini” Ken meyakinkan


“harus! Kamu harus buktikan jika kamu mampu membuat tuan muda bahagia lagi” jelas Haris

__ADS_1


“kenapa pah? kenapa papah mengorbankan hidup papa untuk keluarga itu? bukankah eyang telah memberikan papah sebuah perusahaan yang seharusnya papah kembangkan sendiri?” tanya Ken mengingat kakek Ryo yang memberikan sebuah perusahaan untuk Haris sebagai wasiatnya


“karena papah dulunya hanya seorang yatim piatu yang dibawa oleh eyang, dan eyang menyayangi papah seperti anaknya sendiri. mempercayakan keluarganya pada papah, dan hidup papah sekarang karena eyang, kakek dari Tuan muda” jelas Haris


“tapi balas budi papah sudah lebih dari cukup pah” protes Ken


“belum! Karena tuan muda belum duduk sebagai komisaris, karena tuan muda belum bahagia, papah berjanji akan membuat tuan muda bahagia pada Eyang, menjaganya, menuntunnya, karena Tuan muda adalah kebahagiaan eyang” jelas Haris lagi


“kamu tidak pernah merasakan hidup susah, dihina, dicaci, kamu selalu hidup senang ken, kamu tidak tahu bagaimana rasa terima kasih ketika seseorang telah mengangkat kita dari sebuah lubang hitam penderitaan, memberikan kepercayaan dan menyayangi kita”


“kepercayaan yang eyang berikan pada papah! Itu adalah hidup papah, jadi jika kamu keberatan meneruskan untuk melayani tuan muda, papah tidak memaksa, kamu berhak memilih” jelas Haris lagi tapi dengan nada sangat kecewa.


Ken menunduk karena ia mendengar jelas nada kecewa bicara sang ayah.


“Cuma kamu harus tetap mengingat, Ken sekarang ada karena eyang, eyang lah yang menjadikan mu seorang Ken” Haris berdiri memegang bahu sang anak dan keluar dari ruang kerjanya dengan langkah lelah


Di tempat lain, Aina masih belum bisa memejamkan mata, ia terus memandangi wajah sang kakak yang terlihat sedih.


Apa kamu masih sering mimpi buruk ni? Benak Aina menatap Aira yang terlelap


Apa saat ini kamu melarikan diri?


Aku takut dengan pikiran ku ni? Kamu tidak melakukan hal hal buruk hanya untuk menyokong hidup ku kan? Aina menatap perut Aira.


Kecurigaan dan prasangka buruk terus menghantui pikiran selama beberapa hari bersama Aira. kondisi Aira yang selalu muntah di pagi hari membuat Aina yakin jika aira sedang hamil. Tapi Aira tak pernah mengatakan sedikit pun tentang lelaki padanya.


Ia ingin menanyakan hal tersebut, tapi terlalu takut untuk membuat Aira kembali menangis, Aina selalu berpura pura ceria agar tidak menjadi beban sang kakak. Ia sering mendapati Aira menangis ditengah malam, namun tak pernah sekalipun menangis di hadapannya saat ia masih bersama. Pikiran pikiran itu terus menari dalam kepala Aina, membuat kantuknya terusir dan tak mampu mampir.


Entah hingga jam berapa ia sendiri tidak tahu, tapi saat ini ia kembali terbangun karena mendengar suara muntahan sang kakak dari dalam kamar mandi tempat kost mereka.


“apa sebaiknya kita ke dokter ni?” Aina mulai khawatir


“tidak perlu, perutku selalu begini kalau pagi” Aira mengalihkan pandangannya karena tak ingin Aina curiga


Aira berjalan perlahan menuju dapur, ia ingin membuat jahe hangat untuk menghangatkan perutnya

__ADS_1


“ni hamil kan?” suara itu tiba tiba terdengar seakan seperti petir yang menyambar tubuh Aira seketika.


\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~


__ADS_2